Konten [Tampil]
"Satu-satunya aktivitas paling penting untuk membangun pengetahuan yang dibutuhkan agar sukses dalam membaca adalah membaca nyaring kepada anak-anak." (Jim Trealease)
Pelatihan membaca nyaring Batam hari itu dimulai dengan quote pembuka yang manis. Sebuah nasihat yang membuat saya tersadar manfaat membaca nyaring yang begitu besar.
Ternyata membaca nyaring yang selama ini saya lakukan belum sepenuhnya benar. Padahal saya pikir: hanya membaca saja. Rupanya tidak sesederhana itu. Ada teknik dan persiapan yang harus dilakukan sebelum membaca nyaring itu dilakukan.
Kalau kamu juga penasaran seperti apa membaca nyaring itu? Mom Queen akan berbagi pengalaman mengisi liburan dengan tentang pelatihan membaca nyaring serta apa saja pelajaran yang bisa saya petik dari sana. Berikut catatan pengalaman mendapat pelatihan membaca nyaring di Batam.
Pelatihan Membaca Nyaring di Batam
Membaca Nyaring sudah lama saya dengar, tetapi untuk mengikuti pelatihannya saya belum pernah. Pernah ada teman yang menawarkan pelatihan membaca nyaring secara online. Waktu itu pelatihan berbayar ratusan ribu. Saya ingin sekali join, namun saat itu waktunya tidak tepat. Saya tidak jadi ikut.
![]() |
| Kartu peserta pelatihan membaca nyaring Batam (dokpri) |
Beberapa tahun berlalu, saya tetap menerapkan membacakan buku pada anak. Hingga suatu hari ada lagi tawaran pelatihan membaca nyaring. Pelatihannya offline. Dan luar biasanya ini gratis bahkan pesertanya mendapat akomodasi..wah menarik sekali. Saya langsung daftar. Itulah awal perjalanan saya mengikuti pelatihan membaca nyaring di Batam.
Moms, seperti kata pembicara hari itu: “membaca bukanlah sebuah proses alami seperti berbicara. Membenamkan anak atau siswa dalam media cetak (buku) saja tidak akan mengajari mereka cara membaca. Otak dengan stimulus yang tepat, mengubah sistem neuron tertentu agar kita mampu membaca.”
Hari itu, Minggu (16/8) bertindak sebagai narasumber adalah kakak Rita Fathimah, S.HI. Beliau merupakan Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Batam. Relima adalah perpanjangan tangan dari Perpusnas. Untuk menjadi bagian dari RELIMA, pesertanya diseleksi secara nasional. Wah luar biasa sekali.
Pelatihan membaca nyaring hari itu diprakarsai oleh Taman Baca Masyarakat (TBM) Abiyasa, yang berlokasi di Bengkong- Batam. Kebetulan panitianya adalah rekan sesama Bloger Kepri, yaitu Mbak Sri Murni atau biasa disapa Mbak Menik.
Apa Itu Membaca Nyaring
![]() |
| Peserta pelatihan membaca nyaring (dokpri) |
Membaca nyaring atau yang biasa dikenal dengan istilah read aloud bukan hanya membaca dengan suara keras saja lho. Ternyata membaca nyaring adalah membaca dengan suara yang tegas, lugas dan lembut agar bisa didengar jelas oleh anak-anak.
Membaca dengan suara adalah proses anak menggunakan mata, telinga, dan otak mereka untuk menerima rangkaian cerita mendengarkan suara narator dan memahami apa yang mereka lihat dan dengar.
Mengapa Harus Membaca Nyaring?
Moms, ada beberapa alasan kuat mengapa kita harus membaca nyaring, diantaranya:
1. Meningkatkan kemampuan bahasa
Dengan membaca anak mendengarkan kosakata dan struktur kalimat baru. Dengan demikian ini menjadi pondasi dasar untuk meningkatkan kemampuan bahasa dan membaca anak.
2. Mengembangkan kemampuan berbicara
Anak belajar bagaimana kata-kata diucapkan dengan benar. Melalui membaca anak berlatih mengucapkan kata-kata dengan baik. Pengulangan kata demi kata mengembangkan kemampuan bicara mereka.
