Konten [Tampil]
Hi Moms?
Pernah nggak sih kamu ngerasa bahwa kok susah sih ngajarin bahasa inggris pada anak? Atau kamu pernah mikir bahwa sudah saatnya buat ngajarin bahasa inggris ke anak tetapi kamu bingung harus mulai dari mana?
Kalau kamu sedang ada di fase ini atau pernah mengalaminya, namun bingung harus ngapain? Sini baca tulisan Mom Queen berikut ini ya.. karena kamu akan menemukan solusinya. Siapa tahu cara ini bisa kamu aplikasikan secepatnya sebagai bekal tanda anak siap masuk SD. Check this out ya.
Kursus Bahasa Inggris Untuk Anak Mengapa Penting?
Moms, saat ini tidak dapat dipungkiri bahwa bahasa inggris menjadi kebutuhan dasar dalam komunikasi. Bukan hanya sebagai bahasa pemersatu dalam komunikasi internasional, namun bahasa inggris kerap dijadikan kemampuan dasar dalam berbahasa.
Kemampuan berbahasa inggris bukan lagi sekadar komunikasi antar negara, tetapi sudah menjadi kemampuan dasar di sekolah-sekolah. Bahkan sekolah dengan standar kurikulum nasional plus memasukkan bahasa inggris sebagai bahasa pengantar dalam proses belajar mengajar.
Saya melihat sendiri beberapa sekolah dengan standar ini menjadikan bahasa inggris sebagai bahasa yang wajib digunakan selama di sekolah. Bahkan ada area tertentu bagi siswa yang wajib menggunakan bahasa inggris.
Jika di sekolah Islam ada area khusus berbahasa Arab, di sekolah-sekolah Nasional Plus yang saya temui menunjuk beberapa spot tertentu sebagai area wajib berbahasa inggris.
Sebagai orang tua, saya tentu sangat senang sekali dengan adanya aturan ini, artinya anak-anak sudah dibiasakan melatih kemampuan berbahasa asing sejak dini. Apalagi bahasa inggris adalah bahasa yang paling banyak digunakan di dunia.
Berdasarkan data Statista tahun 2026, sebanyak 1,49 miliar orang di dunia merupakan penutur bahasa inggris. Artinya 19% penduduk dunia menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa penghubung dalam berkomunikasi, setelah bahasa Mandarin dan Hindi.
Jadi, sudah tepat apabila kita juga memegang satu kunci komunikasi global yaitu bahasa inggris.
Moms, mengenalkan bahasa inggris pada anak-anak tentu membutuhkan teknik, sebab walau bagaimana pun bahasa inggris bukanlah bahasa ibu kita. Untuk itu diperlukan cara khusus agar anak tidak ‘mental’ ketika diajarkan bahasa inggris.
Bagi saya pribadi, mengajarkan anak bahasa inggris membantu kemampuannya berbahasa dan berkomunikasi dengan baik. Selain itu timbul rasa percaya diri pada anak ketika dirinya mengucapkan kata per kata dalam bahasa inggris.
Saya teringat ketika kecil saya sangat tertarik sekali dengan bahasa inggris, namun lingkungan kurang mendukung. Ketika mulai mengucapkan satu-dua kata dalam bahasa inggris, komentar seperti:
“Ciyee…ciyee…dia ngomong inggris…”
Menjadi pemadam bara semangat belajar. Jangankan mau belajar lagi, mau mengulang kembali kosakata baru saja sudah enggan sekali.
Untuk itu, saya tidak ingin anak saya juga mengalami hal yang sama seperti saya dulu. Saya berusaha memberikan ruang terbaik anak-anak belajar dan bertumbuh. Memberikan seluas-luasnya kesempatan mereka mempraktikkan apa yang telah mereka ketahui. Alhamdulillah wa syukurillah…dengan semangat ini, anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri berlatih bahasa asing.
Moms, tidak semua anak memiliki kesempatan belajar yang sama. Tetapi, kita (tetap) bisa memberikan fasilitas belajar sesuai kemampuan. Saya pribadi tidak langsung menerjunkan anak-anak pada les Bahasa Inggris profesional, tetapi saya berusaha membangun lingkungan belajar yang mendukung. Ini adalah salah satu cara agar anak-anak di rumah mencintai belajar bahasa asing.
