Langsung ke konten utama

Treatment alami selama kehamilan agar persalinan lancar

Khaily usia 1 bulan

Hari itu, Sabtu, 5 July 2019 jam menunjukkan pukul 04.00 wib Aku mulai kontraksi yang ringan. Sebenarnya sejak jam 1 malam, Aku sudah merasakan susah tidur, pinggang mulai terasa sakit dan ada perasaan mau BAB. Sempat beberapa kali bolak balik ke toilet,namun Aku masih bisa tidur hingga menjelang shubuh. Aku merasa bahwa hari itu akan melahirkan, karena memang sudah hampir mendekati hari perkiraan lahir (HPL) yang jatuh pada tanggal 14 Juli 2019.

Aku ingat menurut ilmu hyno birthing yang kubaca bahwa Ibu yang mengalami kontraksi melahirkan harus tetap tenang, pelan-pelan mengatur nafas, istigfar dan terus komat kamit berdoa. Doa yang kupanjatkan adalah doa Nabi Yunus dikala beliau di makan ikan paus, yaitu

Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka, innii kuntu minadz dzaalimiin”. 

Artinya: Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau (ya Allah), Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk di antara orang-orang yang berbuat zalim/aniaya

Aku kemudian mandi, saat mandi kulihat ada sedikit flek hitam namun sedikit. Kemudian Aku tetap sholat tahajud, Aku masih sempat sholat shubuh. Selang 30 menit kontraksi mulai rutin terjadi dengan durasi 3-4 menit. Ibuku yang saat itu sudah siaga langsung membuatkan ku segelas milo hangat dan 2 buah telur rebus. Aku langsung melahap semua nya, tak lupa di akhir ku tutup sarapan ini dengan beberapa sendok madu. 

Kontraksi masih intens dan sama hingga pukul 07.00 wib. Aduhai jangan ditanya apa rasanya gelombang cinta? Ya kira-kira seperti perut ditarik-tarik dan ada sesuatu didalam sana yang memaksa mendorong kebawah mencari jalan. Dalam doa dan istigfar Aku masih bisa mencatat waktu kontraksi dan durasinya kontraksi. Karena untuk menghitung kapan waktu yang tepat untuk ke klinik. 

Karena pengalaman anak pertama dari kontraksinya yang mulai teratur, Aku kemudian meminta Suami menelepon bidan tempat bakal melahirkan, dan bidan menganjurkan untuk segera ke clinic.Sekira pukul 07.45 kami pun tiba diclinic ditemani kakak perempuanku, Suami menyusul belakangan. Sesampainya di klinik bidan melakukan pengecekan dalam, ternyata sudah bukaan 4 masya Allah. Saat dilakukan pengecekan dalam, kita disuruh untuk menarik nafas panjang, fungsinya untuk meminimalisir rasa sakit saat dilakukan pengecekan dalam. Sakit? tentunya! Namun, tubuh wanita sudah didesain untuk mampu menahan sakit hingga 57 del,diatas tubuh normal rata-rata 45 del saja. Masya Allah luar biasa ya.

Waktu itu jam menunjukan pukul 08.10 wib, Aku langsung menelepon Suami untuk bersegera ke clinic karena waktu melahirkan sudah semakin dekat. Tepat jam 08.30 Suamiku datang dan mulai membacakan doa-doa ditelingaku, Saat itu kurasakan ada sesuatu yang mulai mengalir hangat dibawah sana. Ku beritahu pada bidan ketika 5 menit kemudian datang lagi dan melakukan pengecekan kembali, beliau mengatakan bahwa waktu kelahiran sudah dekat karena bukaan sudah lengkap. Alhamdulillah pembukaan berjalan cukup cepat, hanya butuh waktu sekitar 30 menit untuk membuat hingga pembukaan 10. 

Aku pun langsung disuruh untuk mengambil posisi melahirkan. Atur nafas diawali dengan menarik nafas panjang dan menghembuskan nafas secara perlahan. Bu bidan pun memberi semangat bahwa kepala bayi sudah kelihatan, Aku harus tetap menyambung nafas. Ingat, bahwa belajar nafas panjang saat melahirkan sangat membantu proses melahirkan secara normal. Makanya selama kehamilan usahakan untuk latihan nafas panjang dan tetap melakukan gerakan olah raga ringan dan senam kegel.

