header maminca sharing

Melatih Fisik dan Kesehatan Mental di Era Pandemi, Pentingkah?

Konten [Tampil]

Nabi SAW bersabda "Seorang mukmin yang kuat lebih Allah sukai daripada mukmin yang lemah, meskipun keduanya sama-sama menyimpan kebaikan" (HR Muslim)

Kutipan hadits diatas tentu merupakan jawaban atas pertanyaan dalam judul artikel ini. Melatih fisik dan kesehatan mental menjadi sangat penting tatkala kita ingin menjadi seorang Muslim yang kuat.
   
Melatih Fisik dan Kesehatan Mental di Era Pandemi, Pentingkah?

Nah saat pandemi begini, untuk menjaga dan melatih kesehatan fisik dan mental tentu bukanlah hal yang mudah. Bombardir berita kematian dan sesaknya rumah sakit membuat banyak orang pelan-pelan mundur dari kesehatan primanya. Terutama bagi seorang ibu yang merupakan penggerak utama sebuah rumah tangga. Makanya ada istilah

"Ibu tidak boleh sakit"

 

Ibu Peradaban Harus Kuat dan Sehat


Tanpa upaya untuk menjaganya kesehatan fisik dan mental maka mustahil bagi kita untuk berhasil melewati pandemi ini. Selain itu tanpa fisik dan kesehatan yang prima, mustahil seorang perempuan bisa menjadi ibu peradaban cerdas dan kuat. Seorang ibu yang sehat akan melahirkan anak-anak yang sehat dan prima.

Cara Melatih Kesehatan Fisik dan Mental dengan Melakukan Kegiatan Baik


Untuk mendapatkan tubuh yang prima dibutuhkan semangat dan usaha yang kuat untuk mencapainya. Namun bukan berarti itu sulit. Coba lakukan beberapa kebiasaan baik berikut ini yang mampu membuat tubuh lebih prima di saat pandemi.

Lakukan kebiasaan hidup baik, antara lain:

1. Melakukan Kebiasaan hidup sehat

Seperti kebiasaan bangun pagi, berolahraga, hingga mengikuti dan mengadakan pertandingan olahraga. Hal ini berguna untuk memotivasi semangat hidup sehat. Kebiasaan hidup sehat selain dengan berolahraga, juga bisa dilakukan dengan melakukan kebiasaan hidup bersih dan rapi.

2. Melakukan Kebiasaan Bersih dan Rapi

Dengan melakukan kebiasaan hidup bersih dan rapi misalnya cara memotong kuku, memperhatikan pakaian, memperhatikan makan, dan memiliki waktu yang cukup antara bekerja dan refreshing.

3. Beristirahat yang Cukup

Beristirahat yang cukup bisa dilakukan dengan melakukan kebiasaan tidur siang, tidak tidur setelah ashar, kebiasaan tidur cepat dan sebagainya. Di samping itu cara tidur juga harus diperhatikan. Rasulullah SAW telah mengajarkan cara tidur yang baik yaitu tidur miring ke kanan, tidak tengkurap atau telentang.

4. Mengkonsumsi Makanan Bergizi Seimbang

Mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang erat kaitannya dengan kesehatan kita. Bagaimana bisa hidup sehat tanpa adanya nutrisi yang cukup. Mulailah menutrisi tubuh dengan makanan yang kaya gizi.

Pola konsumsi yang dianjurkan adalah dengan memilih lebih banyak sayur dan buah yang segar. Hindari mengkonsumsi makanan siap saji apalagi mengisi perut dengan istilah asal kenyang. Sebaiknya juga mengatur jumlah kandungan pengawet dan garam yang masuk kedalam tubuh.

Dua jenis makanan ini disinyalir mampu menjadi pencetus terjadinya penyakit seperti darah tinggi, kolesterol, hingga kanker. Jangan sampai apa yang kita konsumsi saat ini menjadi pencetus terjadinya pengobatan berantai di hari tua. Jangan sampai begitu ya Moms.

5. Perbanyak Minum Air Putih

Hampir 80% kandungan dalam tubuh kita adalah air. Setiap orang dewasa rata-rata membutuhkan air putih mulai dari 1 hingga 2 liter sehari. Belum lagi jika seorang ibu hamil dan menyusui, tentu kebutuhan air putih menjadi lebih banyak dari orang biasa. Maka dari itu, konsumsi air putih sangat penting diperhatikan.

Apabila kekurangan air putih, akan langsung terasa di tubuh kita. Lihat saja pada warna air seni kita. Apakah berwarna kuning pucat, bening atau justru kuning pekat. Indikator ini bisa menjadi tolok ukur dalam menentukan apakah kita mengkonsumsi air putih dengan jumlah cukup atau tidak.

Kekurangan air putih akan menyebabkan darah menjadi kental. Saat darah mengental maka suplai oksigen dan sari makanan keseluruh tubuh akan menjadi tidak lancar. Hal yang paling mudah dirasakan adalah, timbulnya sakit kepala dan badan menjadi gampang sakit.

Meriang, itulah hal pertama yang saya rasakan saat tubuh kekurangan air putih. Jangan sampai kita kekurangan air putih dan berakibat tubuh menjadi 'rewel' dan butuh perhatian.

6. Berpikir Positif

Sejak pandemi berlangsung banyak orang susah untuk berpikiran positif. Beban ekonomi dan penyakit turut menambah daftar panjang jumlah pasien yang terkena gangguan mental saat pandemi berlangsung.

Perlu adanya pikiran jernih untuk bisa mengatasi semua ini. Entah disadari atau tidak bahwa banyak sekali hal yang perlu disyukuri dibandingkan hal yang mencemaskan. Jadi buat apa melukai pikiran dengan praduga yang tidak berdasar. Selalu berpikiran positif, sehingga pikiran waras tetap terjaga.

Bagaimana, menurut Moms semua apakah Melatih Fisik dan Kesehatan Mental di Tengah Pandemi cukup penting? Cerita dong cara Kamu menjaga kesehatan fisik dan mental di tengah pandemi ini.

Salam,
Mom Queen
Phai Yunita S Wijaya
Hi Im Yunniew, ibu dengan 3 orang anak yang memiliki hobby menulis dan literasi. Marriage and parenting enthusiast, Womanpreneur dan Consultant franchise Laundry and minimarket, ibu pembelajar, dan tukang review produk temen :)

Related Posts

Post a Comment