Namun, tidak hanya itu saja, ada beberapa cara lain yang saya berikan pada ketiga anak-anak saya agar mereka gemar belajar serta aktif berbahasa inggris. Berikut cara yang saya lakukan agar anak senang belajar bahasa inggris.
Belajar bahasa inggris yang tidak menimbulkan kebosanan harus dikemas dengan cara yang menarik. Cara belajar yang fun, menarik, serta jauh dari teks book yang kaku menjadi trik jitu. Anak-anak saya senang bila belajar bahasa inggris menggunakan mainan yang mendidik serta berbeda dari proses belajar mengajar pada umumnya.
Saya mengadopsi konsep bermain sambil belajar, saya mulai dengan mengenalkan kosakata baru yang berhubungan dengan aktivitas sehari-hari. Tujuannya agar anak-anak lebih mudah memahami apa yang dipelajari. Jadi, secara tidak langsung mereka langsung praktik berbahasa inggris.
Saya juga menggunakan pengenalan dan pembelajaran bahasa inggris dengan menggunakan media belajar yang menarik. Media yang saya gunakan mulai dari printable, poster yang berwarna warni, atau gambar-gambar yang menarik minat anak. Cara mengenalkan bahasa inggris seperti ini lebih menarik minat anak dibanding dengan gaya tulisan yang monoton.
Ditambah lagi anak-anak saya masih usia dini dan balita, mereka lebih tertarik dengan gambar dibanding tulisan. Makanya saya menyesuaikan dengan usia mereka dalam pemberian materi belajar.
Belajar bahasa inggris yang paling digemari anak sependek pengalaman saya adalah dengan tontonan. Menonton adalah aktivitas yang paling disukai anak, namun agar menonton juga memberi manfaat lebih, arahkan tontonan mereka pada hal-hal yang ada hubungannya dengan belajar.
Kalau saya yang nggak mau rugi-rugi amat kalau nyuruh anak screen time adalah dengan aturan: boleh menonton namun tontonannya harus berbahasa inggris. Jadi anak-anak saya sudah terbiasa dengan tontonan berbahasa inggris. Beberapa kosakata bahkan mereka sudah tahu sebelum saya ajarkan hehe.
Anak mana yang tidak senang dengan lagu? Menyanyi adalah cara belajar yang paling mudah diterima anak. Untuk pengenalan kosakata bahasa inggris yang baru, anak-anak lebih mudah menghapal lewat lagu. Moms tinggal memilihkan lagu-lagu berbahasa inggris agar anak-anak mudah dalam penyebutan (artikulasi) serta tidak merasa asing.
Kalau semua cara sudah dilakukan, jurus terakhir yang perlu dicoba agar anak lebih terarah dalam pembelajaran adalah bantuan lembaga pendidikan. Ini sifatnya optional, bagi saya: peran orang lain dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM) pada anak tetap perlu. Meskipun saya sepenuhnya tetap memegang kendali kurikulum mereka, peran serta guru (lain) tetap diperlukan.
Mengingat ruang gerak saya terbatas karena harus membagi waktu di banyak tempat, saya memilih menggunakan online course dibanding offline. Alasannya selain karena waktu, melalui online course saya juga bisa memantau bagaimana daya tangkap anak saya dalam KBM bahasa inggris. Online course yang saya pilih ada beberapa pilihan sesuai dengan tingkat kebutuhan anak. Untuk anak saya yang masih usia 7 tahun, saya memilih kursus bahasa Inggris di Educourse.id
Anak saya usia 6 tahun 10 bulan ketika mulai mengikuti kursus bahasa inggris di Educourse. Saat itu dirinya sudah bisa membaca dan menulis. Sejak usia 3 tahun, saya sudah mengenalkan kosakata berbahasa inggris. Untuk tulisan, saya juga cukup sering membacakan buku berbahasa inggris. Jadi bahasa inggris sudah bukan bahasa yang baru pertama kali didengarnya.
