Skip to main content

Yuk tulis #Resolusi2021! Ini pedomannya

Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh. 

Apa kabar hari ini? Sudah siap-siap untuk liburan? Jangan lupa pe-er resolusinya dulu ya, jangan biarkan tahun 2021 yang akan datang dilalui tanpa perencanaan. Tanpa perubahan dan perbaikan.

angan seperti kembang api yang euphoria nya hanya satu menit saja. Hidup kita setiap hari hendaknya menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Dan sebaik-baiknya perubahan adalah yang mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

Ada satu hadist ini yang begitu menginspirasi aku, hadist ini aku dapat saat mengikuti zoominar group #NgajiBareng yang diprakarsai teh Karin minggu kemarin, ada yang ikut juga? Kita lihat hadistnya yuk 

Semoga 2021 membawa perubahan besar bagi kehidupan kita semua, insya allah amin. Oya sudah tahu poin penting apa yang harus diperhatikan sebelum menuliskan resolusi kan? Jika belum, kamu bisa baca disini 

Selanjutnya, Kita akan membahas apa saja yang bisa dijadikan pedoman resolusi 2021? Mulai dari mana? Yuk kita lihat uraian dibawah ini. 

#1 Ruhiyah (Aqidah)

Yuk saatnya kita cek ricek lagi amalan harian alias mutaba'ah yaumiyah kita. Inilah saat yang tepat, saling mengingatkan, bergandengan tangan menuju perubahan.

⏩ Cek sholat wajib kamu, masih bolong atau tidak? Sudah on time atau kamu termasuk dalam team nanti dulu dan ujung-ujungnya sholat di ujung waktu. Buatlah target sholat tepat waktu ya. 

⏩ Cek sholat sunnah (rawatib) 

Sudah bisa menambah dengan amalan sholat rawatib apa belum? Mulailah walau hanya 2 rakaat qobliyah/ba'diyah saja.

⏩ Cek kapan terakhir tahajud dan witir? 

Semalam, minggu kemarin, bulan kemarin, tahun lalu atau pas mau ujian skripsi berapa tahun lalu. Coba masukkan target kebiasaan tahajud dan witir dalam resolusimu. Lebih bagus jika sudah terbiasa tahajud dan witir setiap malam. 

⏩ Kapan terakhir infaq? 

Alokasikan pendapatan atau gaji minimal 2,5% per bulan untuk infaq (sedekah). Jika belum mampu minimal sedekah koin setiap hari.

⏩ Sudah terbiasa tilawah dan alma' tsurat setiap hari? 

Jika sudah alhamdulillah, semoga bisa menambah jumlah halaman tilawah dan terbiasa membaca alma' tsurat rutin pagi dan petang. Mulailah akrab setiap hari dengan pedoman kehidupan, Alqur'an, semoga Allah mudahkan amin. 


#2 Personal

Dalam sisi personal (pribadi) apa yang ingin dirubah atau perbaiki? Cek list berikut ini bisa dijadikan referensi, diantaranya :

⏩ Sikap buruk apa yang ingin diperbaiki? 

Masih suka nongkrong atau kongkow yang unfaedah? Atau ada yang merokok? Hmm lebih baik dikurangi atau paling bagus berhenti sama sekali. Coba cari lingkup pertemanan yang baru. Meninggalkan bukan berarti tidak berteman lagi tapi kurangi pergaulan dengan lingkup yang tidak menambah perbaikan dalam diri. 

⏩ Manajemen emosi 

Masih suka meledak-ledak terhadap anak dan Suami? Atau mungkin saudara sendiri ? Masih suka bawa perasaan (baper), gampang tersinggung, mudah marah? Ada baiknya kamu bisa memasang challenge pribadi untuk mengendalikan emosi. Misalnya dengan cara #7dayschallenges mengendalikan emosi terhadap anak dan sebagainya. 

⏩ Target buku yang dibaca.

