header maminca sharing

Pentingnya Menjaga Kesehatan Saluran Cerna si Kecil Bersama Nutriclub

Konten [Tampil]

Bulan lalu (31/07), mom Queen berkesempatan mengikuti kuliah Whatsapp (KulWap) bersama Nutriclub_id dengan tema "Pentingnya Kesehatan Saluran Cerna Bagi Tumbuh Kembang si Kecil" Acara ini menghadirkan Dokter Spesialis Anak Firda Fairuza sebagai pemateri. Kulwap ini juga di moderatori oleh expert dari Nutriclub yaitu mba Fisca Luciana. Oh ya sebagai informasi, para expert dari Nutriclub ini juga terdiri dari orang-orang yang ahli dibidangnya, seperti ahli gizi, dokter, dan sebagainya.
  
title Nutriclub


Sebagai ibu dengan 3 anak dibawah 5 tahun, Kulwap dengan tema kesehatan saluran cerna seperti ini terasa sangat penting sekali, apalagi di saat pandemi begini. Anak terkena demam sedikit saja, ibu sudah khawatir setengah mati. Apalagi jika sampai  harus ke rumah sakit dan rawat inap, duh!

A. Menjaga Kesehatan Saluran Cerna Anak, Cegah Anak Gampang Sakit


Pengalaman rawat inap Khaily (anak no 2) di awal tahun 2021 ini, cukup menjadi pelajaran akan pentingnya kesehatan saluran cerna bagi si Kecil.

Jika boleh berbagi sedikit tentang mengapa Khaily bisa di rawat inap di rumah sakit, adalah diawali dengan demam tinggi 39° hampir 5 hari yang naik turun. Panasnya hanya turun setelah minum obat penurun panas. 5-6 jam pasca minum penurun panas yang diresepkan dokter, suhunya kembali naik 39°. Karena demamnya sudah lebih dari 5 hari, dokter klinik menganjurkan untuk di rujuk ke rumah sakit saja.

 
suhu tubuh

 

Hari itu di rumah sakit, bayi kecil kami segera dilakukan pengecekan laboratorium. Hasil pemeriksaan laboratorium (lab) menyebutkan tingginya sel darah putih di dalam tubuhnya. Sel darah putih untuk anak seusia Khaily (18 bulan) normalnya di angka 4-12ribu sel per mikroliter darah, begitu terang dokter anak yang menangani anak kami. Hasil lab menunjukkan, jumlah leukosit Khaily berada di angka 22 ribu sel/µL darah. Khaily yang tidak pernah sakit selama hampir 2 tahun hidupnya, hari itu harus tumbang juga.

 
rawat inap

 
Dokter Ilman, dokter yang menangani Khaily, menjelaskan bahwa mau tidak mau perlu dilakukan observasi dan harus rawat inap. Mom Queen sempat menawar pada dokter untuk di rawat jalan saja. Berat bagi mom Queen untuk menjalani rawat inap dikarenakan saat itu lagi hamil 9 bulan. Mom Queen takut tidak sanggup ngegendong bocah ini. Kalau dirumah, mom Queen bisa gantian sama abinya. Toh, demamnya akan turun juga saat diberi penurun panas. Tak dinyana, dokter Ilman menolak untuk rawat jalan. Baik! No choice! Rawat inap pun harus dilakukan. 

Hari kedua perawatan, panasnya mulai turun, hasil diagnosis dokter mengatakan tubuhnya terinfeksi bakteri patogen yang bisa saja masuk lewat saluran cerna. Beruntung saat itu rawat inap hanya berlangsung 3 hari. Hari ke-3 kami sudah diperbolehkan pulang kerumah. Yeiyy! 

 
rawat inap



Jadi, mom Queen disarankan untuk selalu menjaga kebersihan anak, mandi minimal 2x sehari dan makan makanan yang bersih. Dilalah, padahal anak bayi ini ga pernah main di luar. Makan juga selalu di kontrol, tapi satu yang mom Queen ingat, khaily selalu menelan air mentah saat belajar gosok gigi. Ada berapa kali gosok gigi menggunakan air mentah, biasanya selalu memakai air matang. Bisa jadi itulah penyebab bakteri bisa masuk ke tubuh lewat saluran cerna, mulut.

