Skip to main content

Kembalinya Home Schooling Queensha


Queensha, my soul indeed 

Tiga Ramadhan yang lalu telah terlewati tanpa Makna, tanpa banyak waktu dihabiskan untuk Hal-Hal berharga kecuali pekerjaan, tanpa banyak kegiatan religi dilakukan kecuali yang biasa wajib dilakukan, tanpa banyak kebersamaan dengan Queensha kecuali di waktu istirahatnya. Maka, aku takkan melewati Ramadhan 2020, Ramadhan yang mulia ini dengan sia-sia kecuali quality time bersama Queensha dan Khaily, terkhusus Queensha yang sudah menginjak usia 3 tahun lebih. Selama bekerja, sering sekali berkhayal tatkala melihat Ibu-ibu milenial bisa mendidik dan membersamai,mengajak anak-anak balitanya bermain bersama di pagi hari, sambil memberikan sisipan edukasi di setiap permainannya, membacakan buku di pagi harinya, mengantarnya bermain sepeda keliling kompleks, atau sekedar bercerita tentang dirinya dihari itu. Aku Hanya sibuk dengan rutinitas dikantor, dengan segudang dokumen-dokumen yang harus di review dan di selesaikan, Dan pulang kerumah disore hari dengan kelelahan yang bertambah-tambah karena tetap harus mengurus segala urusan rumah tangga lainnya.Terkadang juga Aku sudah tertidur lebih dulu dibanding Queensha dan suami.

Ahh seandainya juga punya waktu dan tenaga yang sedikit lebih banyak untuk membersamai mereka, tentu lah aku juga ingin seperti itu.

Walaupun untuk mengobati rasa keinginan yang besar untuk memberikan pendidikan dasar dari rumah, Queensha juga mempunyai jadwal rutin bermain sambil belajar bersama Saya setiap hari ini di waktu malam, yang biasa kami sebut "school night" namun hal itu tidaklah berpengaruh banyak karena biasanya Queensha sudah kelelahan atau bahkan tertidur dalam dekapanku dikala baru 15 menit memulai "sekolah" nya.Sungguh wajar karena waktu malam setidaknya bukan untuk memeras otak lagi, tetapi untuk merilekskan otak.

Maka dari itu aku tidak ingin hal itu terulang kembali dihari-hari sekarang setelah aku full time bersama mereka sejak aku memutuskan mengundurkan diri dari Perusahaan perminyakan medio Desember 2019,dan sekarang inilah saatnya aku membayar semua "hutangku"pada Queensha terutama Ramadhan ini... Inilah janjiku.

Segera kususun jadwal rutin kegiatan dan materi permainan dan edukasi yang ingin kuberikan padanya. Aku Sedari awal ingin sekali menerapkan konsep home base education ala Islamic Montessori pada Queensha, karenanya sudah lama banyak Buku-Buku dan ide permainan bertemakan Montessori bertengger dirak Buku dirumah kami. Mulai dari pemahaman awal mengenai teori Montessori itu sendiri oleh dokter Maria Montessori, hingga Buku Islamic Montessori karya anak bangsa yang cerdas Ibu Zahra Zahira yaitu Islamic Montessori untuk rentang usia mulai dari 0-3 tahun, seri lanjutan 3-6 tahun serta masih banyak lagi Buku referensi lainnya.

Mengapa Saya lebih tertarik pada Metode penerapan ala Montessori? Karena pada prinsipnya metode Montessori menekankan pola pembelajaran yang terpusat pada anak, mengikuti arah kemana "will" nya anak, bukan "will" nya orangtua, dengan begitu, kita sebagaimana orangtua akan sangat paham apa minat, bakat dan kemauan pada anak kita, bukan minat, bakat dan Kemauan orangtua yang kita coba diteruskan kepada anak.

