header maminca sharing

Say No to Depresi Pada Ibu Rumah Tangga!

Konten [Tampil]

Pencapaian tertinggi bagi karir seorang wanita adalah Ibu Rumah Tangga!

Itulah pesan guru ngaji mom Queen dulu. Karena menjadi Ibu Rumah Tangga merupakan pencapaian tertinggi, tingkat stresnya juga tinggi. Mulai dari stress ringan hingga Depresi pada Ibu Rumah Tangga.

Untuk menghindari Depresi, menjadi IRT harus dibarengi dengan niat yang ikhlas karena Allah dan semangat yang tinggi.
  
Say No to Depresi Pada Ibu Rumah Tangga!

Ibu Rumah Tangga Rentan Depresi


Menjadi Ibu Rumah Tangga (IRT) itu gampang-gampang sulit juga sih. Dibiliang gampang, tapi sulit begitu pun sebaliknya. Pekerjaannya (kelihatan) biasa saja, namun bisa membuat stress IRT juga.

Membahas tentang gangguan depresi seakan mengingat kembali tentang materi kelas psikologi di Bengkel Diri. Tulisan ini merupakan intisari dari materi yang diampu oleh seorang Psikolog yang bernama Ummi Rosa Karumi. Yuk kita ulas.

Fakta dan Data Tentang Depresi 


Faktanya bahwa, Depresi merupakan masalah kesehatan yang mengakibatkan beban sosial nomor 4 terbesar di dunia (WHO, 1990 di 14 negara). Dan, 1-3 dari setiap 10 orang di Indonesia, mengalami gangguan jiwa (depresi) (Prof Ernaldi Bahar, 1995).

Tingkat stress pada ibu rumah tangga lumayan tinggi. Mulai dari stress ringan hingga berujung gangguan depresi. Apa itu depresi? Apa pula gejala yang muncul ketika seseorang mengalami gangguan depresi?

Pengertian Depresi dan Gejala Depresi


Depresi adalah gangguan mood/gangguan suasana perasaan karena terdapat kondisi emosional negatif yang kompleks.
Depresi dapat juga berarti keadaan putus asa yang disertai dengan melemahnya kepekaan terhadap stimulus tertentu, pengurangan aktivitas fisik/mental dan kesukaran dalam berpikir

Gejala depresi yang terjadi terus menerus selama lebih kurang dua minggu (14 hari), maka bisa digolongkan sebagai Gangguan Depresi.

Seperti apa gejala seseorang dikatakan mengalami depresi?

Gejala Depresi


Depresi memiliki gejala yang terbagi dalam dua tipe, yaitu :
  
Say No to Depresi Pada Ibu Rumah Tangga!

1. Gejala primer

Meliputi
  1. Gejala emosi seperti cemas, tidak bahagia, merasa ditinggal, kehilangan minat, dan sebagainya.
  2. Gejala Kognitif yaitu penilaian terhadap diri sendiri, lingkungan dan masa depan yang negatif.
  3. Demotivasi dan Menurunnya Produktivitas. Seperti menurunnya motivasi dan produktivitas, adanya pemikiran bunuh diri dan kecenderungan regresi (bersifat kekanak-kanakan).

2. Gejala Sekunder

  
Say No to Depresi Pada Ibu Rumah Tangga!

Adapun gejala sekunder ditandai dengan :
  • Menarik diri dari pergaulan, merasa tidak memiliki teman
  • Prestasi menurun, konsentrasi terganggu
  • Agresif, Sensitif dan Apatis. Pada fase agresif terhadap diri bahkan sampai keinginan menyakiti diri sendiri.
  • Keluhan Somatik. Keluhan somatik ini akan menyerang bagian tubuh yang rentan seperti sakit kepala, sakit perut, lelah, susah tidur/kebanyakan tidur.
Lantas bagaimana cara mengatasi depresi ini? Yuk lanjut lagi ya :)

4 Cara Mengatasi Depresi


Banyak cara yang bisa dilakukan agar terhindar dari depresi. Tapi ada pola yang diajarkan oleh Psikolog yang akrab disapa Umi Roza ini. Pola yang bisa dilakukan adalah Pola A-B-C-D.
 
Say No to Depresi Pada Ibu Rumah Tangga!


A-Akankah terus Memelihara pikiran negatif? Segera ubah kebiasaan pikiran buruk.


Sebetulnya hal-hal buruk yang muncul dalam pikiran kita itu tidak ada. Semakin jernih pikiran kita, kita semakin fokus pula. Sehingga banyak hal-hal positif yang bisa kita lakukan.

Maka cara membuang pikiran negatif adalah dengan mengganti 'kacamata' berpikir kita dengan hal-hal yang positif.