Kesehatan Saluran Cerna Berpengaruh Pada Tumbuh Kembang Anak


Acara Kulwap yang dimulai pukul 15.00 WIB itu dibuka dengan prakata dari dr. Firda Fairuza, Sp.A. Dokter cantik ini membuka dengan kalimat sapaan kepada kami, 240 an ibu-ibu peserta Kulwap. Dilanjutkan dengan pesan pentingnya menjaga kesehatan saluran cerna si kecil.

Setelah itu, langsung pemaparan materi oleh dokter Firda. Materi yang disampaikan melalui slide gambar dan pesan suara maupun tulisan. Kami juga diberi kesempatan untuk bertanya dengan para expert dari Nutriclub atau kepada dokter Firda. Jadi, jika ada pertanyaan seputar masalah kesehatan saluran cerna pada anak, apabila tidak sempat dijawab oleh dokter pemateri, maka akan di jawab oleh para expert dari Nutriclub

Banyak banget insight yang mom Queen dapatkan pada kulwap kali ini. Meski biasanya acara seminar kesehatan diadakan via zoom, namun tidak menyurutkan semangat ibu-ibu peserta kulwap untuk menyimak acara hingga akhir.

Saluran Cerna Yang Sehat Mencerminkan kesehatan si Kecil.


Ternyata banyak banget lho efek dari menjaga kesehatan saluran cerna. Saluran cerna yang sehat sangat mencerminkan kesehatan si Kecil secara general. Saluran cerna yang sehat dapat mengoptimalkan tumbuh kembang anak.

Ternyata pertumbuhan dan perkembangan itu berbeda ya. Pertumbuhan ditandai dengan pertambahan ukuran anak seperti berat dan tinggi. Sedangkan perkembangan cenderung pada kemampuan fungsi anak seperti komunikasi dan bersosialisasi

B. Faktor yang Mempengaruhi Tumbuh Kembang Anak

  
faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang si Kecil


Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak, dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu

1. faktor genetik

2. faktor lingkungan

Pada faktor lingkungan ini, nutrisi memegang peran yang sangat penting. 

Kesehatan saluran cerna berperan penting untuk mengoptimalkan daya tahan tubuh si Kecil. Jika ada gangguan, maka timbul risiko malabsorpsi atau makanan sulit dicerna sehingga menyebabkan anak menjadi kurang gizi.

Gejala Gangguan Kesehatan Saluran Cerna Pada Anak


Gejala gangguan kesehatan saluran cerna pada anak ditandai dengan adanya perilaku seperti anak rewel, perut kembung, mual muntah, diare, hingga dehidrasi. Gejala ini muncul karena anak makan terlalu banyak, gangguan kesehatan saluran cerna hingga intoleransi laktosa. Gejala ini muncul karena sistem pencernaan anak yang sedang berkembang maupun masih dlm proses adaptasi terhadap nutrisi yang diberikan.

Dokter Firda menerangkan, kondisi ini, jika dibiarkan berlarut-larut tanpa adanya penanganan dari dokter, bisa saja berakibat anak kekurangan nutrisi. Akibat dari kekurangan nutrisi ini, membuat anak menjadi kurang aktif, sulit konsentrasi termasuk juga gangguan dalam belajar.

C. Jenis-jenis Gangguan Pencernaan Pada Anak


Jenis-jenis gangguan kesehatan saluran cerna pada anak banyak sekali. Beberapa kali mom Queen bergumam "oh ini yang namanya itu..." ataupun "berarti selama ini anakku kena...." dan semisal.

Jujur, selama acara ini mom Queen ga berhenti bergumam betapa banyak informasi tentang menjaga kesehatan saluran cerna anak yang baru diketahui. Beruntungnya mom Queen bisa mengikuti acara ini.
 
jenis gangguan pencernaan

  
Lebih lanjut, dokter Firda Fairuza menjelaskan jenis-jenis gangguan pencernaan pada anak, antara lain :

1. Regurgitasi/gumoh

2. Perut kembung

3. Syndrom mengunyah

4. Muntah berulang

5. Diare

6. Kolik

7. Diskezia

8. Konstipasi

1. Regurgitasi/gumoh


Regurgitasi atau gumoh adalah kondisi dimana kerongkongan bayi belum berkembang sempurna, lambung yang terlalu kecil, menyusu terlalu banyak, dan menelan udara saat menyusu sehingga anak menjadi gumoh. Ini merupakan kondisi normal yang terjadi pada bayi, yang memiliki sistem pencernaan dalam tahap perkembangan

2. Perut Kembung


Perut kembung di tandai dengan gejala yang khas seperti perut menjadi keras, sering sendawa, kentut dan anak menjadi rewel. Hal ini mungkin saja bisa disebabkan karena anak makan terlalu cepat atau pun terlalu pelan. Hmm ternyata makan terlalu pelan juga ga bagus ya moms.

