header maminca sharing

Serba-serbi tradisi saat hamil dan melahirkan

Konten [Tampil]


Memiliki anak adalah dambaan bagi setiap pasangan yang sudah menikah. Bahkan rela melakukan segala cara, asal tidak menyelisihi syariat, semua dilakukan demi mendapatkan keturunan. Teringat dulu saat awal-awal menikah, sepertinya pertanyaan yang paling di hindari adalah "kapan 'isi' nih?" atau "kok belum 'isi' juga?" Ah jika saja bisa hamil sekehendak si empunya badan tak perlu segusar itu perasaan wanita dengan pertanyaan-pertanyaan senada.

Penantian hampir dua tahun lamanya untuk memiliki anak, Allah ijabah ditahun kedua pernikahan kami. Tepatnya 6 bulan menjelang ulang tahun kedua pernikahan. Tak terkira bahagia dan harunya perasaan ini. Akhirnya kami dipercaya mendapat amanah luar biasa ini.

Sebagai wanita yang dibesarkan tidak dalam tradisi khas daerah tertentu, aku tidak banyak tahu mengenai adat kebiasaan ataupun pantangan-pantangan selama hamil. Maklum aku dibesarkan dalam keluarga yang berasal dari dua suku yang berbeda. Ibuku berasal dari suku Palembang, sedang bapak berasal dari suku Jawa timur yang juga tidak begitu kental adat istiadat Jawa-nya.

Kemudian, aku menginformasikan kabar kehamilan ini kepada keluarga inti dahulu yaitu kepada orang tua, mertua, dan saudara kandung saja. Ibuku yang berasal dari keturunan Palembang mengatakan bahwa sebelum 3 bulan jangan dulu memberitahukan kepada teman atau yang lainnya, yang bukan lingkup keluarga inti. Istilah orang Sunda "pamali" begitulah kira-kira. Aku menurut saja, maklum anak pertama, masih takut meski separuh hati mengatakan semua tergantung dari takdir Sang Khaliq.

Amalan dan Doa selama hamil


Tidak banyak adat kebiasaan yang kami jalankan seingatku, selain aku dianjurkan untuk mengamalkan beberapa doa dan amalan yang di ajarkan ibuku. Diantara doa dan amalan-amalan selama hamil yang dianjurkan ibuku diantaranya:

#1 Membaca surat Luqman

Aku dianjurkan membaca surat Luqman setiap sehabis selesai sholat 5 waktu atau sewaktu tilawah rutin, disempatkan membaca surat ini. Ternyata setelah kubaca tafsir Alqur'an untuk surat Luqman ini banyak mengajarkan tentang pendidikan aqidah dan akhlak. Kelak kata ibuku berharap anakku nantinya bisa mempunyai akhlak yang islami.

#2 Membaca surat Maryam

Membaca surat Maryam ini dianjurkan untuk membaca ayat 1-15 atau lebih bagus jika dibaca keseluruhannya. Tentang seorang wanita hamba Allah yang sangat menjaga kehormatannya dan dari keluarga Imran yang taat.

#3 Membaca surat Yusuf 

Dari tafsir yang kubaca bisa kupetik pelajaran bahwa aku belajar mengenai kisah nabi Yusuf yang dengan izin Allah memiliki kelebihan menafsirkan mimpi, hamba Allah yang beriman, serta memiliki ketaatan kepada orangtua dan ketampanannya yang luar biasa. Maka tidak heran jika banyak ulama mengajarkan untuk mengamalkan surat Yusuf ini selama hamil. Setidaknya bisa belajar mengambil teladan dari kisah nabi Yusuf.

#4 Membaca doa untuk kebaikan janin

Memasuki kehamilan 7 bulan, aku dianjurkan untuk mengamalkan doa berikut:

" Allahumma sallimnaa min afaatid dunyaa wa 'adzaabil akhirati fitnatihimaa wafadliihatihimaa innaka 'alaa kulli syaiin qodhir" 
(Ya Allah, selamatkanlah kami dari bencana dunia dan azab akhirat, petaka dan keburukan keduanya (dunia dan akhirat), sungguh Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.)

" Allahumma sallim janiinahaa wa 'aafi maa fii bathnihaa mimmaa laa narjuuhu wanakhafu.
(Ya Allah, sejahterakanlah janinnya, selamatkanlah kandungan di dalam perutnya dari sesuatu yang tidak kami harapkan dan yang kami khawatirkan)

" Salaamun 'alaa nuuhi fil 'aalamiina innaa kadzalika najzil muhsiniina.
(Kesejahteraan terlimpah pada Nuh di seluruh alam. Sungguh demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.)

" Allahumma inna nasaluka bijaahi sayyidinaa muhammadin shollallahu 'alaihi wa sallama an nushollii 'alaihi wa an nusallimu janiinahaa minil afaati wal 'aahaati wal amraadli wa 'an ummi muldaani birahmatika yaa arhamar raahimiin.
(Ya Allah, sungguh kami memohon kepada-Mu dengan kepangkatan pemimpin kami Muhammad SAW, hendaklah Engkau menganugerahkan salawat kepada beliau, dan selamatkanlah janin ini dari bahaya, sakit, penyakit dan juga dari jin ummi muldin, dengan rahmat-Mu wahai Tuhan yang paling pengasih diantara para pengasih.)

