header maminca sharing

Inner child, Membasuh Luka Pengasuhan

Konten [Tampil]

Saat kita kecil, kita merekam banyak sekali kejadian terutama di usia 6-7 tahun. Berbagai pengalaman tersebut sangat mungkin 'muncul kembali' di situasi saat kita dewasa. Pengalaman ini muncul sebagai inner child.

Apa yang kita ingat dari pengalaman kita saat masih kecil? Baik pengalaman sedih, menyenangkan atau mungkin pengalaman buruk sekalipun. Lalu inner child seperti apa yang kita bawa?
 
Inner child, Membasuh Luka Pengasuhan


Tulisan ini, sebagai pengingat bagi Mom Queen sebagai pribadi dan juga sebagai ibu. Beberapa poin di dalam tulisan ini, diambil dari materi inner child yang disampaikan oleh Teh Sofiana Indraswati, M.Psi, Psikolog dari Self Development Class (SDC) @aiza.geladeri.

A. Pengertian Inner Child


Inner Child adalah pengalaman masa lalu yang tidak atau belum mendapatkan penyelesaian. (Bradshaw, 1992)


Inner child juga bisa dikatakan sebagai kemunculan 'sosok anak kecil' di dalam diri kita. Inner child itu bagian yang terus menetap dan bersembunyi di dalam diri. Bagian ini akan menggenggam erat setiap ingatan dan emosi yang pernah dialami saat masih kecil, baik itu kenangan indah maupun kenangan buruk.

Ketika dewasa, inner child bisa muncul dalam berbagai bentuk perasaan yang biasanya mendorong tindakan tertentu, biasanya spontan dan tidak disadari, baik positif maupun negatif.

Contoh Inner Child

Inner child yang sering dilakukan, misalnya secara sadar kita tahu bahwa tindakan kita itu tidak baik, tapi kita tetap saja melakukan perbuatan tersebut berulang kali. Jika sudah terjadi, kemudian kita akan sadar kemudian menyesal, tetapi terus saja mengulang kembali.

Contohnya, mom Queen akan meracau panjang lebar pada anak pertama (Queensha) yang berusia 4 tahun, jika ada sesuatu barang yang terasa 'berantakan' dalam pandangan mata. Meski Queensha membereskan, tetapi mom Queen terus saja 'berkicau'.

Ketika sadar, bahwa hal itu tidak baik untuk anak seusianya, mom Queen lantas meminta maaf. Namun kemudian ini terjadi lagi dan terus.

Sadar atau tidak, Kita adalah 'oleh-oleh' kehidupan kita masa lalu. Produk pengasuhan di masa lampau, entah itu baik atau buruk. Inner child melekat hingga dewasa. Perilaku ini adalah bagian bagian inner child yang perlu dikelola dengan baik.

B. Tidak Semua Inner Child Buruk


Tidak semua inner child buruk atau berbahaya, ketika kita mampu untuk memahami dan mengelolanya dengan baik. Kuncinya adalah
  • Pahami
  • Kelola, dan
  • Petik hikmahnya.

Cara Mengelola Inner Child yang Terluka

 
Inner child, Membasuh Luka Pengasuhan


Mengelola inner child bisa dilakukan dengan merawat fitrah dari berbagai sisi kehidupan, seperti :
  • Spiritual life
  • Healthy life
  • Working life
  • Learning life
  • Family life
  • Aesthetic lifeSocial life, dan
  • Personal growth life

Inner child dikatakan terluka apabila secara intensitas sering muncul dan membuat kita lalai dan tersabotase. Maksud tersabotase disini adalah bisa membuat kita hilang kendali dan tidak terkontrol (uncontrolled).

Dampak Inner Child yang Terluka


Inner child yang terluka bisa mempengaruhi banyak hal diantaranya :
  1. Kenyamanan dalam membatasi diri
  2. Mempengaruhi hubungan/relasi dengan orang lain
  3. Mempengaruhi pola pengasuhan
  4. Berpengaruh pada pekerjaan dan aktivitas lain.

C. Bagaimana mengatasi inner child yang terluka dalam Islam?


Inner child yang terluka bukan hanya berdampak pada orang di sekitarnya, namun juga bagi diri sendiri. Pelaku inner child yang buruk sering bergelut dengan diri sendiri bagaimana mengelola emosi

Berikut ini, cara mengatasi inner child yang terluka dalam pandangan Islam. Menurut psikolog Sofiana Indraswati, M.Psi, atau yang biasa di sapa Teh Ofi.
 
Inner child, Membasuh Luka Pengasuhan

1. Allah Maha menyembuhkan luka

QS An-Nur : 21

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ وَمَنْ يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۚ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ مَا زَكَىٰ مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ أَبَدًا وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يُزَكِّي مَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barang siapa mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya dia (setan) menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan mungkar. Kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, niscaya tidak seorang pun di antara kamu bersih (dari perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui."

Pahami bahwa, tidak ada yang kebetulan di muka bumi ini, semua penciptaan Allah memiliki maksud dan tujuan. Mohon ampun kepada Allah, dan jangan tergoda dengan langkah-langkah setan, begitu pesan teh Ofi.
"Everything happen for any reason or purpose"
(harry Santosa, Fitrah Based Education)

2. Lakukan tindakan :

  • Sadari, apa kebiasaan buruk kita? Dan pahami seperti apa kepribadian kita
  • Kenali, kenali apa yang menjadi penyebab perilaku buruk kita
  • Kelola, kelola dan segera perbaiki kepribadian dan perilaku yang kurang baik dengan versi terbaik.
Masa lalu adalah takdir Allah yang tidak bisa ditukar apalagi diganti. Masa depan yang wajib kita ikhtiarkan. Jadikan kisah masa lalu (inner child) sebagai jalan untuk terus memperbaiki diri sendiri di masa depan.

Tidak semua inner child terluka, kita hanya perlu membasuh luka pengasuhan dengan mengelola emosi. Ada yang berhasil mengendalikan inner child, akibat luka pengasuhan? Semangat buat kita semua :)

Salam,
Mom Queen
Phai Yunita S Wijaya
Hi Im Yunniew, ibu dengan 3 orang anak yang memiliki hobby menulis dan literasi. Marriage and parenting enthusiast, Womanpreneur dan Consultant franchise Laundry and minimarket, ibu pembelajar, dan tukang review produk temen :)

Related Posts

7 comments

  1. Selalu suka dg tipsnya momqueen. Aku pun masih mencoba belajar menyembuhkan luka.

    Yang ternyata luka itu tak kita sadari lhoo..kadanh kalo sama anak gtu aku inget2 lho kayaknya aku dejavu deh gtu.

    Terus tak inget2 oh iya ya. Aku harusnya g gini ya. Tadi.

    ReplyDelete
  2. Mengelola emosi. Sulit. Tp ini yang saya coba lakukan sekarang.

    ReplyDelete
  3. Berusaha buat mengelola emosi tapi kadang inner child suka muncul di waktu-waktu tertentu
    Suka sama artikenya, bikin baca dr awal sampai akhir artikel

    ReplyDelete
  4. Cakep mb, inner child tak selamanya buruk ya, ada inner child positif juga

    ReplyDelete
  5. Walau sulitnya luar biasa, tapi terus berproses. Semangaat 💪💪

    ReplyDelete
  6. Sejujurnya aku masih belajar kak, paham soal innerchild gara-gara bengkel diri. Alhamdulillah masih bisa bertahan dan mengendalikan diri

    ReplyDelete
  7. Sering denger tentang ini, akhirnya dapet pencerahan disini. Makasih, Mom...

    ReplyDelete

Post a Comment