Skip to main content

7 hari menyapih dari botol dot

Perjalanan menyapih ini (memang) tidak mudah, tak jarang air mata diam-diam tumpah
Saat anak enggan menyentuh susu (sama sekali) Tantrum hingga menangis sejati-jadinya. 
Kuat lah, kuat lah. 
Kau bukan ibu yang kejam, 
Kau hanya berusaha memberikan yang terbaik untuk anakmu, 
Berdoa lah semoga lingkungan berbalik mendukungmu
Berdoa lah kepada Allah semoga menguatkanmu
Ingatlah, ada Allah yang selalu mendukungmu
DIA yang maha mengetahui yang tersembunyi didalam hati
Kuatlah Ibu, Kau yang terbaik
Aku  dan ibu - ibu yang lain juga mendukungmu
Selamat menyapih dengan penuh cinta
(Batam, Juni 2020 ) 



Setelah sempat gagal ditengah jalan saat percobaan pertama berapa bulan lalu. Dan pernah berpikir untuk belum ingin mencoba lagi, namun aku kembali semangat kala mengingat sebentar lagi Queensha akan memasuki usia sekolah. Karena tidak ingin dia masih membawa dot atau empeng ke sekolah (Oh tidak!) makanya Aku mulai ada semangat lagi untuk menyapih dari susu dot ke susu gelas. 

Inilah perjalanan Queensha 3 tahun 5 bulan menyapih dari botol dot ke gelas. Perjalanan ini terasa sangat berat bagiku, makanya aku ingin mengabadikannya dalam diary online ini. 

Hari pertama percobaan menyapih ini diwarnai dengan drama yang luar biasa heboh menurut ku, karena memutus kenyamanan yang selama ini bersamanya. Penuh dengan tantrum, sebentar meminta susu dot, kemudian kuberikan pengertian bahwa dia sudah harus belajar minum susu lewat gelas, seperti si A, anak yang cerdas minum susu pakai gelas bla bla bla dan sebagainya. Namun apa yang terjadi? dia menangis sejadi-jadinya,ngotot tetap meminta susu dari dot, hingga berlangsung hampir 30 menit. Duh hati ibu mana yang tidak terenyuh, ingin rasanya kusudahi saja dan menunda lagi. 

"Kan masih ada waktu"
"Kasian dia ga mau minum apa-apa, makan juga sedikit" 
"Kan masih ada setahun lagi dan bla bla bla" 

seribu alasan mulai menggoyahkan imanku. Apalagi setelah menangis Queensha kembali melakukan tindakan yang tidak terduga yaitu menganggu adiknya seperti mencubit adiknya, mendorong, merebut mainan, sehingga membuat adiknya menangis, ya gusti selesai dia yang menangis giliran adiknya yang dibuat menangis. Ingin ku berteriak dan hampir tidak bisa menguasai keadaan namun kucoba istigfar dan taawudz demi menurunkan tempo emosi. Aku tersadar bahwa suasana psikologisnya juga lagi tidak stabil hari itu, dia menjadi gampang marah, dan pergolakan emosi menjadi naik turun. 

Walau berat dan tertatih-tatih akhirnya Queensha mau juga  meminum susu dari gelas. Walaupun hanya 2 kali dari frekuensi minum susu botol 6-7 kali seharian. Durasi buang air kecilnya (BAK) pun sangat minim sekali, biasa setiap jam dia izin minta pipis di toilet, namun hari itu bila tidak kupaksa karena mau tidur siang, dia tidak ada keinginan sama sekali untuk BAK. 

Dimalam haripun tidak jauh berbeda. Frekuensi minum susu nya sangat jauh berkurang. Dari biasa minum susu dot 2-3 botol per 240ml sekali minum menjelang tidur,sekarang hanya 50ml itupun setelah dipaksa. Namun rupanya dia hanya tidak berani minta padaku , tetapi diam-diam minta pada abinya. Jadilah malam itu dia masih minum susu dot 240ml. Bangun tidur kembali minta susu dot namun tidak kuberi, entah karena memang sekedar mengigau atau masih mengantuk kemudian dia tertidur lagi. 

