header

Bukan Calistung, Ini 6 Tanda Anak Siap Masuk SD Menurut Psikolog

Konten [Tampil]

Tanda anak siap masuk sd

Hi Moms!
Pertengahan Mei 2026 lalu di sekolah TKIT Nurussunah Batam, tempat anak saya menimba ilmu diadakan seminar parenting bertajuk: "Sudah Siapkah Anak Masuk Sekolah dasar". Sebenarnya ini bukanlah tema asing bagi saya, karena setahun lalu tema ini sudah pernah diangkat oleh narasumber yang sama. Mengingat tema ini begitu penting dan masih banyak orang tua yang masih bingung menentukan apakah anaknya sudah siap masuk SD atau belum, makanya tajuk ini begitu sering dibahas.

Moms, hingga sekarang masih banyak lho yang salah kaprah menjadikan kemampuan akademik anak bisa baca, tulis, dan berhitung (calistung) sebagai parameter utama mereka siap masuk SD.

Saya pun tidak dapat menyangkal bahwa memang realitas di lapangan banyak anak yang didaftarkan SD oleh orang tuanya karena sudah bisa calistung. Padahal faktanya calistung bukanlah tanda anak siap masuk SD! Kok bisa?

Saya juga baru menyadarinya ketika si Sulung masuk SD 3 tahun lalu. Untuk menjawab rasa penasaran Moms semua, Mom Queen akan menuliskan kembali apa saja tanda anak sudah siap masuk SD. Bersama narasumber Paramita Estikasari M.Psi., seorang psikolog kita akan membahasnya bersama-sama. Yuk!

Mitos dan Fakta Anak Siap Masuk SD


Seminar dibuka dengan pertanyan seputar mitos atau fakta anak siap masuk SD. Pertanyaan pertama dibuka dengan pertanyaan:
"Mitos atau fakta bahwa anak yang belum lancar membaca berarti belum siap masuk SD"

Membaca kalimat ini sebagian besar para orangtua murid banyak yang menjawab fakta. Padahal jawaban yang benar adalah mitos. Meskipun pada kenyataannya di zaman anak pertama saya kemampuan membaca menjadi salah satu item yang diujikan dalam tes masuk SD. Namun, saat ini tes baca tulis tidak lagi menjadi prasyarat anak masuk SD.

Menurut Paramita Estikasari M.Psi., Psikolog, sekarang kemampuan baca tulis tidak lagi menjadi syarat anak diterima di sekolah dasar. Meskipun, beliau menambahkan jika anak sudah memiliki kemampuan calistung, skill ini dapat menambah kepercayaan diri serta membantu kelancaran dalam mengikuti pembelajaran di SD kelak.

Menurut Pyramid of Learning kemampuan membaca, menulis, dan berhitung adalah parameter terakhir dalam pengukuran kesiapan anak masuk sekolah dasar (SD). Ada parameter yang lebih penting yang harus diperhatikan sebelum memutuskan bahwa anak kita siap melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.


Mari kita lihat tentang pyramid of learning sekali lagi sebagai acuan kita sebelum memutuskan apakah anak kita sudah layak masuk SD atau belum.

1. Tubuh dan Sensorik

Menurut pyramid of learning kemampuan tubuh dan kemampuan sensorik menjadi pondasi dasar kesiapan anak masuk SD. Mengapa demikian? Hal ini berhubungan dengan rasa nyaman, keseimbangan, serta daya tahan tubuh. Ini adalah pondasi dasar yang harus diperhatikan dan menjadi modal utama untuk melihat apakah anak sudah siap masuk SD atau belum.

2. Koordinasi Gerak

Koordinasi gerak meliputi kemampuan motorik kasar dan motorik halus. Aktivitas di sekolah sangat banyak melibatkan kemampuan motorik kasar dan halus. Semisal kegiatan berjalan, melompat, dan berlari ini berkaitan dengan kemampuan motorik kasar.
 
Sedangkan kemampuan motorik halus seperti menulis, menjepit, dan lainnya. Anak yang belum memiliki kemampuan gerak yang memadai akan sangat sulit mengikuti kegiatan belajar mengajar di SD yang lebih banyak menggunakan koordinasi gerak. Dampaknya berkaitan dengan kenyamanan anak selama mengikuti pelajaran di sekolah.

