Langsung ke konten utama

Tips agar liburan dirumah rasa staycation ala resort

Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh 

Mana nih tim #LiburanDirumahAja? Adakah? Atau semua pada staycation di suatu tempat incaran sejak lama? Aku dan keluarga masih setia dengan memilih untuk #LiburandirumahAja :)

Banyak pertimbangan yang di pikirkan, meski jiwa sudah meronta mengajak untuk menyepi sejenak dari rutinitas. Tapi berbagai kondisi mengharuskan untuk memilih diam dirumah lebih baik.

Nah, bagi teman-teman dan parents yang senasib sama aku hehe, tetap harus dirumah aja bersama keluarga, atau yang masih tetap harus bekerja dan rolling shift di kantor, meski anak-anak sudah merengek ingin diajak jalan-jalan. Jangan bersedih. Kita juga bisa tetap ngerasain refreshing kok seperti habis liburan beneran. 


Gimana caranya? Yuk cek tips agar liburan dirumah rasa staycation ala resort ala Mom Queen berikut ini :

#1 Alokasikan waktu

Agar bisa mendapatkan suasana liburan yang sesungguhnya, maka kita harus mengalokasikan waktu yang akan digunakan sebagai waktu liburan. Misalkan pilih hari Sabtu jam 10.00 - 17.00 WIB adalah hari yang akan digunakan sebagai hari untuk staycation, cuma bedanya lokasinya staycation dirumah. Jangan lupa, dalam menentukan waktu liburan harap mengkomunikasikan terlebih dahulu dengan pasangan ya.

#2 Stop semua rutinitas harian

Saat kita pergi berlibur ke suatu tempat, pernahkah kita tetap memikirkan nasib cucian, seterikaan, maupun urusan nyapu-ngepel rumah? Ga kan ? Jadi ada baiknya, saat merencanakan membuat rencana #LiburanDirumahAja, maka stop semua aktivitas domestik harian yang biasa dilakukan. Itulah mengapa di awal sudah ditekankan untuk mengkomunikasikan terlebih dahulu dengan suami. 

#3 Delegasikan tugas domestik 

Seperti layaknya saat berlibur ke suatu tempat, pasti ada budget yang harus dikeluarkan. Maka liburan dirumah pun bukannya tanpa budget sama sekali. Namun, budget yang dikeluarkan tidak sebanyak jika liburan keluar.



Nah budget tersebut bisa dialokasikan untuk persiapan acara, membeli konsumsi, termasuk membayar tenaga harian untuk sekadar beres-beres. Kita bisa membayar tenaga harian untuk mendelegasikan tugas nyapu-ngepel, mengurus cucian dan seterikaan. Kita bisa menyiapkan tenaga harian untuk 2 hari, misalnya saat acara dan hari ke-2 setelah selesai acara. Jadi ga ada lagi tuh, muka kusut habis staycation gegara rumah berantakan. Ada yang pernah coba? Yuk manfaatkan saat #LiburanDirumahAja 

#4 Buat schedule atau rencana acara

Meskipun liburan kali ini kita mengambil venue dirumah, tetapi tetap lah perlu dilakukan secara sempurna. Jika pernah mengikuti berlibur via biro perjalanan, maka mereka pasti akan membagikan rencana acara selama liburan. Nah buatlah seperti yang sama dilakukan kalau berlibur ala travel agen

Ilustrasi itinerary liburan keluarga kami dibawah ini bisa menjadi gambarannya. 

Itinerary liburan ala mom Queenmq. 

Nah,jika semua rencana sudah beres langkah terakhir yang kita lakukan adalah menyiapkan venue atau tempat acara.


#5 Jangan lupa setting venue acara

Agar semakin mendapat feel liburan layaknya staycation di hotel ataupun resort Impian. Maka setting lah tempat acara sehingga nuansa liburan benar-benar terasa. Apa yang harus disiapkan? Misalnya kita menyediakan tempat acara ditaman belakang atau teras depan. Maka susunlah tempat seperti hanya venue ala-ala resort gitu. Seperti adanya tikar, meja-kursi, kolam bermain anak, tenda, dan lain-lain. Jika acara berlanjut hingga larut malam bisa menyiapkan area barbeque dan lampu hias. 

