Konten [Tampil]
Hi Moms!
Cara melancarkan ASI setelah melahirkan adalah jawaban yang paling dicari ibu muda sesuai melahirkan. Termasuk saya. Bagaimana tidak, para ahli kesehatan anak sepakat bahwa ASI adalah makanan terbaik bagi bayi baru lahir.
Di dalam ASI mengandung sel darah putih dan antibodi yang berguna untuk ketahanan sistem imun. Selain itu, di dalam air susu ibu (ASI) juga mengandung vitamin A, E, dan K serta vitamin lainnya.
ASI normalnya keluar dalam 1-2 hari sejak kelahiran. Meski demikian, ada juga ASI yang baru lancar setelah 3 hari melahirkan. Makanya banyak ibu baru (new mom) yang mulai khawatir ketika ASI-nya tidak keluar setelah melahirkan. Bagaimana cara melancarkan ASI setelah melahirkan?
Berbagai usaha dilakukan demi melancarkan ASI, mulai dari mengkonsumsi makanan agar ASI keluar setelah melahirkan seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, banyak minum air putih, dan lain sebagainya.
Namun yang menjadi kebingungan sendiri, meskipun sudah melakukan berbagai usaha tersebut, tetap saja ASI belum keluar dengan lancar? Apa sih penyebabnya? Sebelum bahas cara melancarkan ASI setelah melahirkan, coba kita bahas penyebab ASI tidak lancar dulu yuk
Hari ke Berapa ASI Mulai Keluar Setelah Melahirkan?
Moms, ketika kamu mengalami ASI belum keluar dengan sempurna setelah melahirkan, seharusnya kamu tidak perlu khawatir.
Menurut sebuah penelitian dari National Library of Medicine, USA yang diterbitkan tahun 2009 menyebutkan bahwa pada hari ke-2 hingga ke-3 jumlah ASI yang dihasilkan memang masih dalam jumlah kecil, yakni sebanyak 40-50 mL saja.
Hal ini dikarenakan memang hingga 3 hari pasca kelahiran, lambung bayi hanya sebesar kelereng. Seiring bertambah hari, lambung bayi barulah berangsur-angsur membesar. Meskipun produksinya sedikit, tetapi kandungan ASI yang keluar, kaya akan zat lain yang dibutuhkan bayi, terutama kolostrum.
Kolostrum adalah ASI yang berwarna lebih kuning, mengandung sel darah putih, antibodi, protein, mineral, vitamin A, E, dan K yang lebih banyak dibandingkan dengan ASI yang dihasilkan setelahnya (National Library of Medicine, 2009)
Produksi kolostrum di tiga hari pertama kelahiran bayi berfungsi untuk melindungi bayi karena adanya transisi lingkungan, dari rahim ibu ke lingkungan dunia. Lingkungan dunia adalah lingkungan yang baru bagi bayi, penuh dengan mikroorganisme yang belum tentu cocok untuk tubuh mungilnya. Kolostrum yang dikonsumsi bayi juga berfungsi untuk mempersiapkan lapisan usus agar bayi siap menerima nutrisi dalam susu.
Jadi hari ke berapa ASI mulai lancar? Normalnya produksi ASI akan mulai lancar dan meningkat di hari ke-2 hingga ke-4 pasca melahirkan. Hal ini dikarenakan saat itu bayi sudah siap menerima nutrisi dari ASI serta mengalami growth spurt. Growth spurt adalah masa percepatan pertumbuhan bayi. Karena itulah produksi ASI meningkat sebanyak 300-400 ml per 24 jam.
Masih mengutip dari National Library of Medicine, 2009, pada hari ke-3 bayi biasanya minum 300-400 mL dalam 24 jam dan 500-800 mL pada hari ke-5. Jumlah kolostrum semakin hari semakin menurun seiring dengan terciptanya antibodi pada bayi. Pada hari ke-7 sampai dengan ke-14 terjadi masa transisi pada ASI, sehingga disebut ASI transisi. Sedangkan ASI yang diproduksi setelah 2 minggu pasca kelahiran disebut dengan ASI matang.
Namun, mengapa ASI belum keluar setelah 4 hari melahirkan? Atau ASI belum keluar setelah melahirkan caesar? Mungkin beberapa alasan berikut ini bisa menjadi penyebabnya.
Penyebab ASI Tidak Lancar
1. Tidak Melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD)
Moms banyak ibu yang mengalami masalah ASI yang tidak keluar meski sudah melahirkan. Padahal, normalnya ketika bayi lahir, ASI seharusnya (juga) sudah mengalir. Namun, jika tidak demikian, bisa jadi penyebabnya karena tidak melakukan inisiasi menyusui dini (IMD). IMD penting dilakukan untuk melatih naluri bayi untuk mencari puting susu ibu dan mulai melakukan aktivitas menyusui pertama kali.Gerakan menyusu pada bayi, dapat merangsang keluarnya ASI dari payudara. Meskipun ASI belum begitu lancar, namun respon yang diberikan oleh payudara atas hisapan sang bayi membantu melancarkan ASI.