3. Meningkatkan pemahaman
Melalui membaca nyaring, anak belajar memahami tokoh, alur, masalah, dan pesan cerita. Mereka menjadi lebih paham apa yang disampaikan melalui bahan bacaan.
4. Mengembangkan empati
Dengan memahami isi cerita, anak belajar emosi, perasaan dan apa yang dialami si tokoh. Dengan demikian empati anak akan tumbuh dengan sendirinya.
5. Meningkatkan konsentrasi
Dengan duduk mendengarkan cerita, anak dilatih meningkatkan konsentrasinya. Hasilnya bisa dilihat dengan fokusnya mendengarkan dan mengikuti alur cerita.
6. Menumbuhkan kecintaan terhadap buku
Anak mendapatkan pengalaman bahwa buku itu menyenangkan. Anak juga dilatih menangkap rasa bahwa membaca adalah aktivitas yang menarik.
Komponen Membaca Nyaring
Membaca nyaring bukan hanya sekadar membaca dengan suara keras. Dalam membaca nyaring, ada tiga komponen penting yang tidak bisa dipisahkan. Dalam membaca nyaring, ketiga komponen itu sebagai berikut:
1. Pembaca
Pembaca nyaring adalah orang yang berperan membacakan buku dengan suara yang tegas, lugas, dan lembut. Pembaca haruslah mengetahui isi cerita sebelum dibacakan kepada anak.
Siapa pembaca nyaring?
Jika di rumah pembaca nyaring adalah orang tua, pengasuh anak, atau kakak yang sudah bisa membaca nyaring. Di sekolah pembaca nyaring adalah guru kelas, guru mata pelajaran (mapel). maupun pustakawan sekolah. Di perpustakaan pembaca nyaring adalah
2. Pendengar
Pendengar cerita adalah orang yang siap menggerakan dari awal hingga akhir isi buku yang dibacakan. Hendaknya pendengar dalam kondisi siap ketika cerita didengarkan. Pendengar ini bisa siapa saja, bahkan dari bayi hingga orangtua. Kapan mulai dibacakan buku? Moms bisa mulai membacakan buku sejak bayi hingga orangtua atau hingga bisa membaca sendiri.
3. Materi bacaan
Materi bacaan sebagai jembatan yang menghubungkan antara pembaca dan anak dengan teks yang dibacakan. Materi bacaan bisa didapat dari buku-buku fisik sesuai dengan genre anak-anak yang ada di rumah atau bisa mendapatkannya melalui laman website online. Berikut ini beberapa sumber buku bacaan online yang saya dapatkan dari pelatihan yang bisa diakses gratis dari rumah.
Buku BUDI
https://budi.kemdikbud.go.id/book_type/2fd97285-08d0-4d81-83f2-582f0e8b0f36
Buku SIBI
https://buku.kemdikbud.go.id/katalog/
Buku Room to Read Asia
https://literacycloud.org/
Buku dari Lets Read Asia
http://letsreadasia.org
Buku terjemahan dengan bahasa lokal dari berbagai daerah di Indonesia
https://penerjemahan.kemdikbud.go.id/
Buku kumpulan dongeng
https://bit.ly/seharisatudongeng
Buku-buku Digital yang bisa diakses kapan saja. Bisa diprint sendiri untuk menambah koleksi pribadi namun tidak untuk diperjual belikan ya.
Proses Membaca Nyaring
![]() |
| Narasumber Rita Fatimah ketika membawakan materi membaca nyaring (dokpri) |
Dalam proses membaca nyaring pembaca, lagi-lagi Kak Rita mengingatkan bahwa pembaca harus memperhatikan beberapa poin berikut ini:
A. Membaca Nyaring di Rumah
1. Luangkan waktu dan nikmati prosesnya. Jangan terburu-buru membaca teks
2. Izinkan anak memegang buku dan membalik halaman nya.
3. Bicakan tentang berbagai bagian buku sperti bagian depan, belaknga, halaman judul, halaman pertaman, dan halaman terakhir.
