Skip to main content

Membiasakan berhijab sejak dini

  
Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh 

Ukhtifillah  yang dirahmati Allah Subhanahu Wata'Ala dalam rangka menggalakkan campaign #hijabsejakdini, disini Aku mau berbagi tips mengenai cara membiasakan anak-anak mengenakan hijab dalam kesehariannya. 

Seperti kita tahu bahwa menutup aurat hukumnya wajib sebagaimana kesepakatan para ulama berdasarkan firman Allah azza wa jalla:

"... Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera–putera mereka, atau putera–putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita....."
(QS An-nuur : 31) 

Jadi, karena merupakan suatu kewajiban, maka penggunaan hijab harus kita biasakan sedini mungkin,bahkan kalau menurut Aku sejak bayi. Why? Sama seperti kita memakai baju, maka hijab bagi seorang wanita muslim tidak bisa dipisahkan dari pemakaian baju atasan dan bawahan dalam keseharian kita. Analoginya begini, coba bayangkan jika kita hanya memakai baju bagian atas saja, dan tidak mengenakan bagian bawahnya juga, ada yang aneh bukan? Mengapa? karena sedari lahir kita sudah di ajarkan serta dibiasakan  apabila memakai baju atasan juga harus memakai bagian bawahnya. Sehingga menjadi suatu kebiasaan dan keharusan yang melekat hingga dewasa. Bila tidak menggunakannya , akan terasa aneh, janggal dan malu karena ada area tubuh yang terekspos sempurna. Begitu juga pesan yang ingin Aku sampaikan.

Hijab yang di maksud disini adalah pakaian bagian atas sebagai penutup kepala, yang di Indonesia biasa disebut jilbab. Meskipun sebenernya makna hijab berbeda dengan jilbab. 

Mari kita simak makna sebenarnya definisi jilbab itu menurut :

🍀Menurut Imam Syaukari dalam Fathul Qadr
Jilbab adalah baju yang lebih besar daripada kerudung

🍀Pendapat AL Jauhari
Jilbab adalah baju panjang dan longgar

🍀Menurut Imam AL Qurthubi
Kata jalaabib adalah bentuk jamak dari jilbab yaitu baju yang lebih besar ukurannya daripada khimar (akbar min al khimar)

🍀Menurut Ibnu Abbas dan Ibnu Mas'ud
Jilbab adalah Ar Ridaa ( Pakaian sejenis jubah/gamis)

Sedangkan di Indonesia jilbab adalah kerudung. Kemungkinan di ambil dari qaul (pendapat) yang mengatakan jilbab artinya Al Qinaa
Diartikan sebagai kerudung kepala wanita atau dapat pula berarti cadar (sesuatu yang menutupi wajah, Maa yasturufbihibal wajhu). Menurut Al Munawwir dalam Kamus AL Munawwir halaman 1163, Mu'jam lughah AL Fuqaha halaman 283.

Namun di anggap lemah oleh Imam AL Qurthubi. Beliau mengatakan jilbab bukanlah kerudung/cadar, melainkan baju yang menutupi seluruh tubuh (Al tsaub Alladzi yasturu Jamii' AL badan
Imam AL Qurthubi, tafsir AL Qurthubi 14/07

Jadi sebenarnya Jilbab adalah pakaian bagian bawah (QS AL Ahzab : 59).

Sedangkan kerudung atau apa apa saja yang dapat menutupi kepala disebut Khimar
(Qs Annur : 31)

Namun perlu diingat bahwa sesungguhnya ini hanyalah sebuah istilah, bukan yang utama, karena yang lebih utama adalah implementasi nya, namun kita tetap harus paham istilah yang benarnya. Aku juga masih sering bilang "Teteh jilbabnya dipake kalau keluar ":D padahal maksudnya pakai khimar, inilah karna faktor kebiasaan sedari kecil dikenalkan bahwa penutup kepala itu namanya jilbab bukan khimar/hijab.

Dan juga perlu di garis bawahi bahwa batasan aurat perempuan adalah seluruh tubuhnya kecuali tangan dan wajah.

Sesuai hadist yang Diriwayatkan oleh Abu Dawud
"diriwayatkan dari Aisyah ra bahwa Asma bin Abu Bakar ra masuk ke dalam rumah Nabi SAW dengan memakai pakaian tipis lalu Nabi berpaling darinya seraya bersabda" Wahai Asma sesungguhnya wanita itu apabila telah mencapai usia baligh tidak boleh menampqkkan tubuh ya kecuali ini dan ini (seraya mengisyaratkan kepada muka dan telapak tangannya) "

Nah berhubung Aku mempunyai dua anak perempuan , makanya Aku pun tergerak untuk menggalakkan campaign ini, selain itu juga karena di latar belakangi oleh kehidupan Aku dulu yang tidak mengenal hijab, dan cenderung menganggap bahwa hijab bukan lah sebuah kewajiban, tapi hanyalah kemauan. Kalau mau, silahkan berhijab.Jika tidak, maka tidaklah mengapa. Itulah dulu prinsip yang dianut dalam keluarga kami yang moderate dan jauh dari nilai-nilai islam yang kaffah :(

Setelah Aku tahu dan banyak belajar tentang islam, maka Aku tidak ingin pemikiran seperti itu kembali meracuni buah hati kami. Akupun memilih untuk berkontribusi dalam gerakan #hijabsejakdini, nah berikut tips yang Aku lakukan untuk membiasakan berhijab sejak dini ini.

