Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2020

Catatan kecil perayaan Idul Adha 2020

Tak terasa kita sudah memasuki detik-detik Idul adha. Perayaan ldul adha di tahun 2020 ini terasa sangat berbeda, tidak ada pelaksanaan ibadah haji yang tumpah ruah seperti biasa kita saksikan di tahun-tahun sebelumnya. Ya, tahun ini pemerintah Indonesia dalam rilis yang disampaikan kementrian agama Republik Indonesia tanggal 2 Juni 2020 meniadakan pelaksanaan ibadah haji dikarenakan masih mewabahnya virus Sars-covid 19. Alasan pasti yang dikemukakan Menteri Agama Fachrul Razi adalah karena perkembangan pandemi virus corona yang masih belum mereda. "Pemerintah memutuskan untuk tidak memberangkatkan jemaah haji pada tahun 2020/1441 Hijriah,"ungkap Fachrul Razi dalam pernyataan dalam konferensi pers virtual saat itu. Indonesia menjadi negara kedua di Asia yang mengumumkan penundaan ibadah haji, setelah Singapore disusul India, dan Brunei Darussalam. Pada era Rasulullah dahulu juga, sebagaimana hadist yang juga diceritakan sahabat bahwa Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wa Sallam

Ibu Karir dirumah

Sejak melahirkan anak pertama, Queensha, suamiku sudah mengingatkan untuk memasang target kapan akan berhenti dari pekerjaan, dan fokus mengurus anak. Waktu itu aku mengatakan "nanti ya kalau Queensha sudah mulai sekolah, sekira umur 5 tahunan" Suami membalas "Kalau bisa lebih cepat dari itu, karena anak sangat membutuhkan figur ibunya, Jika waktunya banyak bersama pengasuh ketimbang orangtua terutama ibunya, ikatan bathin ibu dan anak akan berkurang ." Dan, itu memang benar. Aku merasa anakku  cenderung lebih dekat dengan pengasuhnya, misalnya jika pengasuhnya hendak pergi ke warung (karena rumah pengasuhnya didepan rumah kami), maka Queensha akan langsung berlari menghampiri, dan berteriak " ibuu, ikuuutttt" Akupun menuruti keinginannya, walaupun saat itu aku lagi bermain bersamanya.Karena jika dilarang dia akan menangis. Dan, Qodarullah menjelang umur Queensha 2 tahun, aku dinyatakan hamil anak kedua, alhamdulillah masyaAllah. Padahal baru beren

7 hari menyapih dari botol dot

Perjalanan menyapih ini (memang) tidak mudah, tak jarang air mata diam-diam tumpah Saat anak enggan menyentuh susu (sama sekali) Tantrum hingga menangis sejati-jadinya.  Kuat lah, kuat lah.  Kau bukan ibu yang kejam,  Kau hanya berusaha memberikan yang terbaik untuk anakmu,  Berdoa lah semoga lingkungan berbalik mendukungmu Berdoa lah kepada Allah semoga menguatkanmu Ingatlah, ada Allah yang selalu mendukungmu DIA yang maha mengetahui yang tersembunyi didalam hati Kuatlah Ibu, Kau yang terbaik Aku  dan ibu - ibu yang lain juga mendukungmu Selamat menyapih dengan penuh cinta (Batam, Juni 2020 )  Setelah sempat gagal ditengah jalan saat percobaan pertama berapa bulan lalu. Dan pernah berpikir untuk belum ingin mencoba lagi, namun aku kembali semangat kala mengingat sebentar lagi Queensha akan memasuki usia sekolah. Karena tidak ingin dia masih membawa dot atau empeng ke sekolah (Oh tidak!) makanya Aku mulai ada semangat lagi untuk menyapih dari susu dot ke susu gelas.  Inilah perjalanan