header

Biaya Tambal Gigi Susu Anak: Investasi Orangtua Untuk Senyum Sehat Anak

Konten [Tampil]

Biaya tambal gigi susu anak

Hi Moms!
Beberapa bulan kemarin saya baru saja menambal gigi susu anak. Untungnya biaya tambal gigi susu anak ini ditanggung sepenuhnya oleh BPJS. Berbeda dengan prosedur bikin kacamata pakai BPJS dengan skema subsidi, kalau tambal gigi pakai BPJS ini 100% gratis, jadi kantong aman, hehe..

Awalnya giginya ada titik hitam, saya diamkan. Lama kelamaan giginya menjadi karies dan keropos. Melihat hal ini, saya takut giginya ompong sebelum waktunya. Saya segera membawanya ke klinik gigi terdekat. Untungnya, giginya masih bisa diperbaiki dan dilakukan penambalan.

Membahas soal kesehatan gigi anak memang nggak bisa dianggap sepele. Perawatan gigi berhubungan erat dengan biaya yang tidak sedikit. Benar kata orang tua zaman dulu: “lebih baik mencegah daripada mengobati.”

Orangtua pada umumnya baru menyadari ketika gigi anak sudah karies atau ada lubang besar. Padahal, jauh sebelum itu terjadi ada tanda-tanda yang bisa dicegah sebelumnya. Jika masih dalam tahap pencegahan, biaya perawatan gigi susu anak masih terjangkau bahkan gratis. Namun, jika gigi sudah tinggal akarnya saja mau tidak mau biayanya jauh lebih besar. Selain itu waktu penanganan lebih lama, ini yang sulit dilakukan karena sebagian besar anak tidak nyaman ke dokter gigi.

Nah, apa sih yang harus kita ketahui sebagai orangtua tentang perawatan gigi anak? Kita akan bahas mulai dari penyebab, cara mencegah, serta biaya perawatan tambal gigi berlubang pada anak ya.

Penyebab Gigi Berlubang Pada Anak dan Orang Dewasa


Moms, sadar nggak sih kalau gigi berlubang itu nggak datang secara mendadak. Untuk menjadi sebuah lubang besar pada gigi ada proses panjang yang disepelekan. Tanda gigi berlubang sudah ada, namun orang tua tidak menyadari. Wajar sih, gigi sendiri saja kadang nggak notice apalagi gigi anak hehe

Nah, beberapa penyebab gigi berlubang terjadi karena:
  • Adanya penumpukan sisa makanan yang menyebabkan terjadinya plak Gigi
  • Efek zat asam yang dihasilkan oleh bakteri di mulut
  • Perilaku menyikat gigi yang terlalu cepat atau tidak benar
  • Terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman manis yang berlebihan
  • Jarang periksa ke dokter gigi.

Ini adalah penyebab gigi berlubang secara umum. Bagaimana dengan anak-anak?

Anak saya yang pertama mengalami gigi berlubang pada geraham atas. Dokter mengatakan tidak bisa dilakukan penambalan biasa, karena sudah menembus ke sistem saraf. Jadi harus dilakukan PSA (perawatan saluran akar). Namun, mengingat durasi PSA yang panjang, menurut dokter selesai PSA bisa jadi giginya copot sendiri dan berganti gigi permanen. Hiks. Jadi, sebelum gigi berlubang rawatlah sebaik mungkin.

Pada anak-anak, penyebab gigi berlubang sedikit berbeda. Ada beberapa penyebab gigi berlubang pada anak, seperti:

1. Tidak menyikat gigi sebelum tidur


Pada anak-anak kebiasaan menyikat gigi masih minim. Kebiasaan mereka yang gemar mengkonsumsi makanan manis (apalagi yang masih menyusui) sebelum tidur menjadi pemicu karies atau plak gigi. Jika mereka tidak menyikat gigi sebelum tidur, inilah penyebab utama plak dan bakteri mulut berkembang biak.

2. Belum bisa menyikat gigi dengan benar


Anak-anak belum bisa menyikat gigi dengan benar. Cenderung asal-asalan saja. Kalaupun mau menyikat gigi, mereka lebih banyak memakan pasta gigi atau justru airnya yang diminum. Ini yang terjadi dengan anak saya. Jika tidak ‘dipaksa’ mereka tidak akan mau menyikat gigi.

3. Banyak ngemil makanan tinggi gula


Rasa manis pada camilan memang pemikat anak-anak. Mereka senang sekali dengan sesuatu yang manis. Cemilan seperti permen, cokelat, dan biskuit dengan rasa manis menjadi pemicu utama lubang pada gigi.

4. Kontrol orang tua yang terbatas


Kebersihan gigi anak sangat tergantung dengan peran orang tua. Tanpa kontrol orang tua, anak akan cenderung abai dan malas menjaga kebersihan gigi. Saya bahkan harus menerapkan ‘pemeriksaan gigi’ sebelum tidur, agar anak-anak rajin menjaga gigi.

