Skip to main content

5 Keutamaan Bulan Ramadhan dan Cara Mempersiapkan si Kecil Berpuasa

Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh 

Alhamdulillah kita sudah memasuki pertengahan Sya'ban artinya sebentar lagi bulan penuh keberkahan akan segera tiba. Ya Ramadhan Kareem akan segera datang menghampiri kita. Seberapa gembirakah kita menyambut datangnya tamu agung ini? Ibnu Rajab al-Hambali mengatakan bahwa, 

“Bagaimana tidak gembira? seorang mukmin diberi kabar gembira dengan terbukanya pintu-pintu surga. Tertutupnya pintu-pintu neraka. Bagaimana mungkin seorang yang berakal tidak bergembira jika diberi kabar tentang sebuah waktu yang di dalamnya para setan dibelenggu. Dari sisi manakah ada suatu waktu menyamai waktu ini (Ramadhan)"

Masya Allah bagaimana kita tidak bergembira dengan segala keutamaan dan kebaikan yang ada pada bulan Ramadhan. Sepatutnya kita menyambutnya dengan suka cita dan bersiap dengan amalan yang sudah kita targetkan untuk dilakukan dibulan penuh ampunan ini. Apa sih keutamaan bulan Ramadhan ini? dan jika kita memiliki anggota keluarga yang masih balita bagaimana cara mempersiapkan si kecil berpuasa? 

Mengapa perlu persiapan dalam menyambut bulan suci Ramadhan? Sebagaimana firman Allah berikut ini :

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah:183)

Jadi mempersiapkan si kecil untuk berpuasa artinya kita sedang mempersiapkan dia kelak menjadi orang beriman dan bertakwa. 

Berikut 5 keutamaan yang hanya bisa ditemui disaat bulan Ramadhan. 

1. Bulan Ramadhan adalah Penuh Berkah

Bulan Ramadhan adalah bulan yang didalamnya penuh dengan kebaikan dan keberkahan. Segala amal perbuatan dicatat sebagai amalan yang diganjar dengan pahala berlipat ganda. Maka tak heran jika bulan ini adalah bulan yang paling ditunggu-tunggu kehadirannya oleh umat muslim seluruh dunia. Karena ada satu amalan yang tidak kita temui dibulan-bulan lainnya yaitu puasa Ramadhan. Seperti hadits berikut ini yang menyatakan bahwa :

"Sungguh telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah. Pada bulan ini diwajibkan puasa kepada kalian" (HR.Ahmad, An-Nasa'i dan Al-Baihaqi).

2. Bulan Penuh Ampunan

Puasa Ramadhan juga bisa menghapus dosa-dosa yang telah lalu, maka bulan Ramadhan ini disebut juga sebagai bulan ampunan. Sebagaimana Nabi SAW pernah bersabda yang artinya:

"Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah SWT, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu" (HR. Bukhari dan Muslim) 

3. Bulan Turunnya Alqur'an 

Bulan Ramadhan juga dijadikan sebagai bulan mulia sebagai bulan diturunkannya Alqur'an yaitu pada tanggal 17 Ramadhan. Maka bulan Ramadhan ini disebut juga sebagai syahrul Quran yaitu bulan di turunkannya Alqur'an. 

4. Bulan dibukanya Pintu Surga dan ditutupnya Pintu Neraka

Hanya dibulan Ramadhan inilah kita bisa dapati bahwa pintu surga terbuka seluas-luasnya dan pintu neraka ditutup serapat-rapatnya. Artinya apa? inilah bulan dimana kita berkesempatan meraih surganya Allah dan memperoleh ampunan dengan amalan-amalan yang kita lakukan dibulan puasa ini. 

Rasulullah SAW bersabda sebagaimana telah diriwayatkan dalam hadits berikut ini:

"Sesungguhnya telah datang kepadamu bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan kamu berpuasa, karena dibuka pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka dan dibelenggu syaitan-syaitan, serta akan dijumpai suatu malam yang nilainya lebih berharga dari seribu bulan. Barangsiapa yang tidak berhasil memperoleh kebaikannya, sungguh tiadalah ia akan mendapatkan itu untuk selama-lamanya." (HR. Ahmad, An-Nasa'i, dan Baihaqi).