Sudah membaca tentang shirah nabawiyah? Jika belum yuk baca. Bukankah dialah manusia teladan hidup kita? Sebaiknya kita tahu tentang perjalanan hidupnya, agar kelak kita tidak malu untuk meminta syafa'atnya di yaumil akhir. 


#3 Finansial

Dari sisi finansial (keuangan) hal-hal apa saja yang ingin dijadikan resolusi? Misalnya :

⏩ Manajemen keuangan 

⏩ Pencatatan cashflow harian atau bulanan

⏩ Stop lapar mata/scrolling marketplace yang berakhir dengan kebocoran pos yang sudah dialokasikan, apalagi sampai mengganggu tabungan yang sudah ada.

⏩ Mulai lah menabung sekian persen dari pendapatan/gaji. 


#4 Pekerjaan

⏩ Pelatihan/skill apa yang ingin dikembangkan

Jika kamu tertarik untuk meningkatkan skill kepenulisan kamu bisa mengikuti komunitas kelas menulis, gunakan hastag #ODOP di medsos mu maka akan banyak sekali informasi tentang dunia kepenulisan, ada yang berbayar namun banyak juga yang gratis kok.

⏩ Jenjang karir yang ingin dicapai

⏩ Jika kamu berpikir bahwa pekerjaan yang sekarang terlalu stagnan dan kurang menantang, kamu bisa memikirkan untuk tetap stay atau mencari pekerjaan baru.

 

Baca juga :

Benarkah ada orangtua yang gagal? 

Ibu karir dirumah

Membiasakan Anak Berhijab sejak dini


#5 Usaha/Bisnis

Nah bagi yang memiliki usaha atau bisnis maupun bagi yang hendak memulai bisnis, resolusi dibidang ini juga perlu dibuat listing, diantaranya :

⏩ Apakah kamu sudah memiliki usaha sampingan diluar pekerjaan tetap? Jika belum mulailah memikirkan usaha sampingan selain pekerjaan tetapmu saat ini. Apalagi bagi yang belum memiliki pekerjaan tetap, yuk mulai memikirkan mau usaha apa? Sesuaikan dengan minat dan passion mu ya. 

⏩ Jika kamu telah memiliki usaha atau bisnis maka buatlah rencana pengembangan usaha semacam bisnis plan, target market, cashflow yang rapi, hendak menambah karyawan atau tidak dan sebagainya. 

⏩ Ada rencana untuk menambah unit bisnis baru atau belum? Tidak ada salahnya mulai searching mengenai unit bisnis yang sejenis untuk menopang bisnis utama. 

⏩ Meningkatkan nominal tabung untuk pengembangan unit bisnis baru. Mulailah dari yang kecil dan terus meningkat setiap bulannya. 

⏩ Mempersiapkan bisnis go digital

Tidak ada salahnya mulai belajar mengulik tentang dunia digital termasuk digital marketing. Langkah awal kamu bisa mulai dengan custom domain dulu untuk toko onlinemu, tulisan dari mbak Febrina dan Mbak ZakiaWida ini bisa dijadikan referensi mengenai tutorial custom domain blogspot. 


#6 Keluarga

⏩ Bagaimana hubungan dengan orang tua dan mertua sudah baikkah? Seberapa sering menelepon atau mengirimkan sebagian rezeki kita kepada mereka? Dengan saudara kandung dan saudara ipar ? Semoga semakin akrab dan kompak, jika ada yang ingin diperbaiki bisa dituliskan dalam resolusi 2021. 

⏩ Manajemen keuangan keluarga 

⏩ Manajemen komunikasi suami istri

⏩ Pola Pendidikan Anak

⏩ Rencana masa depan


#7 Ranah publik

⏩ Peran apa yang ingin diambil dalam perbaikan umat? 

⏩ Komunitas dakwah apa yang ingin diikuti? 

