Skip to main content

Ramadhan 2020 ditengah Pandemi Covid-19


Marhaban ya Ramadhan Kareem

Hasil bebikinan Queensha dan Mami🎉

Masih teteuup #dirumahaja bersama anak-anak, sejak pemerintah menggalakkan sosial distancing saat itu pula Kami langsung mendekam dirumah aja, Ga keluar rumah namun sempat Beberapa kali kerumah tetangga aa  Nathan yang Hanya berjarak 2 rumah.

Namun sudah hampir sebulan lebih ini sejak Medio maret 2020 sampai sekarang, Keluarga kami telah melakukan lockdown total sendiri, alias tidak keluar dan tidak menerima kunjungan lagi, kalaupun Ada yang datang itu harus dengan SOP kebersihan yang sudah di berlakukan dirumah.

Sekedar ke warung pun atau belanja kebutuhan yang biasa di handle Saya, sekarang beralih tugas kepada Suami, itupun dengan standard kebersihan ganda, yang dulu kami jarang lakukan.Dan dengan catatan belanja sepulang kerja,sesampai dirumah langsung Mandi dan ganti semua pakaian luar, setelah itu tidak melakukan kegiatan diluar rumah lagi, walaupun cuma diteras.

Selama pandemi ini banyak yang bisa dijadikan pelajaran dan Bisa mengambil hikmah positif diantaranya:

1.Rajin menjaga kebersihan diri sendiri semisal cuci tangan dengan Sabun atau penggunaan hand sanitizer.
2.Tidak sembarangan kontrak fisik dengan orang lain terutama dengan yang bukan mahram
3.lebih peka terhadap adab batuk, bersin dan flu
4.Membangkitkan industri masker
5.Menurunkan tingkat polusi udara
6.Menghargai waktu saat masih Bisa Sholat berjamaah di mesjid, silaturahmi dengan keluarga,kerabat,tetangga.

Berhubung sudah mau puasa, Saya mulai bebikinan tulisan ala-ala mamak kece Instagram gitu hehe, sekalian menyelipkan pengajaran pada bocah tentang apa itu puasa, apa itu Ramadhan, sejauh ini Bocah paham kalau puasa itu:
no no makan
no no minum susu
no no marah"
Ya segitu dulu soundingnya, dia juga belum nanya lagi kenapa-kenapa nya, pertanda Dia belum begitu paham bener Makna puasa, entah gimana praktiknya 😂

Behind the scene tulisan Ramadhan 

Bikin tulisan diatas gampang banget sih, cuma yang ga gampang adalah saat Bayi-bayi ini rebutan untuk " involve " juga😅nah itu butuh banyak KESABARAN Saya yah😅 tapi Kan Judulnya biar anak-anak jadi ga chaos dirumah aja, Iya sih anak-anak Kan??? bukan bayi-bayi, gimana Kalo Bayik 9bulan juga mau ikutan ngedesign tulisan😜 hmm

Nah berikut cara membuat tulisan kece dari Karton yang murah dan hasilnya ga murahan hihi

bahan-bahan yang harus disiapkan:

🍂 Kardus belas kotak susu
🍂 Karton warna warni(saya pakai 2 warna)
🍂Pensil, lem, dan gunting
🍂Untuk warna menggunakan crayon atau cat air

Cara membuatnya:


1.Buat Replika huruf dikardus susu, kemudian cetak di Karton (ukuran sesuka hati),kemudian gunting.
2.Buat bentuk persegi panjang dari Karton sebagai alas untuk huruf
3.Libatkan anak dalam Hal mewarnai tulisan Bisa dengan crayon ataupun cat air
4.Setelah diwarnai tempel huruf per huruf di alas Karton tadi.
5.Gunakan lem untuk melekatkan dikarton alas dan selotif untuk bagian ke dinding

Nah, bagian mewarnai itu bagian Queensha☺️

Selamat berpuasa yah teman-teman, om tante mohon maaf sekiranya Ada kesalahan dan semoga puasa ini tetap membuat kita produktif, tetap sehat dan tetap dirumah aja yah❤️

Salam, 
Mom Queen 

Comments

Popular Post

Benarkah ada orangtua yang gagal?

Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh. Apa kabar happy parents semua? Semoga selalu happy meski pandemi belum juga mereda. Kali ini Aku mau membahas sedikit mengenai topik yang terngiang-ngiang dikepalaku "Benarkah ada orangtua yang gagal?" . Gagal dalam membesarkan anak, gagal dalam mengelola dan menyalurkan emosinya sehingga meluapkan pada anak, gagal dalam mengasah kemampuan dan bakat anak, gagal dalam membersamai tumbuh kembang anak, atau bahkan gagal dalam mendidik dan mempersiapkan anak-anaknya menjadi generasi terbaik dimasanya. Setiap orangtua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. foto dokpri Aku pikir pemikiran seperti ini tidak akan pernah terlintas dalam pikiranku,karena menurutku tidak ada orangtua yang menginginkan kegagalan dalam hidupnya apalagi untuk anak-anak. Semua orangtua sangat mencintai anak-anaknya, entah anak-anak tahu atau tidak, mereka rela memberikan yang terbaik bahkan rela menghimpit kebutuhan diri sendiri demi memenuhi kebut

Pengalaman memutus candu gadget pada toddler

Pic from google Dewasa ini sangat tidak asing apabila melihat anak-anak (bahkan) usia balita sudah memegang gadget dalam kesehariannya. Bahkan Ada orangtua yang sengaja memberikan gadget sebagai dalih untuk mengalihkan perhatian anak yang melulu ingin ditemani bermain. Pada dasarnya fitrah anak, apalagi diusia balita adalah bermain. Namun terkadang karena keterbatasan kemampuan dan pengetahuan orangtua  untuk mengakomodir keinginan anak inilah yang membuat orangtua menyerahkan kegiatan anak untuk berinteraksi pada gawai. Saya bukan orangtua yang anti sekali untuk memberi gawai pada anak. Tidak juga, namun dibalik sekian banyak dampak negatif dari gadget ada juga beberapa manfaat yang bisa di petik. Misalnya bisa mendapatkan ide bermain anak, memvisualisasikan apa-apa yang terasa sulit di pahamkan dengan kata-kata, video edukasi, lagu reliji dan lain sebagainya.Tetapi diantara daftar manfaat gawai ini, ada setumpuk efek negatif penggunaan gadget pada anak, apalagi balita :( Saya mencoba

Ibu Karir dirumah

Sejak melahirkan anak pertama, Queensha, suamiku sudah mengingatkan untuk memasang target kapan akan berhenti dari pekerjaan, dan fokus mengurus anak. Waktu itu aku mengatakan "nanti ya kalau Queensha sudah mulai sekolah, sekira umur 5 tahunan" Suami membalas "Kalau bisa lebih cepat dari itu, karena anak sangat membutuhkan figur ibunya, Jika waktunya banyak bersama pengasuh ketimbang orangtua terutama ibunya, ikatan bathin ibu dan anak akan berkurang ." Dan, itu memang benar. Aku merasa anakku  cenderung lebih dekat dengan pengasuhnya, misalnya jika pengasuhnya hendak pergi ke warung (karena rumah pengasuhnya didepan rumah kami), maka Queensha akan langsung berlari menghampiri, dan berteriak " ibuu, ikuuutttt" Akupun menuruti keinginannya, walaupun saat itu aku lagi bermain bersamanya.Karena jika dilarang dia akan menangis. Dan, Qodarullah menjelang umur Queensha 2 tahun, aku dinyatakan hamil anak kedua, alhamdulillah masyaAllah. Padahal baru beren

Membiasakan berhijab sejak dini

   Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh  Ukhtifillah  yang dirahmati Allah Subhanahu Wata'Ala dalam rangka menggalakkan campaign   #hijabsejakdini , disini Aku mau berbagi tips mengenai cara membiasakan anak-anak mengenakan hijab dalam kesehariannya.  Seperti kita tahu bahwa menutup aurat hukumnya wajib sebagaimana kesepakatan para ulama berdasarkan firman Allah azza wa jalla: "... Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera–putera mereka, atau putera–putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita....." (QS An-nuur : 31)  Jadi, karena m

Ayo, dukung UMKM disekitarmu bangkit lagi!

Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh  Apa kabar teman-teman semua? Semoga selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wata'Ala amin allahumma amin . Nah kali ini Aku mau membahas tentang cara mendukung bangkitnya dunia usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM disekitar kita. Sebagai bagian dari ikhtiar membantu teman-teman semua pelaku UMKM untuk kembali bangkit dan bersinergi membangun perekonomian Indonesia khususnya keluarga.  Pandemi Covid-19 yang dialami dunial termasuk Indonesia sejak Maret 2020 telah memukul banyak sektor usaha. Berbagai sektor terdampak diantaranya yang paling terpukul adalah sektor usaha transportasi, perdagangan makanan dan minuman, pariwisata, industri pengolahan dan masih banyak lagi. Bukan hanya menimpa para pelaku usaha berskala besar namun juga pada pelaku usaha mikro kecil dan menengah(UMKM). Mengambil dari hasil survei yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan bahwa sebanyak 82,85% perusahaan terdampak oleh pandemi virus coro

Ayo membaca nyaring bersama Lets Read

Menteri pendidikan dan kebudayaan Nadim Makariem pernah mengatakan bahwa di Indonesia saat ini tengah mengalami yang namanya krisis literasi. Pernyataan ini sebenarnya bukan tanpa alasan, hal ini didasari pada rilis hasil studi Programme for International Assessment (PISA) 2018 yang dilakukan oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 3 Desember lalu. PISA adalah hasil program studi internasional dibidang pendidikan per 3 tahunan bagi pelajar berusia 15 tahun. Yang bertujuan untuk mengamati kemampuan membaca, matematika dan sains suatu negara untuk mendorong pendidikan. Dalam hasil rilis hasil studi tersebut didapat bahwa skor kemampuan membaca di Indonesia ditahun 2018 turun menjadi 371 dibanding tahun 2015 diangka 397 poin, dengan skor rata-rata OECD 487 poin. Aku sepakat bahwa literasi tidak hanya tentang kemampuan membaca, tetapi juga tentang kemampuan memahami bacaan, numerasi, sains dan kecakapan dalam memecahkan suatu masalah tertentu. Namun sem

DIY: Cara Membuat Hamper Mudah dan Simple untuk Hantaran Nikah

Dewasa ini tradisi berkirim hadiah seperti sudah menjadi tren baru. Banyak orang mengabadikan momen khusus sebagai ajang untuk berkirim pesan lewat hadiah. Jika dulu berkirim parsel atau hamper hanya dihari besar keagaamaan seperti lebaran atau natal. Sekarang berkirim parsel juga di berbagai momen bersejarah seperti di hari ulang tahun, menyambut kelahiran bayi, wisuda kuliah dan sebagainya. Baca juga :  Manajemen keuangan keluarga anti bocor ala Maminca   Berkirim hadiah ini dulu dikenal dengan sebutan berbagi parsel, namun sekarang lebih banyak dikenal dengan sebutan berbagi hamper. Sebenarnya tidak ada beda antara keduanya, mengambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, jika kita melakukan pencarian untuk kata parsel maka akan berarti bingkisan yang berisi berbagai hadiah, seperti aneka kue, makanan dan minuman dalam kaleng, barang pecah belah, yang ditata apik dalam keranjang dan dikirimkan kepada orang-orang tertentu pada hari raya. Pun begitu ketika kita mencari dengan kata hamper