Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2020

Tips memilih kain gendongan ala Mom Queen

Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh  Hai Moms, lagi sibuk apa ni? Masih tema liburan dan long holiday, jadi masih banyak yang lagi pergi liburan ya? Seru banget ya bisa pergi liburan pastinya. Oh ya bagi yang tidak pergi berlibur kemana-mana ga masalah kok, bisa juga kan liburan dirumah rasa staycation di resort, selengkapnya bisa baca disini .  Nah, bagi Moms atau Parents sembari berlibur ataupun nyantai dirumah, Aku mau kasih tips nih cara memilih kain gendongan anak yang pas buat anak.  Siapa yang siap-siap sedang menunggu due date juga kayak aku? Atau bagi yang sedang menantikan kehadiran buah hati bahkan singelillah , semoga informasi berikut ini bisa menambah khazanah tentang ilmu parenting ya. Namun sebelumnya mau spoiler dulu kalau aku disini bukan ahli banget tentang gendongan, hanya berbagi pengalaman saja dengan kondisi anak yang hampir 3 anak ini.  Just because , pernah punya pengalaman membeli gendongan bayi tanpa memperhatikan beberapa detail yang nanti aku

Ayo membaca nyaring bersama Lets Read

Menteri pendidikan dan kebudayaan Nadim Makariem pernah mengatakan bahwa di Indonesia saat ini tengah mengalami yang namanya krisis literasi. Pernyataan ini sebenarnya bukan tanpa alasan, hal ini didasari pada rilis hasil studi Programme for International Assessment (PISA) 2018 yang dilakukan oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 3 Desember lalu. PISA adalah hasil program studi internasional dibidang pendidikan per 3 tahunan bagi pelajar berusia 15 tahun. Yang bertujuan untuk mengamati kemampuan membaca, matematika dan sains suatu negara untuk mendorong pendidikan. Dalam hasil rilis hasil studi tersebut didapat bahwa skor kemampuan membaca di Indonesia ditahun 2018 turun menjadi 371 dibanding tahun 2015 diangka 397 poin, dengan skor rata-rata OECD 487 poin. Aku sepakat bahwa literasi tidak hanya tentang kemampuan membaca, tetapi juga tentang kemampuan memahami bacaan, numerasi, sains dan kecakapan dalam memecahkan suatu masalah tertentu. Namun sem

Tips agar liburan dirumah rasa staycation ala resort

Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh  Mana nih tim #LiburanDirumahAja? Adakah? Atau semua pada staycation di suatu tempat incaran sejak lama? Aku dan keluarga masih setia dengan memilih untuk #LiburandirumahAja :) Banyak pertimbangan yang di pikirkan, meski jiwa sudah meronta mengajak untuk menyepi sejenak dari rutinitas. Tapi berbagai kondisi mengharuskan untuk memilih diam dirumah lebih baik. Nah, bagi teman-teman dan parents yang senasib sama aku hehe, tetap harus dirumah aja bersama keluarga, atau yang masih tetap harus bekerja dan rolling shift di kantor, meski anak-anak sudah merengek ingin diajak jalan-jalan. Jangan bersedih. Kita juga bisa tetap ngerasain refreshing kok seperti habis liburan beneran.  Gimana caranya? Yuk cek tips agar liburan dirumah rasa staycation ala resort ala Mom Queen berikut ini : #1 Alokasikan waktu Agar bisa mendapatkan suasana liburan yang sesungguhnya, maka kita harus mengalokasikan waktu yang akan digunakan sebagai waktu liburan. Misa

Yuk tulis #Resolusi2021! Ini pedomannya

Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh.  Apa kabar hari ini? Sudah siap-siap untuk liburan? Jangan lupa pe-er resolusinya dulu ya, jangan biarkan tahun 2021 yang akan datang dilalui tanpa perencanaan. Tanpa perubahan dan perbaikan. angan seperti kembang api yang euphoria nya hanya satu menit saja. Hidup kita setiap hari hendaknya menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Dan sebaik-baiknya perubahan adalah yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.  Ada satu hadist ini yang begitu menginspirasi aku, hadist ini aku dapat saat mengikuti zoominar group #NgajiBareng yang diprakarsai teh Karin minggu kemarin, ada yang ikut juga? Kita lihat hadistnya yuk  Semoga 2021 membawa perubahan besar bagi kehidupan kita semua, insya allah amin. Oya sudah tahu poin penting apa yang harus diperhatikan sebelum menuliskan resolusi kan? Jika belum, kamu bisa baca disini   Selanjutnya, Kita akan membahas apa saja yang bisa dijadikan pedoman resolusi 2021? Mulai dari mana? Yuk kita lihat uraian dibawah ini.

Resolusi 2021, sebelum menulis resolusi ingat poin ini

Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh.  Wah, sebentar lagi kita akan memasuki tahun baru 2021. Sudah menyiapkan resolusi 2021? Atau ketutup dengan besarnya animo liburan akhir tahun? Aku dan Suami termasuk ke dalam tim #LiburanDirumahAja. Bukan hanya karena  alasan lagi menghemat budget , tetapi juga alasan pandemi yang belum juga mereda menjadi faktor utama tidak adanya liburan di akhir tahun 2020. Baik, daripada mupeng lihat saudara dan teman-teman pada staycation dan liburan ke tempat antah berantah. Atau yang ingin liburan, sebelum berlibur ada baiknya yuk kita cek ricek lagi catatan kita di awal tahun 2020 kemarin. Nah menjelang akhir tahun ini, waktunya kita membuka kembali catatan resolusi kita tahun lalu. Foto dokpri Sudah dilihat resolusi 2020 ?? Ada berapa dari daftar resolusi itu yang terwujud, on progress, tertunda atau gagal. Hmm mudah-mudahan yang terwujud tidak menjadikan kita jumawa, dan yang tertunda atau malah gagal tidak menjadikan kita berkecil hati. In

Ayo, dukung UMKM disekitarmu bangkit lagi!

Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh  Apa kabar teman-teman semua? Semoga selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wata'Ala amin allahumma amin . Nah kali ini Aku mau membahas tentang cara mendukung bangkitnya dunia usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM disekitar kita. Sebagai bagian dari ikhtiar membantu teman-teman semua pelaku UMKM untuk kembali bangkit dan bersinergi membangun perekonomian Indonesia khususnya keluarga.  Pandemi Covid-19 yang dialami dunial termasuk Indonesia sejak Maret 2020 telah memukul banyak sektor usaha. Berbagai sektor terdampak diantaranya yang paling terpukul adalah sektor usaha transportasi, perdagangan makanan dan minuman, pariwisata, industri pengolahan dan masih banyak lagi. Bukan hanya menimpa para pelaku usaha berskala besar namun juga pada pelaku usaha mikro kecil dan menengah(UMKM). Mengambil dari hasil survei yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan bahwa sebanyak 82,85% perusahaan terdampak oleh pandemi virus coro