header maminca sharing

Belajar dari Salman Alfarisi Pemuda cerdas ahlul bait

Konten [Tampil]

Salman Alfarisi, apabila mendengar namanya tentu lah kita dapat Mengingat kembali bagaimana kaum Muslimin Bisa mendapat kemenangan dalam perang Ahdzab atau perang Khandaq tahun 5 Hijriah (627M) tanpa ide cemerlang dari seorang budak Yahudi yang cerdas ini. Ya, dialah orang dibalik ide membangun parit yang lebar dan dalamnya mencapai 3-4 meter (ahli sejarah juga ada ada juga yang mengatakan lebar dalamnya hingga mencapai 7 meter).Strategi defensif yang diterapkan Rasulullah telah membuat pasukan Qurays mundur dan menyerah hingga tidak jadi menyerang Madinah dan Kemenangan bagi Kaum Muslimin. Allahu Akbar Allahu Akbar.

Pic from www.welayatnet.com

I. Perjalanan Panjang Salman untuk bertemu Islam


Salman Alfarisi merupakan Pemuda Persia dari seorang laki-laki yang beragama majusi atau penyembah api, sang Ayah amat menyayanginya hingga menginginkannya juga menjadi seperti dirinya sebagai penyembah api, hingga suatu ketika Salman menyaksikan sebuah ritual agama nasrani di suatu gereja dan tertarik untuk mempelajarinya karena dia mengaggap bahwa agama Nasrani lebih baik dari pada agama yang dianutnya saat itu.

Kemudian Salman mulai mulai belajar agama Nasrani, namun di tentang ayahnya hingga Salman dikurung sang Ayah, namun kemudian Salman bisa lolos dan mulai belajar agama nasrani, dari satu pendeta ke pendeta lain, tatkala sang uskup meninggal dunia, Salman seperti selalu kekurangan dalam ilmu agama, hingga tercatat Salman sempat belajar dari 5 pendeta. Dan dari pendeta yang ke 5 inilah Salman mendapat pesan bahwa : "telah tiba padamu sebuah zaman dimana telah datang seorang Nabi yang diutus sebagai pembawa agama Ibrahim dari bangsa Arab dan pindah ke daerah diantara dua bukit (maksudnya Madinah) yang tidak memakan makanan sedekah kecuali hadiah, dan diantara kedua bahunya Ada stempel kenabian" kemudian sang pendeta meninggal.

Salman kemudian bersegera mencari orang yang di maksud pendeta tersebut hingga ia meminta kepada kafilah dagang dari Arab agar membawanya ke negeri mereka sebagai imbalannya, mereka mendapat bayaran semua hewan ternak Salman di berikan kepada mereka. Namun ketika sampai di Sekitar Yastrib (Madinah), oleh kafilah dagang tersebut Salman justru dijual kepada orang Yahudi sebagai budak.

Jadi lah Salman sebagai budak Yahudi, penjaga kebun Kurma.Dari sepupu majikannya yang datang, Salman kemudian mendengar berita tentang sosok yang dicarinya yaitu Rasulullah Shallallahu alaihi Wa Sallam (saat itu Rasulullah baru hijrah dan tiba di Quba), kemudian Salman menemui Rasul dan memberikan sedekah berupa kurma, namun Rasulullah tidak memakannya. Kemudian keesokan harinya Salman membawakan makanan dan kurma, kemudian menyerahkan kepada Rasul sebagai hadiah dan Rasul baru memakannya. Telah nampak bukti kenabian yang diberitakan sang uskup kepada Salman, namun Salman ingin membuktikan tanda yang ke 3, saat Rasul sedang berada di Baqi Al Ghorqod untuk memakamkan sahabat yang syahid, Salman dapat melihat tanda kenabian di pundak sang Nabi.

Kemudian Salman mengucapkan dua kalimat syahadat dihadapan Rasul. Allahu Akbar Allahu Akbar.

Namun karena kesibukannya sebagai budak, Salman melewatkan perang Badr dan perang Uhud, sehingga kemudian dia membuat perjanjian kepada majikan untuk membebaskannya. Sang majikan merupakan Yahudi yang tamak, maka dia meminta Salman membayar dengan menyediakan 300 pohon kurma yang siap dipanen, lengkap dengan pengairannya dan juga emas sebanyak 40 uqiah (1 uqiah=127gram, 40 uqiah=5080 Kg emas).