3. Syndrom Mengunyah


Pada usia menjelang satu tahun, anak mengalami kesulitan mengunyah, sehingga lebih memilih makanan cair. Anak yang mengalami syndrome mengunyah ini, dikarenakan kondisi terganggunya fungsi mulut dan kerongkongan akibat saluran cerna yang belum sempurna.

4. Muntah Berulang


Muntah yang berulang pada anak tak ayal menyebabkan rasa khawatir pada orang tua. Muntah berulang pada anak disebabkan karena proses mobilitas dan gerakan usus yang terganggu ataupun belum sempurna, sehingga makanan keluar lewat mulut.

5. Diare


Dikatakan diare apabila anak mengeluarkan kotoran dalam bentuk cair secara berulang lebih dari 3x berturut-turut dalam satu hari. Selain karena saluran cerna yang belum sempurna juga karena adanya faktor lain seperti adanya infeksi bakteri patogen, virus, parasit, minum jus buah terlalu banyak, alergi terhadap obat-obatan tertentu hingga keracunan makanan.

6. Kolik


Kolik adalah kondisi dimana anak menangis terus menerus selama 3 jam dalam sehari, selama 3 hari dalam seminggu, dan setidaknya berlangsung selama 3 minggu berturut-turut. Kolik adalah rasa sakit yang tidak tertahankan oleh anak. Jika terjadi seperti ini, Moms harus tanggap ya, segera bawa si Kecil ke dokter atau klinik terdekat, begitu pesan dokter Firda Fairuza.

7. Diskezia


Diskezia ini biasa disebut dengan sembelit. Biasanya ditandai dengan rasa sakit saat akan buang air besar, biasanya Diskezia ini dikarenakan anak tidak buang air besar selama 3 hari atau kurang dari 3x dalam seminggu. Ada juga gejala Diskezia ini ditandai dengan perut kembung dan muntah-muntah pada anak.

8. Konstipasi


Konstipasi pada anak biasanya disebabkan karena pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI), dehidrasi, atau karena kondisi media tertentu. Konstipasi mirip dengan diskezia yang disebabkan karena tidak BAB selama 3 hari, atau 3x dalam seminggu, sulit mengeluarkan kotoran, dan tekstur kotoran yang keras. Selain itu juga ditandai dengan menurunnya nafsu makan, rasa sakit saat mengejan dan perut terasa keras.

Hmm jika dilihat hampir semua jenis gangguan pencernaan pada anak diatas, pernah di alami anak-anak. Lantas bagaimana cara mengatasi gangguan pencernaan pada anak? Beruntungnya pada kulwap "Pentingnya menjaga saluran cerna bagi tumbuh si kecil bersama Nutriclub" ini dibahas tuntas mengenai cara mengatasi gangguan pencernaan pada anak. Mari kita lanjutkan..

D. Cara Mengatasi Gangguan Kesehatan Saluran Cerna Pada Anak


Cara mengatasi gangguan kesehatan saluran cerna pada anak bisa dilakukan dengam berbagai treatment berikut ini, solusinya berdasarkan tipe gangguan pencernaan masing-masing.

1.Mual


Jika anak mual, tetap jaga asupan cairan didalam tubuhnya, berikan air putih atau soup. Hindari memberikan jus buah atau minuman ringan.Hindari juga jenis makanan berminyak, gorengan dan manis-manis. Usahakan makan sedikit-sedikit yang tidak memicu reaksi berlebihan. Sarankan si kecil untuk berbaring dengan posisi kepala lebih tinggi

2. Kembung


Berikan probiotik khusus pada anak sesuai instruksi pemakaian dan usianya. Jeli memilih makanan alternatif yang dapat memicu pelepasan gas seperti susu, oatmeal, kacang merah dan soda. Ajak anak makan dalam porsi kecil namun sering.