B-Bersibuk diri dengan kegiatan sosial


Salah satu faktor yang membuat seseorang semakin terpuruk dengan depresinya adalah pikiran negatif yang menganggap bahwa dia bukan apa-apa. Untuk mengubahnya, makanya dia harus menganggap bahwa dia bermanfaat bagi orang lain.

Misalnya menemukan hal positif dalam dirinya seperti memasak, melukis dan lain-lain.

Mengisi waktu luang dengan melakukan hobi misal menulis, menanam bunga, melakukan kegiatan sosial dan sebagainya. 

C-Ciptakan Kondisi Keluarga yang Kondusif


Pintar-pintarlah untuk mengelola keluarga kita untuk menciptakan kondisi yang sehat dan kondusif, seperti :
Pastikan kondisi rumah rapi dan tidak berantakan.

Menyortir barang-barang dirumah minimal sebulan sekali untuk memberi ruang berpikir agar pikiran tidak sumpek.

Libatkan Allah dalam setiap aktivitas keluarga misal tadarus bareng, sholat berjamaah dan sebagainya.

D-Dukungan Positif, Temukanlah!


Untuk menemukan dukungan positif adalah dengan memilih teman-teman yang menimbulkan positif, sehingga bisa menimbulkan aura positif pula terhadap diri kita.Temukan teman-teman sholihah dalam berbagai komunitas, yang membuat kita terus aktif dan produktif sehingga membuat kita terhindar dari rasa depresi.

Penutup

Untuk menghindari munculnya bibit-bibit depresi didalam diri sebaiknya segera lakukan 'pembersihan' diri dan pikiran kita dengan mendekat kepada Allah SWT. Hindari solusi sesaat menghalau depresi didalam diri dengan minum khamar, dunia malam, maupun tindakan tercela lainnya.

Solusi ritual seperti meditasi, tasawuf, dzikir dan sebagainya hanya mampu membantu mengobati depresi secara personal tidak komunal (menyeluruh) serta tidak menyelesaikan secara komprehensif.

Harus ada penyelesaian yang tuntas untuk meminimalisir sumber-sumber penyebab depresi seperti memperkokoh benteng keimanan individu berbasis tauhid. Keluarga yang sakinah, serta sistem kehidupan yang kondusif. Semoga kita terhindar dari gangguan depresi ini. Bye-bye Depression pada Ibu Rumah Tangga!

Salam,
Mom Queen
Phai Yunita S Wijaya
Hi Im Yunniew, ibu dengan 3 orang anak yang memiliki hobby menulis dan literasi. Marriage and parenting enthusiast, Womanpreneur dan Consultant franchise Laundry and minimarket, ibu pembelajar, dan tukang review produk temen :)

Related Posts

9 comments

  1. kereeen ulasannya. aku juga mau belajar nulis blog keren gini. paporit banget deh. Dan untuk tulisannya, di bagian awal, quote, terus gimana sama perempuan yang gak nikah. bukan karena gak mau tapi karena takdirnya? apa dia tidak bisa dikatakan memiliki pencapain?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga Allah segerakan bertemu jodohnya :)

      Karena setiap orang tidak ada yang tidak ingin menikah, hanya waktunya saja ya kan, ada lambat ada yang cepat.

      Semoga waktu menunggu sang calon imam Allah catat sebagai pahala dalam pencapaian karier terbaik amin.

      Delete
  2. Suka banget quote di awal. Aku pas baca ciri2 pertama kok kaya ngerasa ke diri aku ya hahaha. Tapi klo di pikir2 nggalah ya. Mungkin aku hanya lagi bad mood aja.

    ReplyDelete
  3. Ah, selalu suka sama tulisan kakak yang satu ini 😍

    ReplyDelete
  4. Suka sama kalimat penutupnya : Harus ada penyelesaian yang tuntas untuk meminimalisir sumber-sumber penyebab depresi seperti memperkokoh benteng keimanan individu berbasis tauhid.
    Urusan depresi itu, keimanan yang kuat jadi pondasi sekali

    ReplyDelete
  5. Merasa happy dan termotivasi dgn quote di awal 😍

    ReplyDelete
  6. Rumitnya memiliki masalah mental karena kita sering ga sadar dengan tanda-tandanya. Kalautubuh yg sakit, sakitnya terasa. Namun kalau depresi kita bisa tenggelam perlahan-lahan tanpa disadari

    ReplyDelete
  7. MasyaAllah, suka banget sama tulisan Mbak Yuni.. Kadang kita sebagai ibu rumah tangga memang tidak menyadari kedatangan tamu tak diundang yang satu ini ya Mbak.. Makasi sudah mengingatkan dengan solusi-solusinya Mbak..

    ReplyDelete
  8. Aamiin..
    Memang betul kekuatan tauhid diri itu sangat berpengaruh ya Mba. Klo pas iman Drop tuh berasa bgt kacaunya, jdi mudah marah dan bisa stres klo lama2 dibiarkan.

    ReplyDelete

Post a Comment