Sekarang hari-hari kami rutin diisi dengan kebersamaan yang selama ini kurindukan, membaca Buku, menerapkan konsep life Skill, fun play, yang bukan hanya untuk kesenangan semata, tapi juga ada sisipan pembelajaran di setiap aktivitasnya.Biasanya aku memilih waktu yang relatif "aman dan nyaman buat anak yaitu jam 9 Pagi sampai jam 12 siang. Aku sangat bersyukur untuk itu, seperti sebuah best achievement pada hari itu, Jika berhasil menjalankannya dengan baik, namun pengaturan waktu terkadang lebih fleksibel, tergantung situasi dan kondisi rumah kami, yaa intinya senyaman kedua belah pihak saja :)

Oh ya, aku juga mau berbagi tips sedikit agar anak 'nyaman' berlama-lama main dengan kita, tanpa melulu kembali ke gadget ataupun TV. Karena namanya anak-anak sangat penasaran dan tertarik sekali terhadap konten-konten technology yang seharusnya mereka belum boleh terlalu banyak menikmatinya seperti gadget ataupun tv, karena menurut sebuah penelitian konten gadget ataupun TV Bisa berdampak pada perlambatan tumbuh kembang anak diantaranya speech delay maupun gangguan penglihatan.

Nah supaya anak nyaman bersama kita, aku mencoba beberapa cara ini dan alhamdulillah berhasil dalam penerapannya :

🍂Pilih waktu yang paling membuat anak nyaman, biasanya setelah mandi dan sarapan pagi anak dalam kondisi puncak energinya.

🍂Sesuaikan materi dengan minat anak.
Walaupun Aku sudah membuat kurikulum selama sebulan untuk Queensha, namun tetap saja, aku pasti menanyakan dulu Dia mau main apa hari ini?, atau mau Baca Buku apa hari ini? Mau cerita apa hari ini? Dan sebagainya. Sehingga, walaupun orangtua yang supervisi tapi kendali tetap pada sang anak, dengan begitu mereka juga merasa dihargai pendapatnya.

🍂Putus semua sumber yang menjadi pemecah konsentrasinya.
Salah satu yang membuat Queensha gagal fokus adalah TV 📺, maka biasanya Aku akan langsung mematikan saluran TV kabel nya, sehingga kalaupun Dia mau beralih fokus untuk nonton akan sia-sia.Namun,terkadang Queensha juga suka gagal fokusnya jika Saya sedang mengambil dokumentasi via handphone, namun hal itu tidak berlangsung lama karena dia bukan tipical suka gadget sekarang (kapan-kapan Aku sharing tentang ini, gimana Queensha Bisa ga suka gadget lagi, padahal dulu dibawah asuhan nanny selalu dikasih utub😌)

🍂Yang keempat dan terakhir adalah buat suasana ruangan senyaman mungkin,ruangan yang kid friendly.
Kalau teman-teman lihat di instagram @queensha.aleena mungkin teman-teman akan lihat bahwa memang aku menyediakan satu kamar khusus buat anak-anak bermain disitu, lengkap dengan rak Buku, mainan, alat tulis, whiteboard bahkan hiasan di dinding ala sekolah paud gitu deh. Dan sebagian besar hasil prakarya disitu adalah hasil karya kami dirumah, terus ditempel disana. Dan ada satu dinding khusus tempat Queensha boleh menulis apapun termasuk benang kusutnya yang sering dimaknai gambar macem-macem sama Dia.

Dan, alhamdulillah usaha dan niat baik saya untuk membersamai anak-anak ini sejalan dengan keinginan Suami. Suami menekankan bahwa anak-anak hendaklah belajar sesuatu pertama kali dari orangtuanya, terutama ibunya, bukan dari paman, bibi ataupun pengasuhnya. Karena kelak diusia dewasa dia akan kembali kepada orangtuanya manakala Dia menemui jalan buntu kehidupannya.

