Skip to main content

Cerita Dibalik Nama Blog MomqueenMQ

Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh

Alhamdulillah kita sudah memasuki hari pertama dibulan Ramadan. Moms blogger pada puasa kan ya? Insya allah semoga kita semua dimudahkan dalam menjalankan ibadah puasa, amin. Memasuki bulan Ramadan ini, mom Queen mau mengikuti challenge dari Blogger Perempuan. Agar Ramadan lebih produktif, salah satu cara mengisi bulan Ramadan ini dengan aktif menulis di blog secara konsisten selama 30 hari. 

Insya Allah semoga mom Queen dan moms semua bisa konsisten menulis meski bulan puasa. Jadi bulan puasa bukanlah halangan untuk tetap berkarya ya. Kali ini mau menulis tentang cerita dibalik nama blog mom Queenmq. Hmm ada yang penasaran ga cerita dibalik nama blog mom Queen?? Yuk cari tahu disini.

◾Tentang Mom Queen

Mom Queen adalah seorang istri dan ibu dari 3 orang anak yaitu Queensha Aleena (4 tahun), Griselly Khaliluna (2 tahun) dan Uwais Muhammad Al-Bukhari (1 bulan). Jadi mom Queen ibu atas 2 orang putri dan 1 orang putra. Alhamdulillah di usia kepala 3 ini sudah memiliki 3 orang anak, Insya Allah sudah cukup. Keseharian sejauh ini masih sebagai ibu produktif dari rumah dengan menghandle online shop dan offline store QueenMQ Gallery. Wah semuanya juga sama, juga memakai nama "QueenMQ". Nanti selengkapnya baca sampai habis ya.

Sambil menyambi usaha, peran sebagai ibu tetap dipegang sendiri mengasuh dan merawat 3 bocah-bocah kecil ini. Jadi mom Queen sudah terbiasa dengan hiruk pikuk tangis anak-anak. Dulu pengasuhan anak pertama sempat dibantu nanny, saat masih berstatus karyawan. Namun ketika anak kedua lahir, kemudian mom Queen memutuskan untuk berhenti dan memilih mengundurkan diri dari perusahaan. Saat mengundurkan diri anak kedua berumur 6 bulan, jadi tepatnya 1,5 tahun yang lalu mom Queen fokus dirumah merawat dan menjaga anak-anak. Setelah itu kesibukan dirumah berlanjut membantu usaha konsultan laundry yang selama ini dijalankan suami. Sekarang usaha berkembang ke dunia olshop dan offline store khusus parfum laundry. 

Baca juga : Bunga Sakura Batam, Alternatif Wisata Murah 

◾Hobi Menulis

Sejak dulu, ketika di sekolah dasar mom Queen memang sudah senang menulis. Pelajaran mengarang adalah pelajaran yang paling digemari. Jadi menulis bukan hal baru, namun hobi menulis ini tidak begitu digeluti. Hanya sekadar hobi seperti menulis buku diary, buku kenangan dan semacamnya. Pernah dulu mengikuti beberapa lomba mengarang tingkat sekolah dasar, entah lupa ada beberapa yang menang.

Ketika media sosial mulai ramai, mulailah beralih menulis di medsos. Tapi namanya juga medsos, jumlah karakter yang bisa dituliskan sangat terbatas. Sempat terpikir untuk punya blog dari berapa tahun lalu, namun lebih banyak tertunda entah karena apa. Nah barulah kemudian ketika mengikuti online course di Bengkel Diri besutan Ummu Balqis, ada tema blogging. Syarat kelulusan di bengkel diri adalah mengikuti dan menyelesaikan tugas hingga materi terakhir tentang blog. Akhirnya mom Queen tidak menunda lagi membuat blog dan mulai aktif menulis. Mom Queen mulai aktif menulis di blog dari bulan April 2020 hingga sekarang. Dan ternyata usia blog mom Queen sudah setahun, alhamdulillah. 

