Langsung ke konten utama

Menu Harian bocah : soup sayur kaldu patin


Bicara menu harian para anak-anak piyik, hmm ga jauh-jauh dari menu soup dan soup lagi. Kalau ga soup ayam ya soup ikan. Maklum lah  aku tergabung dalam ikatan emak-emak anti ribet :-) Siapa yang sama juga hahaha. Oh ya Aku pernah bahas tentang menu dan kandungan gizi ikan patin kan? Yang belum baca boleh cek di resep pepes ikan patin disitu Aku sudah bahas mengenai kandungan gizi yang tinggi dari ikan air tawar ini,untuk orangtua ataupun juga anak-anak. 


Aku kutip sedikit ya mengenai kandungan gizinya. Kandungan protein pada seekor ikan patin adalah 159 per 100 gram, yang mana kita tahu bahwa protein sangat berguna untuk pertumbuhan sel-sel didalam tubuh. Selain itu juga kolesterol didalam ikan ini terbilang sangat rendah yaitu 20-30mg per 100 gram nya. Mengandung Asam lemak esensial DHA 4.74%, EPA 0.31% dan Omega 3 seperti yang terdapat pada ikan salmon maupun tuna. Hmm mulai mikir beralih ke ikan patin? 


Nah Kali ini aku mau sharing menu untuk para bocah-bocah dirumah. Menu simpel dan anti ribet. Durasi memasak juga cuma 10 menitan kok. Yuk coba. 

Dokpri : soup sayur kaldu patin

๐ŸŸresep soup ikan patin๐ŸŸ

Bahan :

๐Ÿญ 1/2 kepala ikan patin

๐Ÿญ 1 buah wortel potong besar

๐Ÿญ 1 buah kentang potong besar

๐Ÿญ 100 gram sawi manis, ambil daunnya

๐Ÿญ 2 batang daun seledri

๐Ÿญ 1 batang daun bawang

๐Ÿญ 2 buah Bawang merah

๐Ÿญ 4 buah bawang putih

๐Ÿญ Sedikit Lada halus (boleh skip)

๐Ÿญ Minyak/margarin utk menumis

๐Ÿญ 300ml Air

๐Ÿญ 1/2 sdt garam 

๐Ÿญ 1/4 sdt gula


Cara membuat :

๐Ÿญ Haluskan duo bawang dan tumis dengan minyak atau margarin.

๐ŸญSetelah harum masukkan daun bawang, seledri, lada, dan kepala ikan patin

๐Ÿญ Masukkan air, masak dengan api kecil hingga keluar kaldu ikannya

๐Ÿญ Setelah mendidih masukkan potongan wortel dan kentang 

๐Ÿญ Masak sekitar 10 menit, masukkan potongan daun sawi manis aduk sekitar 1 menit

๐Ÿญ Angkat,beri sedikit garam, gula dan taburi daun bawang dan bawang goreng

๐Ÿญ Sajikan dengan cinta๐Ÿ˜


Baca juga :

Cek poin anak GTM


Reaksi anak-anak alhamdulillah, mereka pintar mengapresiasi kinerja ibunya. Si teteh yang berusia 3 tahunan ini makan sampai habis. Sedangkan yang kecil, bayi 15 bulan ini makan sayur wortel dan kentangnya dengan lahap sambil menghisap kuah kaldunya, alhamdulillah. 


Selamat mencoba


Salam Sayang, 

Mom Queen 


#mamincasharing #mamincamasak #menuhariananak #resepsimpel #resepmpasi #reseprumahan

Komentar

  1. Wah trims resepnya Kakak. Anak saya perlu nih makanan bergizi seperti ini.

    BalasHapus
  2. Enaknya ini. Memang jadi juara kalau sup. Menu andalan juga. Apalagi untuk anak-anak kan. Paling cocok.

    BalasHapus
  3. Wah, Patin yaa.. anakku juga suka banget tuh mbak, durinya juga nggak banyakkan, seriusan enak nih duo menunya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya emang ga banyak durinya, makanya pas buat anak-anak

      Hapus
  4. MasyaAllah enak nih kayaknya. Aku gapernah pakai kaldu Latin sih sblmnyaaa hihi kalau sop biasanya daging atau udang atau ayam. Nyoba aahh

    BalasHapus
  5. Ekh aku belum penah bikin kaldu patin. Ikan patin sama aku suka di fillet doang trus digoreng crispy. Kepalanya dibuang deh aduh gak paham akunya. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan dibuang kak, wah sayang banget.. Nanti bisa dicoba bikin kaldunya ya kak

      Hapus
  6. Aku juga dulu andalan bgt bikin sop2, karena teksturnya yg lembut kali ya mbak. terus kita jg gmpng dan cepat bikinnya tinggal plung2 aja, hihi

    BalasHapus
  7. anakku juga suka sop ikan patin tapi lengkap dengan badannya dan gak pake sayur. aku coba resep yang kakak ya, biar seimbang ada sayurnya

    BalasHapus

Posting Komentar

Thanks so much to all of reader. Please comment if any doubts or suggestions

Postingan populer dari blog ini

Benarkah ada orangtua yang gagal?

Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh. Apa kabar happy parents semua? Semoga selalu happy meski pandemi belum juga mereda. Kali ini Aku mau membahas sedikit mengenai topik yang terngiang-ngiang dikepalaku "Benarkah ada orangtua yang gagal?" . Gagal dalam membesarkan anak, gagal dalam mengelola dan menyalurkan emosinya sehingga meluapkan pada anak, gagal dalam mengasah kemampuan dan bakat anak, gagal dalam membersamai tumbuh kembang anak, atau bahkan gagal dalam mendidik dan mempersiapkan anak-anaknya menjadi generasi terbaik dimasanya. Setiap orangtua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. foto dokpri Aku pikir pemikiran seperti ini tidak akan pernah terlintas dalam pikiranku,karena menurutku tidak ada orangtua yang menginginkan kegagalan dalam hidupnya apalagi untuk anak-anak. Semua orangtua sangat mencintai anak-anaknya, entah anak-anak tahu atau tidak, mereka rela memberikan yang terbaik bahkan rela menghimpit kebutuhan diri sendiri demi memenuhi kebut

Ayo, dukung UMKM disekitarmu bangkit lagi!

Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh  Apa kabar teman-teman semua? Semoga selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wata'Ala amin allahumma amin . Nah kali ini Aku mau membahas tentang cara mendukung bangkitnya dunia usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM disekitar kita. Sebagai bagian dari ikhtiar membantu teman-teman semua pelaku UMKM untuk kembali bangkit dan bersinergi membangun perekonomian Indonesia khususnya keluarga.  Pandemi Covid-19 yang dialami dunial termasuk Indonesia sejak Maret 2020 telah memukul banyak sektor usaha. Berbagai sektor terdampak diantaranya yang paling terpukul adalah sektor usaha transportasi, perdagangan makanan dan minuman, pariwisata, industri pengolahan dan masih banyak lagi. Bukan hanya menimpa para pelaku usaha berskala besar namun juga pada pelaku usaha mikro kecil dan menengah(UMKM). Mengambil dari hasil survei yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan bahwa sebanyak 82,85% perusahaan terdampak oleh pandemi virus coro

Membiasakan berhijab sejak dini

   Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh  Ukhtifillah  yang dirahmati Allah Subhanahu Wata'Ala dalam rangka menggalakkan campaign   #hijabsejakdini , disini Aku mau berbagi tips mengenai cara membiasakan anak-anak mengenakan hijab dalam kesehariannya.  Seperti kita tahu bahwa menutup aurat hukumnya wajib sebagaimana kesepakatan para ulama berdasarkan firman Allah azza wa jalla: "... Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera–putera mereka, atau putera–putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita....." (QS An-nuur : 31)  Jadi, karena m

Ibu Karir dirumah

Sejak melahirkan anak pertama, Queensha, suamiku sudah mengingatkan untuk memasang target kapan akan berhenti dari pekerjaan, dan fokus mengurus anak. Waktu itu aku mengatakan "nanti ya kalau Queensha sudah mulai sekolah, sekira umur 5 tahunan" Suami membalas "Kalau bisa lebih cepat dari itu, karena anak sangat membutuhkan figur ibunya, Jika waktunya banyak bersama pengasuh ketimbang orangtua terutama ibunya, ikatan bathin ibu dan anak akan berkurang ." Dan, itu memang benar. Aku merasa anakku  cenderung lebih dekat dengan pengasuhnya, misalnya jika pengasuhnya hendak pergi ke warung (karena rumah pengasuhnya didepan rumah kami), maka Queensha akan langsung berlari menghampiri, dan berteriak " ibuu, ikuuutttt" Akupun menuruti keinginannya, walaupun saat itu aku lagi bermain bersamanya.Karena jika dilarang dia akan menangis. Dan, Qodarullah menjelang umur Queensha 2 tahun, aku dinyatakan hamil anak kedua, alhamdulillah masyaAllah. Padahal baru beren

Ayo membaca nyaring bersama Lets Read

Menteri pendidikan dan kebudayaan Nadim Makariem pernah mengatakan bahwa di Indonesia saat ini tengah mengalami yang namanya krisis literasi. Pernyataan ini sebenarnya bukan tanpa alasan, hal ini didasari pada rilis hasil studi Programme for International Assessment (PISA) 2018 yang dilakukan oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 3 Desember lalu. PISA adalah hasil program studi internasional dibidang pendidikan per 3 tahunan bagi pelajar berusia 15 tahun. Yang bertujuan untuk mengamati kemampuan membaca, matematika dan sains suatu negara untuk mendorong pendidikan. Dalam hasil rilis hasil studi tersebut didapat bahwa skor kemampuan membaca di Indonesia ditahun 2018 turun menjadi 371 dibanding tahun 2015 diangka 397 poin, dengan skor rata-rata OECD 487 poin. Aku sepakat bahwa literasi tidak hanya tentang kemampuan membaca, tetapi juga tentang kemampuan memahami bacaan, numerasi, sains dan kecakapan dalam memecahkan suatu masalah tertentu. Namun sem