header maminca sharing

Saat anak GTM, Coba cek ini

Konten [Tampil]

 


Problema anak tidak mau makan alias melakukan gerakan tutup mulut (GTM) adalah momok yang menakutkan bagi Ibu-ibu. Ya, hal ini tentu akan berdampak pada tumbuh kembang (tumbang) anak.Jika anak tidak mau makan dengan gizi seimbang (karbohidrat, protein baik hewan maupun nabati, lemak,Sumber vitamin dan lain-lain), maka penyakit yang mengintai seperti cacingan hingga stunting (gagal tumbuh) pun mengintai.


Biasanya GTM terjadi bisa saja menyasar dari usia 9 bulanan hingga usia 5 tahun. Setiap ibu, pada umumnya pernah mengalami anak tidak mau makan. Padahal sudah mencoba berbagai resep home made nan bergizi, namun tidak juga dilirik sang buah hati hiks.


Nah, sebagai ibu dengan 2 orang anak (3 tahun dan 1 tahun), Aku juga pernah mengalami anak GTM. Ketika itu anak pertamaku, berusia 9 bulanan, badannya lagi semangat-semangatnya naik 1kiloan setiap bulan, dan tetiba badai GTM menyerang. Usut punya Usut ternyata saat itu anakku lagi mau tumbuh gigi (tumgi). Semua gusinya bengkak, dan alhasil hanya mau makan bubur super halus dan susu saja. Alhamdulillah GTM nya cuma sampe sekitar 1bulan saja.


Namun, ternyata badai GTM ini tidak berhenti sampai disitu. Aku pernah cerita ya, disini bahwa  hingga usia anakku 2,5 tahun dia asuh oleh pengasuh yang kupercayakan, karena aku bekerja. Dan ternyata, selama dalam pengasuhan sang ibu Asuh (baby sitter) kita tidak bisa menerapkan pola asuh 100% seperti kemauan kita. Termasuk di anakku, selama dalam pengasuhan ibu asuh, anakku lebih banyak di berikan susu dan disuruh tidur :'(


Dari mana Aku tahunya ? Walaupun bekerja seharian, fokus utamaku mengurus anak tidak kulupakan. Aku bisa mengecek dari porsi susu, diapers dan porsi makanan yang kusiapkan.


Sedemikian ketatnya kebiasaan yang terjadi berhari-hari selama anakku dalam penitipan, sehingga tatkala dirumah pun pola makan dan tidur nya tidak jauh berbeda. Anakku cenderung menyukai susu dan malas beraktifitas lain. Jadilah GTM gelombang kedua.


Nah, GTM gelombang kedua lebih parah daripada gelombang pertama. Gelombang kedua ini terjadi direntang usia 2 tahun - 3 tahun. Ya hampir satu tahun aku berjuang dengan GTM. Namun, yakin lah tidak ada yang bisa mengalahkan kegigihan sang Ibu. Biidznillah, sekian lama kucoba terus memberikan makan gizi seimbang, akhirnya anakku kembali makan lagi.

Baca juga :

7 hari menyapih dari botol dot

Resep sarapan simpel untuk batita

Nah, ini yang Aku lakukan kala anakku melakukan gerakan tutup mulut, sebelum buru-buru mengunjungi dokter anak ada baiknya mengecek kondisi 'didalam' dulu :

1. Check kondisi fisik anak,

apakah ada yang sakit semisal tumbuh gigi, atau badan habis jatuh, biasanya menimbulkan rasa tidak nyaman pada anak. Jikalau karena sehabis jatuh, sebaiknya lakukan pijatan bayi sehabis mandi dengan minyak telon.

2. Cek keteraturan jam makan

Nah, Percaya atau tidak bayi itu terlahir cerdas. Bayi sangat suka dengan disiplin waktu. Semisal, jam sarapan antara jam 8-9 pagi. Jika berada direntang waktu tersebut, tunda semua pekerjaan lain, segera layani kebutuhan nutrisi anak kita.