5. Adanya Malam Lailatul Qadar

Pada bulan Ramadhan juga terdapat satu malam yang lebih baik dari 1000 bulan yaitu malam Lailatul Qadar. Malam Lailatul Qadar terdapat diantara 10 malam terakhir dibulan Ramadhan. Maka di 10 malam terakhir itu banyak orang semakin giat meningkatkan ibadah dan amalan-amalan shalih demi mendapatkan malam kemuliaan ini. 

Allah berfirman yang artinya:

“Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr:1-3).

Baca juga : Review Buku : 60 Hadits Shahih karya KH Faqihuddin Abdul Kodir 

Nah, moms sudah tahu kan tentang keutamaan bulan suci Ramadhan? Sekarang gimana sih agar si kecil juga ikut merasakan dan mulai terbiasa dengan ritme dan agenda ibadah di bulan ini. Beberapa kegiatan ada yang berubah, seperti kegiatan sehari-hari anak-anak tentunya disesuaikan dengan tema Ramadhan. Mom Queen sendiri baru mulai tahun ini mengajarkan dengan intens tentang puasa pada si sulung, Queensha. Karena memang ditahun ini usianya baru genap 4 tahun. Mungkin moms disini yang memiliki anak usia lebih besar bisa juga berbagi tips dalam mempersiapkan Ramadhan bagi si kecil. 

Berikut ini cara mom Queen dalam mempersiapkan Ramadhan untuk si kecil yang berusia 4 tahun, bagi yang memiliki anak berusia lebih besar bisa disesuaikan dengan kondisi dan prinsip keluarga masing-masing ya. 

◾Sounding

Beberapa hari menjelang bulan puasa (biasanya 1 bulan menjelang puasa), mom Queen sudah sudah mulai sounding tentang bulan Ramadhan. Soundingnya yang ringan-ringan aja sih. Tentang apa itu puasa, apa yang dilakukan kalau sedang berpuasa, do's and don't  saat berpuasa, amalan-amalan dibulan puasa dan sebagainya. Tentunya semua disampaikan dalam bahasanya anak-anak. Metodenya seperti bercerita, tanya jawab, ga monoton yang penting berkesinambungan terus. 

Baca juga : Belajar Tentang Kasih Sayang Dari Anak 

◾Menghias Rumah

Kalau ditahun kemarin ada agenda menghias rumah ala DIY, sepertinya karena tahun ini baru kehadiran anggota keluarga baru lagi (baca: bayi) acara bebikinan ini di ganti dengan bebelian hehe. Intinya tetap menghias rumah sih, cuma ornamennya semua beli, nanti dirumah tinggal pasang. Apa sih sebenarnya pelajaran dibalik menghias rumah ini di awal Ramadhan? Bagi kami, menghias rumah ini adalah agar membangkitkan semangat anak-anak dalam menyambut Ramadhan. Kalau dulu waktu kecil kami di ajarkan bebersih rumah menjelang puasa, kini anak-anak juga diajak melakukan hal yang sama, agar perasaan 'gembira' menyambut Ramadhan bisa sampai ke anak-anak. Jika dalam keluarga moms ada cara lain, boleh banget diterapkan. 

Baca juga : DIY: Membuat Hamper Untuk Hantaran Nikah 

◾Menyusun Schedule Kegiatan Ramadhan

Agenda lainnya dalam persiapan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan adalah membuat to do list atau target amalan selama bulan puasa. Target ini bukan cuma buat anak-anak, tentunya orang tua juga harus lebih dulu membuat target baru bisa ditularkan ke anak-anak. Misalkan berapa kali khatam qur'an (bagi orang tua), ke anak-anak bisa diterapkan dengan berapa hapalan surah. Berapa kali sholat Dhuha, sholat tahajud dan sebagainya. Dari to do list yang ada baru kemudian dibuat kan schedule pelaksanaan kegiatan. Jadwal kegiatan Ramadhan ini juga disesuaikan dengan kondisi keluarga masing-masing. Yang penting tidak memaksakan dan baku pelaksanaannya, flexible menurut moodnya anak-anak juga. 