2. Tidak Menyusui Langsung
Tidak menyusui langsung membuat ASI tidak keluar hingga akhirnya hilang dengan sendirinya. Hal ini pernah terjadi pada diri saya sendiri, saya mengalami bendung ASI yang menyebabkan sakit luar biasa pada hari ke-3 pasca melahirkan.Minimnya pengetahuan saya tentang ASI membuat saya tidak mampu menyusui langsung atau berusaha pumping. Ilmu breast pumping belum saya ketahui meski sudah melahirkan. Dampaknya payudara lama kelamaan membengkak, pumping manual namun produksi ASI menurun, hingga akhirnya di hari ke-14 ASI berhenti total.
Mengapa ASI bisa berhenti meskipun sudah melakukan pumping? Kebanyakan ibu yang melakukan pumping tidak mengosongkan payudara dengan maksimal. Akibatnya produksi ASI tidak sebanyak ketika menyusui langsung.
Jika menyusui langsung, tubuh akan mengeluarkan ASI sebanyak kebutuhan bayi, sedangkan ketika melakukan pumping tidak ada respon yang menunjukkan seberapa banyak ASI yang dibutuhkan. Ibu hanya mengeluarkan ASI sebanyak waktu memompa saja.
3. Jarang Mengosongkan Payudara
Mengosongkan payudara dapat meminimalisir terjadinya pembengkakan ASI. Payudara yang dikosongkan sama dengan merangsang tubuh untuk memproduksi ASI lebih banyak lagi. Kamu bisa mengosongkan payudara dengan cara lebih sering menyusui bayi atau menggunakan pompa ASI.Cara Melancarkan ASI Setelah Melahirkan
1. Melakukan IMD
Inisiasi Menyusui Dini (IMD) adalah proses menyusui sesaat setelah melahirkan. Aktivitas ini dapat membantu tubuh memberi respon agar memproduksi ASI sesuai kebutuhan bayi.2. Menyusui Sesering Mungkin
Menyusui sesering mungkin dapat membantu memperlancar ASI. Proses menyusui harus dilakukan sesering mungkin. Hal ini untuk memberikan rangsangan pada otak bahwa bayi membutuhkan ASI.3. Melakukan Pijat Laktasi
Moms kamu bisa melakukan pijat laktasi untuk membantu melancarkan ASI. Pijat laktasi dapat dilakukan sendiri atau bersama pasangan. Untuk itu penting belajar pijat laktasi sebelum melahirkan. Kamu juga bisa belajar Mandiri melalui video tutorial di YouTube.4. Hindari Stress
Meski tidak bisa menghilangkan stress, tetapi ibu menyusui sebaiknya dapat menghindari penyebab stress. Untuk menghindari penyebab stress banyak hal yang bisa dilakukan, kamu bisa melakukan apa yang menjadi hobi, passion, atau apapun yang menjadi kesenanganmu.5. Rileks, Menyusui Dengan Bahagia
Menyusuilah dengan rileks. Menyusui itu harus bahagia. Ketika hati bahagia maka hormon prolaktin akan semakin banyak. Hormon inilah yang bertugas merangsang produksi ASI.6. Konsumsi Makanan Pelancar ASI
Banyak mengkonsumsi makanan untuk pelancar ASI seperti sayuran hijau misalnya katuk, daun kelor, asparagus, pare dan sejenisnya. Kamu juga bisa makan cemilan untuk ibu menyusui yang berasal dari kacang-kacangan seperti almond, kacang mede, dan kacang hijau atau kacang merahPenutup
Menyusui adalah proses perjalanan panjang. Menjalani peran sebagai ibu ASI penuh tantangan dan airmata, namun ibu tetap melakukannya atas nama cinta. Ibu bahkan telah mencintai anaknya sebelum melihatnya. ASI itu bukan hanya makanan bagi bayi, tetapi aliran cinta dan kehidupan dari Ilahi.
Oleh karena itu, mari kita beri penghargaan luar biasa kepada para ibu menyusui dimanapun berada. Semoga cara melancarkan ASI setelah melahirkan ini dapat membantu setiap ibu yang mengalami bendung ASI** atau kesulitan menyusui. Next kita akan bahas rahasia hubungan suami istri yang harmonis ya.
Salam,
Mom Queen
Referensi:
Infant and Young Child Feeding: Model Chapter for Textbooks for Medical Students and Allied Health Professionals
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK148970/

.jpg)







Post a Comment
Post a Comment