4. Tunjuk kata-kata saat membaca . Bantu anak untuk melihat bahwa ada spasi diantara kata-kata, membaca dari atas halaman ke bawah, dan dari kiri ke kanan.
B. Membaca Nyaring di Sekolah
1. Masukkan sesi membaca nyaring secara teratur ke dalam kurikulum sekolah untuk membangun budaya membaca.
2. Atur tempat duduk agar semua siswa dapat melihat bahan bacaan, dan mendengar guru membaca.
3. Tunjukkan cara membaca dengan lancar, dengan pengucapan, frasa, dan intonasi yang tepat. Kegiatan ini berfungsi sebagai model untuk bacaan siswa sendiri.
C. Di Perpustakaan
1. Jadikan membaca nyaring sebagai program rutin di ruang layanan perpustakaan.
2. Memperkenalkan keragaman bacaan dan koleksi perpustakaan.
3. Mengajak anak berkunjung dan akrab dengan perpustakaan.
Saya juga mencatat beberapa perpustakaan di Batam yang bisa dikunjungi yaitu
1. Perpustakaan Bank Indonesia, terletak di komplek gedung Bank Indonesia Batam Centre. Buka setiap hari kerja dari jam 09.00-15.00 WIB. Koleksi buku-bukunya adalah yang terbaru dan terbaik. Namun karena letaknya di komplek Bank Indonesia, terdapat beberapa kali pengecekan yang sangat ketat.
2. Perpustakaan Masjid Jabal Arafah
Terletak di lingkungan komplek Masjid Jabal Arafah samping Nagoya Hill. Toko buku ini dikelola dengan sangat profesional dan buka hingga pukul 19.00 WIB setiap hari.
3. Perpustakaan M Sani yang berlokasi di perumahan Kurnia Djaja Alam (KDA) Batam. Koleksi buku-buku disini jaga bisa dipinjam.
Lakukan proses membaca nyaring ini secara rutin minimal 10-15 menit setiap hari, agar aktivitas ini bisa menjadi kebiasaan dan lama kelamaan menjadi sebuah budaya.
Tahapan Membaca Nyaring
A. Tahap Persiapan
1. Pilih Buku yang Tepat
Pilih buku yang kamu dan anak sukai, sesuaikan dengan jenjang membaca anak, atau satu tingkat di atas jenjang membaca anak. Pahami perkembangan anak semisal anak menyukai hal apa, pilih buku yang sesuai dengan kesenangannya. Pilih buku deng memikat dengan grafis visual dan alur cerita yang menarik.
2. Pratinjau Buku
Pratinjau buku atau materi bacaan untuk mendapatkan gambaran tentang gagasan dan tema utamanya. Caranya:
- Bacalah buku terlebih dahulu utnuk mengetahui elemen-elemen cerita, ilustrasi dan tanda baca yang ada dalam buku.
- Pahami alur cerita.
- Kenali tanda baca agar intonasi dan tempo membaca sesuai.
- Menyiapkan pertanyaan pemantik untuk membantu pemahaman cerita
3. Menyiapkan Kerangka Berpikir
Meliputi apa judul bukunya, siapa penulis dan ilustratornya, apa tema yang ingin disampaikan oleh penulis, apa genrenya. siapa tokohnya, kapan latar waktunya, bagaimana alurnya, apa kosakata baru atau sulit yang didapat dari membaca buku, serta berikan pertanyaan-pertanyaan pemantik mengenai isi buku.
B. Tahan Sebelum Membaca Nyaring
1. Pastikan buku menghadap anak sehingga anak dapat melihat ilustrasi dan teks buku
2. Tunjukkan cover buku termasuk baca juga identitas buku seperti judul, penulis, dan illustrator.
3. Membaca gambar pada cover buku untuk mengajak anak memprediksi cerita yang akan ada dalam buku, mengkoneksikan dengan pengetahuannya atau buku yang pernah dibaca sebelumnya.
