Skip to main content

Memahami Cara belajar Anak

Type Belajar anak : Visual, Auditory dan Kinesthetic

Puzzle, cara melihat problem solving anak

Tahukah anda bahwa cara belajar setiap anak berbeda-beda tergantung dari bagaimana cara mereka memahami sesuatu, tergantung dari indera apa yang paling dominant dalam diri mereka.

Pernahkah anda mendengar bahwa Ada anak yang dominant sekali dalam indera pendengarannya(type Auditory)?.

Sehingga saat orangtuanya berkata apapun maka dengan sigap anak tersebut langsung mengcopy ucapan orangtuanya dan mengulang-ulang kembali.

Namun ada juga anak yang langsung cepat menangkap dan Mengingat moment tertentu dalam sekali Lihat dan dapat dengan baik menceritakannya kembali, dalam Hal ini anak dominant dalam indera penglihatannya (type visual) 


Nah berbeda Hal nya dengan anak yang Bisa dibilang ga Bisa diem, selalu bergerak, lompat sana sini, berlarian, dan sebagainya, Pernahkah anda melihat anak yang seperti ini? Atau justru anak anda sendirišŸ˜inilah yang disebut anak type Kinesthetic 

Nah disini saya akan membahas mengenai cara belajar anak dari tiga jenis ini,yaitu type anak Auditory, Visual dan Kinesthetic.


#1 type Auditory 


Cara belajar type Auditory adalah adalah cara anak menyerap informasi menggunakan indera pendengarannya.

Ciri-ciri anak dengan type Auditory Antara lain :

✔️ Cara belajar dengan cara mendengar
✔️ Suka berdebat dengan orangtuanya
✔️ Lebih suka dibacakan Buku, daripada membaca sendiri
✔️ Jika menyampaikan isi hati lebih kearah verbal
✔️ Ingatan lebih kearah ide-ide (termasuk janji-janji orangtua nya)
✔️ Lebih mudah belajar bahasa termasuk asing
✔️ Konsentrasinya tidak lama
✔️ Dapat melakukan persentasi (bercerita) dengan baik
✔️ Mudah menirukan Perkataan orang lain dalam waktu singkat
✔️ Memiliki Tata bahasa yang baik, mudah menghafal Nama orang
✔️ Senang berbicara, terutama didepan orang banyak.

Namun, Ada Beberapa Hal yang harus diperhatikan pada anak Auditory yaitu :

✍️ Bukan pembaca yang baik, umumnya mereka membaca dengan pelan
✍️ Kesulitan mengingat sesuatu apabila membaca tanpa suara
✍️ Sebagian anak type Auditory akan Bermasalah dengan pelajaran mengarang
✍️ Karena kebiasaannya adalah berbicara maka akan sulit apabila diminta diam dalam waktu yang lama
✍️ Jika sedang belajar, konsentrasi Mudah tertanggu karena keributan

#2 type Visual

Cara belajar anak type visual adalah cara belajar dalam menyerap informasi lewat indera penglihatannya atau visual mereka. Mereka sangat sensitif dengan gambar-gambar, warna dan bentuk-bentuk yang rapi yang menarik Pandangan Mata. 

Queensha sangat bersemangat sekali saat melihat proses pembuatan es krim

Ciri-Ciri anak yang dominant indera penglihatannya atau visualnya Antara lain :

✔️ Lebih dominan menggunakan Mata dalam mencerna sesuatu
✔️ Lebih senang belajar dengan cara melihat gambar, tabel, bentuk yang rapi, warna dan sebagainya.
✔️ Lebih peka terhadap warna-warna menarik
✔️ Senang mengekspresikan diri dengan bahasa tubuh
✔️ Mempunyai data ingat yang kuat terhadap Hal-Hal yang dilihat
✔️ Suka memperhatikan lawan bicaranya, bahasa tubuh, ekspresi, gerakan dsb
✔️ Bisa lebih fokus dibanding anak2 lain
✔️ Mampu Mengingat detail dan warna dengan sangat baik
✔️ Mampu membaca, mengeja dan menghapal pelajaran dengan baik
✔️ Memiliki ingatan wajah seseorang yang sangat baik
✔️ Saat menghafal sesuatu, biasanya memvisualisasikannya dlm bentuk gambar
✔️ Umumnya berpenampilan rapi


Beberapa Hal penting yang harus diperhatikan pada anak Visual yaitu :

✍️Lebih tertulis dan mereka akan susah memahami Penjelasan guru tanpa disertai gambar/grafik atau tulisan tertentu.

✍️ Mudah terpecah konsentrasi saat melihat tampilan yg menurutnya tidak menarik atau cenderung buruk
Misalkan catatan yg tidak rapi, warna yang tidak menarik dan sebagainya

#3 type kinestetik 

Anak Kinesthetic biasanya memiliki jiwa eksplorasi yang tinggi

Cara belajar Anak dengan model belajar kinestetik adalah dengan cara menangkap informasi dengan gerakan fisik maupun emosi.

