Skip to main content

5 Alasan Kamu Harus Ngeblog

Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh 

Alhamdulillah sudah berbuka puasa semua? Bagaimana buka puasanya dihari pertama? Lancar? Insya allah ya kita semua diberi kemudahan dalam menjalankan ibadah puasa, dan bagi yang belum bisa menjalankan ibadah puasa karena alasan yang dibenarkan syariat, semoga secepatnya segera bisa menjalankan ibadah puasa, amin. 

Baca juga : Review Buku : 60 Hadits Shahih karya KH Faqihuddin Abdul Kodir   

Memasuki hari kedua challenge dari Blogger Perempuan yaitu bertema alasan ngeblog. Waw, sungguh tema yang sangat menarik untuk dibahas. Berbagai sebab bisa saja menjadi alasan orang akhirnya menekuni dunia blogging. Kalau moms ingin tahu alasan mom Queen mulai ngeblog, yuk baca sampai selesai ya. 

1. Ngeblog Sebagai Sarana Sharing for Healing

Healing dalam bahasa inggris berarti penyembuhan ataupun pengobatan. Penyembuhan dari apa? Dari berbagai sebab yang bisa saja terjadi pada diri kita. Banyak sebab yang bisa menjadikan kita membutuhkan pengobatan, bukan hanya pengobatan secara fisik namun juga pengobatan secara psikis. Efek trauma yang berkepanjangan menjadikan kita perlu mgeliminasi satu persatu penyebabnya. Salah satu cara mengurai trauma psikis adalah dengan cara berbagi. Ya berbagi! Tidak ada masalah yang bisa selesai jika dipendam sendiri. Solusi hanya akan datang jika kita berusaha mencarinya. Lewat apa? Bisa dengan bercerita langsung ataupun menulis, intinya berbagi! Jadi dengan berbagi atau sharing bukan hanya mampu mengurai sedikit demi sedikit trauma yang ada namun bisa juga mendapat bonus solusi. Yang perlu diperhatikan dalam sharing hanyalah perlu dicek apa-apa yang bisa dikonsumsi publik atau hanya konsumsi pribadi. Jika sharing kepada orang lain, harus diperhatikan apakah orang yang dijadikan tempat sharing bisa menjaga rahasia atau tidak.

Berbicara blogging sebagai sarana healing tentu sangat baik, karena bisa jadi apa yang kita bagikan bisa menjadi pelajaran bagi pembaca. Mendapat support sekaligus bisa juga sebagai ajang mencari solusi. Nah mom Queen menggunakan blogging sebagai sarana healing dari berbagai masalah yang terjadi dalam keseharian, terutama dalam pola pengasuhan anak-anak. Ibu rumah tangga sangat rentan dengan stress dan depresi, makanya harus ada suatu wadah yang positif untuk berbagi. Sejauh ini mom Queen sangat bersyukur berada dalam komunitas blogger salah satunya di komunitas Blogger Perempuan. Kita bisa menemukan komunitas khusus moms blogger yang sharing tentang parenting, seputar MPASI dan sebagainya, bisa saling bercerita dan berbagi solusi. Apapun masalahnya jika kita mau berbagi maka insya allah akan ada solusinya. 

2. Ngeblog Sebagai Wadah Penyaluran Hobi

Sebelumnya mom Queen sudah membahas bahwa menulis adalah hobi mom Queen sejak kecil. Dulu zaman SD, guru mom Queen senang sekali memberikan tugas mengarang. Ya ampun kalau dihitung setiap hari pasti ada saja tugas mengarang. Bagi teman-teman yang kurang suka berolah kata, mungkin menjadi masalah. Namun entah kenapa mom Queen kecil suka sekali pelajaran ini. Tugas mengarang satu paragraf bisa menjadi 2 halaman penuh haha. Kalimat pembuka "pada suatu hari" seperti sangat lekat dengan diri ini hehe. 