1.Luruskan niat dan berdoa kepada Allah minta dimudahkan dalam pendampingan anak-anak menutup aurat.

Allah Ta’ala berfirman:

“Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian....”
(QS. Ghafir: 60).

Maka ingatlah untuk setiap usaha yang kita lakukan agar terlebih dahulu berdoa kepada Allah Subhanahu Wata'Ala. Bismillahirrahmanirrahiim, semoga usaha ini bernilai pahala jariyah disisi Allah, aamiin.

2.Kenalkan hijab sedini mungkin

Sepengalaman Aku untuk dua anak-anak perempuan ini, mereka alhamdulillah sudah terbiasa menggunakan hijab dalam kesehariannya. Karena sejak umur sekitar semingguan sudah mulai di kenalkan hijab, menurutku cocok plus bisa hemat juga ya, bayi perempuan dipakaikan hijab sehingga tidak begitu repot dipakaikan topi-topi bayi yang sebentar pakai sudah kekecilan hehe.

Ini Foto anak keduaku ketika berumur lebih kurang seminggu.


3.Jadikan kebiasaan dalam berpakaian sehari-hari


Karena kebiasaan yang baik akan menjadi sebuah karakter dan karakter akan membentuk identitas dan kepribadian seseorang.Semoga hanya kebiasaan baik saja yang kita ajarkan kepada anak-anak kita, Allahumma aamiin .

4.Selalu mengingatkan pada anak tentang keutamaan menutup aurat

Ingatkan anak-anak kita untuk selalu menutup aurat, seperti tertuang dalam firman Allah SWT berikut ini

"Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat"
(Quran Surat Al-A’raf : 26)

5.Mengedukasi anak-anak kita tentang bagian tubuh mana yang boleh dan mana yang tidak boleh terlihat oleh orang lain.

Hal-hal simple yang bisa kita ajarkan pada anak-anak kita adalah misalnya menutup aurat ketika keluar dari kamar mandi. Edukasi mereka tentang daerah pribadi yang hanya boleh dilihat oleh mereka sendiri ataupun dokter dengan pendampingan orangtua.Kami membahasakan bagian intim tubuh adalah aurat, jadi bukan dengan istilah atau plesetan dari kata sebenarnya. Dengan demikian mereka juga belajar dari kecil bahwa semua bagian tubuh adalah sama posisinya yang harus di tutup, yaitu aurat.

____


Jilbab dan khimar adalah pakaian wanita taqwa,pakaian ketakwaan secara maknawiyah, yaitu pakaian keimanan dan amal shalih itu sebaik-baik pakaian dan lebih utama daripada pakaian materi (tafsir Al Wajiz), Identitas muslimah berkarakter, berakhlak, dan penopang tegaknya islam yang kaffah dari dalam rumah.

Demikilah cara dalam keluarga kecil Kami dalam menerapkan habit atau kebiasaan berhijab sejak dini. Semoga sisi baiknya bisa di ambil manfaat dari tulisan ini. Apabila Ada yang ingin menambahkan cara lainnya, silahkan dikolom komentar :)

______ 




Comments

  1. Wah setujuuu.. Semoga kebiasaan yang ditanamkan orang tua sejak dini, berbuah manis nantinya. Dan anak-anak kita menutup auratnya dengan rasa bahagia dan senang <3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Indeed, that's the point!
      Menutup aurat dgn rasa bahagia dan senang

      Delete
  2. Jazakillah sharing dan remindernya mba.

    ReplyDelete
  3. Bener mba.. jazakillah khair sudah berbagi ilmu ♥

    ReplyDelete
  4. Bener Mbak. Jika dibiasakan sejak dini akan membuat anak lbh cepat paham, nice info
    Semoga ananda jd anak sholehah, Aamiin....

    ReplyDelete
  5. Masyaallah.. semoga anak-anak kita menjadi anak yang soleh dan solehah ya mba. Kalau aku pribadi lebih mudah itu mencontohkan ya. Karena anak itu beneran niru orang tuanya.

