Skip to main content

7 Fakta Tentang Mom Queen Yang Jarang Terungkap

Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh 

Sudah memasuki hari ke-5 bulan puasa nih, masih semangat puasanya? Semoga semangat puasa dan semangat menulisnya masih "ON" terus kan? Memasuki hari ke-5 dalam #30days #BlogChallengeBPN dengan tema 7 Fakta tentang diriku. Mari kita simak apa yang selama ini jarang diungkap ke permukaan yaitu 7 Fakta tentang mom Queen. Penasaran? Yuk simak selengkapnya diblog ini. 

1. Super Rapi dan Teratur

Mom Queen sudah terbiasa di didik dengan sangat bersih, rapi dan teratur sejak kecil. Ibunya mom Queen sangat mendisiplinkan anak-anak tentang kebersihan, mulai dari peralatan pribadi hingga perabot rumah tangga. Mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi semua serba teratur, barang-barang yang sudah selesai digunakan harus dikembalikan rapi dan bersih seperti semula. Bangun tidur ga boleh langsung bangun harus melipat dulu selimut dan merapikan semua perlengkapan tidur baru kemudian ke kamar mandi untuk bebersih. Tidur malam tidak boleh lebih dari jam 9, dan harus sudah menyiapkan peralatan sekolah sebelum tidur. Ibu tidak mentolerir acara lupa buku pelajaran, lupa prakarya dan lain-lain.

Tentang kerapian mom Queen juga belajar dari bapak, pelajaran tentang kerapian dan keteraturan yang selalu diingat adalah bagaimana memasang tali sepatu. Mom Queen kecil di didik bagaimana cara memasang tali sepatu tanpa ada bagian yang terlipat, harus lurus dan memasangnya harus searah, jika berbeda sedikit saja maka disuruh mengulang lagi. Ya Allah, perihal pasang tali sepatu saja bisa sampai berjilid-jilid. Setiap minggu selalu di cek bagaimana cara memasang tali sepatu yang benar. Mom Queen paling semangat untuk bisa mengerjakan dengan baik, karena siapa yang bisa mengerjakan dengan rapi akan diberi hadiah. Akhirnya mom Queen berusaha belajar dengan tekun memasang tali sepatu dan berhasil, senangnya luar biasa. Kebiasaan ini yang terbawa hingga sekarang, pokoknya ga bisa tidur kalau lihat ada yang belum rapi dan bersih. 

Baca juga : 5 Alasan Kamu Harus Ngeblog  

2. Senang Berjualan

Sejak SD mom Queen sudah berkenalan yang namanya berdagang. Dulu dagang pertama kali jualan hasil DIY kartu-kartu ucapan ulang tahun, kartu lebaran. Dulu kan dunia perkartuan model begini hits banget. Jadi kakak perempuan yang bebikinan, mom Queen yang jual ke teman-teman sekolah. Ada yang beli? banyak, secara yang jualan kan bintang kelas (eaa sombong lagi) jadi kalau ditawarin ga beli mungkin mereka segan sih, takut kalau ada pelajaran yang ga paham ga bisa nanya (mungkin hihi) . Pernah juga ikutan jualan sayur sama orang tua, dari situ mom Queen tahu betapa susahnya perjuangan keras orang tua demi menghidupi kami anak-anak yang jumlahnya 7 orang. Sampai sekarang jiwa dagang itu suka menggelora kalau melihat sesuatu. 

3. Pecinta Mie

Wah ini yang ga bisa di hindari, kalau melihat mie bawaannya lapar terus. Entah kenapa ya suka sekali dengan mie. Mungkin dulu dikarenakan mie merupakan makanan 'mahal' dirumah. Pernah dulu mom Queen kecil sakit demam, nah biasa kan kalau lagi sakit orang tua selalu nanyain "mau makan apa?" karena dirumah jaraaang sekali makan mie, dan mie cenderung makanan 'mahal' makanya dijawab "mau makan mie" saking orangtua pengen banget lihat anaknya sembuh, jadi dibeliin mie satu kardus. Beneran setelah itu, alhamdulillah sakitnya sembuh. Sejak saat itu (mungkin) jadi suka banget sama mie. 

Baca juga : Harapan Ngeblog Mom QueenMQ 

4. Ga (terlalu) Suka Surprised Party

Kalau disini ada tim yang suka bikin surprise party gitu ke teman-temannya, hmm jauh-jauh dari mom Queen. Karena mom Queen termasuk orang yang kurang begitu menyukai acara model begini. Jangan coba-coba deh yang ada nanti kamu bisa kena damprat hehe. Menurut mom Queen sih acara model surprise party itu hanya untuk orang-orang tertentu yang tidak ada masalah dengan jantung dan memiliki pengaturan emosi yang stabil. Mom Queen tipikal tidak punya penyakit jantung, tapi penguasaan emosi yang akan kacau kalau di bikin acara begini. Acara surprise party biasanya diawali dengan 'drama' atau 'gimmick' tertentu yang membuat emosi campur aduk, nah itu yang nantinya malah menghasilkan emosi yang ga stabil dan itu bersifat permanen. Makanya kalau ada niat bikin surprise party buat mom Queen lebih baik jangan coba-coba kalau ga mau kena damprat (ups haha). 