Hari kedua dan ketiga pun tidak jauh berbeda dengan hari pertama. Drama, emosi dan tantrum tetap masih mewarnai hari-hari kami, namun temponya saja yang sudah mulai berkurang. Sesekali dia masih merayu minta susu dot kala melihat adiknya minum susu. Aku tetap tegas menolak dan terus memberikan pengertian padanya. Hari ini total susu yang di minum 2 gelas. Pada malam harinya ternyata diluar sepengetahuanku Queensha kembali minum susu menggunakan dot sebanyak 2 kali sebelum tidur, rupanya hal ini dilakukan kala melihat ku sudah tertidur hmm sungguh cerdik caranya :(. Ketika bangun tidur, dia menangis minta dot lagi, kemudian kubujuk sambil menggendongnya untuk minum susu gelas, walaupun agak alot akhirnya emosinya pun mereda. 

Namun kali ini Aku memakai trik "sister support sister". Jadi biasanya Queensha akan kembali teringat akan dotnya kala melihat sang adik meminum susu lewat dot. Maka akupun mulai mengajarkan adiknya untuk ikutan minum susu lewat gelas (adiknya saat itu berumur 11 bulan 2 hari). Cukup berpengaruh karena (mungkin) ada teman yang sama. 

Alhamdulillah masyaallah dimalam ketiga ini berhasil tidur tanpa dot, dan diapersnya juga kering. Doaku semoga ini berlanjut hingga seterusnya, dan toilet trainingnya beneran bisa dapat stempel lulus. Sekarang baru tidak memakai diapers saat siang hari, BAB dan BAK sudah berhasil di toilet sejak berusia 3 tahun 2 bulan. Namun di malam hari tetap memakai diapers karena masih menyusu lewat dot dengan frekuensi menyusu sebelum tidur 2-3 botol per 240ml sekali minum (ini yang membuat toilet training belum full lulus nya)

Perubahan yang signifikan mulai terlihat dihari keempat  dan kelima ini. Hari  ke 4 dan 5 ini minum susu cuma 1 gelas namun frekuensi minum air putih yang bertambah. Kalau adiknya minum susu dot, maka Queensha akan menasihati :

"adik minum susunya pakai gelas lah, lihat kayak teteh cerdas minum susunya pakai gelas" 
(wah nyari teman sepertinya hehe).

Atau begini dia yang malah menasihati diri sendiri seperti ini :
"Mami, Lihat teteh udah cerdas, minum susunya pakai gelas" 

Kata-kata ini yang selalu kudengungkan kala Queensha mulai meminta susu dot. Pokoknya setiap 10 atau 15 menit sekali, aku sounding bahwa anak cerdas itu minum susunya dari gelas. Supaya dia merekam dalam alam bawah sadarnya. 

Dimalam hari sudah dia sudah bisa tidur tanpa dot. Namun waktu tidurnya menjadi agak lama dari jadwal, biasa tidur jam 9 malam menjadi tidur sekitar jam 10 bahkan jam 11 malam demi mengalihkan perhatian dari susu dot dengan nonton TV.  Namun sekitar jam 12an  dia terjaga dan menangis merintih tanpa sebab sekitar 30 menit. Duh sedihnya mendengar tangisannya, Aku sebisa mungkin menguatkan diriku bahwa yang kulakukan ini bukan kejam, namun merubah caranya saja. Hampir saja rasa lelah dan kantuk membuat pertahanan ini goyah, namun Allah menguatkan. 2 hari lagi ya nak, semoga Allah memudahkan teteh minum susu dari gelas aamiiin. 


Berlanjut dihari ke 6, disiang hari minum susu tidak sampai 1 gelas, hiks sedih juga. Frekuensi minum menjadi sedikit, pipis pun juga cuma sekali sehari. Asupan air cuma dari teh obeng (sebutan es teh manis diBatam. pen) sekitar 200ml sampai malam. Dan saat BAK warna air seni nya kuning pekat, Aku sebenernya agak khawatir dengan kondisi ini. Jangan sampai berhasil menyapih namun kemudian Queensha malah menderita dehidrasi. Aku kemudian terus menawarkan untuk meminum air putih tiap satu jam. Kadang dia mau kadang juga menolak. Ah tidak mengapa yang penting ada asupan cairan walaupun sedikit-sedikit. Namun dibalik sedikitnya dia minum susu, ada hikmah yang luar biasa dari perjuangan ini. Queensha menjadi lebih suka ngemil dan doyan makan nasi. Yang selama ini jarang sekali makan nasi, dan ngemil. Asupan nutrisi utamanya hanya dari eskrim dan susu formula saja. Aku dan suami pun sempat khawatir akan kecukupan gizinya, makanya ini yang semakin menguatkan tekadku untuk merubah cara minum susunya. 