    ReplyDelete
  6. tq for sharing n reminder
    barakallah

    ReplyDelete
  7. Bener banget mba, aku merasa bersyukur banget pakai jilbab dari kecil karena sekolah di madrasah. Nggak kebayang kalau enggak, entah udah pakai apa belum.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hiks merinding itu aku dulu, dan ngeriii kl Inget dosanya

      Delete
  8. nice sharing mbak, aku catat untuk nanti kalau allah amanahkan anak perempuan hihi

    ReplyDelete
  9. Masya Allah.. barakallah dik.. emang untuk menutup aurat harus sejak dini ya mba.. biar terbiasa ketika sudah masa baligh

    ReplyDelete
  10. Masya Allah aku jadi berasa diingetin buat menutup aurat yang bener dulu biar besok bisa ngasih contoh ke anak 😊. Makasih sharingnya Mba 😊

    ReplyDelete
  11. Masya Allah Tabarakallah adek cantik, apa pun kebaikan yg kita ajarkan ke anak insya Allah akan ada hasilnya mba

    ReplyDelete
  12. MasyaAllah Tabarakallah lucu dan cantik sekali adeknya :). Terimakasih atas sharingnya mbaa :)

    ReplyDelete
  13. Barakallah, thanks for sharing mba, semoga bisa mengamalkan nantinya. Kalau boleh share pengalaman dong mba, ortu sempet berkomentar ngga, misal ngapain dari bayi dijilbabin kasian gerah, karena sy pernah melihat kasus yg begitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi Iya donk pernah dan sering bgt, sedih ya tuh ini muncur dari circle primer atau sekunder yah, tapi berusaha tetep selow dan santuyy aja nanggapinnya. Karena mereka ga tau perjuangan buat nutup aurat Kala dewasa lebih berat dibanding pas bayi hihi

      Delete
  14. MaasyaaAllah.... Semoga bisa kutiru nanti semangatnya kalau punya anak perempuan 😍

    ReplyDelete
  15. masyaAllah.. btw foto bayi2 nya lucu banget, salfok deh aku, hihi

    ReplyDelete

Post a Comment

Thanks so much to all of reader. Please comment if any doubts or suggestions

Popular Post

Benarkah ada orangtua yang gagal?

Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh. Apa kabar happy parents semua? Semoga selalu happy meski pandemi belum juga mereda. Kali ini Aku mau membahas sedikit mengenai topik yang terngiang-ngiang dikepalaku "Benarkah ada orangtua yang gagal?" . Gagal dalam membesarkan anak, gagal dalam mengelola dan menyalurkan emosinya sehingga meluapkan pada anak, gagal dalam mengasah kemampuan dan bakat anak, gagal dalam membersamai tumbuh kembang anak, atau bahkan gagal dalam mendidik dan mempersiapkan anak-anaknya menjadi generasi terbaik dimasanya. Setiap orangtua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. foto dokpri Aku pikir pemikiran seperti ini tidak akan pernah terlintas dalam pikiranku,karena menurutku tidak ada orangtua yang menginginkan kegagalan dalam hidupnya apalagi untuk anak-anak. Semua orangtua sangat mencintai anak-anaknya, entah anak-anak tahu atau tidak, mereka rela memberikan yang terbaik bahkan rela menghimpit kebutuhan diri sendiri demi memenuhi kebut

Pengalaman memutus candu gadget pada toddler

Pic from google Dewasa ini sangat tidak asing apabila melihat anak-anak (bahkan) usia balita sudah memegang gadget dalam kesehariannya. Bahkan Ada orangtua yang sengaja memberikan gadget sebagai dalih untuk mengalihkan perhatian anak yang melulu ingin ditemani bermain. Pada dasarnya fitrah anak, apalagi diusia balita adalah bermain. Namun terkadang karena keterbatasan kemampuan dan pengetahuan orangtua  untuk mengakomodir keinginan anak inilah yang membuat orangtua menyerahkan kegiatan anak untuk berinteraksi pada gawai. Saya bukan orangtua yang anti sekali untuk memberi gawai pada anak. Tidak juga, namun dibalik sekian banyak dampak negatif dari gadget ada juga beberapa manfaat yang bisa di petik. Misalnya bisa mendapatkan ide bermain anak, memvisualisasikan apa-apa yang terasa sulit di pahamkan dengan kata-kata, video edukasi, lagu reliji dan lain sebagainya.Tetapi diantara daftar manfaat gawai ini, ada setumpuk efek negatif penggunaan gadget pada anak, apalagi balita :( Saya mencoba

Ibu Karir dirumah

Sejak melahirkan anak pertama, Queensha, suamiku sudah mengingatkan untuk memasang target kapan akan berhenti dari pekerjaan, dan fokus mengurus anak. Waktu itu aku mengatakan "nanti ya kalau Queensha sudah mulai sekolah, sekira umur 5 tahunan" Suami membalas "Kalau bisa lebih cepat dari itu, karena anak sangat membutuhkan figur ibunya, Jika waktunya banyak bersama pengasuh ketimbang orangtua terutama ibunya, ikatan bathin ibu dan anak akan berkurang ." Dan, itu memang benar. Aku merasa anakku  cenderung lebih dekat dengan pengasuhnya, misalnya jika pengasuhnya hendak pergi ke warung (karena rumah pengasuhnya didepan rumah kami), maka Queensha akan langsung berlari menghampiri, dan berteriak " ibuu, ikuuutttt" Akupun menuruti keinginannya, walaupun saat itu aku lagi bermain bersamanya.Karena jika dilarang dia akan menangis. Dan, Qodarullah menjelang umur Queensha 2 tahun, aku dinyatakan hamil anak kedua, alhamdulillah masyaAllah. Padahal baru beren