Entah bagaimana awalnya jadi suka menulis ya, yang jelas ketika menulis perasaan itu jadi plong dan nyaman bisa menuangkan banyak kata didalam tulisan. Seperti ngeblog, niatnya cuma pengen maksimal 650 kata agar pembaca juga ga terlalu bosan, eh yang terjadi bisa sampai 1000+(ups hehe) Mungkin juga karena sebenarnya mom Queen suka bercerita namun karena kesibukan menjaga anak-anak dan lain hal sehingga untuk sekadar duduk manis 5 menit sulitnya luar biasa. Dan menulis menjadi pilihan dan solusi jitu bagi mom Queen. 

3. Ngeblog Untuk Memperluas Ukhuwah

Tidak dipungkiri dengan ngeblog yang hampir setahun ini membuat mom Queen secara pribadi memiliki banyak relasi. Sekarang memiliki teman bukan cuma lewat tatap muka, lewat dunia maya juga bisa memiliki teman baru. Justru teman-teman mom Queen lebih banyak teman yang dikenal lewat sosial media terutama blog. Lewat blogging mom Queen memiliki teman dari berbagai kalangan, pelajar, mahasiswa hingga Dosen. Dari usia muda hingga usia dewasa. Dari ibu rumah rumah tangga hingga Pengusaha, semua tergabung dalam komunitas moms blogger. Memang benar semakin kita memperluas pertemanan semakin banyak ilmu dan informasi yang kita dapatkan. Mom Queen jadi banyak belajar dari pertemanan yang ada, bahkan ada teman dokter dan psikolog yang belum pernah sekalipun bertatap muka (hanya via online) kami berbagi ilmu pengasuhan anak-anak. MasyaAllah sungguh kasih sayang Allah sangat dekat, mempertemukan dalam satu ukhuwah islam lewat komunitas blogger. 

4. Ngeblog Sarana Dakwah dan Syiar Agama

Teringat sekali akan petuah dari ustadzah Nunung Nurlaela, pengampu materi blogging di Bengkel Diri. Bahwa tujuan utama ngeblog bukanlah untuk menjadi penulis yang dikenal banyak orang, atau juga menerbitkan banyak buku sehingga best seller, tetapi jadikan tujuan ngeblog adalah sebagai dakwah dan syiar agama yang ganjarannya adalah surganya Allah. Ustadzah Nunung juga mengingatkan bahwa menulis juga bisa menjadi surga neraka bagi penulisnya, makanya selalu berupaya untuk menulis yang baik-baik dan yang bermanfaat bagi orang lain. Masya Allah, sungguh dalam nasihat ini, sehingga setiap kali menulis selalu berharap pahala dari Sang Maha Pencipta.

Baca juga : Keutamaan Ramadhan dan Mempersiapkan si Kecil Berpuasa  

5. Ngeblog Asyik Bonus Duit

Ga pernah terbayang sebelumnya jika dari hobi tulis menulis ini bisa menghasilkan income bagi mom Queen. Sudah mendapat banyak manfaat dari menulis ini, eh ternyata dibalik hobi ini ada penghasilan yang didapat. Meski belum seperti para blogger professional, namun apa yang didapat sudah cukup bagi mom Queen. Karena ini bukan masalah nominalnya namun bentuk apresiasi terhadap hobi yang kita jalani, itu yang penting.

Baca juga : Cerita Dibalik Nama Blog MomqueenMQ  

Belajar dari para moms blogger professional yang memang menekuni dunia penulisan sejak lama, penghasilan yang didapat dari blogging cukup menggiurkan. Bahkan ada yang bisa mencapai angka puluhan juta per bulan hanya dari menulis, MasyaAllah. Menurut Fakta, bahwa penulis adalah salah satu pekerjaan yang tidak mungkin tergantikan, bahkan oleh robot sekalipun. Selain itu pula menjadi penulis juga bisa berkesempatan memiliki  penghasilan tanpa batas. Insya Allah ya, apabila suatu hobi bila di tekuni akan memberikan banyak manfaat bagi diri sendiri bahkan bonusnya duit. Jadi tagline 'ngeblog asyik bonus duit' ini sangat berlaku. Boleh kok bagi Moms memiliki hobi menulis untuk menjadikan ngeblog sebagai salah satu cara mendapatkan penghasilan meski dari rumah, yang penting jari kemari rajin menjelajah hehe. 

