Langsung ke konten utama

Membuat Parcel (Hampers) Low Budget


Membuat Hampers Rumahan

Hampers ala Mom Queen 

🍃🌸🍃🌸🍃🌸🍃🌸🍃🌸🍃🌸
Alhamdulillah Lebaran sebentar lagii💕
MasyaAllah tak terasa yaah, kita akan berpisah dengan Ramadhan bulan mulia,dan bersiap menuju hari kemenangan, aamiin.

Lebaran atau hari-hari besar lainnya biasa identik dengan saling berkirim pesan, makanan bahkan hadiah sebagai bingkisan kepada kerabat, sanak saudara bahkan orangtua untuk mewakili betapa syukurnya kita bisa di berikan segala kenikmatan oleh Allah Subhanahu Wata'Ala.

Terlebih seperti sekarang ini, ketika diri tidak bisa bertemu muka, mengulurkan tangan, memeluk fisik maupun bersimpuh dihadapan orang-orang terkasih, sebagai wujud perwakilan itu biasa disimbolkan dengan mengirimkan 'pesan cinta' lewat transperan atau bingkisan (hampers) atau biasa dikenal dengan parcel.

Nah, saat semua terasa sulit untuk dilakukan, apalagi harus bepergian memilih dan membawa hampers yang lumayan besar, dan biaya yang dikeluarkan juga lumayan mahal, sebagai gambaran perbandingan harga hampers diBatam saat ini 2020 dipatok mulai dari harga 150 ribu hingga jutaan.

Untuk mensiasati peluang keluarnya uang yang berlebihan terutama saat lebaran, Ada baiknya apabila kita mengulik sedikit keahlian seni merangkai bingkisan ini.Berikut Saya akan mencoba menyajikan cara membuat parcel (hampers) Rumahan ala Mom Queen yak.

Hampers isi Minuman

Hasil hampers ala Mom Queen 

Alat dan Bahan

🌸Bahan isian Hampers
boleh apa saja, sesuai kebutuhan, Saya membuat hampers isi minuman, karena memang bahan itu yang lagi banyak dirumah, Bisa di ganti dengan kue kering atau hadiah lainnya.
🌸Keranjang Kecil ukuran 20cm x 30 cm
Sebagai alas, besaran keranjang disesuaikan dengan jumlah hadiah. Kebetulan Saya masih Ada sisa tatakan hampers tahun kemarin, jadi ga bikin lagi
🌸Kertas kado/Kertas padi 2 lembar
🌸Gunting
🌸Selotip
🌸Hiasan warna warni (optional)
🌸Bahan kasa warna sebagai penutup
(Bisa di ganti plastik bening atau plastik rapping)
🌸Kardus bekas 

Cara membuat:

🍀Bungkus seluruh bagian keranjang alas dengan Kertas kado atau Kertas padi rekatkan dengan selotif. beri potongan kardus bekas agar permukaan menjadi rata. 

🍀Mulai susun hadiah didalam keranjang yang sudah dibungkus.setiap bahan hadiah saling direkatkan dengan selotif biar tidak bergeser.
Pastikan diselotif setiap bahan isiannya


🍀Bungkus dengan kain warna.
Saya menggunakan kasa warna pink dan unggu sebagai tambahan warna.
Caranya letakkan keranjang hampers ditengah dan Tarik keatas masing-masing sisinya kemudian ikat dengan potongan kasa.

🍀Ratakan potongan kasa bagian atas, dan rapikan membentuk hiasan Bunga.
Ikat bagian atas dengan potongan kain


🍀Buat tulisan atau kartu ucapan sertakan dipinggiran hampers.

Lumayankan saat pandemi ini bisa mengkreasikan ide baru membuat hampers dalam rangka tetap produktif walaupun dirumah aja:) kalau sudah mahir bisa juga dijadikan ide bisnis rumahan.

Selamat mencoba☺️

Salam Sayang, 
Mom Queen 

Komentar

  1. Iya ya mba. Sebenarnya kitaa bisa aja buat sendiri.
    Cuman kadang merasa gak bisa aja menghias ny dengan cantik 🤭💫

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaaha banyak sekali inspirasinya bisa search juga diyutub

      Hapus
  2. Membuat sendiri lebih hemat ...

    BalasHapus
  3. Bikinnya simpel banget mba, tapi hasilnya cantik. Ga pernah kepikiran bikin hampers kayak gini. Kreatif banget deh mba..

    BalasHapus
  4. Kreatif dan bermanfaat banget Mba. Ternyata membuat hampers itu sangat bisa dilakukan sendiri ya Mba..

    BalasHapus

Posting Komentar

Thanks so much to all of reader. Please comment if any doubts or suggestions

Postingan populer dari blog ini

Benarkah ada orangtua yang gagal?

Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh. Apa kabar happy parents semua? Semoga selalu happy meski pandemi belum juga mereda. Kali ini Aku mau membahas sedikit mengenai topik yang terngiang-ngiang dikepalaku "Benarkah ada orangtua yang gagal?" . Gagal dalam membesarkan anak, gagal dalam mengelola dan menyalurkan emosinya sehingga meluapkan pada anak, gagal dalam mengasah kemampuan dan bakat anak, gagal dalam membersamai tumbuh kembang anak, atau bahkan gagal dalam mendidik dan mempersiapkan anak-anaknya menjadi generasi terbaik dimasanya. Setiap orangtua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. foto dokpri Aku pikir pemikiran seperti ini tidak akan pernah terlintas dalam pikiranku,karena menurutku tidak ada orangtua yang menginginkan kegagalan dalam hidupnya apalagi untuk anak-anak. Semua orangtua sangat mencintai anak-anaknya, entah anak-anak tahu atau tidak, mereka rela memberikan yang terbaik bahkan rela menghimpit kebutuhan diri sendiri demi memenuhi kebut

Ayo, dukung UMKM disekitarmu bangkit lagi!

Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh  Apa kabar teman-teman semua? Semoga selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wata'Ala amin allahumma amin . Nah kali ini Aku mau membahas tentang cara mendukung bangkitnya dunia usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM disekitar kita. Sebagai bagian dari ikhtiar membantu teman-teman semua pelaku UMKM untuk kembali bangkit dan bersinergi membangun perekonomian Indonesia khususnya keluarga.  Pandemi Covid-19 yang dialami dunial termasuk Indonesia sejak Maret 2020 telah memukul banyak sektor usaha. Berbagai sektor terdampak diantaranya yang paling terpukul adalah sektor usaha transportasi, perdagangan makanan dan minuman, pariwisata, industri pengolahan dan masih banyak lagi. Bukan hanya menimpa para pelaku usaha berskala besar namun juga pada pelaku usaha mikro kecil dan menengah(UMKM). Mengambil dari hasil survei yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan bahwa sebanyak 82,85% perusahaan terdampak oleh pandemi virus coro

Membiasakan berhijab sejak dini

   Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh  Ukhtifillah  yang dirahmati Allah Subhanahu Wata'Ala dalam rangka menggalakkan campaign   #hijabsejakdini , disini Aku mau berbagi tips mengenai cara membiasakan anak-anak mengenakan hijab dalam kesehariannya.  Seperti kita tahu bahwa menutup aurat hukumnya wajib sebagaimana kesepakatan para ulama berdasarkan firman Allah azza wa jalla: "... Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera–putera mereka, atau putera–putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita....." (QS An-nuur : 31)  Jadi, karena m

Ibu Karir dirumah

Sejak melahirkan anak pertama, Queensha, suamiku sudah mengingatkan untuk memasang target kapan akan berhenti dari pekerjaan, dan fokus mengurus anak. Waktu itu aku mengatakan "nanti ya kalau Queensha sudah mulai sekolah, sekira umur 5 tahunan" Suami membalas "Kalau bisa lebih cepat dari itu, karena anak sangat membutuhkan figur ibunya, Jika waktunya banyak bersama pengasuh ketimbang orangtua terutama ibunya, ikatan bathin ibu dan anak akan berkurang ." Dan, itu memang benar. Aku merasa anakku  cenderung lebih dekat dengan pengasuhnya, misalnya jika pengasuhnya hendak pergi ke warung (karena rumah pengasuhnya didepan rumah kami), maka Queensha akan langsung berlari menghampiri, dan berteriak " ibuu, ikuuutttt" Akupun menuruti keinginannya, walaupun saat itu aku lagi bermain bersamanya.Karena jika dilarang dia akan menangis. Dan, Qodarullah menjelang umur Queensha 2 tahun, aku dinyatakan hamil anak kedua, alhamdulillah masyaAllah. Padahal baru beren

Ayo membaca nyaring bersama Lets Read

Menteri pendidikan dan kebudayaan Nadim Makariem pernah mengatakan bahwa di Indonesia saat ini tengah mengalami yang namanya krisis literasi. Pernyataan ini sebenarnya bukan tanpa alasan, hal ini didasari pada rilis hasil studi Programme for International Assessment (PISA) 2018 yang dilakukan oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 3 Desember lalu. PISA adalah hasil program studi internasional dibidang pendidikan per 3 tahunan bagi pelajar berusia 15 tahun. Yang bertujuan untuk mengamati kemampuan membaca, matematika dan sains suatu negara untuk mendorong pendidikan. Dalam hasil rilis hasil studi tersebut didapat bahwa skor kemampuan membaca di Indonesia ditahun 2018 turun menjadi 371 dibanding tahun 2015 diangka 397 poin, dengan skor rata-rata OECD 487 poin. Aku sepakat bahwa literasi tidak hanya tentang kemampuan membaca, tetapi juga tentang kemampuan memahami bacaan, numerasi, sains dan kecakapan dalam memecahkan suatu masalah tertentu. Namun sem