◾Metode Bercerita 

Cara berikutnya dalam persiapan menyambut Ramadhan ini adalah dengan metode bercerita. Diatas telah disinggung mengenai cara ini. Kalau Queensha diusia 4 tahun ini lagi senangnya mengetahui banyak hal. Pertanyaan seputar "ini apa?" atau "ini kenapa?" kemudian "kenapa harus begini begitu" dan seterusnya. Sepertinya tidak akan habis dijelaskan dalam sekali waktu makanya butuh waktu yang agak panjang untuk menjelaskan tema puasa ini. Menggunakan metode bercerita lewat gambar atau buku sangat membantu. 

Baca juga : Pasta Gigi dan Mouthwash khusus Ibu Hamil dan Menyusui  

◾Role Play Puasa

Nah, permainan role play juga bisa sangat membantu dalam menjelaskan tentang puasa pada si kecil. Apalagi jika si kecil sudah memiliki adik yang bisa diajak turut serta dalam role play ini. Karena Queensha sudah memiliki adik yang hampir berusia 2 tahun, jadi dalam penerapan role play ini sangat efektif jika ada 'lawan main'. Role play puasa bisa dimulai dengan penjelasan do's and donts saat puasa, biasanya sang adik lebih cepat 'nurut' nya dibanding kakak yang sudah lebih kritis. Adik akan langsung gercep atas perintah dalam role play, sedang kakak biasanya akan bertanya ini itu dulu sebelum melakukan. Ini semacam saling melengkapi permainan. Awalnya butuh penyesuaian, tapi lama kelamaan asik juga role play dengan tema puasa ini. 

Baca juga : Bunga Sakura Batam, Alternatif Wisata Murah 

Bismillah, si Kecil Siap Berpuasa

Nah setelah beberapa persiapan menyambut Ramadhan buat si kecil di atas sudah dilakukan, biidznillah semoga si kecil lancar menjalankan puasanya. Diawal  ini kami menerapkan sistem hadiah bagi yang bisa mencapai target. Ga masalah apabila ingin menerapkan aturan yang lain, namun anak-anak seyogianya akan semangat apabila ada sesuatu yang mengimingi, seperti halnya kita dijanjikan surga apabila menjalankan perintah agama, begitu pun juga anak-anak. Untuk bercerita surga seperti apa belum sampai pada logika mereka. Maka menjanjikan hadiah tertentu lebih mudah diterima akal mereka saat ini. Jangan khawatir dengan anggapan bahwa anak-anak menjadi bermental 'kuli' dan sebagainya karena sistem hadiah ini, lambat laun dengan terus memberikan pengertian, mereka akan paham dengan sendirinya. Selamat menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, mohon maaf lahir dan bathin ya.


Salam,

Mom QueenMQ 


Comments

  1. Wah pasti menyenangkan untuk Queensha dan adiknya. Semoga lancar targetnya selama Ramadhan nanti ya mba :)

    ReplyDelete
  2. Waah..semangat mom queen..
    Klo azka suka semangat ikut sahur, tpi giliran bangun maunya bobo lagi.. hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah Azka dah mulai belajar sahur ya.. MasyaAllah, anak-anak gemeshin deh kalo begini hihi

      Delete
  3. Masya Allah. Lengkap nih tulisannya. Saya juga lagi sounding si bungsu untuk belajar puasa. Semangat semua untuk para ibu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Um.. Makasih sudah berkunjung, terima kasih ilmunya ya

      Delete
  4. S3marak banget persiapan ramadannya mba.. Ada hoas rumah juga. Pasti queensha semangat bgt puasanya ya..