Venue bisa di sesuaikan dengan perabot yang ada 

 
Intinya bisa memfasilitasi anak-anak bermain

Setelah melakukan beberapa tips diatas, Aku yakin #LiburanDirumahAja pun tetap bisa fresh dan merasa seperti liburan sesungguhnya kan?


Demikian lah tips agar liburan dirumah rasa staycation ala resort dari Mom Queen. Liburan itu bukan tentang kita harus pergi kemana, menghabiskan dana berapa, menginap di hotel mana. Jangan juga kita memaksakan pergi liburan hanya karena gengsi di depan teman-teman sosialita kita. Jangan sampai liburan justru membuat kita stress karena memakai budget yang tidak seharusnya. 

"Om Tante kalau ga bisa liburan Jangan dipaksa ya" pesan tetei Queensha 


No No !  Makna liburan yang sesungguhnya bagaimana kita bisa melepaskan beban, pikiran dan perasaan, berhenti dari rutinitas serta memberi ruang bagi tubuh dan hati untuk istirahat sejenak, agar  siap dan happy menyambut aktivitas dan tugas yang baru.


Selamat berlibur.

Jangan lupa bahagia.


Salam Sayang,

Mom QueenMQ 

Komentar

  1. Betul banget mba, staycation di rumah sendiri..tapi susahnya dekor tempat biar beda suasananya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak contekan di yutup mbaak Sep.. Poles-poles dikit aja, yang penting anak main dan cantik difoto wkwwk

      Hapus
  2. Wahhhh... Idenya seruuuu, menarik.. kenapa gak kepikiran ya? 😍 bisa bener² low budget & gak perlu was² seperti klo pergi ke luar rumah di kondisi pandemi ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya apalagi Bawa anak-anak Kan, ga perlu bentar warning anak harus 3M segala

      Hapus
  3. Waaah setuju, liburan itu melepaskan beban sejenak. Kadang liburan pergi kemana malah bawa kerjaan dan mikirin banyak hal. Bukan menikmati :)

    BalasHapus
  4. Wah.. iya ya, saya belum terpikir sampai membuat jadwal.. Jadi masukan yang menarik untuk saya dan keluarga.. hehe thanks for sharing Mba..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk yuk dicobain yak, biar berasa kayak libur beneran

      Hapus
  5. Terniat nih mba yuni smape bkin itinerary sgala..anak2 jdi hepo ya mba full mainan begitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk kebiasaan segalanya terencana dan well prepared 😝, biar lebih teratur aja Mba Iva waktunya ngapain

      Hapus
  6. Wah seru banget liburan di rumahnya. Makna liburan bagi tiap orang juga kadang berbeda. Ada yang memanfaatkan liburan untuk belajar karena sebelumnya tak punya waktu. Yang pasti, mengisi liburan dgn hal yang bermanfaat, apa pun itu. Tetap semangat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul um, banyak makna liburan menurut masing-masing tentu berbeda, yang penting apapun maknanya tetap bahagia meski liburan dirumah aja 😅

      Hapus
  7. Waaah Masyaa Allah setuju sekali. Sepertinya liburan di rumah aja jauh lebih seru yaa.. Terniat banget, sampe bikin itenarary.. Terima kasih mbak udah share tips liburan di rumah aja.

    BalasHapus
  8. Kreatif banget mba. Bikin acara staycation di rumah pasti butuh ide-ide kreatif dan ibu-ibu super

    BalasHapus

Posting Komentar

Thanks so much to all of reader. Please comment if any doubts or suggestions

Postingan populer dari blog ini

Benarkah ada orangtua yang gagal?

Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh. Apa kabar happy parents semua? Semoga selalu happy meski pandemi belum juga mereda. Kali ini Aku mau membahas sedikit mengenai topik yang terngiang-ngiang dikepalaku "Benarkah ada orangtua yang gagal?" . Gagal dalam membesarkan anak, gagal dalam mengelola dan menyalurkan emosinya sehingga meluapkan pada anak, gagal dalam mengasah kemampuan dan bakat anak, gagal dalam membersamai tumbuh kembang anak, atau bahkan gagal dalam mendidik dan mempersiapkan anak-anaknya menjadi generasi terbaik dimasanya. Setiap orangtua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. foto dokpri Aku pikir pemikiran seperti ini tidak akan pernah terlintas dalam pikiranku,karena menurutku tidak ada orangtua yang menginginkan kegagalan dalam hidupnya apalagi untuk anak-anak. Semua orangtua sangat mencintai anak-anaknya, entah anak-anak tahu atau tidak, mereka rela memberikan yang terbaik bahkan rela menghimpit kebutuhan diri sendiri demi memenuhi kebut

Ayo, dukung UMKM disekitarmu bangkit lagi!

Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh  Apa kabar teman-teman semua? Semoga selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wata'Ala amin allahumma amin . Nah kali ini Aku mau membahas tentang cara mendukung bangkitnya dunia usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM disekitar kita. Sebagai bagian dari ikhtiar membantu teman-teman semua pelaku UMKM untuk kembali bangkit dan bersinergi membangun perekonomian Indonesia khususnya keluarga.  Pandemi Covid-19 yang dialami dunial termasuk Indonesia sejak Maret 2020 telah memukul banyak sektor usaha. Berbagai sektor terdampak diantaranya yang paling terpukul adalah sektor usaha transportasi, perdagangan makanan dan minuman, pariwisata, industri pengolahan dan masih banyak lagi. Bukan hanya menimpa para pelaku usaha berskala besar namun juga pada pelaku usaha mikro kecil dan menengah(UMKM). Mengambil dari hasil survei yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan bahwa sebanyak 82,85% perusahaan terdampak oleh pandemi virus coro

Membiasakan berhijab sejak dini

   Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh  Ukhtifillah  yang dirahmati Allah Subhanahu Wata'Ala dalam rangka menggalakkan campaign   #hijabsejakdini , disini Aku mau berbagi tips mengenai cara membiasakan anak-anak mengenakan hijab dalam kesehariannya.  Seperti kita tahu bahwa menutup aurat hukumnya wajib sebagaimana kesepakatan para ulama berdasarkan firman Allah azza wa jalla: "... Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera–putera mereka, atau putera–putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita....." (QS An-nuur : 31)  Jadi, karena m

Ibu Karir dirumah

Sejak melahirkan anak pertama, Queensha, suamiku sudah mengingatkan untuk memasang target kapan akan berhenti dari pekerjaan, dan fokus mengurus anak. Waktu itu aku mengatakan "nanti ya kalau Queensha sudah mulai sekolah, sekira umur 5 tahunan" Suami membalas "Kalau bisa lebih cepat dari itu, karena anak sangat membutuhkan figur ibunya, Jika waktunya banyak bersama pengasuh ketimbang orangtua terutama ibunya, ikatan bathin ibu dan anak akan berkurang ." Dan, itu memang benar. Aku merasa anakku  cenderung lebih dekat dengan pengasuhnya, misalnya jika pengasuhnya hendak pergi ke warung (karena rumah pengasuhnya didepan rumah kami), maka Queensha akan langsung berlari menghampiri, dan berteriak " ibuu, ikuuutttt" Akupun menuruti keinginannya, walaupun saat itu aku lagi bermain bersamanya.Karena jika dilarang dia akan menangis. Dan, Qodarullah menjelang umur Queensha 2 tahun, aku dinyatakan hamil anak kedua, alhamdulillah masyaAllah. Padahal baru beren

Ayo membaca nyaring bersama Lets Read

Menteri pendidikan dan kebudayaan Nadim Makariem pernah mengatakan bahwa di Indonesia saat ini tengah mengalami yang namanya krisis literasi. Pernyataan ini sebenarnya bukan tanpa alasan, hal ini didasari pada rilis hasil studi Programme for International Assessment (PISA) 2018 yang dilakukan oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 3 Desember lalu. PISA adalah hasil program studi internasional dibidang pendidikan per 3 tahunan bagi pelajar berusia 15 tahun. Yang bertujuan untuk mengamati kemampuan membaca, matematika dan sains suatu negara untuk mendorong pendidikan. Dalam hasil rilis hasil studi tersebut didapat bahwa skor kemampuan membaca di Indonesia ditahun 2018 turun menjadi 371 dibanding tahun 2015 diangka 397 poin, dengan skor rata-rata OECD 487 poin. Aku sepakat bahwa literasi tidak hanya tentang kemampuan membaca, tetapi juga tentang kemampuan memahami bacaan, numerasi, sains dan kecakapan dalam memecahkan suatu masalah tertentu. Namun sem