Disini lah kemudian nampak salah satu mukjizat Nabi dalam membantu memerdekakan Salman, yaitu 300 pohon kurma langsung ditanam melalui tangan Nabi dan tumbuh subur tanpa ada satu pun yang mati, dan untuk emas sebesar 40 uqiah, Nabi memberikan emas hasil rampasan perang (ghanimah) sebesar telur Ayam, padahal secara logika emas tersebut tidak mungkin seberat hingga 5 kg.

Namun Rasulullah bersabda "pergi lah ketempat tuanmu dan Allah akan membantu menyelesaikan urusanmu".Dan ternyata benar, ketika ditimbang emas sebesar telur ayam  tersebut memang seberat 40 uqiah, MasyaAllah Allahu Akbar Allahu Akbar.

II. Pelajaran dari Sosok Salman Alfarisi 


Inilah perjalanan panjang Salman dalam mencari kebenaran Islam, maka tidak heran Ketika Ali bin Abi Thalib ditanya "siapakah Salman?" maka Ali menjawab "Rasulullah Shallallahu alaihi Wa Sallam pernah bersabda bahwa Salman adalah bagian dari kami ahlul Bait" Ali juga kemudian menambahkan "Salman itu seperti lautan ilmu yang tidak akan pernah ada habisnya".

Lantas hikmah apa yang bisa kita ambil dari kisah Salman Alfarisi, berikut yang berhasil Saya rangkum dari Kajian Ustadz Khalid Bassalamah dalam Channel Youtubenya :

✔️ Salman adalah sosok yang sangat gigih dalam memperjuangkan keimanannya, betapa sulitnya perjalanan dan pengorbanannya dalam bertemu islam.

✔️ Salman adalah Orang yang Tawadhu (rendah hati)

Salman berpesan kepada temannya Jahrir bin Abdillah, dia berkata :"Wahai Jahrir rendahkanlah hatimu didunia, sebab siapa yang memiliki sifat rendah hati( tawadhu), maka Allah akan mengangkat derajatnya dihari kiamat. Dan siapa yang menyombongkan diri didunia maka Allah akan merendahkannya dihari kiamat"
Kemudian Salman melanjutkan, "takukah kamu apa itu kegelapan api neraka? Yaitu perbuatan dzalim kepada manusia"

✔️ Salman biasa mengerjakan segala sesuatu sendiri dari tangannya dan makan dari hasil pendapatannya sendiri (Salman tidak mengambil bagiannya dari harta rampasan perang kecuali menginfaqkan semuanya)

Nasihat-Nasihat dari Salman Alfarisi radiallahu 'anhu, yang dinukil dari Ustman An-Nahdi,

Salman mengatakan bahwa Ada 3 hal yang membuat ku terheran-heran hingga membuatku tertawa :

✍️Orang yang mengangankan dunia (tanpa memperdulikan halal haramnya), sementara Kematian sedang memburunya.

✍️Orang yang lalai, sementara dia tidak terlalaikan.
Maksudnya orang yang terus malas beribadah, sementara malaikat maut terus mengawasi dan dia akan mati.

✍️Orang yang tertawa terbahak-bahak, padahal dia tidak tahu apakah Rabb semesta alam murka terhadapnya atau Ridho?

Kemudian Salman juga melanjutkan bahwa, Ada 3 hal lain yang menyedihkanku hingga membuatku menangis, yaitu:

✍️Berpisah dengan Rasulullah dan golongannya (yang telah mendahuluinya)
✍️Kengerian sakaratul maut, padahal aku tidak tahu apakah aku masuk ke surga atau ke neraka.
✍️Saat berdiri dihadapan Rabbku, padahal aku tidak tahu apakah amalanku akan membawaku ke surga atau neraka

Dalam nasihat lain Salman juga berpesan di ambil dari Habs Bin Amr Assa'di, Salman berkata :"Hai Saudara ku, ilmu itu begitu banyak, sedangkan usiamu sangatlah singkat, maka ambil lah yang kau butuhkan dari ilmu agamamu saja, serta tinggalkan yang lainnya"

