header maminca sharing

4 Cara Membangun Kebiasaan Shalat Pada Anak

Konten [Tampil]

Membangun kebiasaan shalat pada anak gampang-gampang susah. Ada anak yang dengan mudahnya menuruti kebiasaan melaksanakan ibadah wajib ini. Namun ada pula orangtua yang membutuhkan kerja keras untuk menerapkan pada anak.

Katanya sih kalau menerapkan aturan kedisiplinan itu lebih gampang jika melakukannya pada anak perempuan. Berhubung saya mau menerapkan kebiasaan shalat ini pada anak perempuan, maka mungkin saja usaha ini akan terasa lebih mudah.
 

Anak Adalah Peniru Ulung


Di sini seninya dalam menanamkan kebiasaan beribadah kepada anak. Yakinlah anak itu adalah peniru ulung. Untuk mulai mempraktekkan kebiasaan shalat pada anak-anak, saya mencoba beberapa persiapan membangun kebiasaan beribadah pada anak.

Memberikan Teladan Pada Anak


Sebagai orangtua, kita harus mampu memberikan teladan yang baik kepada anak-anak. Jika kita memberikan teladan yang baik dari kebiasaan kecil, lambat laun akan tumbuh dalam diri mereka kebiasaan untuk sholat.

Sounding


Sounding atau memberikan kalimat-kalimat positif pada anak akan sangat berguna sekali untuk mereka. Apalagi jika sounding dilakukan saat pikiran mereka dalam kondisi nyaman. Kapan kondisi mereka paling nyaman? Yaitu pada saat mereka menjelang tidur. Fungsikan waktu ternyaman pada anak ini untuk mendeklarasikan program pada mereka.

Memberikan Pujian


Sudah menjadi fitrahnya manusia untuk senang jika mendapat pujian. Bahkan anak pertama saya, dia akan senang sekali jika dirinya mendapatkan pujian. Karena yang dia pahami bahwa jika mendapat pujian itu pertanda pekerjaan yang dilakukannya baik.

Begitupun hendaknya ketika kita mulai menargetkan kebiasaan sholat. Ketika sudah mulai tumbuh kebiasaan beribadahnya, makanya sering-sering memuji ananda.

Memberi Pukulan yang Tidak Menyakiti


Tahapan membangun kebiasaan beribadah pada anak di mulai dari usia 5 hingga 9 tahun. Mengapa? Karena ketika anak sudah berusia 10 tahun, jika dia tidak sholat maka orang tua wajib memberikan motivasi fisik. Motivasi fisik misalnya pukulan yang tidak menyakiti.

Pada usia 10 tahun juga diharapkan anak sudah paham dan mengetahui tata cara shalat yang baik dan benar, dan pengajaran proses pembiasaan oleh orangtua tetap berlangsung.

Orangtua dibolehkan untuk memberi motivasi fisik terhadap anak. Pemukulan yang bersifat mendidik, bukan menyakiti hanya berlaku pada anak laki-laki saja. Namun untuk anak perempuan, Rasulullah tidak pernah memukul.

4 Tips Membangun Kebiasaan Shalat


Membangun kebiasaan sholat pada anak ini bisa dilakukan dengan cara yang sangat mudah. Hanya perlu dilakukan terus menerus dan mengajak anak-anak untuk sholat bersama.

Berikut ini 4 tips membangun kebiasaan sholat pada anak.

1. Membiasakan sholat berjamaah

Membiasakan sholat berjamaah baik dirumah atau di masjid. Jika di masjid anak-anak kita dapat mendengarkan suara imam dan bacaan Alqur'annya. Dengan demikian, hal ini dapat pula menambah daftar hafalan ayat-ayat Al Qur'an pada anak-anak kita.

2. Mengajari shalat malam (shalat rutin di luar lima waktu)

Meski awalnya tampak sulit, tidak ada salahnya membangunkan anak-anak kita untuk shalat malam. Tapi perlu diingat agar tidak mengganggu waktu istirahat mereka, terutama kalau dia sudah masuk sekolah.

Meski sudah ada teladan Rasulullah dalam mendidik anak shalat malam, dengan menarik tangan dan menegakkan anak (Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu) disamping beliau.

3. Mengajarkan shalat Istikharah


Mengajarkan shalat Istikharah pada anak bisa dimulai ketika anak bingung membuat suatu keputusan. Dengan melakukan shalat ini, diharapkan anak-anak kita akan terbiasa melakukan shalat pada saat dia berada dalam kesulitan.

4. Mengajak Shalat di Hari Raya.


Mengajak putri kita shalat di hari raya merupakan pembiasaan yang baik, mereka senang memiliki pengalaman baru. Kebiasaan ini sudah juga dicontohkan oleh Rasulllah.

Bahwa Rasulullah SAW pergi untuk shalat Ied bersama Fadhl bin Abbas, Abdullah bin Abbas, Abbas, Ali, Ja'far, Hasan dan Husein, Usamah bin Zaid, Zaid bin Haritsah dan Aiman bin Ummu Aiman seraya keras-keras membaca tahlil dan takbir ( hr Ibnu Khuzaimah, Imam Al-Albani mengatakan hadits ini dha'if /lemah )

Meski menurut sebagian ulama mengatakan hadits tersebut lemah, setidaknya kita mengetahui bahwa cara Rasulullah dalam membiasakan anak-anak untuk sholat berjamaah.

Selamat mencoba ya Moms, selamat menerapkan cara-cara membangun kebiasaan shalat pada anak. Tips membiasakan anak rajin beribadah lainnya menurut Moms seperti apa? Sharing di kolom komentar ya.

Salam,
Mom Queen
Phai Yunita S Wijaya
Hi Im Yunniew, ibu dengan 3 orang anak yang memiliki hobby menulis dan literasi. Marriage and parenting enthusiast, Womanpreneur dan Consultant franchise Laundry and minimarket, ibu pembelajar, dan tukang review produk temen :)

Related Posts

2 comments

  1. Pembiasaan yang harus selalu isi ulang stok sabar.... 😅😅😅😅... harusnya ak gini nih klo abis dikasih link lsg klik.. jd lsg baca 😀

    ReplyDelete
  2. Proses pembentukan kebiasaan memang harus dimulai sejak dini, sehingga akan membekas sampai hari tua meskipun di tengah jalan (masa2 remaja) ada belok2 sedikit, hehe

    ReplyDelete

Post a Comment