Dimalam hari, seperti biasa tidur sekitar jam 10 dan jam 12 malam terbangun menangis, minta digendong kemudian 5 menit tidur. Dan sudah 3 malam diapers nya tidak 'berisi' alhamdulillah pertanda toilet training hampir berhasil.

Dihari ke7, PR nya sugesti air putih sesering mungkin dan aku juga membuatkan teh obeng, kali ini di tambah jus buahnya dibuat 2x lebih banyak dari biasanya. Hari itu dia sama sekali tidak meminta untuk dibuatkan susu dari dot  sepanjang hari. Dia menghabiskan minum teh obeng dan jus buah yang kusediakan. Makan nasi dan ngemilnya juga makin banyak, wah seperti nya stok cemilan harus lebih banyak dari biasanya hihi. 

Hari ini berlalu dengan selow sekali, tanpa drama, tanpa tantrum seperti hari-hari kebelakang. Menjelang tidur dia sempat memiliki keinginan utk minum susu dot ketika melihat sang adik menyusu. Namun kemudian tidak jadi setelah di ingatkan. Tidur malam pun seperti biasa molor dari jadwal jam10 an. Tetapi ada yang berubah dari cara tidurnya, sekarang menjadi lebih manja dan minta di gendong-gendong sebelum tidur (ya Allah padahal badannya beda tipis sama yang menggendong ) dia minta di peluk selama menjelang tidur. Drama tantrum akibat susu dot tidak terjadi lagi. Alhamdulillah masyaallah. 


Ya Rabb semoga hari ini dan seterusnya bisa berjalan tanpa dot lagi dan masa 7 hari menyapih dari botol susu dot ke gelas akhirnya bisa kunyatakan lulus! . Sekarang sudah hampir satu bulan Queensha tidak minum susu lewat dot lagi. Cek list "skripsi"ku akhirnya selesai juga. 2 skripsi sekaligus. Berhasil menyapih dari dot dan berhasil toilet training alhamdulillah tsuma alhamdulillah. 

____

Nah catatan point penting dalam menyapih dari penggunaan susu dot ke gelas dari aku adalah:

✍️ Luruskan niat
Walau nanti dikata orang atau ada perasaan seperti :

"ga kasian sama anaknya ga minum seharian" 
"ga papa kok minum susu dot, nanti ada masanya dia bosen sendiri ngedotnya" 
"cepet banget sih pengen anak nyusu pake gelas, kan masih kecil" atau semisal
 
Moms harus tetap kuat dan tahan banting. Ingat tujuannya penyapihan ini adalah untuk mengganti media pemberian susu bukan menghentikan konsumsi susunya. Ini penting agar jangan sampai "kalah" ditengah jalan gegara komentar begini. 

✍️ Persiapan mental orang tua (bahasanya harus tega) demi memutus pertemanan antara anak dan dot.

Pernah baca disalah satu artikel parenting bahwa, kalau kebiasaan anak tidur doyan "ngempeng" susu, maka saat menyapihnya akan setengah mati :(
Ini blue print buat aku juga untuk anak kedua, mulai mengurangi "ngempeng" dot apalagi saat tidur . 

Baca juga:

✍️ Satu bahasa,satu suara antara istri dan suami 
✍️ Sugesti yang terus menerus tiada henti pada anak
✍️ Media pemberian susu buat semenarik mungkin. Bisa dengan pemberian dengan gelas karakter yang variatif dan sebagainya. 
✍️ Perhatikan asupan cairan pada anak
✍️ Siapkan plan B apabila anak sama sekali tidak menyentuh susu yang dibuatkan. Misalnya dengan memberikan susu full cream atau susu kotak sesuai minat anak. 


Selamat berjuang bagi para moms yang juga senasib seperjuangan dalam proses penyapihan. Entah menyapih dengan gelas atau menyapih dari ASI. Selamat menyapih dengan penuh sabar dan cinta. Kalian ibu terbaik, ibu hebat. Ibu penuh cinta. 


Salam Sayang, 
Mom Queen 


Comments

  1. luar biasa ya mba proses penyapihan-penyapihan ini. selalu ada aja ceritanya. aku pun dulu banyak cerita proses penyapihan ini. yang penting kita sabar ya ngejalaninnya.

