header

Cara Dapat Passive Income dari Foto Untuk Ibu Rumah Tangga

Konten [Tampil]

Cara menjadi microstocker

Hi Moms!
Kalau kamu penasaran gimana cara dapat passive income dari sebuah foto, artikel yang Mom Queen buat kali ini rasanya cocok untuk kamu baca sampai akhir. Sebab, memiliki passive income bagi ibu rumah tangga kini bisa diwujudkan.

Kesibukan kita yang sehari-hari tenggelam dalam rutinitas mengurus rumah tangga, mencuci, memasak, hingga antar jemput anak, rasanya semakin lelah bila tanpa penghasilan sendiri. Bukan tidak puas dengan penghasilan dari pasangan, tetapi kalau perempuan bisa punya penghasilan sendiri: itu sebuah prestasi. Setuju nggak? Apalagi kalau penghasilan itu adalah passive income. Tambah prestisius lagi deh.

Kabar baiknya, ternyata kita bisa lho berpeluang menghasilkan uang dari sebuah foto. Ayo, coba cek kumpulan foto di galeri hape kamu, sudah berapa ribu foto yang mengendap disitu? Daripada cuma jadi tumpukan kenangan saja, bagaimana kalau kita jadikan sumber aset digital, setuju?

Kalau sebelumnya saya sudah membahas menghasilkan dollar lewat tulisan, kini saatnya merambah ke menghasilkan dollar lewat foto. Mau tahu caranya? Check this out!

Jadi Microstocker: Cara Dapat Passive Income dari Foto Untuk Ibu Rumah Tangga


Moms, sadar nggak bahwa sebuah foto ternyata bisa menjadi sumber pundi-pundi penghasilan lho. Yup! Foto bisa memiliki nilai jual untuk berbagai kebutuhan digital. Para pemburu foto dengan tema tertentu rela membayar sejumlah dolar untuk mendapatkan gambar yang tepat guna keperluan mereka. Maka muncullah platform jual beli foto online bernama microstock.

Microstock adalah platform penyedia foto, video, maupun gambar ilustrasi untuk diperjualbelikan. Kontributor Microstock disebut sebagai microstocker.

Menjadi kontributor microstock tidak harus berlatar belakang fotografer profesional, ibu rumah tangga seperti kita juga bisa menjadi microstocker. Asal kamu paham konsep foto yang baik, jenis foto yang banyak diminati, hingga foto yang kualitas, kamu bisa menjualnya di Microstock.

Sistem kerjanya: dari satu foto, kamu bisa menjualnya berkali-kali melalui platform Microstock. Dari situ kamu akan menerima pembayaran dari hasil foto terjual. Jadi, meskipun hanya satu foto, kamu bisa merasakan penghasilan berkali-kali. Passive income banget kan?

Jenis platform microstock yang sering digunakan adalah Shutterstock dan Adobe Stock. Kedua platform ini sangat cocok digunakan bagi pemula yang baru menjajal menjadi kontributor Microstock.

Kalau dilihat peluangnya, asalkan bisa memberikan foto yang berkualitas, apapun latar belakang profesi kam: tetap memiliki peluang yang sama.

Keunggulan menjadi microstockerer antara lain:
  • Bisa dikerjakan dari rumah
  • Waktu fleksibel alias tidak terikat waktu
  • Bisa memanfaatkan aktivitas sehari-hari sebagai konten.
  • Bisa dilakukan tanpa modal besar, hanya modal handphone atau kamera saja.
  • Skill foto bisa dipelajari bertahap atau learning by doing.
  • Berpeluang memiliki penghasilan pasif dan tanpa batas waktu.

Alasan terakhir yang menjadi alasan kuat saya merekomendasikan ini lho. Cukup sekali upload foto, maka foto kamu berpeluang dibeli berkali-kali oleh pemburu foto dari seluruh dunia. Dengan catatan kamu memiliki kualitas foto yang bagus.

Cara Kerja Microstocker


Cara kerja microstock

Moms, cara kerja microstock sebenarnya cukup sederhana dan mudah dipahami kok. Saya yang baru mengenal lebih dalam setelah mengikuti kelas online ini langsung tertarik dengan cara kerjanya yang simpel. Secara garis besar cara kerja microstock adalah:

1. Upload Foto


Setelah membuat akun dan mengisi data yang diperlukan dengan cukup, kamu sudah bisa mengunggah hasil karyamu ke platform microstock.