Itulah beberapa alasan yang paling mendasar bagi mom Queen dalam menekuni dunia blogging. Cuma bermodalkan laptop dan handphone pintar sudah bisa menyelami dunia blogging dan mendapatkan penghasilan. Moms ada yang tertarik untuk mulai ngeblog juga? Yuk mulai ngeblog.


#BPNRamadan2021

Comments

  1. Masya Allah, mba yun alasan ngeblognya tuh udah kuat deh :)
    Aku mah kadang nulis mentok di 500 kata :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah 1000++ kadang-Kadang Kasian ma yang Baca juga mba wkwk .. 500-800 yang paling ideal nurut aku

      Delete
  2. Luar biasa mba. Sama mba Saya juga menjadikan menulis sebagai sarana healing. Semoga Saya bisa menulis sebaik mba juga

    ReplyDelete
  3. Wow.. Alasan ngeblognya keren semua mba. Blogging memang banyak manfaatnya. Apalagi kalau diseriusin, bisa cuan dari hobi nulis

    ReplyDelete

Post a Comment

Thanks so much to all of reader. Please comment if any doubts or suggestions

Popular posts from this blog

Benarkah ada orangtua yang gagal?

Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh. Apa kabar happy parents semua? Semoga selalu happy meski pandemi belum juga mereda. Kali ini Aku mau membahas sedikit mengenai topik yang terngiang-ngiang dikepalaku "Benarkah ada orangtua yang gagal?" . Gagal dalam membesarkan anak, gagal dalam mengelola dan menyalurkan emosinya sehingga meluapkan pada anak, gagal dalam mengasah kemampuan dan bakat anak, gagal dalam membersamai tumbuh kembang anak, atau bahkan gagal dalam mendidik dan mempersiapkan anak-anaknya menjadi generasi terbaik dimasanya. Setiap orangtua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. foto dokpri Aku pikir pemikiran seperti ini tidak akan pernah terlintas dalam pikiranku,karena menurutku tidak ada orangtua yang menginginkan kegagalan dalam hidupnya apalagi untuk anak-anak. Semua orangtua sangat mencintai anak-anaknya, entah anak-anak tahu atau tidak, mereka rela memberikan yang terbaik bahkan rela menghimpit kebutuhan diri sendiri demi memenuhi kebut

Ibu Karir dirumah

Sejak melahirkan anak pertama, Queensha, suamiku sudah mengingatkan untuk memasang target kapan akan berhenti dari pekerjaan, dan fokus mengurus anak. Waktu itu aku mengatakan "nanti ya kalau Queensha sudah mulai sekolah, sekira umur 5 tahunan" Suami membalas "Kalau bisa lebih cepat dari itu, karena anak sangat membutuhkan figur ibunya, Jika waktunya banyak bersama pengasuh ketimbang orangtua terutama ibunya, ikatan bathin ibu dan anak akan berkurang ." Dan, itu memang benar. Aku merasa anakku  cenderung lebih dekat dengan pengasuhnya, misalnya jika pengasuhnya hendak pergi ke warung (karena rumah pengasuhnya didepan rumah kami), maka Queensha akan langsung berlari menghampiri, dan berteriak " ibuu, ikuuutttt" Akupun menuruti keinginannya, walaupun saat itu aku lagi bermain bersamanya.Karena jika dilarang dia akan menangis. Dan, Qodarullah menjelang umur Queensha 2 tahun, aku dinyatakan hamil anak kedua, alhamdulillah masyaAllah. Padahal baru beren

Pengalaman memutus candu gadget pada toddler

Pic from google Dewasa ini sangat tidak asing apabila melihat anak-anak (bahkan) usia balita sudah memegang gadget dalam kesehariannya. Bahkan Ada orangtua yang sengaja memberikan gadget sebagai dalih untuk mengalihkan perhatian anak yang melulu ingin ditemani bermain. Pada dasarnya fitrah anak, apalagi diusia balita adalah bermain. Namun terkadang karena keterbatasan kemampuan dan pengetahuan orangtua  untuk mengakomodir keinginan anak inilah yang membuat orangtua menyerahkan kegiatan anak untuk berinteraksi pada gawai. Saya bukan orangtua yang anti sekali untuk memberi gawai pada anak. Tidak juga, namun dibalik sekian banyak dampak negatif dari gadget ada juga beberapa manfaat yang bisa di petik. Misalnya bisa mendapatkan ide bermain anak, memvisualisasikan apa-apa yang terasa sulit di pahamkan dengan kata-kata, video edukasi, lagu reliji dan lain sebagainya.Tetapi diantara daftar manfaat gawai ini, ada setumpuk efek negatif penggunaan gadget pada anak, apalagi balita :( Saya mencoba

