Langsung ke konten utama

Menerapkan disiplin pada anak

3 langkah Menerapkan disiplin pada anak usia 3 tahun


Memupuk disiplin pada anak usia dini(dibawah 5 tahun) harus memiliki trik-trik tertentu. Karena usia mereka yang masih sangat muda belum begitu mengerti esensi pembelajaran yang sedang diterapkan kepada dirinya.

Saya mempunyai dua anak, yang pertama, Queensha berusia 3 tahun 3 bulan dan yang kedua, Khaily berusia 9 bulan.

Queensha saat belum genap 3 tahun

Queensha memiliki kecenderungan sebagai anak Kinesthetic alias ga Bisa diem😁

Khaily saat usia 3 bulan

Sedangkan adiknya sedikit lebih kalem(tampaknyaa) walaupun terlalu dini untuk menyimpulkan.

Queensha dalam aktivitas menuang air


Nah Hal Utama yang harus dilakukan untuk Memupuk kebiasaan disiplin diri pada anak usia dibawah 5 tahun adalah dengan konsep Utama Keteladanan. Ya, Hanya Keteladanan yang mampu menggerakkan mereka agar mau mengikuti apa yang kita perintahkan.

Nah, kita ambil contoh kecil dalam pembiasaan kedisiplinan pada anak adalah membiasakannya membereskan mainan setelah digunakan.

Biasanya teknik yang saya gunakan adalah
💡Sounding
💡Deep talking, menjelang tidurnya.
💡Keteladanan


#1 Sounding
Jika Hanya mengandalkan teknik sounding semata, maka Perlu dilakukan pengulangan alias sounding berkali-kali agar anak mampu mengikuti apa yang kita lakukan, dan itupun biasanya hanya dilakukan oleh mereka sesaat saja saat kita menyuruhnya.(Sabar ya Moms😊)


#2 Deep talking
Nah langkah yang kedua yang saya pakai dalam menerapkan kedisiplinan pada anak adalah melalui deep talking, yaitu Bicara dari hati kehati.

Biasanya kami memiliki sesi Bicara dari hati kehati menjelang tidur, biasanya anak dalam kondisi sangat nyaman untuk menerima insight positif apapun dari kita. Dan saat itulah Hal-Hal positif mulai saya sisipkan dalam cerita malam kami, seperti "anak baik itu biasanya memang suka bermain, dan habis bermain biasanya langsung dibereskan lagi", atau juga begini "Mami bangga, teteh sudah Bisa bantu Mami, dengan beresin mainannya sendiri" Dan semisal. Anda juga Bisa memulai dengan insight positif apapun yang lagi anda ajarkan.

#3 Keteladanan
Namun akan jelas perbedaannya apabila kita juga melakukannya dengan langsung mencontohkan langsung kepada anak kita. AJAKAN simple seperti "yuk teh, kita beresin mainannya bareng-bareng" ataupun "ayo siapa yang duluan beresin mainannya akan dapet hadiah dari mami" wah dijamin mereka akan dengan suka hati segera melakukannya.

Queensha, practical life - menyiram tanaman

Demikianlah Beberapa tips untuk Menanamkan disiplin diri pada anak usia 3 tahun, semakin cepat kita menyegerakan kebiasaan baik ini, maka akan Semakin cepat juga kita memetik hasilnya. Insya Allah aamiin.


Salam Sayang,
Mom Queen

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Benarkah ada orangtua yang gagal?

Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh. Apa kabar happy parents semua? Semoga selalu happy meski pandemi belum juga mereda. Kali ini Aku mau membahas sedikit mengenai topik yang terngiang-ngiang dikepalaku "Benarkah ada orangtua yang gagal?" . Gagal dalam membesarkan anak, gagal dalam mengelola dan menyalurkan emosinya sehingga meluapkan pada anak, gagal dalam mengasah kemampuan dan bakat anak, gagal dalam membersamai tumbuh kembang anak, atau bahkan gagal dalam mendidik dan mempersiapkan anak-anaknya menjadi generasi terbaik dimasanya. Setiap orangtua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. foto dokpri Aku pikir pemikiran seperti ini tidak akan pernah terlintas dalam pikiranku,karena menurutku tidak ada orangtua yang menginginkan kegagalan dalam hidupnya apalagi untuk anak-anak. Semua orangtua sangat mencintai anak-anaknya, entah anak-anak tahu atau tidak, mereka rela memberikan yang terbaik bahkan rela menghimpit kebutuhan diri sendiri demi memenuhi kebut

Ayo, dukung UMKM disekitarmu bangkit lagi!

Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh  Apa kabar teman-teman semua? Semoga selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wata'Ala amin allahumma amin . Nah kali ini Aku mau membahas tentang cara mendukung bangkitnya dunia usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM disekitar kita. Sebagai bagian dari ikhtiar membantu teman-teman semua pelaku UMKM untuk kembali bangkit dan bersinergi membangun perekonomian Indonesia khususnya keluarga.  Pandemi Covid-19 yang dialami dunial termasuk Indonesia sejak Maret 2020 telah memukul banyak sektor usaha. Berbagai sektor terdampak diantaranya yang paling terpukul adalah sektor usaha transportasi, perdagangan makanan dan minuman, pariwisata, industri pengolahan dan masih banyak lagi. Bukan hanya menimpa para pelaku usaha berskala besar namun juga pada pelaku usaha mikro kecil dan menengah(UMKM). Mengambil dari hasil survei yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan bahwa sebanyak 82,85% perusahaan terdampak oleh pandemi virus coro

Membiasakan berhijab sejak dini

   Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh  Ukhtifillah  yang dirahmati Allah Subhanahu Wata'Ala dalam rangka menggalakkan campaign   #hijabsejakdini , disini Aku mau berbagi tips mengenai cara membiasakan anak-anak mengenakan hijab dalam kesehariannya.  Seperti kita tahu bahwa menutup aurat hukumnya wajib sebagaimana kesepakatan para ulama berdasarkan firman Allah azza wa jalla: "... Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera–putera mereka, atau putera–putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita....." (QS An-nuur : 31)  Jadi, karena m

Ibu Karir dirumah

Sejak melahirkan anak pertama, Queensha, suamiku sudah mengingatkan untuk memasang target kapan akan berhenti dari pekerjaan, dan fokus mengurus anak. Waktu itu aku mengatakan "nanti ya kalau Queensha sudah mulai sekolah, sekira umur 5 tahunan" Suami membalas "Kalau bisa lebih cepat dari itu, karena anak sangat membutuhkan figur ibunya, Jika waktunya banyak bersama pengasuh ketimbang orangtua terutama ibunya, ikatan bathin ibu dan anak akan berkurang ." Dan, itu memang benar. Aku merasa anakku  cenderung lebih dekat dengan pengasuhnya, misalnya jika pengasuhnya hendak pergi ke warung (karena rumah pengasuhnya didepan rumah kami), maka Queensha akan langsung berlari menghampiri, dan berteriak " ibuu, ikuuutttt" Akupun menuruti keinginannya, walaupun saat itu aku lagi bermain bersamanya.Karena jika dilarang dia akan menangis. Dan, Qodarullah menjelang umur Queensha 2 tahun, aku dinyatakan hamil anak kedua, alhamdulillah masyaAllah. Padahal baru beren

Ayo membaca nyaring bersama Lets Read

Menteri pendidikan dan kebudayaan Nadim Makariem pernah mengatakan bahwa di Indonesia saat ini tengah mengalami yang namanya krisis literasi. Pernyataan ini sebenarnya bukan tanpa alasan, hal ini didasari pada rilis hasil studi Programme for International Assessment (PISA) 2018 yang dilakukan oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 3 Desember lalu. PISA adalah hasil program studi internasional dibidang pendidikan per 3 tahunan bagi pelajar berusia 15 tahun. Yang bertujuan untuk mengamati kemampuan membaca, matematika dan sains suatu negara untuk mendorong pendidikan. Dalam hasil rilis hasil studi tersebut didapat bahwa skor kemampuan membaca di Indonesia ditahun 2018 turun menjadi 371 dibanding tahun 2015 diangka 397 poin, dengan skor rata-rata OECD 487 poin. Aku sepakat bahwa literasi tidak hanya tentang kemampuan membaca, tetapi juga tentang kemampuan memahami bacaan, numerasi, sains dan kecakapan dalam memecahkan suatu masalah tertentu. Namun sem