3. Sakit Perut


Kompres bagian perut dengan air hangat yang dimasukkan dalam botol kaca. Berikan makanan lunak yang mudah dikonsumsi anak seperti mashed potato. Gunakan minyak gosok dan minumkan air hangat agar perut si Kecil lega.

4. Diare


Berikan asupan cairan agar terhindar dari dehidrasi, bila perlu buatkan cairan oralit. Tawarkan makanan yang tidak memicu diare seperti soup, pisang, kue kering, dan nasi. Perhatikan BAB anak, apakah ada tanda-tanda perdarahan atau tidak. Jika ada perdarahan, demam, dehidrasi, sakit perut hebat segera bawa ke klinik terdekat.

5. Sembelit


Perbanyak serat dan minum air putih yang cukup. Buah seperti pepaya dan pir bisa membantu melunakkan BAB. Ajak anak berolahraga dan beraktivitas untuk merangsang perkembangan saluran cernanya. Untuk bayi, moms bisa mencoba melemaskan otot-otot tubuh dan perut. Latih anak untuk melakukan BAB secara rutin. 

Sebagai informasi tambahan, pentingnya menjaga kesehatan saluran cerna pada anak ini, dokter Firda Fairuza menjelaskan bahwa Kesehatan otak dicerminkan oleh kesehatan saluran cerna yang bekerja dengan baik dan sehat. Dengan menjaga kesehatan saluran cerna si Kecil, hal ini dapat membantu kinerja dan perkembangan otak. Wah ternyata banyak ya dampak dari menjaga kesehatan saluran cerna ini.

E. Dampak Gangguan  Saluran Cerna Pada Anak di Usia Dini


Masalah klasik dalam sistem cerna anak seperti diare, kolik dan konstipasi tidak bisa dipandang sebelah mata. Bisa menyebabkan penurunan IQ hingga hampir 10 poin, sedangkan konstipasi yang berkepanjangan pada usia 4-6 tahun bisa berdampak 4x lebih besar mengalami gangguan perilaku.
 
dampak masalah kesehatan saluran cerna pada anak

 
Berikut ini dampak gangguan saluran cerna pada anak di usia dini antara lain :

1. Berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak

2. Ketidakseimbangan IQ, EQ dan SQ

3. Jangka panjang berdampak pada kecerdasan dan perilaku anak

4. Mempengaruhi pembentukan karakter dan kepribadian anak

Hubungan Gangguan Pencernaan Pada Tumbuh Kembang Anak.


Hasil studi menjelaskan peran mikrobiota dalam saluran cerna terhadap tumbuh kembang anak. Pemberian probiotik di usia awal si kecil dapat mencegah obesitas di usia 10 tahun (Luoto et al, 2010). Komposisi mikrobiota pada saluran cerna anak mempunyai keterkaitan ADHD/ASD di usia 13 tahun.(Isolauri E, 2014)
  
hubungan gangguan saluran cerna terhadap tumbuh kembang


Lantas bagaimana cara menjaga kesehatan saluran cerna pada anak? Kembali dokter Firda memberikan penjelasan.

Tips Cara menjaga kesehatan saluran cerna pada anak antara lain


1. Menjaga kebersihan

2. Memberikan makanan yang mengandung seimbang prebiotik dan probiotik

*Probiotik : bakteri baik yang bermanfaat bagi tubuh misal : tahu, tempe, yogurt, kimchi, dan makanan fermentasi lainnya

**Prebiotik : sumber serat dari makanan seperti dari buah dan sayur
  
sumber prebiotik dan probiotik


3. Memberikan susu dengan sumber prebiotik yaitu yang mengandung FOS GOS 1:9, yang terbukti secara klinis mampu merangsang pertumbuhan bakteri baik, dan menjadikan kotoran anak lebih lembut.
 
tips menjaga kesehatan saluran cerna

 
Ternyata acara yang dimulai pukul 15.00 hingga pukul 17.00 itu sangat padat materi. Sehingga tak terasa waktu 2 jam mantengin acara terasa sangat cepat. Setelah pemberian materi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh peserta yang akan dijawab oleh narasumber maupun dari expert Nutriclub.