Saya memutuskan menyuruh anak mengikuti kursus online di Educourse sebagai bentuk persiapan dirinya di sekolah dasar nanti. Saya ingin agar anak saya tidak ‘gagap’ dengan sistem pembelajaran di SD nanti.
Educourse.id adalah salah satu platform belajar bahasa asing serta coding berbasis STEM untuk usia 3 hingga 18 tahun. Untuk kelas bahasa asing tersedia juga untuk dewasa.
Peserta kursus dapat mengikuti pembelajaran baik online maupun offline. Lokasi Educourse berpusat di BSD, Jakarta. Saat ini Educourse juga sudah memiliki cabang di beberapa kota besar di Indonesia, seperti Bandung, Semarang, Surakarta, Yogyakarta, Makassar, serta Pekanbaru.
Biaya kursus online ini juga sangat terjangkau, mulai dari Rp 50 ribuan saja ((harga dapat berubah sewaktu-waktu ya, selengkapnya bisa cek langsung di website mereka)). Selain bahasa Inggris, ada juga kelas bahasa Korea, bahasa Jepang, serta kelas Coding.
Pengalaman anak saya mengikuti kursus bahasa inggris di Educourse sangat menyenangkan. Materi pembelajaran yang kids friendly dengan konsep interaktif. Jadi selain percakapan dua arah, anak juga dilatih untuk menggunakan pembelajaran berbasis fitur anotasi (annotation tool).
Seperti diketahui zoom sudah menyediakan annotation tool ini berupa ikon pensil pada layar, sehingga ketika host mengizinkan peserta memberikan interaksi lewat fitur anotasi, maka respon tersebut dapat dilihat oleh semua peserta. Dengan adanya metode ini, anak-anak (termasuk anak saya) sangat antusias menyimak pembelajaran.
Hingga saat ini, anak saya hampir menyelesaikan semua jadwal kelas hingga tulisan ini dibuat. Hasilnya? Saya cukup puas dan bangga dengan pencapaian pembelajaran anak saya. Dirinya yang hampir 7 tahun, kini sudah semakin percaya diri berbicara serta lebih mahir dalam membaca dan menulis bahasa inggris.
Kalau kamu menganggap bahasa inggris itu penting dipelajari anak sejak usia dini, saya sarankan untuk segera mengenalkan dengan cara-cara yang menarik. Melatih mereka menggunakan bahasa asing bukan berarti kita mengajak mereka melupakan bahasa ibu, tetapi pengenalan bahasa asing mampu memberikan pondasi yang kuat pada minat belajar mereka.
Jadi, mau kapan mulai bergerak mengajarkan anak bahasa asing pada anak? Mulai dari sekarang yuk, ajarkan anak bahasa inggris dengan cara yang menyenangkan. Ditunggu cerita pengalaman kamu ya. Semoga bermanfaat.
Salam,
Mom Queen
Referensi:
https://www.statista.com/statistics/266808/the-most-spoken-languages-worldwide/
Instagram Educourse
https://www.instagram.com/educourse.id
Manfaat kursus Bahasa Inggris Anak
Moms, mengenalkan bahasa inggris pada anak-anak tentu membutuhkan teknik, sebab walau bagaimana pun bahasa inggris bukanlah bahasa ibu kita. Untuk itu diperlukan cara khusus agar anak tidak ‘mental’ ketika diajarkan bahasa inggris.
Bagi saya pribadi, mengajarkan anak bahasa inggris membantu kemampuannya berbahasa dan berkomunikasi dengan baik. Selain itu timbul rasa percaya diri pada anak ketika dirinya mengucapkan kata per kata dalam bahasa inggris.
Saya teringat ketika kecil saya sangat tertarik sekali dengan bahasa inggris, namun lingkungan kurang mendukung. Ketika mulai mengucapkan satu-dua kata dalam bahasa inggris, komentar seperti:
“Ciyee…ciyee…dia ngomong inggris…”
Menjadi pemadam bara semangat belajar. Jangankan mau belajar lagi, mau mengulang kembali kosakata baru saja sudah enggan sekali.