◾Dukungan Suami

Peran pasangan pada penyaluran hobi begitu sangat penting. Dukungan suami atau pasangan nantinya berdampak pada baik buruknya hobi yang dilakukan. Alhamdulillah sejauh ini suami sangat mendukung dalam menulis, terlebih mom Queen sebagai ibu dari 3 anak yang masih kecil. Tentu rentan dengan stress dan mood swing. Harus ada sarana untuk healing dan ruang penyaluran energi untuk berekspresi. Jika tanpa ruang untuk berekspresi tentu ibu rumah tangga sangat rentan stress dan depresi.

Baca juga : Bunga Sakura Batam, Alternatif Wisata Murah 

Bagi mom Queen menulis bisa dijadikan sebagai bentuk pengalihan energi dengan menuangkannya dalam bentuk tulisan. Meski hanya sekadar sharing kehidupan sehari-hari tentunya melakukan hobi ini bisa menimbulkan efek bahagia pada diri. Ibu yang bahagia akan membawa kehangatan ditengah-tengah keluarga. Betapa banyak kejadian yang kita dengar bahwa Ibu yang depresi bahkan mengajak anak-anaknya turut serta melakukan upaya bunuh diri, naudzubillah. Seorang ibu butuh teman untuk bercerita, butuh pasangan untuk berbagi dan butuh ruang untuk berekspresi. Bagi mom Queen menulis adalah cara simpel untuk berekspresi. Selain berekspresi bisa menuliskan apa saja yang ada di kepala kita, kemudian tinggal di saring apakah tulisan itu layak untuk diterbitkan atau justru di simpan sendiri.

◾Dibalik Nama Momqueenmq

Besarnya dukungan suami pada hobi menulis mom Queen, membuat saya ingin mengabadikannya dalam bingkai sebuah nama blog. Ya, MQ merupakan kependekan dan plesetan dari kata suamiku alias miku, hihi... unik ya. 'Miku' kemudian bermetamorfosis menjadi 'Miki' dan di singkat dalam bentuk tulisan pendek yaitu MQ. Kemudian dari kata MQ juga merupakan inisial nama dari ke-3 buah hati yaitu Q untuk Queen dan M untuk Uwais Muhammad (yang di ambil Muhammad-nya sebagai bentuk identitas umat Nabi Muhammad). Jadi Nama blog mom Queenmq berarti tempat berbagi plus curhat ibunya Queen (Queensha dan Khaily) dan Uwais Muhammad. Kebetulan isi blog semua tentang anak-anak dan kesehariannya. 

 

Loggo queen mq

Baca juga : Keutamaan Ramadhan dan Mempersiapkan si Kecil Berpuasa  

Meski awalnya blog ini bernama phaiyw dot blogspot dot com yang merupakan nama inisial mom Queen, namun ketika berganti domain berbayar, mom Queen lebih nyaman memakai nama mom Queenmq. Kebiasaan tetangga dan teman-teman memanggil dengan nama mom Queen, perasaan jadi lebih familiar di telinga. Sayangnya ketika memilih nama domain 'Mom Queen' sudah tidak bisa karena sudah ada yang memilikinya. Akhirnya mom Queen memutuskan untuk menambahkan inisial MQ dibelakang domain agar lebih spesifik. Akhirnya sejak 3 bulan lalu domain phaiyw.blogspot.com resmi berganti nama menjadi momqueenmq.com. 

Harapan mom Queen semoga barisan kalimat dalam blog ini nantinya bisa bermanfaat bagi moms lain, atau sekadar referensi mencari informasi. Semoga sekelumit kisah di keluarga kecil mom Queen ini bisa menjadi sharing pengalaman dan di ambil pelajarannya. Saling mendukung dan saling menguatkan akan menghebatkan ibu-ibu semua. Ibu yang berada dalam lingkungan yang baik akan mampu menjadikan anak-anak tumbuh bahagia. Anak-anak yang bahagia mampu menghebatkan Indonesia termasuk dunia, insya allah amin.