Diakhir acara juga diumumkan untuk membuat insight yang didapat selama mengikuti KulWap "Pentingnya menjaga saluran cerna bagi tumbuh kembang si kecil bersama Nutriclub " dan di share ke akun Instagram pribadi dan mention Nutriclub, pemateri firda.fairuza dan penyelenggara acara yaitu berts_id. Penulis insight terbaik akan mendapat voucher Tokopedia senilai 100 ribu rupiah.

Sebagai ibu-ibu penggemar lomba, mom Queen gercep membuat resume materi serta insight yang didapat. Dan taraaaa... Alhamdulillah mom Queen terpilih sebagai salah satu penulis insight terbaik.
 
congratulation



Karena, memang banyak banget hal positif dan informasi yang didapat dalam Kulwap Pentingnya Kesehatan Saluran Cerna Bagi Tumbuh Kembang si Kecil bersama Nutriclub ini. Kalau kamu, apa insight yang didapat setelah membaca ulasan kulwap ini? Sharing di kolom komentar ya, sampai ketemu di ulasan event berikutnya.

Salam,
Mom Queen 
Phai Yunita S Wijaya
Hi Im Yunniew, ibu dengan 3 orang anak yang memiliki hobby menulis dan literasi. Marriage and parenting enthusiast, Womanpreneur dan Consultant franchise Laundry and minimarket, ibu pembelajar, dan tukang review produk temen :)

Related Posts

14 comments

  1. Wah, saya baru tahu kalau saluran pencernaan yang kurang baik akan menyebabkan penyakit. Terima kasih sharingnya mom...

    ReplyDelete
  2. Aku jdi tahu nih mba istilah medis nya sembelit tuh diskezia, kyak nama orang yaaak...
    Lengkap nih infonya, makasih udah sharing; )

    ReplyDelete
  3. Sejak anakku lahir aku selalu merhatiin banget nih masalah pencernaan anak.. Apalagi kalau masih bayi, bingung sendiri kalau anak berhari" belum BAB..
    .
    Makasih mom informasinya penting banget nih

    ReplyDelete
  4. Duh aku bayangin gimna anak sakit dan kondisi mom lagi hamil tua. Masya Allah.


    Tapi barokalloh ilmunyam bonus menang y mom. Keren ih.

    ReplyDelete
  5. Emang penting banget nih gara2 saluran cerna bermasalah bisa kemana mana thanks sharingnya momqueen

    ReplyDelete
  6. Aku jadi Insecure, mba2 yg ku kenal ternyata penulisan terbaik, di event2 tertentu yang masing-masing di ikuti😢😓

    ReplyDelete
  7. Nah, Bunda jadi ingat kejadian sama si sulung. Masalah bakteri patogen dalam saluran pencernaan ternyata bisa terbawa sampai besar. Sudah usia 20an, si kakak harus rawat inap karena jumlah bakteri patogennya terlalu banyak. Bunda panik, karena resikonya bisa ke CA. Alhamdulillah sekarang kakak sudah sehat, dan mulai lebih peduli tentang makanan dan minuman.

    ReplyDelete
  8. Wah, Zea nih konstipasi mb. Ternyata setelah ku baca dari artikel ini, karena dia kurang minum dam serat deh mb.
    Makasih artikelnya mb, mencerahkan sekali..

    ReplyDelete
  9. Lengkap ya mbak ulasannya. Luarbiasa berbagi pengalaman yang menarik. Noted banget

    ReplyDelete
  10. Terima kasih, Mbaak. Baru tahu jenis-jenis gangguan pencernaan, tahunya cuma diare doang. Mwehehehee

    ReplyDelete
  11. Wah makasih mba infonya... Bisa menyebabkan stunting juga ya kalo gitu 😭
    Penting banget ini tau materi ini, takutnya tanpa sadar ternyata anak punya gangguan pencernaan 😭

    ReplyDelete
  12. Masalah saluran cerna ini emang bikin pusing emak2. Sembelit pusing, muntah2 apalagi. Bismillah semoga sehat2 yaa anak2 kita mbak.

    ReplyDelete
  13. Dampak dari saluran pencernaan yang kurang baik ternyata sangat menimbilkan masalah ya mbak. Apalagi dampaknya sampai pada IQ juga.

    ReplyDelete
  14. Keren bgt resumenya! Saya jadi aware kembali pada. kebersihan anak saya. Selama ini menganggap remeh, ya Allah.

    ReplyDelete

Post a Comment