⏩ Bagi ibu rumah tangga sudah bisa mengambil peran dalam ranah publik atau belum? Jika belum jangan berkecil hati, niatkan dalam hati saatnya menggali ilmu dari rumah. Pelajari ilmu sebanyak-banyaknya, akan ada masanya nanti bisa mengaplikasikan ilmu yang ada diranah publik untuk kebaikan umat. 


Nah, itulah beberapa poin yang bisa dijadikan pedoman dalam menuliskan resolusi ditahun 2021. Sudah ada gambaran kan apa yang akan kamu jadikan resolusi ditahun 2021? Jangan sampai tahun berganti hanya berlalu dengan ucapan dan letusan kembang api. Sudah ga zaman lagi kumpul-kumpul atau nyanyi-nyanyi. Sekarang zamannya introspeksi dan perbaiki diri.

Baca juga :

Resolusi 2021, sebelum menulis resolusi ingat poin ini 


Jangan malu jika selalu ditanya kapan nikah? Kapan punya anak? Kapan punya ini? kapan beli itu ? Malu lah ketika dihadapan Allah tidak ada amalan apapun yang kita bawa.

Tulisan ini sebagai pengingat diri sendiri, sebagai pesan untuk adik-adikku, anak-anakku yang kelak tumbuh dewasa. Ambil yang baiknya karena itu dari Allah SWT, dan buang yang buruk.

Ahlan wa shahlan 2021

Welcoming new great year 2021


Salam Sayang,

Mom QueenMQ




#Resolusi2021 

#pedomanresolusi

#YukMenulisResolusi

Comments

  1. Pernah bikin target 2020 yang ternyata lepas semua. 2021 tanpa target, menyerah. Mengalir saja. Eh, malah curhat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gpp kak, minimal mendekati target sudah alhamdulillah kan

      Delete
  2. Tiap tahun resolusiku hanya ingin jalan jalan dari daerah ke daerah.. tahun ini mentok dari April dirumah aja.. 2021 kalo pandemi tak berakhir, ya udahlah...paling dirumah, dan lebih banyak baca artikel yg menginspirasi tentang masa tua yang bahagiašŸ˜

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang udah bisa jalan-jalan kok kak, yang penting #ingatPesanIbu 3M eh 5M sekarang

      Delete
  3. sungguh tertarget bener ya resolusinya mbak. semoga bisa tercapai perlahan tapi pasti ya, aamiin..

    sehat selalu untuk kita semua :)

    ReplyDelete
  4. Mudah-mudahan bisa tercapai ya mbaaa. Aamiin.
    Resolusiku tahun ini juga melenceng jauh dari perkiraan di awal tahun 2020 kemarin :) Tapi alhamdulillah, rencana Allah emang yang paling baik buat kita yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya kak Jihan, pasti ada yang terbaik dari rencana Allah

      Delete
  5. Masya Allah lengkap banget nih, bisa buat referensi. insya Allah mau bikin juga untuk tahun 20121. bismillah berbenah ..

    ReplyDelete
  6. lengkap banget ya mom ini, semoga resolusinya satu persatu diijabah oleh Allah, aamiin....

    ReplyDelete
  7. Lengkaaaapppp. Luar biasa. Tapi sudah lama nggak bikin target begini, dulu pernah bikin taunya nggak tercapai, nggak teratur trus mumet sendiri. Jadi sekarang ya mengalir saja sesuai situasi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah ini aku banget kak cha, wkwkwkwk. karena banyak lostnya jadinya....au ah males gue bikin resolusi, hahahaha. tahun 2020 begitu tuh. punya keinginan tapi gak di bikin detail banget , jalani aja dan alhamdulillah dapet kejutan manis juga pahitnya sih, hihihi

      Delete
    2. Hahaha begitu yaaa, maju terus pantang mundur kak, gagal coba lagi, gagal coba lagi, InsyaAllah dapat banyak kejutan kayak kata mbak Eka

      Delete
  8. MasyaAllah terima kasih banyak ya Mom, lengkap banget panduannya menuju perubahan yang lebih baik kita smangat. Semoga ibadahnya juga kita makin kenceng aamiin.