Untuk itu, saya tidak ingin anak saya juga mengalami hal yang sama seperti saya dulu. Saya berusaha memberikan ruang terbaik anak-anak belajar dan bertumbuh. Memberikan seluas-luasnya kesempatan mereka mempraktikkan apa yang telah mereka ketahui. Alhamdulillah wa syukurillah…dengan semangat ini, anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri berlatih bahasa asing.
Cara Agar Anak Suka Belajar Bahasa Inggris
Moms, tidak semua anak memiliki kesempatan belajar yang sama. Tetapi, kita (tetap) bisa memberikan fasilitas belajar sesuai kemampuan. Saya pribadi tidak langsung menerjunkan anak-anak pada les Bahasa Inggris profesional, tetapi saya berusaha membangun lingkungan belajar yang mendukung. Ini adalah salah satu cara agar anak-anak di rumah mencintai belajar bahasa asing.
Namun, tidak hanya itu saja, ada beberapa cara lain yang saya berikan pada ketiga anak-anak saya agar mereka gemar belajar serta aktif berbahasa inggris. Berikut cara yang saya lakukan agar anak senang belajar bahasa inggris.
1. Belajar Bahasa Inggris Dengan Metode Fun Learning
Belajar bahasa inggris yang tidak menimbulkan kebosanan harus dikemas dengan cara yang menarik. Cara belajar yang fun, menarik, serta jauh dari teks book yang kaku menjadi trik jitu. Anak-anak saya senang bila belajar bahasa inggris menggunakan mainan yang mendidik serta berbeda dari proses belajar mengajar pada umumnya.
Saya mengadopsi konsep bermain sambil belajar, saya mulai dengan mengenalkan kosakata baru yang berhubungan dengan aktivitas sehari-hari. Tujuannya agar anak-anak lebih mudah memahami apa yang dipelajari. Jadi, secara tidak langsung mereka langsung praktik berbahasa inggris.
2. Gunakan Media yang Menarik
Saya juga menggunakan pengenalan dan pembelajaran bahasa inggris dengan menggunakan media belajar yang menarik. Media yang saya gunakan mulai dari printable, poster yang berwarna warni, atau gambar-gambar yang menarik minat anak. Cara mengenalkan bahasa inggris seperti ini lebih menarik minat anak dibanding dengan gaya tulisan yang monoton.
Ditambah lagi anak-anak saya masih usia dini dan balita, mereka lebih tertarik dengan gambar dibanding tulisan. Makanya saya menyesuaikan dengan usia mereka dalam pemberian materi belajar.
3. Belajar Bahasa Inggris Melalui Tontonan
Belajar bahasa inggris yang paling digemari anak sependek pengalaman saya adalah dengan tontonan. Menonton adalah aktivitas yang paling disukai anak, namun agar menonton juga memberi manfaat lebih, arahkan tontonan mereka pada hal-hal yang ada hubungannya dengan belajar.
Kalau saya yang nggak mau rugi-rugi amat kalau nyuruh anak screen time adalah dengan aturan: boleh menonton namun tontonannya harus berbahasa inggris. Jadi anak-anak saya sudah terbiasa dengan tontonan berbahasa inggris. Beberapa kosakata bahkan mereka sudah tahu sebelum saya ajarkan hehe.
4. Belajar Menggunakan Lagu Anak Bahasa Inggris
Anak mana yang tidak senang dengan lagu? Menyanyi adalah cara belajar yang paling mudah diterima anak. Untuk pengenalan kosakata bahasa inggris yang baru, anak-anak lebih mudah menghapal lewat lagu. Moms tinggal memilihkan lagu-lagu berbahasa inggris agar anak-anak mudah dalam penyebutan (artikulasi) serta tidak merasa asing.
5. Bantuan Online Course Tepercaya
Kalau semua cara sudah dilakukan, jurus terakhir yang perlu dicoba agar anak lebih terarah dalam pembelajaran adalah bantuan lembaga pendidikan. Ini sifatnya optional, bagi saya: peran orang lain dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM) pada anak tetap perlu. Meskipun saya sepenuhnya tetap memegang kendali kurikulum mereka, peran serta guru (lain) tetap diperlukan.
