Konten [Tampil]
Hi Moms!
Sejak melahirkan dan memiliki anak, saya merasa sekali berkurangnya kalsium dalam tubuh. Terbukti dengan mudahnya tubuh merasa lelah, sakit pinggang menjelang dan pasca haid, serta yang paling terasa buktinya adalah beberapa gigi yang sudah mulai keropos hingga harus dicabut.
Kalau gigi yang sudah dicabut sebaiknya segera diganti dengan gigi palsu. Jangan sampai ada ruang gigi yang dibiarkan kosong. Begitu kata para pakar gigi.
Hal ini bisa mengakibatkan perubahan struktur wajah akibat pergeseran gigi akibat adanya ruang kosong tersebut. Banyak faktor yang membuat saya akhirnya memutuskan menjalani perawatan saluran akar (PSA) gigi.
Berikut ini pengalaman saya melakukan perawatan saluran akar gigi menggunakan BPJS Kesehatan.
Maju Mundur Menjalani PSA
Moms, sebelum memutuskan untuk melakukan PSA, saya banyak mencari informasi seputar perawatan gigi berlubang. Bagaimana prosedurnya, tahapan PSA, biaya, hingga berapa lama ketahanan gigi setelah dilakukan PSA.
“Perawatannya lumayan lama Kak. Saya bolak balik 5 kali ke rumah sakit. Daripada sakit gigi mending segera PSA saja.”
Begitu kata kerabat saya.
Jujur, keputusan PSA tidak mudah saya ambil. Saya harus berpikir lebih dari 12 bulan untuk menentukan apakah menjalani PSA atau membiarkan giginya dicabut saja. Sebab, trauma pasca pencabutan akar gigi geraham ketiga yang sakit minta ampun membuat saya enggan mengulang lagi. Namun, karena diyakinkan oleh kerabat yang lebih dulu menjalaninya, saya jadi mantap melakukan PSA.
“Nggak sakit kok. Daripada giginya dicabut, kalau bisa diperbaiki: ya dirawat saja” pesan teman saya yang lebih dulu melakukan PSA
Trauma cabut gigi ini yang belum hilang. Rasa ‘kres-kres’ ketika gigi dicabut membuat saya enggan balik lagi ke dokter gigi haha.. Makanya meski sempat mengalami sakit gigi karena gigi berlubang, saya memilih menahan.
Namun, ketika ada kerabat dan teman yang lebih dulu menjalani PSA, saya sedikit memiliki gambaran bagaimana tindakan medis ini dilakukan. Yang paling penting adalah tidak terlalu sakit, hanya saja mereka mengatakan bahwa tindakan ini tidak sekali siap, butuh 3-4 kali kunjungan baru selesai.
Saya akan tuliskan pengalaman melakukan perawatan saluran akar (PSA) gigi menggunakan BPJS Kesehatan melalui postingan ini ya.
Pengalaman Perawatan Saluran Akar (PSA) Gigi
Mom, kalau cerita pengalaman PSA gigi pakai BPJS Kesehatan akan panjang sekali ceritanya. Namun saya mencoba mengurai tahapan-tahapan proses perawatan saluran akar secara garis besar saja ya.
Perawatan Saluran Akar (PSA) adalah tindakan medis yang dilakukan oleh dokter gigi spesialis dalam rangka memperbaiki gigi yang patah atau bolong agar tetap berfungsi seperti biasa.
Kalau kamu mau menjalani PSA (juga) menggunakan BPJS Kesehatan berikut alur yang harus kamu lalui:
- Mendaftar ke faskes tingkat 1 untuk meminta rujukan. Pelayanan faskes BPJS Kesehatan wajib melalui JKN Mobile ya. Pastikan kamu sudah mengunduh aplikasinya.
- Setelah mendapat rujukan, kamu bisa mengambil antrian online ((lagi)) melalui JKN Mobile, untuk datang ke RS rujukan.
- Setelah mendapat antrian online, silahkan datang ke RS rujukan pada waktu dan jam yang telah ditentukan. Jangan kaget jika waktu tunggu antrian online lebih dari 30 hari. Itu normal.