    ReplyDelete
  2. Masyaallah lengkap sekali sharinya mbaa...makasih banyak ya mbaa..baby saya belum disapih asi nih

    ReplyDelete
  3. semangat ya mba
    semoga sehat2 selalu

    ReplyDelete
  4. Makasi mba' ilmunya, kebetulan anak aq juga ud 3 tahun, tapi masih ngedot 😁

    ReplyDelete
  5. jazaakillahu khairan, sangat bermanfaat ilmunya untuk kelak sudah memiliki anak :)

    ReplyDelete
  6. Wah ternyata menyapih dari dot itu lmyan tricky juga ya mba, hampir sama usahanya sperti weaning with love ya..

    ReplyDelete
  7. Semoga selalu semangat dan sabar ya mba..

    ReplyDelete
  8. Wahh aku yang belum bisa nyapih jempol ni.. anakku hobinya kalau mau tidur ngenyot jempol

    ReplyDelete
  9. MasyaAllah balada emak2 nih.. proses yg harus dijalani, nanti setelah itu mulai toilet training juga. Hehe. Tapi ada yg TT dulu baru Sapih ya.. tergantung kemampuan anak dan konsistensi emaknya hehe. Semangat buibu...

    ReplyDelete
  10. Alhamdulillah akhirnya kak Queensha lulus toilet training dan sapih dari dot..

    ReplyDelete
  11. proses penyapihan memang sungguh luar biasa...

    ReplyDelete
  12. Maasyaa Allah.... Dapat ilmu penyapihan & toilet training. Terima kasih mbak ❤

    ReplyDelete

Post a Comment

Thanks so much to all of reader. Please comment if any doubts or suggestions

Popular posts from this blog

Benarkah ada orangtua yang gagal?

Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh. Apa kabar happy parents semua? Semoga selalu happy meski pandemi belum juga mereda. Kali ini Aku mau membahas sedikit mengenai topik yang terngiang-ngiang dikepalaku "Benarkah ada orangtua yang gagal?" . Gagal dalam membesarkan anak, gagal dalam mengelola dan menyalurkan emosinya sehingga meluapkan pada anak, gagal dalam mengasah kemampuan dan bakat anak, gagal dalam membersamai tumbuh kembang anak, atau bahkan gagal dalam mendidik dan mempersiapkan anak-anaknya menjadi generasi terbaik dimasanya. Setiap orangtua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. foto dokpri Aku pikir pemikiran seperti ini tidak akan pernah terlintas dalam pikiranku,karena menurutku tidak ada orangtua yang menginginkan kegagalan dalam hidupnya apalagi untuk anak-anak. Semua orangtua sangat mencintai anak-anaknya, entah anak-anak tahu atau tidak, mereka rela memberikan yang terbaik bahkan rela menghimpit kebutuhan diri sendiri demi memenuhi kebut

Ibu Karir dirumah

Sejak melahirkan anak pertama, Queensha, suamiku sudah mengingatkan untuk memasang target kapan akan berhenti dari pekerjaan, dan fokus mengurus anak. Waktu itu aku mengatakan "nanti ya kalau Queensha sudah mulai sekolah, sekira umur 5 tahunan" Suami membalas "Kalau bisa lebih cepat dari itu, karena anak sangat membutuhkan figur ibunya, Jika waktunya banyak bersama pengasuh ketimbang orangtua terutama ibunya, ikatan bathin ibu dan anak akan berkurang ." Dan, itu memang benar. Aku merasa anakku  cenderung lebih dekat dengan pengasuhnya, misalnya jika pengasuhnya hendak pergi ke warung (karena rumah pengasuhnya didepan rumah kami), maka Queensha akan langsung berlari menghampiri, dan berteriak " ibuu, ikuuutttt" Akupun menuruti keinginannya, walaupun saat itu aku lagi bermain bersamanya.Karena jika dilarang dia akan menangis. Dan, Qodarullah menjelang umur Queensha 2 tahun, aku dinyatakan hamil anak kedua, alhamdulillah masyaAllah. Padahal baru beren