Sumber : Kajian Ustadz Khalid Bassalamah (YouTube Khalid Bassalamah Official)

____


Bila kembali melihat ke dalam diri sendiri, yang terlahir sudah dalam rahmat Allah Subhanahu Wata'Ala sebagai seorang muslim, yang dengan mudah mempelajarinya islam dari berbagai sumber dan dengan segala kemudahannya, bukankah hal itu seharusnya membuat kita lebih mudah meraih level keimanan yang lebih tinggi? Tapi mengapa kita kadang justru lebih banyak melalaikannya? Semoga kita bisa mengambil teladan dari kegigihan Salman Alfarisi dalam menemukan Islam serta menjalankan Islam yang kaffah aamiiin ya Rabbal 'ala in.


Salam Sayang,
Mom Queen

Phai Yunita S Wijaya
Hi Im Yunniew, ibu dengan 3 orang anak yang memiliki hobby menulis dan literasi. Marriage and parenting enthusiast, Womanpreneur dan Consultant franchise Laundry and minimarket, ibu pembelajar, dan tukang review produk temen :)

Related Posts

22 comments

  1. Jazakillah khairan Mbak utk pelajaran hari ini 😊❤

    ReplyDelete
  2. Sejak dulu memang dah ngfans bgt sama sahabat yang satu ini...terima kasih sharingnya mba

    ReplyDelete
  3. Jazakillah mb remindersnya tentang Salman.. keren banged ya.. smoga kita diberikan kegigihan menuntut ilmu seperti beliau.. 😊

    ReplyDelete
  4. Masyaallah....
    Semoga bisa mengambil semua pelajaran ini ❣

    ReplyDelete
  5. MasyaAllah, Sungguh mulia Nabi memperlakukan sahabatnya. SAhabat yang haus ilmu dan berperan besar dalam kemenangan perperangan Khandaq

    ReplyDelete
  6. MasyaAllah, semoga kita bisa seperti beliau yang gigih mencari kebenaran dan memperjuangkan islam. terimakasih atas sharingnya mba

    ReplyDelete
  7. Semoga bisa meneledani beliau, terima kasih sharingnya mba.

    ReplyDelete
  8. Semoga bisa terus mengingat nasihat-nasihat dari Salman Alfarisi tersebut

    ReplyDelete
  9. Suka jga dengerin ustadz Khalid yg sering membahas sahabat2 Rasulullah, samaan kita ya mba writing for healing 😊

    ReplyDelete
  10. Makasih sharing nya Mba 😊 Aku jadi lebih paham tentang ini.

    ReplyDelete
  11. MasyaAllah.. Salman Al Farisi, salah satu Sahabat Rasulullah yang cerdas dan mulia.. Selalu terkagum-kagum mendengar kisah-kisah sahabat. Terima kasih Mba.

    ReplyDelete
  12. aku tuh selalu merinding kalau baca kisah2 yang nyeritain ttg proses masuk Islam. masyaa allah, padahal dulu perjalanan & perjuangan buat Islam itu susah yaa :')

    ReplyDelete
  13. Alhamdulillah... aku suka banget.. next tokoh lainnya mbaa ^^v

    ReplyDelete
  14. MasyaAllah.. kisah yg sangat inspiratif, baru tau detailnya... ❤️

    ReplyDelete
  15. Alhamdulillaaaah baca postingannya jadi lebih tersegarkan lg dgn sosok Salman Al Farisi 😍

    ReplyDelete
  16. Salman Al Farisi, seorang sahabat nabi yang briliant. Strategi membuat parit adalah strategi langka, dan tak dipikirkan oleh musuh. Masya Allah

    ReplyDelete
  17. Masya Allah. Terima kasih sharingnya mba. Saya baru tau sejarahnya Salman Al Farisi

    ReplyDelete
  18. Masyaallah.. jazakillah sharing ilmunya jd baca lagi sejarahnya

    ReplyDelete
  19. MasyaaAlah jadi tahu sejarah hidup Salman Al Farisi, jazaakillahu khairan sharing ilmunya

    ReplyDelete
  20. Wah, MasyaAllah, terimakasih mba sudah mengulas tentang Salman Al Farisi.. Jadi lebih tau tentang kisahnya

    ReplyDelete

Post a Comment