2. Review oleh Platform


Setelah diunggah, foto tidak serta merta langsung tayang di etalase Microstock, alasannya tentu karena pihak editor harus memeriksa apakah konten masih mengikuti guideline dari penyedia platform atau tidak

Tips agar foto lolos review dari platform: kamu wajib memilih foto dengan kualitas baik, tidak blur, fokus, dan pencahayaan pas.

3. Publish


Jika foto yang kamu unggah lolos review dari kurator platform, maka foto kamu akan tersedia di marketplace global. Dari sini, siap-siap deh akun pembayaran kamu menampung penghasilan dolar!

4. Didownload Pembeli


Setiap kali ada yang membeli atau mengunduh foto yang kamu upload, otomatis kamu mendapat komisi. Jumlah komisi yang kamu terima tergantung jenis lisensi yang diambil oleh pembeli. Semakin tinggi lisensi yang dipilih, maka semakin mahal pula foto kamu dibayar.

Maka dari itu, konsep ini menjadikan foto sebagai aset digital bisa menjadi jalan investasi yang menguntungkan dengan modal kecil untuk jadi sumber passive income. Namun, untuk di awal jangan langsung berpikir dapat passive income ya. Perbanyak upload foto saja dulu. Semakin banyak aset yang kamu miliki, semakin besar peluang penghasilan yang datang.

Cara Dapat Passive Income dari Microstock


Cara dapat penghasilan dari foto

Moms, siapa sih yang tidak mau mendapatkan penghasilan pasif? Saya yakin hampir semuanya mau. Tanpa bekerja sepanjang waktu, tetapi memiliki penghasilan setiap waktu.

Namun, untuk mendapatkan passive income dari microstock, ada beberapa strategi yang bisa kamu terapkan:

1. Bangun Portofolio Secara Konsisten


Sebagai microstocker pemula, konsisten adalah kunci. Kamu wajib menunjukkan konsistensi dalam mengunggah hasil karya. Kamu bisa membuat target harian, mingguan, atau bulanan untuk mengunggah foto. Ingat: bangun konsistensi sebagai portfolio di Microstock.

2. Fokus pada Kebutuhan Pasar


Usahakan setiap foto yang kamu unggah merupakan foto yang bisa menjawab kebutuhan pasar. Ketahuilah bahwa foto yang laku bukan selalu yang paling bagus, tapi yang paling dibutuhkan. Kamu bisa membuat foto atau ilustrasi berupa:
  • Aktivitas keluarga
  • Makanan rumahan
  • Lifestyle sederhana.
  • Kondisi rumah yang berantakan.
  • Sudut estetik di dalam rumah, dan sebagainya.

3. Gunakan Keyword yang Tepat


Nah, ini salah satu informasi yang wajib kamu tahu: penggunaan keyword dan tagar yang tepat. Foto yang baik belum tentu ditemukan pembeli jika mereka tidak tahu cara menemukan foto tersebut. Makanya gunakan keyword (kata kunci) serta deskripsi yang tepat untuk foto yang diunggah.

4. Manfaatkan Momentum


Memanfaatkan momen-momen khusus seperti hari-hari besar menjadi salah satu ide konten untuk microstock. Kamu bisa menggunakan hari-hari besar di seluruh dunia, maupun perayaan tertentu untuk mendapatkan ide konten.

Hari besar yang dirayakan di seluruh dunia seperti bulan ramadan, hari kemerdekaan, halloween, maupun tahun baru. Pada momen ini biasanya permintaan akan visual yang menarik dan eye catching mengalami peningkatan yang signifikan.

Cara Mulai Jadi Microstocker dari Rumah


Bagian ini juga menjadi pertanyaan saya pada awal ingin menjadi microstock: bagaimana cara menjadi microstock dari nol? Karena memang saya masih nol besar untuk mengambil alih profesi ini. Sebelumnya saya lebih suka menggemari dunia tulis menulis alias bloger. Namun, jika ada peluang lain untuk menambah aset digital: why not! Tentu saja saya akan mengambil peluang ini.

Nah untuk menjadi microstocker tidak perlu metode khusus. Kamu bisa mulai dari sebuah foto yang menurut kamu memiliki kualitas baik dari segi angel, pencahayaan, komposisi, serta sudut pengambilan.

Berikut ini cara mudah yang bisa kamu lakukan untuk langkah awal menjadi microstock:

1. Mulai dari hp


kalau kamu memiliki hp, kamu bisa mulai mengambil gambar dengan kamera smartphone. Handphone saat ini sudah mulai canggih untuk bisa mengambil gambar dengan gaya profesional. Kamu bisa belajar mengatur kamera agar hasil gambar lebih menarik. Saat ini sudah banyak metode yang diajarkan secara gratis cara mengambil gambar pakai hp agar hasilnya bagus.

