Langsung ke konten utama

DIY: Membuat Hamper Untuk Hantaran Nikah

Dewasa ini tradisi berkirim hadiah seperti sudah menjadi tren baru. Banyak orang mengabadikan momen khusus sebagai ajang untuk berkirim pesan lewat hadiah. Jika dulu berkirim parsel atau hamper hanya dihari besar keagaamaan seperti lebaran atau natal. Sekarang berkirim parsel juga di berbagai momen bersejarah seperti di hari ulang tahun, menyambut kelahiran bayi, wisuda kuliah dan sebagainya.

Baca juga : Manajemen keuangan keluarga anti bocor ala Maminca 

Jika dulu tradisi berkirim hadiah ini lebih dikenal dengan sebutan berbagi parsel, namun sekarang lebih banyak dikenal dengan sebutan berbagi hamper. Sebenarnya tidak ada beda antara keduanya, mengambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, jika kita melakukan pencarian untuk kata parsel maka akan berarti bingkisan yang berisi berbagai hadiah, seperti aneka kue, makanan dan minuman dalam kaleng, barang pecah belah, yang ditata apik dalam keranjang dan dikirimkan kepada orang-orang tertentu pada hari raya. Pun begitu ketika kita mencari dengan kata hamper, akan kembali diarahkan pada kata parsel.

Nah sebenarnya hamper bisa menjadi salah satu ladang bisnis yang menjanjikan. Apalagi ketika ada momen hari besar seperti hari raya keagaamaan. Maka akan ramai orang mencari referensi pembuatan hamper yang low budget. 

Asal kita jeli saja melihat peluang yang ada maka akan selalu ada ide-ide bisnis yang bisa dilakukan meski dari rumah.

Namun sebelum membuat hamper, ada baiknya kita memperhatikan hal-hal berikut:

✔️ Sesuaikan dengan tema 

misal tema acara pernikahan, silaturahmi, kelahiran anak, hari raya, ulang tahun dan lain-lain. Tema ini nanti akan mempengaruhi bentuk dari hamper itu sendiri, jika tema hari lahir anak bisa dibuatkan isi barang dengan bentuk boneka, tema pernikahan bisa di bentuk dengan tema angsa dan sejenisnya.  

✔️ Tentukan isi hamper

Jika sudah tahu tema apa yang akan dipilih tentu kemudian barulah menentukan jenis isian dari hamper itu sendiri. Jika bertema silaturahmi maka isi hamper bisa berupa makanan dan kue kering. Jika hamper ditujukan untuk menyambut kelahiran anak maka bisa berupa barang perlengkapan bayi atau baju. Lain halnya jika bertema hari raya, misalnya lebaran maka hamper isi minuman  atau snack bisa menjadi pilihan. 

✔️ Tentukan bentuk keranjang

Bahan pembungkus bisa disesuaikan dengan isi hamper. Misalkan untuk isi kosmetik, aku pribadi lebih memilih menggunakan keranjang berbentuk kotak, agar lebih mudah ditata dan tampilan lebih menarik. Untuk kue kering dan bolu bisa menggunakan keranjang bulat. Sedang untuk buah sendiri lebih memilih bentuk keranjang yang ada pegangannya. Jangan lupa sebelum membeli keranjang pastikan lagi ukuran isi hamper kita tidak lebih besar dari ukuran keranjang. 

✔️ Tentukan bahan pembungkus

Jika untuk kosmetik tidak masalah menggunakan kain tile yang berwarna, namun lebih baik menggunakan satu jenis warna saja dan tidak perlu di double, agar isi paket tetap terlihat. Namun untuk isian hamper berupa buah lebih baik menggunakan plastik wrap yang transparan. Sedangkan untuk hamper isi minuman atau makanan kering bisa menggunakan pembungkus dengan bahan kain tile atau plastik motif bening.

✔️ Siapkan bahan-bahan yang diperlukan

Sebelum membuat hamper kekinian alangkah baiknya bila sudah menyiapkan segala sesuatunya terlebih dahulu. Hal terakhir yang harus disiapkan adalah bahan-bahan pendukung seperti bunga artifisial bisa membuat sendiri atau membeli yang sudah jadi, plastik wrap/plastik motif, kawat pengikat, gunting, pita satin, dan kain tile. 

Baca juga : Pisang keju, kuliner Batam ramah dikantong 

Jika semua sudah disiapkan maka saatnya adalah melakukan pembungkusan hamper. Berikut ini adalah cara membuat hamper rumahan untuk hantaran pernikahan. Kali ini aku menyajikan isian hamper yang berisi bolu lapis. Jika sebelumnya sudah pernah membuat hamper isi minuman, kali ini berisi kue bolu basah. Bagaimana cara membuatnya? yuk simak selengkapnya dalam artikel dibawah ini.