C. Tahap Selama Membaca Nyaring
1. Beri jeda atau berhenti untuk mengajukan pertanyaan kepada anak tentang alur cerita. Ini akan membantu mereka memahami dan memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya.
2. Jeda atau berhenti untuk menanyakan perasaan anak tentang pikiran dan emosi yang mungkin dimiliki tokoh. Ini akan membantu mengembangkan kecerdasan emosional dan empati anak.
3. Jaga interaksi dengan anak dan tetap tanggap berkomunikasi sebagai sarana untuk berbagi informasi.
D. Tahap Sesudah Membaca Nyaring
1.Minta anak-anak untuk mengajukan pertanyaan
2. Ajukan pertanyaan seandainya anak-anak tidak bertanya.
3. Minta anak-anak menceritakan kembali dengan kata-katanya sendiri.
4. Letakkan buku atau materi bacaan di tempat yang mudah di jangkau anak-anak.
5. Hindarkan memberikan nasihat langsung atau menyodorkan kesimpulan
Pengalaman Praktik Membaca Nyaring Untuk Anak-anak di Rumah
![]() |
| Peserta pelatihan membaca nyaring Batam yang telah mendapatkan sertifikat pelatihan (dokumen TBM Abiyasa Batam) |
Alhamdulillah setelah mengikuti pelatihan membaca nyaring yang dilakukan selama lebih kurang 3 jam pertemuan, akhirnya saya paham cara membaca nyaring dengan tepat. Jika biasanya saya membaca nyaring setiap hari sebelum anak-anak tidur, pada praktik kali ini saya membacakan buku di waktu mereka bermain.
Saya juga membacakan buku untuk ketiga anak-anak ini berbarengan. Biasanya saya praktik membaca nyaring setiap hari hanya ke satu anak-satu anak. Pada hari biasa, waktu pulang sekolah mereka berbeda-beda. Hari itu mereka libur sekolah, jadi bisa dibacakan buku bersama.
Saya mulai dengan persiapan membaca isi buku, menyiapkan berbagai persiapan lainnya, hingga tiba waktu membaca buku. Saya terapkan apa yang telah dipelajari dalam pelatihan dan saya lakukan. Hasilnya saya merasakan perubahan dalam proses membaca nyaring ini
Dengan adanya pelatihan membaca nyaring yang diadakan oleh @tbm_abiyasa_bengkong_batam dan narasumber Kakak @ritafath minggu lalu, saya merasakan sekali perbedaan before dan afternya.
Terutama kesalahan-kesalahan yang biasa saya lakukan ketika membaca nyaring. Kalau boleh saya tuliskan, sebelumnya saya sering melakukan kesalahan dalam membaca nyaring itu seperti:
- Tidak memberikan informasi tentang identitas buku
- Memberi kesimpulan langsung tentang isi buku.
- Tidak memberi kesempatan anak-anak untuk mengemukakan opininya tentang isi cerita.
- Tidak ada interaktif dalam membacakan buku
Dan masih banyak lagi kesalahan-kesalahan yang sering saya lakukan. Pokoknya cukup bikin saya tepok jidat sendiri wkwk..
Alhamdulillah berkat pelatihan kemarin, saya mulai menghilangkan kebiasaan-kebiasaan yang keliru ini. Terima kasih atas ilmu dan insightnya kakak-kakak semua. Kapan-kapan kalau ada event bermanfaat seperti ini lagi, boleh dong aku diajak lagi hehe..
Kesimpulan
Membaca nyaring bukan seperti mendongeng. Membaca nyaring mengedepankan peran buku sebagai tokoh utamanya sedangkan mendongeng bintang utamanya adalah pendongeng. Membacakan nyaring artinya membacakan yang tertulis pada buku, menelusuri gambar/ilustrasi. Bahasanya formal serta tata bahasanya baku. Berhubungan erat dengan membaca serta pembelajaran.
Semoga kita selalu bersemangat dalam membacakan buku untuk anak-anak kita. Amiin. Semoga bermanfaat.
Salam,
Mom Queen













Post a Comment
Post a Comment