Ayo membaca nyaring bersama Lets Read

Menteri pendidikan dan kebudayaan Nadim Makariem pernah mengatakan bahwa di Indonesia saat ini tengah mengalami yang namanya krisis literasi. Pernyataan ini sebenarnya bukan tanpa alasan, hal ini didasari pada rilis hasil studi Programme for International Assessment (PISA) 2018 yang dilakukan oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 3 Desember lalu. PISA adalah hasil program studi internasional dibidang pendidikan per 3 tahunan bagi pelajar berusia 15 tahun. Yang bertujuan untuk mengamati kemampuan membaca, matematika dan sains suatu negara untuk mendorong pendidikan. Dalam hasil rilis hasil studi tersebut didapat bahwa skor kemampuan membaca di Indonesia ditahun 2018 turun menjadi 371 dibanding tahun 2015 diangka 397 poin, dengan skor rata-rata OECD 487 poin. Aku sepakat bahwa literasi tidak hanya tentang kemampuan membaca, tetapi juga tentang kemampuan memahami bacaan, numerasi, sains dan kecakapan dalam memecahkan suatu masalah tertentu. Namun sem

Membiasakan berhijab sejak dini

   Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh  Ukhtifillah  yang dirahmati Allah Subhanahu Wata'Ala dalam rangka menggalakkan campaign   #hijabsejakdini , disini Aku mau berbagi tips mengenai cara membiasakan anak-anak mengenakan hijab dalam kesehariannya.  Seperti kita tahu bahwa menutup aurat hukumnya wajib sebagaimana kesepakatan para ulama berdasarkan firman Allah azza wa jalla: "... Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera–putera mereka, atau putera–putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita....." (QS An-nuur : 31)  Jadi, karena m

Ayo, dukung UMKM disekitarmu bangkit lagi!

Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh  Apa kabar teman-teman semua? Semoga selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wata'Ala amin allahumma amin . Nah kali ini Aku mau membahas tentang cara mendukung bangkitnya dunia usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM disekitar kita. Sebagai bagian dari ikhtiar membantu teman-teman semua pelaku UMKM untuk kembali bangkit dan bersinergi membangun perekonomian Indonesia khususnya keluarga.  Pandemi Covid-19 yang dialami dunial termasuk Indonesia sejak Maret 2020 telah memukul banyak sektor usaha. Berbagai sektor terdampak diantaranya yang paling terpukul adalah sektor usaha transportasi, perdagangan makanan dan minuman, pariwisata, industri pengolahan dan masih banyak lagi. Bukan hanya menimpa para pelaku usaha berskala besar namun juga pada pelaku usaha mikro kecil dan menengah(UMKM). Mengambil dari hasil survei yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan bahwa sebanyak 82,85% perusahaan terdampak oleh pandemi virus coro

DIY: Cara Membuat Hamper Mudah dan Simple untuk Hantaran Nikah

Dewasa ini tradisi berkirim hadiah seperti sudah menjadi tren baru. Banyak orang mengabadikan momen khusus sebagai ajang untuk berkirim pesan lewat hadiah. Jika dulu berkirim parsel atau hamper hanya dihari besar keagaamaan seperti lebaran atau natal. Sekarang berkirim parsel juga di berbagai momen bersejarah seperti di hari ulang tahun, menyambut kelahiran bayi, wisuda kuliah dan sebagainya. Baca juga :  Manajemen keuangan keluarga anti bocor ala Maminca   Jika dulu tradisi berkirim hadiah ini lebih dikenal dengan sebutan berbagi parsel, namun sekarang lebih banyak dikenal dengan sebutan berbagi hamper. Sebenarnya tidak ada beda antara keduanya, mengambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, jika kita melakukan pencarian untuk kata parsel maka akan berarti bingkisan yang berisi berbagai hadiah, seperti aneka kue, makanan dan minuman dalam kaleng, barang pecah belah, yang ditata apik dalam keranjang dan dikirimkan kepada orang-orang tertentu pada hari raya. Pun begitu ketika kita mencari

