Konten [Tampil]
Hi Moms!
Baru kemarin saya ke klinik kesehatan gigi dan mulut untuk menambal gigi si Bungsu. Gigi serinya mengalami 'abrasi' yang mana pada bagian ujung gigi mengalami pengeroposan kecil. Untungnya saya sudah membaca informasi yang menjawab pertanyaan banyak Ibu: gigi susu berlubang apa perlu ditambal atau dibiarkan saja? Mengingat nantinya akan tanggal dan digantikan gigi permanen.
Bagi banyak orangtua, gigi susu yang rusak lebih banyak ‘dibiarkan’ karena lambat laun akan berganti dengan gigi permanen. Sehingga banyak yang memilih membiarkan dan cenderung abai dengan kesehatan gigi susu ini.
Padahal gigi susu yang rusak dapat mempengaruhi pertumbuhan gigi permanen. Selain itu, jika gigi si Kecil keropos bahkan menghitam, lama kelamaan giginya akan habis dan ompong. Bukan hanya mengganggu dari sisi estetika, tetapi juga dapat berpengaruh pada masalah kesehatan serta tumbuh kembang anak.
Peran gigi susu ini sama pentingnya dengan gigi permanen, jadi jangan disepelekan. Saya yakin tulisan ini akan menjadi sangat panjang kalau dibahas secara detail haha…disimak ya.
Penyebab dan Cara Merawat Gigi Berlubang pada Anak
Moms, perlu diketahui bahwa gigi berlubang tidak serta merta terjadi begitu saja. Ada proses panjang yang membuatnya menjadi lubang yang menganga.
Penyebab gigi berlubang pada anak umumnya terjadi karena adanya penumpukan bakteri yang ada pada plak gigi. Plak gigi adalah akumulasi dari sisa-sisa kotoran gigi yang menumpuk akibat penyikatan gigi yang kurang maksimal, akibatnya menjadi sarang bakteri dan kuman. Bakteri inilah yang menghasilkan zat asam yang dapat merusak lapisan gigi terluar yang disebut enamel (email gigi).
Enamel gigi ini sifatnya sangat keras, namun meski sangat keras, enamel gigi dapat rusak karena perilaku yang kurang sehat. Beberapa penyebab yang sering dilakukan adalah:
- Banyak mengonsumsi makanan tinggi gula seperti cokelat, permen, maupun minuman berwarna dalam kemasan.
- Kebiasaan menyikat gigi yang kurang teratur.
- Tidak membersihkan gigi dengan teknik yang benar.
- Masih minum susu dengan botol di saat tidur malam.
- Tidak melakukan kontrol rutin minimal 6 bulan sekali ke dokter gigi.
Moms, kunjungan ke dokter gigi sebaiknya dilakukan sejak tumbuh gigi pertama pada anak. Hal ini bertujuan untuk pengenalan suasana klinik gigi pada anak, agar mereka tidak merasa asing atau ‘takut’ ketika mendengar kata ‘periksa gigi’. Jadi ketika gigi anak bermasalah semisal berlubang, tindakan cara merawat gigi berlubang pada anak tidak lagi menakutkan.
Moms bisa melakukan cara merawat gigi berlubang pada anak dengan langkah mudah berikut ini:
- Membiasakan anak menyikat gigi minimal 2 kali sehari
- Kurangi konsumsi gula dan makanan turunannya
- Menggunakan pasta gigi berflouride sesuai usia anak.
- Rutin mengunjungi dokter gigi minimal 6 bulan sekali.
Gigi Susu Berlubang Apa Perlu Ditambal?
Nah, ketika saya kemarin ke klinik gigi, ada orang tua yang bertanya pada perawat yang memeriksa pada pemeriksaan awal: gigi susu berlubang apa perlu ditambal?