    ReplyDelete
  9. wah ini target per cahpter ya, keren nih. semua bidang kehidupan ada evaluasi dan resolusi. aku boleh tiru kak? btw semoga tahun 2021 semua impian dan harapan tercapay ya. juga sehat selalu, aamiin

    ReplyDelete

Post a Comment

Thanks so much to all of reader. Please comment if any doubts or suggestions

Popular posts from this blog

Benarkah ada orangtua yang gagal?

Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh. Apa kabar happy parents semua? Semoga selalu happy meski pandemi belum juga mereda. Kali ini Aku mau membahas sedikit mengenai topik yang terngiang-ngiang dikepalaku "Benarkah ada orangtua yang gagal?" . Gagal dalam membesarkan anak, gagal dalam mengelola dan menyalurkan emosinya sehingga meluapkan pada anak, gagal dalam mengasah kemampuan dan bakat anak, gagal dalam membersamai tumbuh kembang anak, atau bahkan gagal dalam mendidik dan mempersiapkan anak-anaknya menjadi generasi terbaik dimasanya. Setiap orangtua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. foto dokpri Aku pikir pemikiran seperti ini tidak akan pernah terlintas dalam pikiranku,karena menurutku tidak ada orangtua yang menginginkan kegagalan dalam hidupnya apalagi untuk anak-anak. Semua orangtua sangat mencintai anak-anaknya, entah anak-anak tahu atau tidak, mereka rela memberikan yang terbaik bahkan rela menghimpit kebutuhan diri sendiri demi memenuhi kebut

Ibu Karir dirumah

Sejak melahirkan anak pertama, Queensha, suamiku sudah mengingatkan untuk memasang target kapan akan berhenti dari pekerjaan, dan fokus mengurus anak. Waktu itu aku mengatakan "nanti ya kalau Queensha sudah mulai sekolah, sekira umur 5 tahunan" Suami membalas "Kalau bisa lebih cepat dari itu, karena anak sangat membutuhkan figur ibunya, Jika waktunya banyak bersama pengasuh ketimbang orangtua terutama ibunya, ikatan bathin ibu dan anak akan berkurang ." Dan, itu memang benar. Aku merasa anakku  cenderung lebih dekat dengan pengasuhnya, misalnya jika pengasuhnya hendak pergi ke warung (karena rumah pengasuhnya didepan rumah kami), maka Queensha akan langsung berlari menghampiri, dan berteriak " ibuu, ikuuutttt" Akupun menuruti keinginannya, walaupun saat itu aku lagi bermain bersamanya.Karena jika dilarang dia akan menangis. Dan, Qodarullah menjelang umur Queensha 2 tahun, aku dinyatakan hamil anak kedua, alhamdulillah masyaAllah. Padahal baru beren

Ayo membaca nyaring bersama Lets Read

Menteri pendidikan dan kebudayaan Nadim Makariem pernah mengatakan bahwa di Indonesia saat ini tengah mengalami yang namanya krisis literasi. Pernyataan ini sebenarnya bukan tanpa alasan, hal ini didasari pada rilis hasil studi Programme for International Assessment (PISA) 2018 yang dilakukan oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 3 Desember lalu. PISA adalah hasil program studi internasional dibidang pendidikan per 3 tahunan bagi pelajar berusia 15 tahun. Yang bertujuan untuk mengamati kemampuan membaca, matematika dan sains suatu negara untuk mendorong pendidikan. Dalam hasil rilis hasil studi tersebut didapat bahwa skor kemampuan membaca di Indonesia ditahun 2018 turun menjadi 371 dibanding tahun 2015 diangka 397 poin, dengan skor rata-rata OECD 487 poin. Aku sepakat bahwa literasi tidak hanya tentang kemampuan membaca, tetapi juga tentang kemampuan memahami bacaan, numerasi, sains dan kecakapan dalam memecahkan suatu masalah tertentu. Namun sem