Aku kembali mengambil nafas panjang dan menghembuskan secara perlahan-lahan.Bu bidan pun sesekali menginstruksikan untuk aku mendorong bayi dengan mengejan sambil memegang lutut, karena sudah proses crowning. Oh ya, Jangan sampai salah mengejan ya, mengejannya tidak bersuara seperti di sinetron itu hehe. Mengejannya seperti mengejan saat BAB,artinya mengejannya dibawah bukan di tenggorokan. Saat proses crowning ini, Bu bidan terus membantu sambil melakukan massage perineum. Tak terkira sakit dan kebas yang terasa di'bawah' sana. Namun Alhamdulillah di akhir nafas yang yang kedua ini kepala bayi sudah keluar sempurna dan bayi kedua ku  lahir dengan selamat. 2 kali nafas, tanpa sakit yang berarti (bila dibanding anak pertama) dan bayiku lahir dengan berat 2,900 gram dan panjang 48 cm. Alhamdulillah alhamdulillah barakallah, dan anak kedua kami diberi nama " Griselly Khaliluna

Baby Khaily berapa jam setelah lahir


Baca juga :

Aku pun lega, dan proses kelahiran si 'saudara kembar' bayi pun berjalan tanpa hambatan. Sekitar 5 menit, bu bidan menyuntikkan sesuatu dipaha kanan dan kemudian menyuruh ku menarik nafas lagi. Saat itulah proses kelahiran plasenta. Alhamdulillah, biidzillah semua berjalan sempurna. Plasenta keluar sempurna dan bayi pun sehat. 

Memang ikhtiar selama hamil dan proses kelahiran itu berbanding lurus. Selama hamil hamil beberapa treatment alami agar persalinan lancar yang sering aku lakukan adalah :

1. Afirmasi positif selama kehamilan, afirmasi ini berguna untuk Menambah keyakinan didalam diri ibu. Afirmasi positif itu seperti doa yang terus diulang. 

2. Jalan kaki minimal 15-20 setiap pagi ( ini rutin sejak awal trimester 2)

3. Naik turun tangga minimal 4x sehari, karena Aku masih bekerja dan office ku berada di lantai 2 dengan anak tangga sekitar 25-30 buah anak tangga. 

4. Minum infused water rempah dan buah ditambah gula aren atau madu dalam air putih harian

(selengkapnya tentang infused water baca disini) 

Menjelang trimester 3 durasi jalan kaki meningkat menjadi 30 menit (rutin tidak harus pagi hari yang penting 30 menit) 

5. Senam kegel sesering mungkin, ini untuk membuat otot perineum tidak kaku dan minim robekan

6. Rajin makan kurma minimal 3 butir sehari di akhir masa kehamilan.

7. Konsumsi air putih minimal 1,5 - 2 liter perhari

8. Perbanyak sujud, pada posisi kehamilan 8 bulan kepala bayiku masih diatas. Saat itu Aku disarankan sujud minimal 5 menit saat selesai sholat. Moment ini bisa dimanfaatkan untuk memperbanyak sholat Rawatib dan sholat sunnah lainnya. 


Dan, kelahiran kedua ini robekan perineum terbilang sedikit hanya 2-3 jahitan saja, dan dalam waktu 8 jam Aku sudah diizinkan pulang kerumah. Jangan tanya saat anak pertama hahaha. Minim ilmu dan jarang membaca, hanya sibuk mengurus barang-barang keperluan bayi hingga lupa memberdayakan diri. Sehingga robekan banyak, dan pendarahan hebat. Aku nyaris 'lewat' saat itu, Alhamdulillah Allah masih memberikan pertolongan sehingga aku masih bisa sehat hingga saat ini, dan anak kedua ku saat ini sudah berusia 15 bulan.

Khaily usia 15 bulan

Baca juga :

Demikian lah cerita kelahiran anak kedua dan treatment alami agar persalinan lancar yang kulakukan, semoga bisa bermanfaat untuk Ibu-ibu muda (seperti Aku dulu) yang sedang menantikan kehamilan ataupun menantikan kelahiran. Ngilmu dulu ga ada salahnya. Saat ini Aku pun sedang menantikan kelahiran anak ketiga kami dalam beberapa bulan kedepan. Setidaknya treatmen yang kulakukan kurang lebih sama, hanya yang berbeda kini Aku sudah resign dan menjadi ibu rumah tangga. Doa kan semuanya lancar dan sehat-sehat ya Moms. Doa yang sama untuk Ibu-ibu semua, rajin bergerak, Olah raga rutin dan berdayakan diri dengan ilmu. Semangat. 



Salam Sayang, 
Mom Queen 


Komentar

  1. Aku selama hamil belum pernah minum infused water juga kayaknya. Hehe kalau hamil lagi harus di coba nih kayaknya kalau senam kagel emang bener sih ngaruh banget. Dulu pas ngelahirin yang pertama cuma 3 jahitan alhamdulillah
    Luarbiasa ya mom melahirkan itu penuh cerita yang tak terlupakan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa.. Senam kegel membantu mengurangi robekan dan bikin perinwum elastis

      Hapus
  2. Masya Allah, lucu sekali anaknya mbak. alhamdulillah, persalinan anak pertama ku lancar normal, walau sempat ada sedikit konflik sama pihak RS, hehe..

    duh, jadi kangen hamil, hihi..