Dan tentu saja jawaban perawatnya adalah: Ya, perlu! Meskipun tetap mengikuti anjuran dari dokternya. Jika giginya tidak memungkin untuk ditambal maka tidak akan ditambal. Namun, jika lubangnya masih kecil, sebaiknya dilakukan penambalan. Jadi, tergantung tingkat keparahan lubangnya.
Namun, pada kenyataannya banyak orang tua yang memilih membiarkan gigi susu rusak dibandingkan merawat, sebab pertimbangannya adalah: nanti juga akan diganti dengan gigi permanen yang lebih bagus. Padahal, jika dibiarkan gigi susu yang rusak dapat menyebabkan rasa sakit, infeksi, bahkan mengganggu kenyamanan anak.
Jika Moms berkonsultasi dengan dokter gigi, dokter akan melakukan pertimbangan apakah gigi perlu ditambal atau tidak. Pada anak saya kemarin, karena usianya masih 4 tahun dan gigi serinya masih bagus, maka dilakukan penambalan. Jika tidak ditambal khawatir akan semakin parah sehingga mengganggu pertumbuhan gigi permanen.
Namun pada anak saya yang pertama, pada gigi gerahamnya tidak dilakukan penambalan karena harus dilakukan perawatan saluran akar. Karena tindakan PSA memakan waktu cukup panjang, khawatir selesai PSA, gigi permanennya akan tumbuh. Jadi pilihan tidak dilakukan penambalan.
Selain faktor diatas, biaya tambal gigi susu anak juga menjadi pertimbangan orang tua untuk mengunjungi rumah sakit. Namun sebenarnya, jika Mom's menggunakan BPJS, biaya tambal gigi dan perawatan saluran akar serta pencabutan gigi dicover sepenuhnya oleh BPJS.
Mengapa Gigi Susu Perlu Dirawat?
Moms, gigi susu perlu dirawat. Gigi susu memiliki peran yang sangat besar pada tumbuh kembang anak. Beberapa peran gigi susu pada anak antara lain:
- Membantu dalam proses pengunyahan makanan.
- Mendukung perkembangan bicara.
- Sebagai parameter kesehatan mulut secara keseluruhan.
- Menjaga penampilan dan kepercayaan diri anak.
Mengingat sangat pentingnya peran gigi susu ini, makanya sebagai orangtua kita wajib 'mengawal' kesehatan gigi dan mulut anak. Karena senyum sehat anak adalah investasi terbesar orangtua.
Fungsi Gigi Susu terhadap Pertumbuhan Gigi Permanen
Moms, gigi susu juga berperan penting terhadap pertumbuhan gigi permanen lho. Pernah nggak melihat orang yang giginya berantakan? Nah salah satu dampak jika gigi susu tidak dijaga adalah pertumbuhan gigi permanen yang tidak beraturan.
Berikut ini fungsi penting gigi susu terhadap pertumbuhan gigi permanen yang tapi
1. Menjaga ruang untuk gigi permanen
Gigi susu berfungsi untuk mempersiapkan ruang tumbuhnya gigi permanen. Gigi susu bisa disebut sebagai “penjaga tempat” agar gigi permanen tumbuh di posisi yang benar.
2. Membimbing arah tumbuh gigi tetap
Gigi susu yang terawat akan tanggal ketika gigi permanen siap menggantikannya. Lokasi gigi susu yang tanggal ini akan segera digantikan oleh gigi permanen. Jika gigi susu tanggal terlalu cepat, gigi permanen bisa tumbuh tidak rapi.
3. Mendukung perkembangan rahang
Gigi susu membantu membentuk struktur rahang yang ideal.
4. Membantu fungsi mengunyah
Proses mengunyah makanan akan berjalan optimal jika gigi tetap utuh. Namun, jika gigi sakit atau tanggal sebelum waktunya, makanan yang dimakan tidak dapat dikunyah dengan maksimal. Jadi nutrisi anak sangat bergantung pada kemampuan mengunyah yang baik.