5. Cinta Damai

Memiliki personaliti dasar sebagai seorang melankolis koleris membuat mom Queen sebenarnya adalah orang yang sangat cinta damai. Tidak terlalu suka berdebat bahkan cenderung menghindari debat. Meminimalisir konflik terutama terhadap hal-hal sepele yang bisa ditolerir. Lebih senang mengalah dan mengesampingkan keinginan pribadi. Namun buruknya terkadang juga lebih egois dan memaksakan keinginan. Kalau sudah ngebet terhadap sesuatu, sikap melankolis ini berubah menjadi koleris yang super egois. Inginnya sesegera mungkin dipenuhi dan harus perfect. Sangat detail bahkan terhadap kesalahan-kesalahan kecil sekalipun. Memiliki ingatan yang tajam, so jangan coba-coba mengusik mom Queen yang cinta damai ini ya, jika tidak ingin 'dikulit' sampai ke akar-akar. 

6. Phobia Cacing

Rasa takut terhadap hewan satu ini sebenarnya lebih pada rasa jijik dan geli. Pernah sewaktu masih kecil ada teman yang iseng melempar cacing pada mom Queen, maksudnya buat bercanda. Yang terjadi malah membuat mom Queen menangis histeris masuk ke rumah dan ga mau lagi main sama teman itu. Meski dia sudah meminta maaf mom Queen tetap saja tidak mau memaafkan, saking traumanya. Sampai sekarang meski sudah tidak terlalu takut lagi seperti dulu, namun lebih baik menghindari daripada kaget dan geli sendiri. 

Baca juga : Mengalahkan rasa takut, menjadi Pembicara Andalan 

7. Gemar Menulis

Hobi menulis, pasti banyak juga memiliki hobi yang sama. Namun mungkin untuk menghabiskan waktu seharian untuk menulis saja bisa jadi hanya dilakukan oleh segelintir orang saja. Mom Queen bahkan betah berlama-lama didepan laptop atau smart phone hanya untuk menulis. Dan menjadi penulis cerpen (cerita pendek) adalah impian yang belum terwujud sampai sekarang. Malah sekarang lebih nyaman menulis review, tips, dan opini ketimbang cerpen. Mungkin suatu hari nanti kalau ada challenge menulis cerpen boleh dicoba, tapi ga yakin bisa juga, sudah lupa teorinya. 

Inilah seputar fakta dalam diri mom Queen yang jarang diketahui banyak orang. Ada yang sama? Sharing di komentar yuk. 


#BPNRamadan2021 



Comments

Popular Post

Benarkah ada orangtua yang gagal?

Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh. Apa kabar happy parents semua? Semoga selalu happy meski pandemi belum juga mereda. Kali ini Aku mau membahas sedikit mengenai topik yang terngiang-ngiang dikepalaku "Benarkah ada orangtua yang gagal?" . Gagal dalam membesarkan anak, gagal dalam mengelola dan menyalurkan emosinya sehingga meluapkan pada anak, gagal dalam mengasah kemampuan dan bakat anak, gagal dalam membersamai tumbuh kembang anak, atau bahkan gagal dalam mendidik dan mempersiapkan anak-anaknya menjadi generasi terbaik dimasanya. Setiap orangtua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. foto dokpri Aku pikir pemikiran seperti ini tidak akan pernah terlintas dalam pikiranku,karena menurutku tidak ada orangtua yang menginginkan kegagalan dalam hidupnya apalagi untuk anak-anak. Semua orangtua sangat mencintai anak-anaknya, entah anak-anak tahu atau tidak, mereka rela memberikan yang terbaik bahkan rela menghimpit kebutuhan diri sendiri demi memenuhi kebut

Pengalaman memutus candu gadget pada toddler

Pic from google Dewasa ini sangat tidak asing apabila melihat anak-anak (bahkan) usia balita sudah memegang gadget dalam kesehariannya. Bahkan Ada orangtua yang sengaja memberikan gadget sebagai dalih untuk mengalihkan perhatian anak yang melulu ingin ditemani bermain. Pada dasarnya fitrah anak, apalagi diusia balita adalah bermain. Namun terkadang karena keterbatasan kemampuan dan pengetahuan orangtua  untuk mengakomodir keinginan anak inilah yang membuat orangtua menyerahkan kegiatan anak untuk berinteraksi pada gawai. Saya bukan orangtua yang anti sekali untuk memberi gawai pada anak. Tidak juga, namun dibalik sekian banyak dampak negatif dari gadget ada juga beberapa manfaat yang bisa di petik. Misalnya bisa mendapatkan ide bermain anak, memvisualisasikan apa-apa yang terasa sulit di pahamkan dengan kata-kata, video edukasi, lagu reliji dan lain sebagainya.Tetapi diantara daftar manfaat gawai ini, ada setumpuk efek negatif penggunaan gadget pada anak, apalagi balita :( Saya mencoba