5. Struktur gigi susu lebih rentan


Moms, struktur gigi susu berbeda dengan gigi dewasa. Gigi susu memiliki lapisan enamel yang lebih tipis dibanding gigi permanen. Akibatnya gigi susu lebih mudah berlubang dibanding gigi dewasa.

Biaya Tambal Gigi Susu yang Berlubang


Tambal gigi anak

Moms, kalau bicara tambal gigi pasti langsung kepikiran berapa biayanya? Wajar sih, saya juga begitu kok. Begitu tahu gigi anak berlubang, saya langsung cari informasi berapa biaya tambal gigi susu anak? Apakah prosedurnya berbeda dengan orang dewasa ataukah sama? Mahal nggak? Dan sebagainya.

Sebelum tahu bahwa prosedur tambal gigi ditanggung BPJS, satu kekhawatiran terbesar saya adalah perkara biaya haha. Saya takut bukan gigi anak yang copot, tapi jantung saya yang copot ketika melihat tagihan haha.. alhamdulillahnya untuk masalah gigi bolong, tambal gigi, cabut akar, hingga perawatan saluran akar juga ditanggung asuransi pemerintah ini kok.

Namun, yang perlu diketahui bahwa beberapa faktor turut mempengaruhi prosedur perawatan serta biayanya.

1. Faktor yang Mempengaruhi Biaya


Faktor yang mempengaruhi biaya perawatan gigi jadi lebih tinggi misalnya tingkat keparahan lubang, jenis bahan tambalan semisal glass ionomer, resin komposit, serta tingkat kesulitan prosedur. Selain itu, lokasi klinik serta status klinik apakah klinik swasta, puskesmas, atau rumah sakit.

2. Kisaran Biaya


Biaya tambal gigi di Indonesia sangat beragam. Pengalaman saya pribadi, jika masih memiliki BPJS sebaiknya tambal gigi dengan BPJS saja. Gratis. Pelayanan juga bagus.

Namun, jika kamu belum terdaftar BPJS, kamu bisa melakukan perawatan gigi Di klinik gigi, puskesmas, atau rumah sakit terdekat. Biaya tambal gigi dihitung per titik lubang. Harga satu tambalan per titik lubang secara umum sebagai berikut:
  • Puskesmas: mulai dari Rp 50.000,- sampai dengan Rp150.000,-
  • Klinik gigi: Rp150.000,- hingga Rp400.000,- per titik lubang
  • Rumah sakit atau dokter spesialis: mulai dari Rp 300.000,- tergantung jenis bahan yang digunakan.

Ada juga informasi yang menyebutkan jika melakukan prosedur pada anak biayanya lebih tinggi. Hal ini disebabkan ketika anak sulit diajak bekerja sama, sehingga membutuhkan waktu perawatan dan pendekatan lebih lama. Namun, kalau rumah sakit biasanya lebih menyarankan untuk menggunakan fasilitas BPJS dibanding pasien umum. Saya sendiri merasakan tidak ada perbedaan prosedur penanganan dari nakes, kecuali waktu tunggu antrian saja.

Apakah Perlu Ditambal Jika Gigi Akan Tanggal?


Nah, yang sering jadi kegalauan orangtua adalah:

Apakah gigi susu perlu ditambal jika akan tanggal?

Ini juga pernah terjadi pada anak kedua saya. Pada gigi seri depan terdapat caries, sehingga giginya menghitam dan tampak akan bolong. Saya konsultasi ke dokter gigi. Pakai asuransi BPJS tentunya. Gratis haha. Dokter menyarankan untuk dilakukan penambalan mengingat usianya masih 4 tahun. Alhamdulillah di usianya 5 tahun ini tambalannya masih baik.

Menurut dokter gigi yang bertugas saat itu, gigi susu berfungsi untuk mencerna makanan, membantu proses bicara, serta menjaga ruang untuk persiapan tumbuhnya gigi permanen.

Jadi, kalau sebelum gigi permanennya tumbuh, tetapi gigi susunya sudah hilang maka kemungkinan gigi permanennya akan tumbuh berantakan. Selain itu, gigi susu yang tidak dirawat memberi resiko kerusakan gigi permanen yang lebih parah.

Cara Merawat Gigi Berlubang pada Anak


Nah Moms, kalau sudah tahu pentingnya merawat kesehatan gigi dan mahalnya biaya tambal gigi berlubang pada anak, yuk lakukan perawatan gigi dari sekarang. Rajin-rajin cek kondisi gigi anak, ajarkan anak melakukan sikat gigi dengan benar, serta periksakan ke dokter gigi sejak gigi pertama tumbuh.

Kalau gigi anak sudah terlanjur ada lubangnya bagaimana? Jangan panik. Berikut ini beberapa langkah untuk merawat gigi berlubang pada anak.

1. Segera Kunjungi Dokter Gigi


Gigi berlubang tandanya sudah ada pembusukan di dalam gigi. Jangan tunda lagi. Jangan tunggu sakit dulu baru cari bantuan. Lubang yang kecil lebih mudah dan murag ditangani dibandingkan lubang yang besar.