" Rabbanaa habblanaa min azwajinaa wadzurriyaatinaa qurrota a'yuunin waj'alnaa lil muttaqiina imaamaa."
(Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan anak keturunan kami sebagai penyejuk hati, dan jadikanlah kami sebagai imam kaum bertaqwa)

Tradisi setelah melahirkan

Seperti yang sudah kukatakan diawal bahwa tidak banyak yang kuketahui mengenai adat istiadat selama hamil dan melahirkan, apalagi keluarga kami dulunya tinggal di kota. Jadi sudah tidak banyak melakukan adat istiadat baik Jawa maupun Palembang.

Tetapi yang paling ku ingat dari sekian banyak nasihat ibuku tentang wanita sehabis melahirkan adalah melakukan beberapa perawatan pasca bersalin ala adat Jawa, seperti yang diajarkan mertua ibuku kepadanya. Beberapa perawatan pasca melahirkan adat Jawa 'warisan' eyang putri (begitu aku biasa memanggil) yang masih dianut ibuku diantaranya :

✍️ Minum jamu pasca bersalin 

Jamu ini terdiri dari jamu pil yang kalau dulu dibuat sendiri oleh eyang putri, entah dari ramuan apa ibuku juga tidak terlalu paham. Sekarang sudah praktis bisa dibeli di toko obat untuk jamu komplit pasca bersalin. Aku mengkonsumsi jamu pasca bersalin produksi Sido Muncul. Dan yang kedua adalah jamu kunyit asam, yang bisa dibuat sendiri. Semua fungsinya sama-sama membantu mengembalikan kondisi tubuh terutama rahim ke posisi semula. Khasiat yang kurasakan badan terasa lebih ringan dan BAB jadi lancar.

✍️ Memakai korset pasca lahiran 

Memakai korset pasca melahirkan bagi orang Jawa kata ibuku sebuah keharusan. Ibuku dulu memakai korset yang versi bengkung, yang cara pakainya cukup rumit menurutku. Makanya aku lebih memilih memakai korset instan, yang praktis dengan sistem perekat atau kancing jepret. Manfaat pemakaian bengkung ini memang besar, aku merasakan perbedaan jika tidak memakai bengkung perut terasa mau 'rontok', dan saat berjalan mesti sangat hati-hati. Dengan memakai bengkung ini, posisi perut seperti sangat kencang dan gerakan kita terasa lebih luwes.

✍️ Memakan segala jenis sayuran 

Nah ini menurutku yang sedikit berbeda dengan tradisi Jawa, kalau di Jawa kata ibuku pasca melahirkan hanya boleh memakan makanan sayur katuk, tahu, dan tempe saja, menghindari ikan dan makanan pedas sampai 40 hari. Setelah itu bisa mengkonsumsi makanan seperti biasanya, ini berfungsi untuk menjaga kualitas air susu ibu. 
Namun ibuku karena bukan penganut tradisi tertentu malah menyarankan agar pasca lahiran aku dianjurkan memakan segala jenis sayuran, makanan pedas, ikan, daging dan apapun makanan yang ingin dimakan. Katanya untuk mencegah bayi alergi terhadap jenis makanan tertentu, terutama ikan dan makanan pedas. Aku pilih yang mana? Aku pilih yang dianjurkan ibuku, karena sudah terbukti mampu membesarkan anak-anak hingga 7 orang tanpa masalah.

✍️ Memakan jantung pisang

Biasanya ini masalah klasik yang dialami ibu baru pasca melahirkan, yaitu bendung ASI alias air susu tidak langsung keluar. Aku pun mengalami hal yang sama, ASI-ku tidak lancar keluar hingga hari ke-3 pasca lahiran. Dan tahu kan rasanya, subhanallah sakit banget jadi aku dianjurkan untuk mengkonsumsi olahan jantung pisang, bisa direbus saja atau ditumis. Katanya dulu tradisi nenekku (ibu kandung ibuku) melakukan hal yang sama jika terjadi bendung ASI. Fungsinya agar ASI-ku lancar menetes seperti jantung pisang, sambil melakukan gerakan menyisir payudara dan kompres air hangat. Memang setelah itu ASI-ku lancar, entah karena jantung pisang atau pijatannya. 

✍️ Bubur merah putih untuk pemberian nama

Bubur merah putih ini diberikan sebagai bentuk peresmian pemberian nama pada buah hati. Biasanya dilakukan dihari ke-7 pasca melahirkan. Aku juga lupa bertanya ini sebenarnya berasal dari adat Jawa apa adat Palembang, karena baik di Jawa ataupun Palembang juga sering kulihat teman-temanku melakukan hal yang sama. Maka kami pun melakukan tradisi serupa membuat bubur merah putih saat pemberian Nama pada bayi kami yang kedua. 


Itulah seputar serba-serbi penerapan tradisi adat yang kami pakai dalam keluarga kecil kami. Semoga tulisan ini ada manfaatnya ya. Kalau moms ada tradisi yang khas saat hamil dan melahirkan yang masih dilakukan dari daerahnya ? Share ya dikolom komentar.


Salam,

Mom QueenMQ


#odopicc #30hbcicc #indonesiancontentcreator #odopiccday8 #mamincasharing #maminca_tradisi #maminca_resolusi #TradisiHamil #TradisidanBudaya


Phai Yunita S Wijaya
Hi Im Yunniew, ibu dengan 3 orang anak yang memiliki hobby menulis dan literasi. Marriage and parenting enthusiast, Womanpreneur dan Consultant franchise Laundry and minimarket, ibu pembelajar, dan tukang review produk temen :)

Related Posts

Post a Comment