3. Bahasa dan Perhatian

Kemampuan anak dalam berbahasa akan berhubungan dengan kemampuan anak dalam memahami instruksi guru. Jika anak belum memiliki kemampuan bahasa misalnya maka akan sangat sulit bagi anak untuk mengutarakan keinginannya apalagi memahami instruksi yang diberikan padanya.

Sedangkan perhatian akan erat kaitannya dengan fokus selama mengikuti pembelajaran. Perhatian akan mempengaruhi kemampuannya untuk bisa fokus pada hal-hal yang diajarkan di sekolah. Jika rentang fokus anak terbatas, sedangkan lama pembelajaran di sekolah hampir seharian, dapat dipastikan anak-anak akan sulit mengikuti pembelajaran di SD

4. Kemampaun Akademik

Kemampuan akademik anak menjadi salah satu parameter anak masuk SD, tetapi perlu diingat bahwa ini bukan menjadi dasar utama penentuan apakah anak sudah siap masuk SD atau belum. Opsi ini bahkan diletakkan pada posisi teratas sebagai tolok ukur kemampuan yang paling akhir.

Jika kemampuan akademik anak seperti membaca, menulis, dan berhitung sudah dalam kategori mahir, tentu saja ini akan menambah rasa percaya diri anak dalam mengikuti pembelajaran di SD nanti. Namun sekali lagi, ini bukanlah pondasi utama.

Siapkan Pondasi Belajar yang Cukup Tanda Anak Siap Masuk SD


Moms, ternyata kemampuan calistung saja tidaklah cukup sebagai tanda bahwa ananda siap masuk SD.
"Jadi, apa yang menjadi penanda bahwa anak kita siap masuk SD?"

Menjawab pertanyaan ini, tanda anak siap masuk SD adalah dengan melihat bahwa pondasi belajar anak cukup kuat. Apa saja yang menjadi pondasi belajar anak? Mari kita lihat penjelasan Ibu Paramita Estikasari M.Psi., Psikolog lebih lanjut.

1. Tubuh Siap

Ditandai dengan anak bisa duduk dengan tenang, bergerak terarah, serta tidak mudah lelah. Minimal anak sudah bisa mengikuti aktivitas dengan duduk tenang selama minimal 10-20 menit.

2. Emosi Siap

Anak sudah bisa meregulasi emosinya dengan baik ditandai dengan kemampuan anak untuk bisa menunggu, bergantian bermain, kecewa, serta tidak mudah tantrum jika keinginannya tidak terpenuhi dan mau mencoba lagi.

3. Sosial Siap

Ditandai dengan anak bisa berbagi dengan teman, antri menunggu giliran, serta sudah bisa mengutarakan keinginan jika ingin meminta bantuan.

4. Bahasa Siap

Kemampuan bahasa yang ditandai dengan anak sudah memahami instruksi serta mampu menyampaikan kebutuhan dengan kata-kata yang baik, semisal keinginan untuk buang air kecil. Ini juga nantinya berkaitan dengan kemampuan anak untuk dapat mengikuti 2-3 instruksi sederhana.

5. Mandiri Siap

Terlihat dari anak mampu makan, pergi ke toilet sendiri, memakai sepatu, serta dapat menjaga barang pribadi dengan baik. Anak yang mandiri merasa lebih nyaman selama belajar di sekolah. Kemandirian anak termasuk juga pada kemampuan pengerjaan tugas dasar dari sekolah.

Ciri Anak Siap Masuk SD


1. Anak Bisa Meniti

Mengapa kemampuan meniti menjadi tolok ukur anak siap masuk SD atau belum? Karena kemampuan meniti erat kaitannya dengan kemampuan indera vestibular atau keseimbangan. Indera vestibular adalah indera yang berperan pada kemampuan anak untuk menjaga kesimbangan tubuh, melatih fokus dan konsentrasi, serta melihat kemampuan diri dalam berinteraksi sosial.

Idera vestibular

Jika anak sudah bisa meniti dengan baik artinya indera vestibular anak sudah bekerja dengan baik. Anak bisa menjaga kesimbangan ketika berjalan, tidak mudah terjatuh, sehingga nantinya memudahkan dalam berinteraksi dengan teman atau melakukan aktivitas bermain bersama teman.