2. Pilih Perawatan yang Tepat


Untuk perawatan gigi susu yang tepat, konsultasikan pada dokter yang menangani. Jika lubang masih kecil, dokter akan menganjurkan untuk segera ditambal tanpa ditunda. Jika sudah infeksi, akan diberikan obat anti radang sebelum tindakan berikutnya, dokter akan berpikir panjang untuk melakukan pencabutan gigi susu, kecuali jika sudah sangat mengganggu sekali.

3. Perawatan Khusus Gigi Susu


Perawatan gigi susu sedikit berbeda dengan perawatan gigi dewasa. Pada gigi susu bahan tambalan menggunakan bahan tambal yang aman untuk anak. Proses perawatan dan prosedurnya juga ramah anak. Biasanya suasana dibuat sesantai mungkin demi kenyamanan anak.

4. Jaga Kebersihan Setelah Ditambal


Setelah gigi ditambal ada beberapa larangan yang diberikan dokter gigi seperti menghindari menggigit makanan keras pada bagian gigi yang baru ditambal, mengajarkan anak menyikat gigi dengan lembut, serta tetap melakukan kontrol rutin ke dokter gigi.

Cara Mencegah Gigi Berlubang pada Anak


Senyum sehat

Moms mencegah gigi berlubang pada anak penting dilakukan. Selain tujuan jangka panjang, hal ini berguna untuk menghindari adanya biaya perawatan gigi anak yang lebih besar nantinya. Cara mencegah gigi berlubang pada anak bisa dilakukan dengan cara:

1. Biasakan Sikat Gigi Sejak Dini


Saya membiasakan anak sikat gigi rutin ketika sudah tumbuh gigi pertamanya. Awal membiasakannya dengan rutin membersihkan gigi dengan kain kasa setelah minum susu. Ini menjadikan anak tidak asing dengan ritual pembersihan mulut.

Lakukan juga kebiasaan menyikat gigi pada anak 2 kali sehari setelah sarapan dan sebelum tidur. Gunakan pasta gigi khusus anak sebesar ukuran beras untuk pertama kali.

2. Kurangi Konsumsi Gula


Biasakan juga untuk mengajarkan anak mengurangi konsumsi gula. Makanan tinggi gula yang berasal dari permen, minuman manis, serta snack tinggi gula. Mengurangi agak susah di awal, namun lebih mudah ketika sudah terbiasa.

3. Hindari Minum Susu Saat Tidur


Kebiasaan anak yang sulit diubah adalah minum susu ketika tidur. Meskipun sudah sikat gigi sebelum tidur, jika setelahnya masih minum susu sama saja bohong hehe. Anak-anak yang minum susu selagi tidur dapat menjadikan sumber plak di mulut.

4. Rutin Periksa ke Dokter Gigi


Memeriksakan gigi minimal 6 bulan sekali belum menjadi kebiasaan orang Indonesia, termasuk saya. Kalau belum sakit gigi, belum mau ke dokter gigi. Akibatnya ketika sudah berlubang tak jarang langsung menghabiskan seluruh mahkota gigi. Padahal, rutin memeriksakan gigi sebaiknya dilakukan minimal 6 bulan sekali meskipun tidak ada keluhan.

5. Jadikan Perawatan Gigi Sebagai Rutinitas Menyenangkan


Moms, kita bisa menjadikan aktivitas perawatan gigi sebagai aktivitas yang menyenangkan. Misalnya dengan melakukan kegiatan sikat gigi bareng atau pemberian reward bagi predikat si Paling gigi bersih.

Saya sudah menerapkan ini, hasilnya: anak-anak di rumah seperti berlomba-lomba menjadi paling bersih giginya. Cara ini sangat membantu membiasakan merawat gigi anak.

6. Ajarkan Pola Makan Sehat


Menjaga gigi bukan hanya dari luar, tetapi juga perlu dirawat dari dalam. Untuk itu, ajarkan anak untuk menerapkan pola hidup sehat dengan makan makanan bergizi seimbang.

Perbanyak minum air putih, konsumsi buah dan sayur serta makanan tinggi serta menjadi cara menjaga gigi tetap sehat dan menghindari biaya tambal gigi susu anak yang lebih besar.

Penutup


Merawat gigi sejatinya bukan pekerjaan sehari semalam, tetapi ini kebiasaan jangka panjang. Biaya tambal gigi susu anak bukan hanya perihal keluar biaya besar, tetapi bagaimana kita menjaga anugerah yang sudah ada.

Ketika dewasa saya baru tahu bahwa gigi itu penting sekali. Ketika gigi sudah bolong, dan terasa sakit barulah mulai kepikiran pergi ke dokter gigi. Ini bukan perilaku yang harus diturunkan ke anak cucu.

Jadi menurut saya, investasi terbaik bukan hanya soal harta, tetapi juga senyum sehat anak-anak kita. Sepakat?

Salam,
Mom Queen

Phai Yunita S Wijaya
Hi Im Yunniew, ibu dengan 3 orang anak yang memiliki hobby menulis dan literasi. Marriage and parenting enthusiast, Womanpreneur dan Consultant franchise Laundry and minimarket, ibu pembelajar, dan tukang review produk temen :)

Related Posts

Post a Comment