3. Jeda waktu yang tepat

Poin ini turut memberikan andil besar dalam badai GTM. Berikan jeda waktu minimal 1 jam antara anak minum susu, atau snack time dengan pemberian makan berat. Misal anak biasa minum susu jam 10 pagi dan tertidur. Ketika anak terbangun, Jangan lagi di berikan susu, cukup air putih jika ia masih ingin minum. Karena saat di berikan susu, maka anak akan enggan menyentuh makan siang nya hari itu.

4. Perhatikan jenis snack anak. 

Makanan yang tinggi kandungan gula dan susu, cenderung membuat rasa kenyang didalam tubuh. Namun kenyangnya hanya sesaat. Jangan tanya nutrisi, pasti kurang sekali hehe. Begitu juga dengan makanan tinggi MSG akan membuat rasa "enak" dan ketagihan pada makanan jenis tertentu. Wajar kemudian, anak yang di kasih snack aneka jajanan ciki dan gorengan akan menolak masakan ibu yang tidak ber-MSG😋

5. No kerupuk at all

Wah mohon maaf ya pada pedagang kerupuk. Tapi kerupukmu bukan buat anakku hehe. Awalnya ga percaya sih, masak cuma kerupuk bisa bikin anak menolak makan? Yes, it' works. Ketika kerupuk mulai menjadi kudapan rutin anakku, saat itulah dia tidak mau lagi menyentuh lauk pauk yang berbintang-bintang itu. Kalau ada anak yang doyan makan pakai kerupuk. YAKIN lah, lebih banyak kerupuk yang dilahap, dibanding sayur dan lauk pauk.


Well, segitu dulu sharing tentang GTM anakku. Masih ada beberapa point kecil lainnya. Namun, yang garis besarnya udah Aku sebutkan diatas. Percaya lah, sebagaimana pun gigihnya kita meladeni nafsu makan anak, ada kalanya dia akan bosan dengan menu yang kita sajikan. Meskipun sudah mencoba varian menu baru, Jika GTM tetap melanda, Jangan menyerah Moms, Aku bersamamu. Hanya kesabaran, kegigihan, dan doa yang tulus seorang ibu yang dapat mengusir GTM.


Semangat Moms.


Salam Sayang, 
Ibu yang baru melalui fase GTM 


Phai Yunita S Wijaya
Hi Im Yunniew, ibu dengan 3 orang anak yang memiliki hobby menulis dan literasi. Marriage and parenting enthusiast, Womanpreneur dan Consultant franchise Laundry and minimarket, ibu pembelajar, dan tukang review produk temen :)

Related Posts

12 comments

  1. Poin kerupuk ngena banget mba, walaupun belum nikah tapipernah liat anak dikasih kerupuk dan biarin makan itu berjam-jam mba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwk ya kan rasa kerupuk 'enak' banget lah dibandingin masakan ibu yg tanpa MSG

      Delete
  2. hehe ternyata bener yaa, baru ngeh. aku pernah suapin ponakan makan trs dikasi kerupuk, makannya lbh byk kerupuk dan setiap suapan harus ada kerupuk.. kadang kerupuk dijadiin sendok

    ReplyDelete
  3. Masyaa Allah nambah ilmu parenting baru ... Hehehe .. Terima kasih mba sudah share

    ReplyDelete
  4. Ilmu parenting bermanfaat.. ijin save untuk kelak bermanfaat ya mba ♥

    ReplyDelete
    Replies
    1. MasyaAllah... Ambil yang baiknya aja ya mb, smg bermanfaat nanti

      Delete
  5. Kerupuk dan MSG ini bener-bener lawan berat kalo urusan makan ya mba. Kalo udah keyagihan kerupuk dan snack tinggi msg, bakal susah banget makannya

    ReplyDelete
  6. Wah, berarti harus perhatikan kualitas makanan dan snack ny ya mba..
    Karena membawa pengaruh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya otomatis... Anak udah kenyang duluan, sedang makanan bergizi belum masuk

      Delete

Post a Comment