Membuat Hamper Untuk Hantaran Nikah

Bahan :

🍭 Isi hamper ;  bolu lapis bentuk kotak 20x20 cm

🍭 Keranjang bulat diameter 30 cm

🍭 Bahan pembungkus kain tile casa 2 warna masing-masing ukuran 50 x 50 cm

🍭 Hiasan bunga artifisial (bisa beli yang instan) 

🍭 Gunting 

🍭 Kawat pengikat 1 buah

🍭 Pita satin atau pita renda 50 cm

Cara membuat :

🍭 Siapkan bahan untuk pembungkus dari kain tile casa berukuran 50x50 cm, sebanyak 2 lapis, bedakan warna (yang aku pakai warna pink muda dan ungu). Tumpuk jadi 2 agar tidak terlalu tipis dan warna jadi menarik.

Baca juga : Starterkit wajib jika traveling keluar negeri bersama sikecil 

🍭 Letakkan keranjang bulat dan isian hamper diatasnya, jangan lupa diikat terlebih dahulu dengan pita satin agar bolu tidak bergeser. 


🍭 Letakkan posisi keranjang pas ditengah-tengah kain tile.

🍭 Ambil setiap sudut kain tile dan kumpulkan tepat diatas keranjang bulat.

🍭 Ikat dengan kawat hias sembari merapikan kain tile agar kemasan kencang.

🍭 Gunting bagian atas membentuk huruf V terbaik, beri jarak sekira 10 cm dari kawat pengikat.

🍭 Rapikan bagian atas dan pasang hiasan bunga artifisial, dan hamper siap dikirim ke tempat tujuan. 

Mudah kan cara membuat hamper kekinian ini dirumah. Selamat mencoba ya dan ditunggu ceritanya. 


Salam, 

Mom QueenMQ 

#indonesiancontentcreator#odopiccday11 #mamincasharing #maminca_hamper #maminca_resolusi #CaraMembuatHamperUntukHantaranNikah #30HariBercerita

Komentar

  1. Masya Allah kreatif mba, tapi kadang aku nggak bisa rapi kalau bikin gini. Emang kurang ada jiwa seni kayaknya aku wkk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nyoba aja trs Mba Zakia, nanti rapi sendiri kok

      Hapus
  2. Duh coba saya baca tulisan ini tahun lalu pas ponakan mo nikah. Gak bakal ribet deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum muncul juga tulisannya wkwk, Mba Pipit nih 😆

      Hapus
  3. Kreatif banget buat hampersnya :) bisa jadi refrensi buat sodara buat hampers tuh

    BalasHapus
  4. Keren mbaa..kreatif banget..dan bentuknya pun cantik yaa hihi cocok buat contoh dan praktik buatnya..

    BalasHapus
  5. Kreatif bgt deh mom. Aku dulu langsung pesan aja terserah suami. Kalau kakak ipar aku yg telaten bgt desain semua sendiri. Boleh jg tipsnya makasih ya mom

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya juga sih,yang praktis banyak banget sekarang.. Kalau lagi ga mood aku juga Sewa tempatnya aja wkwk

      Hapus
  6. cakep banget nih hantarannya mbak. dulu aku juga bikin sendiri sih, tapi biasa aja, hihi..

    BalasHapus
  7. menarik dan lucu banget bund hantarannnya. ini antara ide dan kreatifitasnya oke banget, kalau saya yang buat kayaknya hancur hahaha

    BalasHapus
  8. Keren de bumil satu ini, aktif dan kreatif, bsa juga nih caranya buat ngasih kado

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk kreatif demi apa coba, demi penghematan kali ya mba Iva😂

      Hapus
  9. Kreatif banget sih kak bebikinan kayak gitu .. kalo aku cuma ada dalam bayangan, tapi tak kunjung action haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha gpp kak, bayangkan dulu nanti jadi kenyataan

      Hapus
  10. Kreatif dari rumah bisaaan aja ya Mba. Dulu suamiku juga bikin sendiri hantarannya hehehe dia kreatif si orangnya
    Bisa juga untuk dijual lagi nih ya MBa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa banget mbak, teman-temanku banyak yang menekuni bisnis hamper juga, omset ya wow juga loh

      Hapus
  11. Kalau ada acara yang simple bisa nih sambil iseng ya bikin sendiri hantarannya. Jadi lebih hemat pasti.

    BalasHapus
  12. Kreatif banget mom, apa ini juga bisa dijadikan sebagai hadiah ulang tahun ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh aja sih mbak, tergantung kebutuhan b, beda variasi juga

      Hapus
  13. Mba kain tilenya itu emang 2 warna ya ?? kalo boleh sesekali sharing tentang badgenting untuk bisnis hamper ya mba. hehe makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah nanti di bikin yaa.. Murah banget kok, yang mahal ide nya aja mbak haha.. Itu 2 warna ditumpuk mbak

      Hapus
  14. Wah kreatifnya...Masya Allah cantik hasilnya. Bisa juga nih diikuti nanti kalo pas butuh hamper. Nice sharing

    BalasHapus
  15. Mba.. Kreatif banget sih. Aku susah banget kalo buat hampers kayak gini. Ga bisa rapi..

    BalasHapus

Posting Komentar

Thanks so much to all of reader. Please comment if any doubts or suggestions

Postingan populer dari blog ini

Benarkah ada orangtua yang gagal?

Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh. Apa kabar happy parents semua? Semoga selalu happy meski pandemi belum juga mereda. Kali ini Aku mau membahas sedikit mengenai topik yang terngiang-ngiang dikepalaku "Benarkah ada orangtua yang gagal?" . Gagal dalam membesarkan anak, gagal dalam mengelola dan menyalurkan emosinya sehingga meluapkan pada anak, gagal dalam mengasah kemampuan dan bakat anak, gagal dalam membersamai tumbuh kembang anak, atau bahkan gagal dalam mendidik dan mempersiapkan anak-anaknya menjadi generasi terbaik dimasanya. Setiap orangtua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. foto dokpri Aku pikir pemikiran seperti ini tidak akan pernah terlintas dalam pikiranku,karena menurutku tidak ada orangtua yang menginginkan kegagalan dalam hidupnya apalagi untuk anak-anak. Semua orangtua sangat mencintai anak-anaknya, entah anak-anak tahu atau tidak, mereka rela memberikan yang terbaik bahkan rela menghimpit kebutuhan diri sendiri demi memenuhi kebut

Ibu Karir dirumah

Sejak melahirkan anak pertama, Queensha, suamiku sudah mengingatkan untuk memasang target kapan akan berhenti dari pekerjaan, dan fokus mengurus anak. Waktu itu aku mengatakan "nanti ya kalau Queensha sudah mulai sekolah, sekira umur 5 tahunan" Suami membalas "Kalau bisa lebih cepat dari itu, karena anak sangat membutuhkan figur ibunya, Jika waktunya banyak bersama pengasuh ketimbang orangtua terutama ibunya, ikatan bathin ibu dan anak akan berkurang ." Dan, itu memang benar. Aku merasa anakku  cenderung lebih dekat dengan pengasuhnya, misalnya jika pengasuhnya hendak pergi ke warung (karena rumah pengasuhnya didepan rumah kami), maka Queensha akan langsung berlari menghampiri, dan berteriak " ibuu, ikuuutttt" Akupun menuruti keinginannya, walaupun saat itu aku lagi bermain bersamanya.Karena jika dilarang dia akan menangis. Dan, Qodarullah menjelang umur Queensha 2 tahun, aku dinyatakan hamil anak kedua, alhamdulillah masyaAllah. Padahal baru beren

Ayo, dukung UMKM disekitarmu bangkit lagi!

Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh  Apa kabar teman-teman semua? Semoga selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wata'Ala amin allahumma amin . Nah kali ini Aku mau membahas tentang cara mendukung bangkitnya dunia usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM disekitar kita. Sebagai bagian dari ikhtiar membantu teman-teman semua pelaku UMKM untuk kembali bangkit dan bersinergi membangun perekonomian Indonesia khususnya keluarga.  Pandemi Covid-19 yang dialami dunial termasuk Indonesia sejak Maret 2020 telah memukul banyak sektor usaha. Berbagai sektor terdampak diantaranya yang paling terpukul adalah sektor usaha transportasi, perdagangan makanan dan minuman, pariwisata, industri pengolahan dan masih banyak lagi. Bukan hanya menimpa para pelaku usaha berskala besar namun juga pada pelaku usaha mikro kecil dan menengah(UMKM). Mengambil dari hasil survei yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan bahwa sebanyak 82,85% perusahaan terdampak oleh pandemi virus coro

Membiasakan berhijab sejak dini

   Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh  Ukhtifillah  yang dirahmati Allah Subhanahu Wata'Ala dalam rangka menggalakkan campaign   #hijabsejakdini , disini Aku mau berbagi tips mengenai cara membiasakan anak-anak mengenakan hijab dalam kesehariannya.  Seperti kita tahu bahwa menutup aurat hukumnya wajib sebagaimana kesepakatan para ulama berdasarkan firman Allah azza wa jalla: "... Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera–putera mereka, atau putera–putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita....." (QS An-nuur : 31)  Jadi, karena m

Ayo membaca nyaring bersama Lets Read

Menteri pendidikan dan kebudayaan Nadim Makariem pernah mengatakan bahwa di Indonesia saat ini tengah mengalami yang namanya krisis literasi. Pernyataan ini sebenarnya bukan tanpa alasan, hal ini didasari pada rilis hasil studi Programme for International Assessment (PISA) 2018 yang dilakukan oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 3 Desember lalu. PISA adalah hasil program studi internasional dibidang pendidikan per 3 tahunan bagi pelajar berusia 15 tahun. Yang bertujuan untuk mengamati kemampuan membaca, matematika dan sains suatu negara untuk mendorong pendidikan. Dalam hasil rilis hasil studi tersebut didapat bahwa skor kemampuan membaca di Indonesia ditahun 2018 turun menjadi 371 dibanding tahun 2015 diangka 397 poin, dengan skor rata-rata OECD 487 poin. Aku sepakat bahwa literasi tidak hanya tentang kemampuan membaca, tetapi juga tentang kemampuan memahami bacaan, numerasi, sains dan kecakapan dalam memecahkan suatu masalah tertentu. Namun sem