5. Mendukung kepercayaan diri anak
Gigi yang sehat membuat anak lebih percaya diri saat tersenyum dan berbicara. Karena itulah, menjawab pertanyaan gigi susu berlubang apa perlu ditambal tidak bisa dianggap remeh karena dampaknya jangka panjang.
Apa Akibatnya Jika Gigi Susu Tidak Dirawat?
Nah, sekarang gimana kalau gigi susunya sudah terlanjur tidak terawat alias sudah protol satu persatu dan yang tersisa hanya ‘mantan’ eh mantan' gigi seri maksudnya?
Gigi susu yang tidak terawat akan menjadi sarang bakteri. Bakteri akan merusak enamel gigi yang menjadi cikal bakal tumbuhnya lubang kecil, lama kelamaan menjadi lubang besar. Tentu saja ini dapat membawa dampak negatif pada gigi seperti:
1. Gusi bengkak
Akibat gusi bengkak dapat menyebabkan rasa sakit. Nyeri berkepanjangan, sehingga anak akan sulit makan dan susah tidur.
2. Infeksi serius
Gusi yang bengkak bisa menjadi penyebab adanya infeksi atau peradangan di dalam gigi. Bisa juga menjadikan lubang gigi. Gigi berlubang yang dalam bisa menyebabkan abses atau infeksi menyebar.
3. Gangguan pertumbuhan gigi permanen
Pertumbuhan gigi permanen dipengaruhi oleh gigi susu yang terawat. Kalau gigi susu sudah tanggal sebelum waktunya akibat kerusakan gigi, gigi tetap bisa tumbuh tidak rapi atau berjejal.
4. Masalah nutrisi
Seperti sudah dijelaskan di atas kalau gigi berperan dalam proses pencernaan makanan. Kalau gigi sakit, anak jadi malas makan karena merasa sakit saat mengunyah.
5. Gangguan bicara
Saya juga sempat khawatir dengan kemampuan bicara anak kedua. Ketika gigi depannya hilang, gaya bicaranya sedikit cadel. Kehilangan gigi terlalu dini ternyata memengaruhi pelafalannya. Alhamdulillah tak lama setelah giginya tumbuh, bicaranya berangsur normal, namun tetap lambat dibanding anak yang lain.
Pendapat Dokter Spesialis Gigi Anak
Menurut dokter spesialis kedokteran gigi anak (pedodontis), gigi berlubang pada anak, bahkan pada gigi susu tetap harus ditangani sedini mungkin.
Mereka menekankan bahwa:
- Karies (gigi berlubang) adalah penyakit infeksi yang bisa menyebar.
- Gigi susu yang rusak bisa memengaruhi kesehatan gigi permanen
- Penanganan sejak awal jauh lebih sederhana dan murah dibandingkan saat sudah parah
Meski demikian, dokter juga biasanya akan menilai kedalaman lubang, usia anak, serta waktu perkiraan gigi akan tanggal ketika akan melakukan tindakan. Jika masih bisa dipertahankan, maka penambalan adalah pilihan terbaik.
Penutup
Jadi, ketika mengalami gigi berlubang atau masih bingung dengan pertanyaan gigi susu berlubang apa perlu ditambal? Kamu sudah tahu jawabannya. Selama kondisi gigi masih bisa dipertahankan dan waktu tumbuh gigi masih lama maka perlu ditambal.
Ingat bahwa ketika kamu menunda untuk merawat gigi anak yang mulai bermasalah artinya siap-siap dengan dampaknya. Mulai dari masalah kesehatan, perkembangan komunikasi, serta biaya tambal gigi anak yang dikeluarkan menjadi lebih besar.
Menjaga gigi susu tetap sehat adalah langkah awal memastikan anak tumbuh dengan sehat dan kuat. Senyum sehat anak adalah investasi terbaik kita. Yuk pastikan sudah paham cara merawat gigi susu anak dengan benar.
Salam,
Mom Queen











Post a Comment
Post a Comment