2. Atur pencahayaan dengan benar


Saya pernah mengikuti sebuah workshop fotografi. Salah satu elemen penting dalam pengambilan foto profesional adalah pencahayaan yang baik. Waktu pengambilan foto yang disarankan jika menggunakan penerangan dari matahari yaitu antara pukul 10.00-12.00. Saat itu matahari sedang bagus dan tidak terlalu panas.

3. Edit foto sebelum diunggah


Jika kamu menggunakan kamera hp, ada baiknya melakukan minor editing. Kamu bisa menggunakan aplikasi foto editing untuk menghilangkan bagian-bagian yang tidak perlu. Aplikasi yang bisa kamu gunakan untuk editing foto seperti snapseed, photoshop, canva, atau aplikasi lainnya yang mendukung.

4. Daftar ke Platform Microstock


Setelah memiliki foto dengan kualitas baik, kamu bisa langsung menguploadnya ke akun microstock. Tapi pastikan kamu sudah memiliki akun di microstock ya. Jika belum memilikinya kamu bisa langsung mendaftar gratis di Adobe stock maupun di shutterstock.

Untuk mendaftar di kedua akun tersebut cukup mudah kok, kamu bisa menggunakan google account kemudian lanjutkan dengan mengisi biodata yang diperlukan.

Pengalaman saya mendaftar di microstock, kamu baru bisa mengupload foto, maupun video ketika sudah mengisi lengkap data pembayaran serta data pajak. Jika kamu belum mengisi dengan lengkap, maka proses pendaftaran akun microstock kamu akan tertunda, akibatnya kamu belum bisa mengunggah foto maupun video apapun.

5. Ide konten


Moms, untuk ide konten atau karya apa yang ingin kamu unggah ke microstock, kamu bisa menjadikan lingkungan sekitar kamu sebagai ide konten. Cukup lebih peka terhadap lingkungan sekitar untuk bisa menghasilkan foto yang unik dan terbaik.

Kalau dipikir, kadang kita menunggu sebuah ide yang bombastik dulu baru mulai bergerak, padahal dari ide kecil di sekitar kita bisa menjadi sebuah konten yang bernilai dan banyak dicari orang. Foto receh seperti tumpukan sampah, benang kusut, atau motor mogok sekalipun bisa menjadi sebuah foto yang banyak dicari orang. Intinya apa saja bisa jadi konten foto lho.

Ide Foto yang Banyak dicari di Microstock


Ide foto Microstock

Moms, saya akan mencoba mengurai beberapa ide konten foto yang banyak dicari microstock. Foto yang sepertinya receh, namun banyak dicari orang dan justru memiliki repeat order tinggi. Coba kamu buat karya foto dari hal-hal sederhana berikut ini:
  • Daily activity seperti keseharian yang dekat dengan kehidupan ibu rumah tangga seperti ibu sedang mengajari anak, menyuapi anak makan, rumah yang sedang berantakan, piring kotor, cucian yang menumpuk atau tumpukan buku yang berserakan.
  • Aktivitas anak sehari-hari seperti kegiatan anak bermain di taman, anak sedang bermain lego, anak sedang belajar, membereskan mainan, atau anak-anak yang sedang membaca buku.
  • Seputar masakan rumah seperti menu harian yang ada di meja makan seperti tahu tempe goreng, ikan gosong, hasil belanja di pasar, sayur basi dan tumpukan telur yang direbus.
  • Berbagai sudut rumah seperti berbagai sudut rumah yang estetik, foto bunga artifisial, bunga yang ditanam, tanaman yang layu, bunga yang sedang mekar, atau foto hiasan dinding juga bisa menjadi sumber ide konten yang ciamik.
  • Foto flat lay produk seperti kegemaran membeli sesuatu yang unik bahkan hal receh sekalipun. Kamu bisa memoto dahulu sebelum mengkonsumsinya. Foto produk dengan posisi flatlay lebih banyak dicari pengguna di microstock.
  • Tema hari besar atau perayaan tertentu seperti aktivitas merayakan hari kemerdekaan, pesta ulang tahun, makan malam keluarga, atau merayakan hari raya keagamaan maupun tahun baru yang gegap gempita.

Masih banyak lagi ide konten yang bisa kamu pilih untuk dijadikan ide konten di microstock. Ingatlah bahwa jangan menunggu sempurna baru memulai, tapi mulailah untuk menuju sempurna. Prinsipnya buat foto senatural mungkin, justru itu sisi uniknya.