2 Dapat Memegang Alat Tulis dengan Benar

Tanda anak yang siap masuk SD adalah anak yang sudah bisa memegang alat tulis dengan benar. Moms, memegang alat tulis bukan perkara mudah jika tidak pernah dilatih. Butuh kekuatan tangan serta koordinasi mata-tangan yang akurat untuk dapat menulis dengan benar dan rapi. Jika mereka telah memiliki kemampuan ini, tandanya anak Moms sudah siap masuk sekolah dasar.

3. Bisa Memusatkan Pandangan Pada Hal-hal Kecil

Lama pembelajaran di sekolah minimal 2-3 jam untuk sekolah negeri serta 5-6 jam per hari untuk sekolah swasta. Bisa dibayangkan anak-anak yang belum memiliki kemampuan memusatkan perhatian pada satu hal, dipaksa untuk fokus selama rentang waktu tersebut? Jika tidak terbiasa anak akan tantrum hingga mengalami kebosanan dalam belajar.

4. Ketergantungan pada Ayah Ibu Sudah Berkurang

Moms, jika anak sudah menunjukkan tanda kemandirian ditandai dengan berkurangnya meminta bantuan orang tua tandanya anak sudah siap masuk SD. Anak yang lebih mandiri tentunya memiliki rasa kepercayaan diri yang kuat serta semangat belajar yang lebih baik dibanding anak-anak yang masih bergantung dengan orang tuanya.

Moms bisa melakukan tes sederhana semisal apakah anak berani ke toilet sendirian, atau apakah anak sudah berani mengutarakan keinginannya pada guru ketika masuk ke kamar kecil? Jika anak telah mampu melakukan hal ini, tandanya anak sudah siap masuk sekolah dasar.

5. Anak Dapat Berbagi dan Bermain dengan Temannya

Kemampuan berbagi dan bermain bersama teman menjadi salah satu parameter penting bagi anak yang mau masuk SD. Anak yang senang berbagi, dapat bermain bersama tentu memiliki banyak teman dibanding anak yang hanya ingin menang sendiri atau enggan berbagi.

Kemampuan ini tidak serta merta didapatkan anak tanpa dilatih dari rumah. Moms sebagai orang tua dapat memberikan pengertian dan pelatihan agar anak dapat berbagi bersama teman serta paham aturan mengantri.

6. Anak Senang Bertanya dan Pertanyaan Anak Sudah Lebih Rumit

Jika Moms sudah memiliki anak dengan pertanyaan yang lebih kritis dari usianya, misalnya: "mengapa ada hujan? atau bagaimana air hujan bisa turun? dan sebagainya, tandanya kemampuan berpikirnya sudah berkembang, ini menunjukkan bahwa kemampuan akademiknya tidak cukup hanya dari sekolah Taman Kanak-kanak saja, perlu ada pendidikan lanjutan yang dapat menampung rasa ingin tahunya ini.

Penutup


Anak yang siap SD adalah anak yang tubuhnya siap, emosinya mulai tertata, mampu berinteraksi, cukup mandiri, paham instruksi, dan punya rasa ingin tahu untuk belajar. Bantu anak bertumbuh pelan-pelan; kuatkan pondasinya, bukan hanya pada keterampilan akademik.
~Paramita Estikasari M.Psi., Psikolog~


Dari semua parameter yang telah saya sebutkan diatas, jika anak Moms sudah memiliki semua ceklist di atas artinya ananda sudah siap melanjutkan ke jenjang sekolah dasar. Jadi tidak usah ragu atau bingung apakah anak sudah siap masuk SD atau belum. Tanda-tanda kesiapan anak sudah bisa diketahui dari cek list di atas.

Kamu Moms masih penasaran tentang kemampuan anak yang lebih mandiri, Moms bisa melatihnya mulai dari sekarang. Ketika anak sudah waktunya masuk sekolah dasar, kemampuan itu semakin terasah dan menambah kesiapannya masuk SD. Jadi, jangan ragu lagi ya Moms! Semoga informasi ini bermanfaat.

Salam,
Mom Queen

Referensi:
Seminar Parenting TKIT Nurussunnah Mei 2026 oleh Paramita Estikasari M.Psi., Psikolog

Phai Yunita S Wijaya
Hi Im Yunniew, ibu dengan 3 orang anak yang memiliki hobby menulis dan literasi. Marriage and parenting enthusiast, Womanpreneur dan Consultant franchise Laundry and minimarket, ibu pembelajar, dan tukang review produk temen :)

Related Posts

Post a Comment