- Pastikan kamu melakukan registrasi ulang setibanya di RS rujukan. Dan…selamat menunggu antrian pelayanan. Waktu tunggu pelayanan mulai dari 20-30 menit per orang, jadi pastikan kamu siapkan diri.
Selama saya menjalani PSA hingga kunjungan ke-3 ini, secara pelayanan nakes serta dokternya sangat ramah dan helpfull. Saya tidak ada keraguan atau komplain masalah ini. Saya sangat mengapresiasi dokter dan perawatnya yang gercep abis! Bahkan waktu istirahat mereka saja tidak sampai 30 menit lho. Keren banget.
"Jangan khawatir Bapak-Ibu, semua pasien yang datang hari ini kita 'kerjain' semua" ujar asisten dokter yang melihat kekhawatiran pasien karena hari sudah larut.
Saya juga salut dengan usaha mereka yang melayani hingga 40 pasien dari pagi hingga malam. Namun, memang sangat disayangkan adalah masa tunggunya yang lama. Ini mungkin dikarenakan kurangnya tenaga ahli dan dokter spesialis konservasi gigi atau juga minimnya kerjasama rumah sakit yang bermitra dengan pihak BPJS Kesehatan. Masa tunggu antrian pelayanan ke dokter spesialis endodontis ini memakan waktu 5-6 jam.
Makanya saya sudah hampir menyerah di tengah jalan saking lamanya menunggu.
"Apa pulang saja?"
"Ganti rumah sakit saja ya!"
"Lama banget, capeknya.."
Dan segudang alasan lain yang berkecamuk di dalam pikiran saya selama menunggu antrian.
Namun, mengingat perjalanan panjang saya menuju rumah sakit hampir 11 km, maka saat itu juga saya mengokohkan semangat lagi. Pokoknya saya harus mendapatkan giliran penanganan meskipun harus menunggu lama.
Tahapan Tindakan Perawatan Saluran Akar
Moms, tahapan tindakan PSA setiap orang tidaklah sama. Ini sangat tergantung dengan kondisi masing-masing gigi pasien. Jadi tidak bisa dijadikan patokan. Namun secara garis besar, tindakan medis yang dilakukan hampir serupa.
Berikut tahapan tindakan perawatan saluran akar gigi yang diterima Mom Queen ya.
Kunjungan Pertama
Tindakan pertama yang saya dapatkan adalah dokter melakukan pengecekan kondisi dan pembersihan gigi. Pada tahap ini, dokter akan memutuskan apakah perlu dilakukan ronsen gigi dulu atau tidak. Jika diperlukan maka tindakan foto ronsen akan dilakukan pada hari yang sama.
Karena kondisi gigi saya yang sudah berlubang besar, maka dokter menyarankan untuk dilakukan ronsen dahulu. Sayangnya di rumah sakit rujukan saya, tindakan ronsen harus dilakukan di hari kerja, sedangkan jadwal kunjungan saya di akhir pekan. Jadi saya harus kembali di lain hari untuk foto ronsen. Tak apa, yang penting sudah ada progres.
Kunjungan kedua
Pada kunjungan kedua, setelah mengambil foto ronsen di lain hari, saya dijadwalkan berkonsultasi kembali sekitar 2 minggu kemudian. Kok bisa langsung dapat antrian? Ya, karena atas rekomendasi dokter, saya diizinkan mengambil antrian secara manual. Artinya saya tinggal datang di tanggal yang sudah ditetapkan, kemudian langsung ke bagian registrasi tanpa melalui aplikasi.
Pada kunjungan kedua ini, dokter melihat hasil ronsen gigi saya. Dari hasil ronsen ini diketahui bahwa lubang gigi sudah mengenai sedikit saraf, namun masih bisa diperbaiki. Tindakan selanjutnya adalah pembersihan lubang gigi dan sekaligus pemberian obat untuk mematikan saraf pada salah satu akar gigi. Setelah itu dilakukan penambalan sementara. Saya diminta kembali lagi 2 minggu kemudian. Lagi-lagi dengan antrian manual, kalau antrian online? Bisa-bisa 2 bulan lagi baru dapat jadwal hehe..