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  6. Terima kasih sharingnya mbaa, bagian keutamaan Ramadan sebagai reminder dan bagian persiapan untuk si kecil jadi bekal ilmu buat nanti hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah semoga bermanfaat, ambil yang baiknya aja ya mba

      Delete

Post a Comment

Thanks so much to all of reader. Please comment if any doubts or suggestions

Popular Post

Benarkah ada orangtua yang gagal?

Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh. Apa kabar happy parents semua? Semoga selalu happy meski pandemi belum juga mereda. Kali ini Aku mau membahas sedikit mengenai topik yang terngiang-ngiang dikepalaku "Benarkah ada orangtua yang gagal?" . Gagal dalam membesarkan anak, gagal dalam mengelola dan menyalurkan emosinya sehingga meluapkan pada anak, gagal dalam mengasah kemampuan dan bakat anak, gagal dalam membersamai tumbuh kembang anak, atau bahkan gagal dalam mendidik dan mempersiapkan anak-anaknya menjadi generasi terbaik dimasanya. Setiap orangtua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. foto dokpri Aku pikir pemikiran seperti ini tidak akan pernah terlintas dalam pikiranku,karena menurutku tidak ada orangtua yang menginginkan kegagalan dalam hidupnya apalagi untuk anak-anak. Semua orangtua sangat mencintai anak-anaknya, entah anak-anak tahu atau tidak, mereka rela memberikan yang terbaik bahkan rela menghimpit kebutuhan diri sendiri demi memenuhi kebut

Pengalaman memutus candu gadget pada toddler

Pic from google Dewasa ini sangat tidak asing apabila melihat anak-anak (bahkan) usia balita sudah memegang gadget dalam kesehariannya. Bahkan Ada orangtua yang sengaja memberikan gadget sebagai dalih untuk mengalihkan perhatian anak yang melulu ingin ditemani bermain. Pada dasarnya fitrah anak, apalagi diusia balita adalah bermain. Namun terkadang karena keterbatasan kemampuan dan pengetahuan orangtua  untuk mengakomodir keinginan anak inilah yang membuat orangtua menyerahkan kegiatan anak untuk berinteraksi pada gawai. Saya bukan orangtua yang anti sekali untuk memberi gawai pada anak. Tidak juga, namun dibalik sekian banyak dampak negatif dari gadget ada juga beberapa manfaat yang bisa di petik. Misalnya bisa mendapatkan ide bermain anak, memvisualisasikan apa-apa yang terasa sulit di pahamkan dengan kata-kata, video edukasi, lagu reliji dan lain sebagainya.Tetapi diantara daftar manfaat gawai ini, ada setumpuk efek negatif penggunaan gadget pada anak, apalagi balita :( Saya mencoba

Ibu Karir dirumah

Sejak melahirkan anak pertama, Queensha, suamiku sudah mengingatkan untuk memasang target kapan akan berhenti dari pekerjaan, dan fokus mengurus anak. Waktu itu aku mengatakan "nanti ya kalau Queensha sudah mulai sekolah, sekira umur 5 tahunan" Suami membalas "Kalau bisa lebih cepat dari itu, karena anak sangat membutuhkan figur ibunya, Jika waktunya banyak bersama pengasuh ketimbang orangtua terutama ibunya, ikatan bathin ibu dan anak akan berkurang ." Dan, itu memang benar. Aku merasa anakku  cenderung lebih dekat dengan pengasuhnya, misalnya jika pengasuhnya hendak pergi ke warung (karena rumah pengasuhnya didepan rumah kami), maka Queensha akan langsung berlari menghampiri, dan berteriak " ibuu, ikuuutttt" Akupun menuruti keinginannya, walaupun saat itu aku lagi bermain bersamanya.Karena jika dilarang dia akan menangis. Dan, Qodarullah menjelang umur Queensha 2 tahun, aku dinyatakan hamil anak kedua, alhamdulillah masyaAllah. Padahal baru beren