Pengalaman memutus candu gadget pada toddler

Pic from google Dewasa ini sangat tidak asing apabila melihat anak-anak (bahkan) usia balita sudah memegang gadget dalam kesehariannya. Bahkan Ada orangtua yang sengaja memberikan gadget sebagai dalih untuk mengalihkan perhatian anak yang melulu ingin ditemani bermain. Pada dasarnya fitrah anak, apalagi diusia balita adalah bermain. Namun terkadang karena keterbatasan kemampuan dan pengetahuan orangtua  untuk mengakomodir keinginan anak inilah yang membuat orangtua menyerahkan kegiatan anak untuk berinteraksi pada gawai. Saya bukan orangtua yang anti sekali untuk memberi gawai pada anak. Tidak juga, namun dibalik sekian banyak dampak negatif dari gadget ada juga beberapa manfaat yang bisa di petik. Misalnya bisa mendapatkan ide bermain anak, memvisualisasikan apa-apa yang terasa sulit di pahamkan dengan kata-kata, video edukasi, lagu reliji dan lain sebagainya.Tetapi diantara daftar manfaat gawai ini, ada setumpuk efek negatif penggunaan gadget pada anak, apalagi balita :( Saya mencoba

Ayo membaca nyaring bersama Lets Read

Menteri pendidikan dan kebudayaan Nadim Makariem pernah mengatakan bahwa di Indonesia saat ini tengah mengalami yang namanya krisis literasi. Pernyataan ini sebenarnya bukan tanpa alasan, hal ini didasari pada rilis hasil studi Programme for International Assessment (PISA) 2018 yang dilakukan oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 3 Desember lalu. PISA adalah hasil program studi internasional dibidang pendidikan per 3 tahunan bagi pelajar berusia 15 tahun. Yang bertujuan untuk mengamati kemampuan membaca, matematika dan sains suatu negara untuk mendorong pendidikan. Dalam hasil rilis hasil studi tersebut didapat bahwa skor kemampuan membaca di Indonesia ditahun 2018 turun menjadi 371 dibanding tahun 2015 diangka 397 poin, dengan skor rata-rata OECD 487 poin. Aku sepakat bahwa literasi tidak hanya tentang kemampuan membaca, tetapi juga tentang kemampuan memahami bacaan, numerasi, sains dan kecakapan dalam memecahkan suatu masalah tertentu. Namun sem

Membiasakan berhijab sejak dini

   Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh  Ukhtifillah  yang dirahmati Allah Subhanahu Wata'Ala dalam rangka menggalakkan campaign   #hijabsejakdini , disini Aku mau berbagi tips mengenai cara membiasakan anak-anak mengenakan hijab dalam kesehariannya.  Seperti kita tahu bahwa menutup aurat hukumnya wajib sebagaimana kesepakatan para ulama berdasarkan firman Allah azza wa jalla: "... Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera–putera mereka, atau putera–putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita....." (QS An-nuur : 31)  Jadi, karena m

Ayo, dukung UMKM disekitarmu bangkit lagi!

Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh  Apa kabar teman-teman semua? Semoga selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wata'Ala amin allahumma amin . Nah kali ini Aku mau membahas tentang cara mendukung bangkitnya dunia usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM disekitar kita. Sebagai bagian dari ikhtiar membantu teman-teman semua pelaku UMKM untuk kembali bangkit dan bersinergi membangun perekonomian Indonesia khususnya keluarga.  Pandemi Covid-19 yang dialami dunial termasuk Indonesia sejak Maret 2020 telah memukul banyak sektor usaha. Berbagai sektor terdampak diantaranya yang paling terpukul adalah sektor usaha transportasi, perdagangan makanan dan minuman, pariwisata, industri pengolahan dan masih banyak lagi. Bukan hanya menimpa para pelaku usaha berskala besar namun juga pada pelaku usaha mikro kecil dan menengah(UMKM). Mengambil dari hasil survei yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan bahwa sebanyak 82,85% perusahaan terdampak oleh pandemi virus coro

DIY: Cara Membuat Hamper Mudah dan Simple untuk Hantaran Nikah

Dewasa ini tradisi berkirim hadiah seperti sudah menjadi tren baru. Banyak orang mengabadikan momen khusus sebagai ajang untuk berkirim pesan lewat hadiah. Jika dulu berkirim parsel atau hamper hanya dihari besar keagaamaan seperti lebaran atau natal. Sekarang berkirim parsel juga di berbagai momen bersejarah seperti di hari ulang tahun, menyambut kelahiran bayi, wisuda kuliah dan sebagainya. Baca juga :  Manajemen keuangan keluarga anti bocor ala Maminca   Jika dulu tradisi berkirim hadiah ini lebih dikenal dengan sebutan berbagi parsel, namun sekarang lebih banyak dikenal dengan sebutan berbagi hamper. Sebenarnya tidak ada beda antara keduanya, mengambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, jika kita melakukan pencarian untuk kata parsel maka akan berarti bingkisan yang berisi berbagai hadiah, seperti aneka kue, makanan dan minuman dalam kaleng, barang pecah belah, yang ditata apik dalam keranjang dan dikirimkan kepada orang-orang tertentu pada hari raya. Pun begitu ketika kita mencari