Kunjungan ketiga
Pada kunjungan ketiga ini dokter membuka kembali tambalan sementara pada gigi, melihat kondisi saraf yang sudah ‘dimatikan’ pada salah satu akar dan kembali memberikan ‘treatment’ pada akar gigi yang kedua. Setelah selesai, gigi kembali ditambal sementara.
Oh iya, saat saraf ini diberikan semacam obat, saya merasakan sedikit nyeri seperti sakit gigi. Namun hanya sementara, setelah itu tidak terasa lagi. Dokter berkata bahwa itu memang saraf, jadi memang terasa sakit. Saya juga diberi obat pereda nyeri jika diperlukan.
Setelah kunjungan ketiga ini, saya kembali dijadwalkan untuk menjalani tindakan medis lagi sekitar 3 minggu kemudian. Pada kunjungan ke-4 nanti akan dilakukan pengisian gigi yang sudah dibersihkan dan dimatikan saraf giginya. Setelah ini, insya Allah tindakan PSA sudah selesai.
Inilah pengalaman saya menjalani perawatan saluran akar menggunakan BPJS Kesehatan. Sejauh ini tidak ada biaya tambahan yang saya keluarkan selama proses ini. Kesan saya terhadap nakes dan dokter yang menangani saya sangat ramah dan baik. Tidak ada perbedaan antara pasien BPJS maupun pasien umum. Semua diperlakukan ramah dan setara.
Penting Untuk Diperhatikan Sebelum Menjalani Perawatan Saluran Akar
Moms, sebelum kamu memutuskan menjalani perawatan saluran akar, sebaiknya kamu memiliki persiapan seperti berikut ini:
1. Makan sebelum pergi ke pelayanan kesehatan
Sebaiknya, sebelum pergi ke rumah sakit rujukan pastikan Moms dalam kondisi perut kenyang. Mengingat antriannya akan sangat lama, sedangkan gigi harus bersih. Jadi pastikan kamu sudah mengisi perut terlebih dahulu sebelum pergi.2. Perbanyak sabar
Kalau kamu tim kesabaran setipis tisu, sudahi saja rencana PSA pakai BPJS Kesehatan. Karena kamu harus mewajarkan bahwa antrian PSA itu begitu membludak, jumlah pasiennya sangat banyak. Daftar tunggu untuk mendapat antrian online bisa 1-2 bulan sejak rujukan dibuat.Belum lagi waktu tunggu penanganan pasien yang memakan waktu 1-2 jam (paling cepat), normalnya bisa 5-6 jam hehe... Ini berdasarkan pengalaman saya pribadi.
3. Antrian online JKN Mobile selalu full
Moms, antrian online di mobile JKN selalu full, karena kita harus bersaing dengan ratusan orang di luar sana untuk mengambil kuota antrian, makanya kamu konsultasikan dengan pihak dokter yang menangani untuk direkomendasikan mengambil antrian manual. Sejauh pengalaman saya, dokter akan membantu bilamana memang diperlukan untuk antrian manual.Penutup
Masalah gigi berlubang sebaiknya segera ditangani sedini mungkin. Jangan dibiarkan hingga menunggu lubang membesar dan gigi terasa sakit. Jika sudah sakit gigi, perawatannya tidak hanya ditambal tetapi perawatan saluran akar.
PSA itu lebih kompleks, kunjungan ke dokter gigi pun tidak cukup sekali, tetapi berkali-kali. Minimal kamu setor muka ke dokter gigi 3-4 kali kunjungan. Jika menggunakan biaya pribadi tentu lebih banyak biaya tambal gigi yang keluar, belum lagi waktu dan tenaga yang harus kamu siapkan. Jadi rawat gigi sebelum terlambat. Sepakat?
Salam,
Mom Queen










Post a Comment
Post a Comment