Ciri-ciri dari anak Kinesthetic Antara lain :

✔️ Lebih menyenangi kegiatan physics, aktif bergerak
✔️ Menyenangi Hal Hal yang membuat tangan  maupun tubuh mereka aktif Misalkan mainan yang membuat tangan aktif bergerak
✔️ Mengungkapkan ekspresi dengan tindakan physic
Misal Jika senang maka akan memeluk, Jika Marah langsung memukul dan sebagainya
✔️ Tidak bisa duduk diam untuk fokus Jika di ajarkan sesuatu
✔️ Menghafal dengan gerakan gerakan
✔️ Suka bereksplorasi terhadap sesuatu
✔️ Mudah Mengingat Hal Hal yang disentuh atau dilakukan
✔️ Minat terhadap aktifitas atau permainan fisik
✔️ Memvalidasi informasi Berdasarkan aktifitas yg dilakukan
✔️ Mengikuti instruksi dengan baik
✔️ Unggul dalam bidang praktik karena langsung praktik

Beberapa Hal yang harus diperhatikan pada anak dengan type kinestetik Antara lain :

✍️Sulit memahami informasi tanpa dipraktekkan
✍️Membutuhkan alat bantu untuk memahami sesuatu
✍️Lemah dalam Hal konsep teori
✍️Mudah bosan saat duduk belajar dalam waktu yang lama
✍️Menggunakan Jari telunjuk saat membaca


Biasanya cara belajar anak dengan ketiga type type diatas akan mulai tampak pada ideal terlihat mulai usia 7 tahun keatas. Akan tampak indera mana yang lebih dominant dalam diri mereka, dan saat itu kita sebagai orang tua harus faham bagaimana mengarahkan anak kita agar Bisa memahami sesuatu dengan mudah. Semangat Moms.


Salam Sayang,
Moms Queen

Comments

Popular Post

Benarkah ada orangtua yang gagal?

Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh. Apa kabar happy parents semua? Semoga selalu happy meski pandemi belum juga mereda. Kali ini Aku mau membahas sedikit mengenai topik yang terngiang-ngiang dikepalaku "Benarkah ada orangtua yang gagal?" . Gagal dalam membesarkan anak, gagal dalam mengelola dan menyalurkan emosinya sehingga meluapkan pada anak, gagal dalam mengasah kemampuan dan bakat anak, gagal dalam membersamai tumbuh kembang anak, atau bahkan gagal dalam mendidik dan mempersiapkan anak-anaknya menjadi generasi terbaik dimasanya. Setiap orangtua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. foto dokpri Aku pikir pemikiran seperti ini tidak akan pernah terlintas dalam pikiranku,karena menurutku tidak ada orangtua yang menginginkan kegagalan dalam hidupnya apalagi untuk anak-anak. Semua orangtua sangat mencintai anak-anaknya, entah anak-anak tahu atau tidak, mereka rela memberikan yang terbaik bahkan rela menghimpit kebutuhan diri sendiri demi memenuhi kebut

Pengalaman memutus candu gadget pada toddler

Pic from google Dewasa ini sangat tidak asing apabila melihat anak-anak (bahkan) usia balita sudah memegang gadget dalam kesehariannya. Bahkan Ada orangtua yang sengaja memberikan gadget sebagai dalih untuk mengalihkan perhatian anak yang melulu ingin ditemani bermain. Pada dasarnya fitrah anak, apalagi diusia balita adalah bermain. Namun terkadang karena keterbatasan kemampuan dan pengetahuan orangtua  untuk mengakomodir keinginan anak inilah yang membuat orangtua menyerahkan kegiatan anak untuk berinteraksi pada gawai. Saya bukan orangtua yang anti sekali untuk memberi gawai pada anak. Tidak juga, namun dibalik sekian banyak dampak negatif dari gadget ada juga beberapa manfaat yang bisa di petik. Misalnya bisa mendapatkan ide bermain anak, memvisualisasikan apa-apa yang terasa sulit di pahamkan dengan kata-kata, video edukasi, lagu reliji dan lain sebagainya.Tetapi diantara daftar manfaat gawai ini, ada setumpuk efek negatif penggunaan gadget pada anak, apalagi balita :( Saya mencoba