Ibu Karir dirumah

Sejak melahirkan anak pertama, Queensha, suamiku sudah mengingatkan untuk memasang target kapan akan berhenti dari pekerjaan, dan fokus mengurus anak. Waktu itu aku mengatakan "nanti ya kalau Queensha sudah mulai sekolah, sekira umur 5 tahunan" Suami membalas "Kalau bisa lebih cepat dari itu, karena anak sangat membutuhkan figur ibunya, Jika waktunya banyak bersama pengasuh ketimbang orangtua terutama ibunya, ikatan bathin ibu dan anak akan berkurang ." Dan, itu memang benar. Aku merasa anakku  cenderung lebih dekat dengan pengasuhnya, misalnya jika pengasuhnya hendak pergi ke warung (karena rumah pengasuhnya didepan rumah kami), maka Queensha akan langsung berlari menghampiri, dan berteriak " ibuu, ikuuutttt" Akupun menuruti keinginannya, walaupun saat itu aku lagi bermain bersamanya.Karena jika dilarang dia akan menangis. Dan, Qodarullah menjelang umur Queensha 2 tahun, aku dinyatakan hamil anak kedua, alhamdulillah masyaAllah. Padahal baru beren

Membiasakan berhijab sejak dini

   Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh  Ukhtifillah  yang dirahmati Allah Subhanahu Wata'Ala dalam rangka menggalakkan campaign   #hijabsejakdini , disini Aku mau berbagi tips mengenai cara membiasakan anak-anak mengenakan hijab dalam kesehariannya.  Seperti kita tahu bahwa menutup aurat hukumnya wajib sebagaimana kesepakatan para ulama berdasarkan firman Allah azza wa jalla: "... Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera–putera mereka, atau putera–putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita....." (QS An-nuur : 31)  Jadi, karena m

Ayo, dukung UMKM disekitarmu bangkit lagi!

Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh  Apa kabar teman-teman semua? Semoga selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wata'Ala amin allahumma amin . Nah kali ini Aku mau membahas tentang cara mendukung bangkitnya dunia usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM disekitar kita. Sebagai bagian dari ikhtiar membantu teman-teman semua pelaku UMKM untuk kembali bangkit dan bersinergi membangun perekonomian Indonesia khususnya keluarga.  Pandemi Covid-19 yang dialami dunial termasuk Indonesia sejak Maret 2020 telah memukul banyak sektor usaha. Berbagai sektor terdampak diantaranya yang paling terpukul adalah sektor usaha transportasi, perdagangan makanan dan minuman, pariwisata, industri pengolahan dan masih banyak lagi. Bukan hanya menimpa para pelaku usaha berskala besar namun juga pada pelaku usaha mikro kecil dan menengah(UMKM). Mengambil dari hasil survei yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan bahwa sebanyak 82,85% perusahaan terdampak oleh pandemi virus coro

Ayo membaca nyaring bersama Lets Read

Menteri pendidikan dan kebudayaan Nadim Makariem pernah mengatakan bahwa di Indonesia saat ini tengah mengalami yang namanya krisis literasi. Pernyataan ini sebenarnya bukan tanpa alasan, hal ini didasari pada rilis hasil studi Programme for International Assessment (PISA) 2018 yang dilakukan oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 3 Desember lalu. PISA adalah hasil program studi internasional dibidang pendidikan per 3 tahunan bagi pelajar berusia 15 tahun. Yang bertujuan untuk mengamati kemampuan membaca, matematika dan sains suatu negara untuk mendorong pendidikan. Dalam hasil rilis hasil studi tersebut didapat bahwa skor kemampuan membaca di Indonesia ditahun 2018 turun menjadi 371 dibanding tahun 2015 diangka 397 poin, dengan skor rata-rata OECD 487 poin. Aku sepakat bahwa literasi tidak hanya tentang kemampuan membaca, tetapi juga tentang kemampuan memahami bacaan, numerasi, sains dan kecakapan dalam memecahkan suatu masalah tertentu. Namun sem

DIY: Cara Membuat Hamper Mudah dan Simple untuk Hantaran Nikah

Dewasa ini tradisi berkirim hadiah seperti sudah menjadi tren baru. Banyak orang mengabadikan momen khusus sebagai ajang untuk berkirim pesan lewat hadiah. Jika dulu berkirim parsel atau hamper hanya dihari besar keagaamaan seperti lebaran atau natal. Sekarang berkirim parsel juga di berbagai momen bersejarah seperti di hari ulang tahun, menyambut kelahiran bayi, wisuda kuliah dan sebagainya. Baca juga :  Manajemen keuangan keluarga anti bocor ala Maminca   Berkirim hadiah ini dulu dikenal dengan sebutan berbagi parsel, namun sekarang lebih banyak dikenal dengan sebutan berbagi hamper. Sebenarnya tidak ada beda antara keduanya, mengambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, jika kita melakukan pencarian untuk kata parsel maka akan berarti bingkisan yang berisi berbagai hadiah, seperti aneka kue, makanan dan minuman dalam kaleng, barang pecah belah, yang ditata apik dalam keranjang dan dikirimkan kepada orang-orang tertentu pada hari raya. Pun begitu ketika kita mencari dengan kata hamper