Jasa Pengiriman Barang Murah dan Efisien dengan LJR Logistics

Kebutuhan untuk jasa pengangkutan barang dewasa ini menjadi kebutuhan yang tidak bisa dikesampingkan. Semakin berkembangnya dunia usaha baik lokal maupun international menjadikan kebutuhan untuk jasa angkutan barang dengan biaya murah dan cepat menjadi prioritas. Apalagi jika kita berbicara mengenai perpindahan barang dalam jumlah yang besar seperti jasa kirim dengan menggunakan Full Container Load (FLC) ataupun Less Container Load (LLC) . Minimnya informasi yang bisa didapatkan terutama oleh pelaku usaha mikro yang baru berkembang menjadikan hanya sedikit saja yang bisa memanfaatkan jasa kirim ini. Padahal jika dicermati pengiriman dengan menggunakan logistik berbiaya murah bisa menghemat biaya produksi. Penghematan yang besar pada biaya produksi tentu bisa meraup laba yang lebih besar. Tidak bisa dipungkiri jika saat ini dunia bisnis seperti Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sedang dalam perhatian pemerintah. Sebut saja seperti Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM), ditahun 2021

Asal Kata Lebaran dan Tradisi Idul Fitri 2021 di Indonesia, ketika wabah Covid-19 yang masih meningkat

Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh  Hai  teman-teman blogger bagaimana puasanya? Sudah hampir dipenghujung bulan Ramadan nih, masih semangat mengejar pahala? Insya allah, semoga Allah memudahkan langkah kita semua mencapai keberkahan dibulan Ramadan ini. Dalam rangka ngeblog bareng bersama komunitas blogger Bengkel Diri kali ini mengangkat tema hari Raya Idul Fitri. Pada kesempatan ini saya ingin mengulas tentang Asal Kata Lebaran dan tradisi Idul Fitri 2021 di Indonesia, ketika wabah Covid-19 yang masih meningkat. Alhamdulillah  dalam hitungan beberapa lagi kita akan merayakan hari raya Idul Fitri 1442 H. Segala persiapan tentu sudah mulai semarak dan geliat bau kue sudah mulai semerbak di sekitar perumahan.  Hmm  rasanya sudah tidak sabar menyambut datangnya hari kemenangan. Pusat perbelanjaan pun tak kalah semaraknya dalam menyambut datangnya hari nan fitri ini. Segala jenis kue, makanan ringan, dan aneka minuman kaleng pun sudah ramai menghiasi supermarket.  Melihat seje

Membuat Parcel (Hampers) Low Budget

Membuat Hampers Rumahan Hampers ala Mom Queen  πŸƒπŸŒΈπŸƒπŸŒΈπŸƒπŸŒΈπŸƒπŸŒΈπŸƒπŸŒΈπŸƒπŸŒΈ Alhamdulillah Lebaran sebentar lagiiπŸ’• MasyaAllah tak terasa yaah, kita akan berpisah dengan Ramadhan bulan mulia,dan bersiap menuju hari kemenangan, aamiin. Lebaran atau hari-hari besar lainnya biasa identik dengan saling berkirim pesan, makanan bahkan hadiah sebagai bingkisan kepada kerabat, sanak saudara bahkan orangtua untuk mewakili betapa syukurnya kita bisa di berikan segala kenikmatan oleh Allah Subhanahu Wata'Ala. Terlebih seperti sekarang ini, ketika diri tidak bisa bertemu muka, mengulurkan tangan, memeluk fisik maupun bersimpuh dihadapan orang-orang terkasih, sebagai wujud perwakilan itu biasa disimbolkan dengan mengirimkan 'pesan cinta' lewat transperan atau bingkisan (hampers) atau biasa dikenal dengan parcel. Nah, saat semua terasa sulit untuk dilakukan, apalagi harus bepergian memilih dan membawa hampers yang lumayan besar, dan biaya yang dikeluarkan juga lumayan