Jasa Pengiriman Barang Murah dan Efisien dengan LJR Logistics

Kebutuhan untuk jasa pengangkutan barang dewasa ini menjadi kebutuhan yang tidak bisa dikesampingkan. Semakin berkembangnya dunia usaha baik lokal maupun international menjadikan kebutuhan untuk jasa angkutan barang dengan biaya murah dan cepat menjadi prioritas. Apalagi jika kita berbicara mengenai perpindahan barang dalam jumlah yang besar seperti jasa kirim dengan menggunakan Full Container Load (FLC) ataupun Less Container Load (LLC) . Minimnya informasi yang bisa didapatkan terutama oleh pelaku usaha mikro yang baru berkembang menjadikan hanya sedikit saja yang bisa memanfaatkan jasa kirim ini. Padahal jika dicermati pengiriman dengan menggunakan logistik berbiaya murah bisa menghemat biaya produksi. Penghematan yang besar pada biaya produksi tentu bisa meraup laba yang lebih besar. Tidak bisa dipungkiri jika saat ini dunia bisnis seperti Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sedang dalam perhatian pemerintah. Sebut saja seperti Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM), ditahun 2021

Asal Kata Lebaran dan Tradisi Idul Fitri 2021 di Indonesia, ketika wabah Covid-19 yang masih meningkat

Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh  Hai  teman-teman blogger bagaimana puasanya? Sudah hampir dipenghujung bulan Ramadan nih, masih semangat mengejar pahala? Insya allah, semoga Allah memudahkan langkah kita semua mencapai keberkahan dibulan Ramadan ini. Dalam rangka ngeblog bareng bersama komunitas blogger Bengkel Diri kali ini mengangkat tema hari Raya Idul Fitri. Pada kesempatan ini saya ingin mengulas tentang Asal Kata Lebaran dan tradisi Idul Fitri 2021 di Indonesia, ketika wabah Covid-19 yang masih meningkat. Alhamdulillah  dalam hitungan beberapa lagi kita akan merayakan hari raya Idul Fitri 1442 H. Segala persiapan tentu sudah mulai semarak dan geliat bau kue sudah mulai semerbak di sekitar perumahan.  Hmm  rasanya sudah tidak sabar menyambut datangnya hari kemenangan. Pusat perbelanjaan pun tak kalah semaraknya dalam menyambut datangnya hari nan fitri ini. Segala jenis kue, makanan ringan, dan aneka minuman kaleng pun sudah ramai menghiasi supermarket.  Melihat seje

Membuat Parcel (Hampers) Low Budget

Membuat Hampers Rumahan Hampers ala Mom Queen  πŸƒπŸŒΈπŸƒπŸŒΈπŸƒπŸŒΈπŸƒπŸŒΈπŸƒπŸŒΈπŸƒπŸŒΈ Alhamdulillah Lebaran sebentar lagiiπŸ’• MasyaAllah tak terasa yaah, kita akan berpisah dengan Ramadhan bulan mulia,dan bersiap menuju hari kemenangan, aamiin. Lebaran atau hari-hari besar lainnya biasa identik dengan saling berkirim pesan, makanan bahkan hadiah sebagai bingkisan kepada kerabat, sanak saudara bahkan orangtua untuk mewakili betapa syukurnya kita bisa di berikan segala kenikmatan oleh Allah Subhanahu Wata'Ala. Terlebih seperti sekarang ini, ketika diri tidak bisa bertemu muka, mengulurkan tangan, memeluk fisik maupun bersimpuh dihadapan orang-orang terkasih, sebagai wujud perwakilan itu biasa disimbolkan dengan mengirimkan 'pesan cinta' lewat transperan atau bingkisan (hampers) atau biasa dikenal dengan parcel. Nah, saat semua terasa sulit untuk dilakukan, apalagi harus bepergian memilih dan membawa hampers yang lumayan besar, dan biaya yang dikeluarkan juga lumayan