Ramadhan kali ini, banyak hikmah yang telah Allah tanamkan pada kita semua ditengah pandemi wabah Covid-19, terutama keluarga kecil kami, yang mengharuskan kita mematuhi himbauan para Pemimpin negeri dan Pemimpin agama untuk tetap menjaga keamanan diri sendiri dan keluarga dengan selalu #dirumahaja dan #dirumahlebihaman. Jika tanpa wabah ini, mungkin Ramadhan kali ini akan lebih di penuhi dengan kulineran dari pasar takjil satu kepasar takjil yang lain, dari mall satu ke mall yang lain mencari sesuatu yang baru untuk lebaran, dari resto satu keresto yang lain demi mencari menu buka puasa yang berbeda,yang semuanya kadang membuat kita menjadi konsumtif, kadang juga membeli sesuai keinginan mata bukan kebutuhan, maka dari itulah Ramadhan 2020 ini Allah memberikan pelajaran yang kita bisa memetik ibrohnya, agar menjadi pribadi yang lebih banyak bertafakkur dirumah, bersyukur dengan yang ada, menutup mata kita dari penglihatan yang hanya membuat setan menggembosi sisi konsumtif jiwa, menutup telinga kita dari berkumpul tanpa ada penambahan nilai keimanan, ahh Allah Maha baik dengan segala musibah yang di berikan kepada kita. Semoga kita dapat mengambil hikmahnya dari semua musibah yang sedang kita alami, aamiin aamiiin yaa Robbal'alamin.


Salam Sayang,
Mom Queen 




Comments

  1. MasyaaAllah ibu pembelajar, tiada henti berkreasi Demi anak tercinta

    ReplyDelete
  2. MasyaAllah mba, Ramadhan kali ini pasti berkesan sekali bagi Queensha karena ibunya sll membersamai, semangat mbaa dirimu tak sendiri 😇

    ReplyDelete
  3. Aamiin Ya Rabb...
    Salam sayang buat Queensha

    ReplyDelete
  4. MasyaaAllah...semangat momnya Queen...semoga sehat selalu sekeluarga😊

    ReplyDelete
  5. Semangat membersamai sang buah hati mom

    ReplyDelete
  6. Smangat bunda saya pun suka mengaplikasikan dan menerapkan kombinasi pembelajaran Montessori.. smangat!!

    ReplyDelete
  7. Alhamdulillah.. bisa jadi inspirasi kelak.. jazakillah khair sudah berbagi mba saay

    ReplyDelete
  8. Baca cerita awal sedih banget loh aku.tapi pas di bawa jadi seneng. Semoga kita semua tetep semangat membersamai anak anak kita ya.
    Otw liat ig nya ah buat inspirasi juga 😊

    ReplyDelete
  9. Semangat Mba membersamai putrinya.. :) Oiya, Saya dulu juga sempat ikut crash course.nya ms Zahra mba, memang menarik dan menyenangkan sekali konsep Islamic Montessori ya.

    ReplyDelete
  10. Jazaakillahu khairan mom, banyak banget ilmu baru membersamai anak. Penasaran banget nih tips queensha bisa lepas utub hii

    ReplyDelete
  11. Semangan menjadi ibu hebat untuk Queensha 😊

    ReplyDelete
  12. Terima kasih sharingnya mba, semoga nanti saat jadi Ibu juga bisa optimal membersamai anak.

    ReplyDelete
  13. aaamiiin ya allah. insyaa allah, later or sooner, ada pelajaran berharga yang tak terkira ya mbak ^^

    ReplyDelete
  14. Masya Allah, terimakasih sharing nya Mba :)

    ReplyDelete
  15. MASYA Allah, senang ya mba bisa membersamai anak 24jam...saya pun tiap hari suka bikin funplay dan montessori buat anak..salam kenal ya mba

    ReplyDelete
  16. Aamiin yaa Allah.....
    Banyak belajar dari semangat mbak membersamai Queensha ❤

    ReplyDelete
  17. Aamiin ya rabbal alamiin... MasyaAllah. semangat ❤️

    ReplyDelete
  18. biasanya idenya dapet dari mna mba?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dari Buku child play anak Mba, dari yutup atau ig randomlah tapi kebanyakan dari Buku sambil ngajakin mereka cinta Buku, soalnya anak-anak silau Sama hp😂

      Delete
  19. Bener mba. Saya juga ngerasa ramadan sekarang yg lebih "sepi" jadi bikin kita lebih fokus ibadahnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mari kita bikin "rame" rumah kita dengan ibadah mb❤️

      Delete
  20. Selalu ada hikmah di setiap peristiwa ya. Alhamdulilah jadi punya waktu full 24 jam dengan buah hati. Harus kita syukuri pastinya ya. Btw, syukron tipsnya ya. Masih berupaya menemukan waktu dan metode yg pas dgn masing2 anak yg berbeda-beda 😄

    ReplyDelete

Post a Comment

Thanks so much to all of reader. Please comment if any doubts or suggestions

Popular posts from this blog

Benarkah ada orangtua yang gagal?

Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh. Apa kabar happy parents semua? Semoga selalu happy meski pandemi belum juga mereda. Kali ini Aku mau membahas sedikit mengenai topik yang terngiang-ngiang dikepalaku "Benarkah ada orangtua yang gagal?" . Gagal dalam membesarkan anak, gagal dalam mengelola dan menyalurkan emosinya sehingga meluapkan pada anak, gagal dalam mengasah kemampuan dan bakat anak, gagal dalam membersamai tumbuh kembang anak, atau bahkan gagal dalam mendidik dan mempersiapkan anak-anaknya menjadi generasi terbaik dimasanya. Setiap orangtua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. foto dokpri Aku pikir pemikiran seperti ini tidak akan pernah terlintas dalam pikiranku,karena menurutku tidak ada orangtua yang menginginkan kegagalan dalam hidupnya apalagi untuk anak-anak. Semua orangtua sangat mencintai anak-anaknya, entah anak-anak tahu atau tidak, mereka rela memberikan yang terbaik bahkan rela menghimpit kebutuhan diri sendiri demi memenuhi kebut

Ibu Karir dirumah

Sejak melahirkan anak pertama, Queensha, suamiku sudah mengingatkan untuk memasang target kapan akan berhenti dari pekerjaan, dan fokus mengurus anak. Waktu itu aku mengatakan "nanti ya kalau Queensha sudah mulai sekolah, sekira umur 5 tahunan" Suami membalas "Kalau bisa lebih cepat dari itu, karena anak sangat membutuhkan figur ibunya, Jika waktunya banyak bersama pengasuh ketimbang orangtua terutama ibunya, ikatan bathin ibu dan anak akan berkurang ." Dan, itu memang benar. Aku merasa anakku  cenderung lebih dekat dengan pengasuhnya, misalnya jika pengasuhnya hendak pergi ke warung (karena rumah pengasuhnya didepan rumah kami), maka Queensha akan langsung berlari menghampiri, dan berteriak " ibuu, ikuuutttt" Akupun menuruti keinginannya, walaupun saat itu aku lagi bermain bersamanya.Karena jika dilarang dia akan menangis. Dan, Qodarullah menjelang umur Queensha 2 tahun, aku dinyatakan hamil anak kedua, alhamdulillah masyaAllah. Padahal baru beren

Ayo membaca nyaring bersama Lets Read

Menteri pendidikan dan kebudayaan Nadim Makariem pernah mengatakan bahwa di Indonesia saat ini tengah mengalami yang namanya krisis literasi. Pernyataan ini sebenarnya bukan tanpa alasan, hal ini didasari pada rilis hasil studi Programme for International Assessment (PISA) 2018 yang dilakukan oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 3 Desember lalu. PISA adalah hasil program studi internasional dibidang pendidikan per 3 tahunan bagi pelajar berusia 15 tahun. Yang bertujuan untuk mengamati kemampuan membaca, matematika dan sains suatu negara untuk mendorong pendidikan. Dalam hasil rilis hasil studi tersebut didapat bahwa skor kemampuan membaca di Indonesia ditahun 2018 turun menjadi 371 dibanding tahun 2015 diangka 397 poin, dengan skor rata-rata OECD 487 poin. Aku sepakat bahwa literasi tidak hanya tentang kemampuan membaca, tetapi juga tentang kemampuan memahami bacaan, numerasi, sains dan kecakapan dalam memecahkan suatu masalah tertentu. Namun sem