    BalasHapus
  3. Alhamdulillah juga tiga kali melahirkan normal semua, selama hamil aku yang takut minum rempah-rempah, tapi selalu konsumsi jus infused kurma. dan anehnya suka banget minum kopi hitam, alhamdulillah tidak terjadi sesuatu yang dikhawatirkan. bayinya sehat-sehat ibunya pun sehat. alhamdulillah. semoga sehat selalu ya dek ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dicobain yang nyaman dibadan aja mb, ada juga eempah yang bikin kliyengan tergantung dibadan masing-masing yah

      Hapus
  4. Aku belum pernah nyobain yang infused water mbak. Terima kasih sharingnya, bisa dicoba pas nanti dikasih amanah lagi

    BalasHapus
  5. Mbak yuni, samaan dunk pengalaman melahirkan anak pertama, wkakak. Karena memang sibuk milih printilan daripada ilmu ya mbak. Duh baca ini aku jadi ingat pengalamanku dulu, terbuka kembali saat anak pertama, mau melahirkan eee masih aja tanya ke suster mau melahirkan, LOL

    BalasHapus
  6. Senam kegel kek gimana yaaa, batinku pas baca. Tapi setelah baca sampai habis jadi punya gambaran kayak gimana itu. Well noted kak. Tengkyu artikelnya

    BalasHapus
  7. Setiap kali melahirkan memang punyavpengalaman yang berbeda ya Bun

    BalasHapus
  8. Aku susah mbak lahiran, padahal selama hamil aktif banget, gak pandai aku ngejan,... makanya sampai teriak ya Tuhan kalo sakit begini lahiran satu aja lah anakku udah cukup... eh mungkin didengar Tuhan, sampai umur 19 tahun anakku gak ada lagi adeknya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hiks sampai trauma gitu yaa... Duh semoga segera dikasih amanah lagi ya kak

      Hapus
  9. Suku pas hamil kayaknya blm booming infuses water deh yaa. Akupun baca bukunya Hypnobirthing lho mbaa ya ampun diingat2 banget emang kudu tenang yaa, tp pas mau ngelahirin laaah boro2 tenang, ilmu tarik nafas aja kelupaan 😄

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha samaaa... Akupun gitu, makanya notice ke suami kalau nanti mau lahiran tolong ingetin cara ngejan dan atur nafas wkwk

      Hapus
  10. Banyak yang menyarankan untuk rajin makan kurma memang. Banyak manfaatmya. Apalagi kurma ajwa. Terima kasih atas sharingnya ya Mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya aku juga baca begitu.. Tapi harganya lumayan kan, jadilah aku makan buah lokal yang ada, yang penting fresh

      Hapus
  11. Aduh canss banget dek Khaily. Aku baca pengalaman melahirkannya beneran deg-degan, ikut nahan napas. Nggak bayangin kalau nanti melahirkan, perjuangan Ibuk banget ya mbak. Thanks for sharing

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah.. Semoga dapet pengalaman melahirkan yang indah, hamil melahirkan itu perjalanan yg menyenangkan asal tau ilmunya ya.

      Hapus
  12. MasyaaAllah baca ini jadi ingat lagi masa2 lagiran XD. Selamat untuk kehamilan anak ketiganya. Semoga lancar persalinan sehat-sehat debay dan Ibunya aamiin

    BalasHapus
  13. Jadi berasa inget juga masa-masa melahirkan. Aku dulu juga sempet pijat perineum mandiri loh mba. Tips2nya mba Yunie juga bermanfaat banget, sebagian besar juga kulakukan.sehat2 yaa semuaaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mb lintang... Nah itu pijat perineum mandiri aku takuttt.. Kok ngiluu ya dalam pikiran haha

      Hapus
  14. Alhamdulillah ya mooom, baca kisah melahirkannya bikin aku jadi ingat lagi proses persalinanku duluuu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah smg persalinannya tidak membuat trauma ya kak

      Hapus
  15. Baca ini serasa kayak flasback pas dulu lahiran aq kak, perjuangannya gak bisa dilupakan ya kak

    BalasHapus
  16. Masyalloh gemes bgt sama pipinya khaily. Baca kisa melahirkan itu seru. Bikin penasaran tapi juga ada was was takutnya. Hihi..

    Usap usap perut. Lah belum nikah haha

    BalasHapus

Posting Komentar

Thanks so much to all of reader. Please comment if any doubts or suggestions

Postingan populer dari blog ini

Benarkah ada orangtua yang gagal?

Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh. Apa kabar happy parents semua? Semoga selalu happy meski pandemi belum juga mereda. Kali ini Aku mau membahas sedikit mengenai topik yang terngiang-ngiang dikepalaku "Benarkah ada orangtua yang gagal?" . Gagal dalam membesarkan anak, gagal dalam mengelola dan menyalurkan emosinya sehingga meluapkan pada anak, gagal dalam mengasah kemampuan dan bakat anak, gagal dalam membersamai tumbuh kembang anak, atau bahkan gagal dalam mendidik dan mempersiapkan anak-anaknya menjadi generasi terbaik dimasanya. Setiap orangtua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. foto dokpri Aku pikir pemikiran seperti ini tidak akan pernah terlintas dalam pikiranku,karena menurutku tidak ada orangtua yang menginginkan kegagalan dalam hidupnya apalagi untuk anak-anak. Semua orangtua sangat mencintai anak-anaknya, entah anak-anak tahu atau tidak, mereka rela memberikan yang terbaik bahkan rela menghimpit kebutuhan diri sendiri demi memenuhi kebut

Ibu Karir dirumah

Sejak melahirkan anak pertama, Queensha, suamiku sudah mengingatkan untuk memasang target kapan akan berhenti dari pekerjaan, dan fokus mengurus anak. Waktu itu aku mengatakan "nanti ya kalau Queensha sudah mulai sekolah, sekira umur 5 tahunan" Suami membalas "Kalau bisa lebih cepat dari itu, karena anak sangat membutuhkan figur ibunya, Jika waktunya banyak bersama pengasuh ketimbang orangtua terutama ibunya, ikatan bathin ibu dan anak akan berkurang ." Dan, itu memang benar. Aku merasa anakku  cenderung lebih dekat dengan pengasuhnya, misalnya jika pengasuhnya hendak pergi ke warung (karena rumah pengasuhnya didepan rumah kami), maka Queensha akan langsung berlari menghampiri, dan berteriak " ibuu, ikuuutttt" Akupun menuruti keinginannya, walaupun saat itu aku lagi bermain bersamanya.Karena jika dilarang dia akan menangis. Dan, Qodarullah menjelang umur Queensha 2 tahun, aku dinyatakan hamil anak kedua, alhamdulillah masyaAllah. Padahal baru beren

Ayo, dukung UMKM disekitarmu bangkit lagi!

Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh  Apa kabar teman-teman semua? Semoga selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wata'Ala amin allahumma amin . Nah kali ini Aku mau membahas tentang cara mendukung bangkitnya dunia usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM disekitar kita. Sebagai bagian dari ikhtiar membantu teman-teman semua pelaku UMKM untuk kembali bangkit dan bersinergi membangun perekonomian Indonesia khususnya keluarga.  Pandemi Covid-19 yang dialami dunial termasuk Indonesia sejak Maret 2020 telah memukul banyak sektor usaha. Berbagai sektor terdampak diantaranya yang paling terpukul adalah sektor usaha transportasi, perdagangan makanan dan minuman, pariwisata, industri pengolahan dan masih banyak lagi. Bukan hanya menimpa para pelaku usaha berskala besar namun juga pada pelaku usaha mikro kecil dan menengah(UMKM). Mengambil dari hasil survei yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan bahwa sebanyak 82,85% perusahaan terdampak oleh pandemi virus coro

Membiasakan berhijab sejak dini

   Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh  Ukhtifillah  yang dirahmati Allah Subhanahu Wata'Ala dalam rangka menggalakkan campaign   #hijabsejakdini , disini Aku mau berbagi tips mengenai cara membiasakan anak-anak mengenakan hijab dalam kesehariannya.  Seperti kita tahu bahwa menutup aurat hukumnya wajib sebagaimana kesepakatan para ulama berdasarkan firman Allah azza wa jalla: "... Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera–putera mereka, atau putera–putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita....." (QS An-nuur : 31)  Jadi, karena m

Ayo membaca nyaring bersama Lets Read

Menteri pendidikan dan kebudayaan Nadim Makariem pernah mengatakan bahwa di Indonesia saat ini tengah mengalami yang namanya krisis literasi. Pernyataan ini sebenarnya bukan tanpa alasan, hal ini didasari pada rilis hasil studi Programme for International Assessment (PISA) 2018 yang dilakukan oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 3 Desember lalu. PISA adalah hasil program studi internasional dibidang pendidikan per 3 tahunan bagi pelajar berusia 15 tahun. Yang bertujuan untuk mengamati kemampuan membaca, matematika dan sains suatu negara untuk mendorong pendidikan. Dalam hasil rilis hasil studi tersebut didapat bahwa skor kemampuan membaca di Indonesia ditahun 2018 turun menjadi 371 dibanding tahun 2015 diangka 397 poin, dengan skor rata-rata OECD 487 poin. Aku sepakat bahwa literasi tidak hanya tentang kemampuan membaca, tetapi juga tentang kemampuan memahami bacaan, numerasi, sains dan kecakapan dalam memecahkan suatu masalah tertentu. Namun sem