Ibu Karir dirumah

Sejak melahirkan anak pertama, Queensha, suamiku sudah mengingatkan untuk memasang target kapan akan berhenti dari pekerjaan, dan fokus mengurus anak. Waktu itu aku mengatakan "nanti ya kalau Queensha sudah mulai sekolah, sekira umur 5 tahunan" Suami membalas "Kalau bisa lebih cepat dari itu, karena anak sangat membutuhkan figur ibunya, Jika waktunya banyak bersama pengasuh ketimbang orangtua terutama ibunya, ikatan bathin ibu dan anak akan berkurang ." Dan, itu memang benar. Aku merasa anakku  cenderung lebih dekat dengan pengasuhnya, misalnya jika pengasuhnya hendak pergi ke warung (karena rumah pengasuhnya didepan rumah kami), maka Queensha akan langsung berlari menghampiri, dan berteriak " ibuu, ikuuutttt" Akupun menuruti keinginannya, walaupun saat itu aku lagi bermain bersamanya.Karena jika dilarang dia akan menangis. Dan, Qodarullah menjelang umur Queensha 2 tahun, aku dinyatakan hamil anak kedua, alhamdulillah masyaAllah. Padahal baru beren

Membiasakan berhijab sejak dini

   Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh  Ukhtifillah  yang dirahmati Allah Subhanahu Wata'Ala dalam rangka menggalakkan campaign   #hijabsejakdini , disini Aku mau berbagi tips mengenai cara membiasakan anak-anak mengenakan hijab dalam kesehariannya.  Seperti kita tahu bahwa menutup aurat hukumnya wajib sebagaimana kesepakatan para ulama berdasarkan firman Allah azza wa jalla: "... Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera–putera mereka, atau putera–putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita....." (QS An-nuur : 31)  Jadi, karena m

Ayo, dukung UMKM disekitarmu bangkit lagi!

Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh  Apa kabar teman-teman semua? Semoga selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wata'Ala amin allahumma amin . Nah kali ini Aku mau membahas tentang cara mendukung bangkitnya dunia usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM disekitar kita. Sebagai bagian dari ikhtiar membantu teman-teman semua pelaku UMKM untuk kembali bangkit dan bersinergi membangun perekonomian Indonesia khususnya keluarga.  Pandemi Covid-19 yang dialami dunial termasuk Indonesia sejak Maret 2020 telah memukul banyak sektor usaha. Berbagai sektor terdampak diantaranya yang paling terpukul adalah sektor usaha transportasi, perdagangan makanan dan minuman, pariwisata, industri pengolahan dan masih banyak lagi. Bukan hanya menimpa para pelaku usaha berskala besar namun juga pada pelaku usaha mikro kecil dan menengah(UMKM). Mengambil dari hasil survei yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan bahwa sebanyak 82,85% perusahaan terdampak oleh pandemi virus coro

Ayo membaca nyaring bersama Lets Read

Menteri pendidikan dan kebudayaan Nadim Makariem pernah mengatakan bahwa di Indonesia saat ini tengah mengalami yang namanya krisis literasi. Pernyataan ini sebenarnya bukan tanpa alasan, hal ini didasari pada rilis hasil studi Programme for International Assessment (PISA) 2018 yang dilakukan oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 3 Desember lalu. PISA adalah hasil program studi internasional dibidang pendidikan per 3 tahunan bagi pelajar berusia 15 tahun. Yang bertujuan untuk mengamati kemampuan membaca, matematika dan sains suatu negara untuk mendorong pendidikan. Dalam hasil rilis hasil studi tersebut didapat bahwa skor kemampuan membaca di Indonesia ditahun 2018 turun menjadi 371 dibanding tahun 2015 diangka 397 poin, dengan skor rata-rata OECD 487 poin. Aku sepakat bahwa literasi tidak hanya tentang kemampuan membaca, tetapi juga tentang kemampuan memahami bacaan, numerasi, sains dan kecakapan dalam memecahkan suatu masalah tertentu. Namun sem

DIY: Cara Membuat Hamper Mudah dan Simple untuk Hantaran Nikah

Dewasa ini tradisi berkirim hadiah seperti sudah menjadi tren baru. Banyak orang mengabadikan momen khusus sebagai ajang untuk berkirim pesan lewat hadiah. Jika dulu berkirim parsel atau hamper hanya dihari besar keagaamaan seperti lebaran atau natal. Sekarang berkirim parsel juga di berbagai momen bersejarah seperti di hari ulang tahun, menyambut kelahiran bayi, wisuda kuliah dan sebagainya. Baca juga :  Manajemen keuangan keluarga anti bocor ala Maminca   Berkirim hadiah ini dulu dikenal dengan sebutan berbagi parsel, namun sekarang lebih banyak dikenal dengan sebutan berbagi hamper. Sebenarnya tidak ada beda antara keduanya, mengambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, jika kita melakukan pencarian untuk kata parsel maka akan berarti bingkisan yang berisi berbagai hadiah, seperti aneka kue, makanan dan minuman dalam kaleng, barang pecah belah, yang ditata apik dalam keranjang dan dikirimkan kepada orang-orang tertentu pada hari raya. Pun begitu ketika kita mencari dengan kata hamper