Membiasakan berhijab sejak dini

   Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh  Ukhtifillah  yang dirahmati Allah Subhanahu Wata'Ala dalam rangka menggalakkan campaign   #hijabsejakdini , disini Aku mau berbagi tips mengenai cara membiasakan anak-anak mengenakan hijab dalam kesehariannya.  Seperti kita tahu bahwa menutup aurat hukumnya wajib sebagaimana kesepakatan para ulama berdasarkan firman Allah azza wa jalla: "... Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera–putera mereka, atau putera–putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita....." (QS An-nuur : 31)  Jadi, karena m

Ayo, dukung UMKM disekitarmu bangkit lagi!

Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh  Apa kabar teman-teman semua? Semoga selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wata'Ala amin allahumma amin . Nah kali ini Aku mau membahas tentang cara mendukung bangkitnya dunia usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM disekitar kita. Sebagai bagian dari ikhtiar membantu teman-teman semua pelaku UMKM untuk kembali bangkit dan bersinergi membangun perekonomian Indonesia khususnya keluarga.  Pandemi Covid-19 yang dialami dunial termasuk Indonesia sejak Maret 2020 telah memukul banyak sektor usaha. Berbagai sektor terdampak diantaranya yang paling terpukul adalah sektor usaha transportasi, perdagangan makanan dan minuman, pariwisata, industri pengolahan dan masih banyak lagi. Bukan hanya menimpa para pelaku usaha berskala besar namun juga pada pelaku usaha mikro kecil dan menengah(UMKM). Mengambil dari hasil survei yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan bahwa sebanyak 82,85% perusahaan terdampak oleh pandemi virus coro

Ayo membaca nyaring bersama Lets Read

Menteri pendidikan dan kebudayaan Nadim Makariem pernah mengatakan bahwa di Indonesia saat ini tengah mengalami yang namanya krisis literasi. Pernyataan ini sebenarnya bukan tanpa alasan, hal ini didasari pada rilis hasil studi Programme for International Assessment (PISA) 2018 yang dilakukan oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 3 Desember lalu. PISA adalah hasil program studi internasional dibidang pendidikan per 3 tahunan bagi pelajar berusia 15 tahun. Yang bertujuan untuk mengamati kemampuan membaca, matematika dan sains suatu negara untuk mendorong pendidikan. Dalam hasil rilis hasil studi tersebut didapat bahwa skor kemampuan membaca di Indonesia ditahun 2018 turun menjadi 371 dibanding tahun 2015 diangka 397 poin, dengan skor rata-rata OECD 487 poin. Aku sepakat bahwa literasi tidak hanya tentang kemampuan membaca, tetapi juga tentang kemampuan memahami bacaan, numerasi, sains dan kecakapan dalam memecahkan suatu masalah tertentu. Namun sem

DIY: Cara Membuat Hamper Mudah dan Simple untuk Hantaran Nikah

Dewasa ini tradisi berkirim hadiah seperti sudah menjadi tren baru. Banyak orang mengabadikan momen khusus sebagai ajang untuk berkirim pesan lewat hadiah. Jika dulu berkirim parsel atau hamper hanya dihari besar keagaamaan seperti lebaran atau natal. Sekarang berkirim parsel juga di berbagai momen bersejarah seperti di hari ulang tahun, menyambut kelahiran bayi, wisuda kuliah dan sebagainya. Baca juga :  Manajemen keuangan keluarga anti bocor ala Maminca   Berkirim hadiah ini dulu dikenal dengan sebutan berbagi parsel, namun sekarang lebih banyak dikenal dengan sebutan berbagi hamper. Sebenarnya tidak ada beda antara keduanya, mengambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, jika kita melakukan pencarian untuk kata parsel maka akan berarti bingkisan yang berisi berbagai hadiah, seperti aneka kue, makanan dan minuman dalam kaleng, barang pecah belah, yang ditata apik dalam keranjang dan dikirimkan kepada orang-orang tertentu pada hari raya. Pun begitu ketika kita mencari dengan kata hamper