Tips Supaya Foto Cepat laku di Microstock


Bagian ini saya mengutip dari seorang microstock yang sudah berpengalaman dan menarik penghasilan dari microstock seperti Mohammad Arif, selaku mentor pertama saya disini, beliau mengatakan ada beberapa poin yang harus diperhatikan agar foto yang diunggah cepat laku di microstock, berikut beberapa poin penting yang harus diperhatikan:

1. Foto tidak boleh ngebur


Bagi pemula seperti saya yang menuntut perbanyak portofolio, jenis foto yang diupload terkadang tidak memperhatikan kualitasnya. Asal jadi saja, langsung upload. Padahal sebelum foto di upload ada bagian editing untuk mengecek kualitas foto, sama seperti tulisan: foto juga butuh diedit. Foto yang blur tidak akan diterima di microstock. Jadi daripada ditolak, lebih baik mundur selangkah untuk memberi hasil yang berkualitas.

2. Komposisi sederhana


Rule of third dalam sebuah foto itu penting, namun foto dengan fokus pada satu objek dengan latar putih atau tanpa background justru lebih banyak dibeli dibanding foto dengan menggunakan banyak pilihan objek. Tetap fokus pada satu objek dan jadikan foto lebih sederhana lebih banyak dicari pembeli.

3. Gunakan background bersih


Seperti yang sudah saya sebutkan diatas bahwa: foto dengan background putih justru lebih banyak dicari di microstock. Background polos membuat foto lebih fleksibel untuk berbagai kebutuhan.

4. Ambil dari banyak sudut


Moms, jangan hanya mengambil foto dengan satu sudut saja, tetapi perbanyak angle foto untuk memperbesar peluang terjualnya foto. Satu objek bisa difoto dari berbagai sudut untuk menambah koleksi.

5. Konsisten upload


Sama seperti menulis, semua platform microstock menyukai kontributor yang konsisten mengunggah karya. Kamu bisa mengunggah karya satu hari satu atau sehari dua foto. Untuk di awal, saya hanya mengunggah satu hari satu foto saja, sebab saya tidak ingin terlalu terbebani hehe.. Saya hanya ingin mengaktifkan algoritma microstock saja.

6. Cek ide konten trending


Mentor saya mengatakan jika ingin fokus menjadi microstocker, kamu harus belajar mencari tahu konten apa yang sedang trending. Harus banyak membaca berita viral sehingga kamu bisa membuat foto yang menarik dan sesuai dengan situasi saat ini. Kamu bisa menggunakan tools seperti Google trending atau melakukan riset dengan sesama kontributor.

Adobe Stock dan Microstock: Mana yang Lebih Cocok untuk Pemula


Banyak pemula bingung memilih platform. Sebenarnya, kamu bisa menggunakan keduanya sekaligus. Coba kamu lihat perbandingannya berikut ini:

Adobe Stock
  • Interface lebih ramah pemula
  • Terintegrasi dengan Adobe tools
  • Approval relatif lebih mudah
  • Foto atau ilustrasi AI masih diperbolehkan

Platform Microstock Lain (seperti Shutterstock)
  • Pasar lebih luas
  • Potensi download lebih tinggi
  • Kompetisi lebih ketat
  • Foto atau ilustrasi AI tidak semuanya diterima

Untuk ibu rumah tangga yang baru mulai, saya memilih Adobe Stock sebagai langkah awal. Setelah terbiasa, mungkin nanti baru mencoba ke platform lain. Kamu juga bisa ekspansi ke platform lain untuk meningkatkan penghasilan.

Penutup


Kalau dilihat, peluang mendapat penghasilan pasif dari memperbanyak aset digital bisa jadi pilihan menarik. Siapa sangka dari foto yang kita anggap remeh, dan hanya jadi 'sampah' memori hp bisa menghasilkan dollar suatu hari nanti.

Saya pikir cara mendapatkan pasif income dari foto ini bisa kamu pertimbangkan. Kapan lagi bisa memperbanyak aset digital dengan modal terbatas sembari menyalurkan hobi. Apalagi ini bisa jadi ajang untuk mengisi waktu luang dengan sesuatu yang produktif.

Jadi gimana? Apakah kamu mulai tertarik untuk menghasilkan uang lewat foto juga? Yuk segera daftar jadi kontributor microstock dan perbanyak portofolio sekarang juga. Semoga bermanfaat.

Salam,
Mom Queen
Phai Yunita S Wijaya
Hi Im Yunniew, ibu dengan 3 orang anak yang memiliki hobby menulis dan literasi. Marriage and parenting enthusiast, Womanpreneur dan Consultant franchise Laundry and minimarket, ibu pembelajar, dan tukang review produk temen :)
Newest Older

Related Posts

Post a Comment