Mengingat ruang gerak saya terbatas karena harus membagi waktu di banyak tempat, saya memilih menggunakan online course dibanding offline. Alasannya selain karena waktu, melalui online course saya juga bisa memantau bagaimana daya tangkap anak saya dalam KBM bahasa inggris. Online course yang saya pilih ada beberapa pilihan sesuai dengan tingkat kebutuhan anak. Untuk anak saya yang masih usia 7 tahun, saya memilih kursus bahasa Inggris di Educourse.id
Pengalaman Kursus Bahasa Inggris Anak di Educourse.id
Anak saya usia 6 tahun 10 bulan ketika mulai mengikuti kursus bahasa inggris di Educourse. Saat itu dirinya sudah bisa membaca dan menulis. Sejak usia 3 tahun, saya sudah mengenalkan kosakata berbahasa inggris. Untuk tulisan, saya juga cukup sering membacakan buku berbahasa inggris. Jadi bahasa inggris sudah bukan bahasa yang baru pertama kali didengarnya.
Saya memutuskan menyuruh anak mengikuti kursus online di Educourse sebagai bentuk persiapan dirinya di sekolah dasar nanti. Saya ingin agar anak saya tidak ‘gagap’ dengan sistem pembelajaran di SD nanti.
Educourse.id adalah salah satu platform belajar bahasa asing serta coding berbasis STEM untuk usia 3 hingga 18 tahun. Untuk kelas bahasa asing tersedia juga untuk dewasa.
Peserta kursus dapat mengikuti pembelajaran baik online maupun offline. Lokasi Educourse berpusat di BSD, Jakarta. Saat ini Educourse juga sudah memiliki cabang di beberapa kota besar di Indonesia, seperti Bandung, Semarang, Surakarta, Yogyakarta, Makassar, serta Pekanbaru.
Biaya kursus online ini juga sangat terjangkau, mulai dari Rp 50 ribuan saja ((harga dapat berubah sewaktu-waktu ya, selengkapnya bisa cek langsung di website mereka)). Selain bahasa Inggris, ada juga kelas bahasa Korea, bahasa Jepang, serta kelas Coding.
Pengalaman anak saya mengikuti kursus bahasa inggris di Educourse sangat menyenangkan. Materi pembelajaran yang kids friendly dengan konsep interaktif. Jadi selain percakapan dua arah, anak juga dilatih untuk menggunakan pembelajaran berbasis fitur anotasi (annotation tool).
Seperti diketahui zoom sudah menyediakan annotation tool ini berupa ikon pensil pada layar, sehingga ketika host mengizinkan peserta memberikan interaksi lewat fitur anotasi, maka respon tersebut dapat dilihat oleh semua peserta. Dengan adanya metode ini, anak-anak (termasuk anak saya) sangat antusias menyimak pembelajaran.
Hingga saat ini, anak saya hampir menyelesaikan semua jadwal kelas hingga tulisan ini dibuat. Hasilnya? Saya cukup puas dan bangga dengan pencapaian pembelajaran anak saya. Dirinya yang hampir 7 tahun, kini sudah semakin percaya diri berbicara serta lebih mahir dalam membaca dan menulis bahasa inggris.
Penutup
Kalau kamu menganggap bahasa inggris itu penting dipelajari anak sejak usia dini, saya sarankan untuk segera mengenalkan dengan cara-cara yang menarik. Melatih mereka menggunakan bahasa asing bukan berarti kita mengajak mereka melupakan bahasa ibu, tetapi pengenalan bahasa asing mampu memberikan pondasi yang kuat pada minat belajar mereka.
Jadi, mau kapan mulai bergerak mengajarkan anak bahasa asing pada anak? Mulai dari sekarang yuk, ajarkan anak bahasa inggris dengan cara yang menyenangkan. Ditunggu cerita pengalaman kamu ya. Semoga bermanfaat.
Salam,
Mom Queen
Referensi:
https://www.statista.com/statistics/266808/the-most-spoken-languages-worldwide/
Instagram Educourse
https://www.instagram.com/educourse.id











Post a Comment
Post a Comment