#BPNRamadan2021



Comments

Popular Post

Benarkah ada orangtua yang gagal?

Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh. Apa kabar happy parents semua? Semoga selalu happy meski pandemi belum juga mereda. Kali ini Aku mau membahas sedikit mengenai topik yang terngiang-ngiang dikepalaku "Benarkah ada orangtua yang gagal?" . Gagal dalam membesarkan anak, gagal dalam mengelola dan menyalurkan emosinya sehingga meluapkan pada anak, gagal dalam mengasah kemampuan dan bakat anak, gagal dalam membersamai tumbuh kembang anak, atau bahkan gagal dalam mendidik dan mempersiapkan anak-anaknya menjadi generasi terbaik dimasanya. Setiap orangtua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. foto dokpri Aku pikir pemikiran seperti ini tidak akan pernah terlintas dalam pikiranku,karena menurutku tidak ada orangtua yang menginginkan kegagalan dalam hidupnya apalagi untuk anak-anak. Semua orangtua sangat mencintai anak-anaknya, entah anak-anak tahu atau tidak, mereka rela memberikan yang terbaik bahkan rela menghimpit kebutuhan diri sendiri demi memenuhi kebut

Pengalaman memutus candu gadget pada toddler

Pic from google Dewasa ini sangat tidak asing apabila melihat anak-anak (bahkan) usia balita sudah memegang gadget dalam kesehariannya. Bahkan Ada orangtua yang sengaja memberikan gadget sebagai dalih untuk mengalihkan perhatian anak yang melulu ingin ditemani bermain. Pada dasarnya fitrah anak, apalagi diusia balita adalah bermain. Namun terkadang karena keterbatasan kemampuan dan pengetahuan orangtua  untuk mengakomodir keinginan anak inilah yang membuat orangtua menyerahkan kegiatan anak untuk berinteraksi pada gawai. Saya bukan orangtua yang anti sekali untuk memberi gawai pada anak. Tidak juga, namun dibalik sekian banyak dampak negatif dari gadget ada juga beberapa manfaat yang bisa di petik. Misalnya bisa mendapatkan ide bermain anak, memvisualisasikan apa-apa yang terasa sulit di pahamkan dengan kata-kata, video edukasi, lagu reliji dan lain sebagainya.Tetapi diantara daftar manfaat gawai ini, ada setumpuk efek negatif penggunaan gadget pada anak, apalagi balita :( Saya mencoba

Ibu Karir dirumah

Sejak melahirkan anak pertama, Queensha, suamiku sudah mengingatkan untuk memasang target kapan akan berhenti dari pekerjaan, dan fokus mengurus anak. Waktu itu aku mengatakan "nanti ya kalau Queensha sudah mulai sekolah, sekira umur 5 tahunan" Suami membalas "Kalau bisa lebih cepat dari itu, karena anak sangat membutuhkan figur ibunya, Jika waktunya banyak bersama pengasuh ketimbang orangtua terutama ibunya, ikatan bathin ibu dan anak akan berkurang ." Dan, itu memang benar. Aku merasa anakku  cenderung lebih dekat dengan pengasuhnya, misalnya jika pengasuhnya hendak pergi ke warung (karena rumah pengasuhnya didepan rumah kami), maka Queensha akan langsung berlari menghampiri, dan berteriak " ibuu, ikuuutttt" Akupun menuruti keinginannya, walaupun saat itu aku lagi bermain bersamanya.Karena jika dilarang dia akan menangis. Dan, Qodarullah menjelang umur Queensha 2 tahun, aku dinyatakan hamil anak kedua, alhamdulillah masyaAllah. Padahal baru beren

Membiasakan berhijab sejak dini

   Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh  Ukhtifillah  yang dirahmati Allah Subhanahu Wata'Ala dalam rangka menggalakkan campaign   #hijabsejakdini , disini Aku mau berbagi tips mengenai cara membiasakan anak-anak mengenakan hijab dalam kesehariannya.  Seperti kita tahu bahwa menutup aurat hukumnya wajib sebagaimana kesepakatan para ulama berdasarkan firman Allah azza wa jalla: "... Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera–putera mereka, atau putera–putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita....." (QS An-nuur : 31)  Jadi, karena m

Ayo, dukung UMKM disekitarmu bangkit lagi!

Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh  Apa kabar teman-teman semua? Semoga selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wata'Ala amin allahumma amin . Nah kali ini Aku mau membahas tentang cara mendukung bangkitnya dunia usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM disekitar kita. Sebagai bagian dari ikhtiar membantu teman-teman semua pelaku UMKM untuk kembali bangkit dan bersinergi membangun perekonomian Indonesia khususnya keluarga.  Pandemi Covid-19 yang dialami dunial termasuk Indonesia sejak Maret 2020 telah memukul banyak sektor usaha. Berbagai sektor terdampak diantaranya yang paling terpukul adalah sektor usaha transportasi, perdagangan makanan dan minuman, pariwisata, industri pengolahan dan masih banyak lagi. Bukan hanya menimpa para pelaku usaha berskala besar namun juga pada pelaku usaha mikro kecil dan menengah(UMKM). Mengambil dari hasil survei yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan bahwa sebanyak 82,85% perusahaan terdampak oleh pandemi virus coro

Ayo membaca nyaring bersama Lets Read

Menteri pendidikan dan kebudayaan Nadim Makariem pernah mengatakan bahwa di Indonesia saat ini tengah mengalami yang namanya krisis literasi. Pernyataan ini sebenarnya bukan tanpa alasan, hal ini didasari pada rilis hasil studi Programme for International Assessment (PISA) 2018 yang dilakukan oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 3 Desember lalu. PISA adalah hasil program studi internasional dibidang pendidikan per 3 tahunan bagi pelajar berusia 15 tahun. Yang bertujuan untuk mengamati kemampuan membaca, matematika dan sains suatu negara untuk mendorong pendidikan. Dalam hasil rilis hasil studi tersebut didapat bahwa skor kemampuan membaca di Indonesia ditahun 2018 turun menjadi 371 dibanding tahun 2015 diangka 397 poin, dengan skor rata-rata OECD 487 poin. Aku sepakat bahwa literasi tidak hanya tentang kemampuan membaca, tetapi juga tentang kemampuan memahami bacaan, numerasi, sains dan kecakapan dalam memecahkan suatu masalah tertentu. Namun sem

DIY: Cara Membuat Hamper Mudah dan Simple untuk Hantaran Nikah

Dewasa ini tradisi berkirim hadiah seperti sudah menjadi tren baru. Banyak orang mengabadikan momen khusus sebagai ajang untuk berkirim pesan lewat hadiah. Jika dulu berkirim parsel atau hamper hanya dihari besar keagaamaan seperti lebaran atau natal. Sekarang berkirim parsel juga di berbagai momen bersejarah seperti di hari ulang tahun, menyambut kelahiran bayi, wisuda kuliah dan sebagainya. Baca juga :  Manajemen keuangan keluarga anti bocor ala Maminca   Berkirim hadiah ini dulu dikenal dengan sebutan berbagi parsel, namun sekarang lebih banyak dikenal dengan sebutan berbagi hamper. Sebenarnya tidak ada beda antara keduanya, mengambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, jika kita melakukan pencarian untuk kata parsel maka akan berarti bingkisan yang berisi berbagai hadiah, seperti aneka kue, makanan dan minuman dalam kaleng, barang pecah belah, yang ditata apik dalam keranjang dan dikirimkan kepada orang-orang tertentu pada hari raya. Pun begitu ketika kita mencari dengan kata hamper