Skip to main content

Targetku di Tahun 2021

Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh

Halo moms blogger dan teman-teman apa kabarnya hari ini? Bagaimana puasanya dihari ke-7 bulan Ramadan ini? Masih full atau sudah ada yang bolong? Kalau mom Queen sempat mencoba puasa sampai 3 hari berturut-turut kemudian karena merasa tubuh sudah mulai "rewel" akhirnya mom Queen tidak lagi melanjutkan berpuasa. Ibu menyusui seperti mom Queen memang mendapat keringanan (rukhsah) untuk tidak berpuasa dengan catatan harus menggantinya dihari lain. Ya sudahlah, mungkin memang belum saatnya dikasih izin untuk beribadah full dibulan Ramadan ini.

Baca juga : 5 Serial TV Favorit Yang Wajib Ditonton 

Masih seputar #30days challenge dari #BlogChallengeBPN di hari yang ke-7 ini dengan tema target yang ingin dicapai di tahun 2021 ini? Wah sebenarnya mom Queen memiliki banyak target ditahun ini, baik untuk diri sendiri maupun untuk keluarga. Apa targetnya? Yuk lanjut baca,bisa jadi target kita sama. Inilah 5 target terbesar yang sangat ingin mom Queen capai ditahun 2021 ini. 

1. ASI Eksklusif 

Sebagai ibu menyusui mom Queen mempunyai peran bertanggung jawab atas nutrisi yang masuk ke dalam tubuh bayi. Jika pada 2 anak sebelumnya mom Queen tidak pernah mencapai target memberikan ASI eksklusif, kini di kelahiran anak ketiga ini Mom Queen bertekad untuk bisa memberikan ASI eksklusif. Alhamdulillah sekarang baru berjalan hampir 2 bulan memberikan ASI eksklusif, semoga bisa seterusnya hingga 2 tahun. Doakan ya agar bisa berhasil. 

2. Memuat 200 Blog Post

Ini salah satu target untuk blog yang sangat ingin dicapai ditahun ini. Punya blog yang cuma bisa post 3-4 tulisan dalam sebulan membuat jumlah tulisan didalam blog ini masih sangat minim. Makanya mom Queen berkeinginan untuk memasang target bisa posting sampai dengan 200 artikel hingga akhir tahun. Hingga saat ini jumlah tulisan didalam blog ini baru 67 postingan, butuh 133 tulisan lagi dalam waktu 8 bulan. Jadi dirata-ratakan saja untuk bisa membuat 17-18 tulisan per bulan untuk mencapainya. Gampangnya 20 tulisan perbulan, banyak ga? Ga banyak kalau bagi yang terbiasa menulis setiap hari, tapi menjadi amat sangat banyak bagi yang menulis seminggu satu tulisan hehe. Semoga target yang kedua ini bisa terwujud dengan seringnya mengikuti challenge seperti challenge-nya #BPNRamadan2021 ini. 

Baca juga : 7 Fakta Tentang Mom Queen Yang Jarang Terungkap

3. Mengikuti Kelas blogging

Dari dulu mom Queen ingin sekali mengikuti kelas intensif tentang blogging. Tapi masih mundur maju, khawatir tidak bisa konsentrasi. Menakar kadar kemampuan diri yang selalu punya PR dalam menejemen waktu, membuat target ini urung terwujud. Padahal dari awal ngeblog inginnya langsung mengikuti online course tentang blogging secara khusus. Tapi selalu bentrok dengan waktu antara jadwal kelas blogging sama waktu pribadi. Semoga nanti ketemu dengan online course blogging yang 'ramah' emak-emak. Dalam arti waktu online course bukan dijam-jam waktu 'prime time' nya emak dalam urusan domestik. 

4. Time Management 

Masih dengan PR menejemen waktu bagi ibu-ibu yang mempunyai anak-anak kecil untuk bisa mengikuti kelas-kelas online yang banyak bertaburan sekarang ini. Sekali lagi ini masalah pengaturan waktu, antara urusan domestik versus target pribadi berbanding terbaik dengan target tidur hehe. Ibu menyusui harus pandai mengatur waktu tidur agar produksi ASI tidak terganggu. Namun terlalu banyak tidur juga bisa membuat target harian menjadi berantakan. Disinilah PR-nya, kudu pintar mengatur waktu agar keduanya tidak bersinggungan. 

Baca juga : Keutamaan Ramadhan dan Mempersiapkan si Kecil Berpuasa 

5. Mengikuti Kelas Menulis Online

Bisa mengikuti kelas menulis online adalah salah satu sarana mendukung terwujudnya target 200 blog post ditahun ini. Biasanya didalam kelas menulis online kita juga ditargetkan untuk bisa membuat minimal 1 konten dalam sehari. Semoga bisa terwujud mengikuti kelas menulis online ditahun ini. Bisa membantu membuat konten yang berkualitas dan yang terpenting bisa konsisten menulis. 

Itulah 5 target terbesar yang ingin dicapai mom Queen ditahun ini. Doakan semoga sehat selalu sehingga banyak yang terwujud ya, doa yang sama untuk teman-teman. 


#BPNRamadan2021 


Comments

Popular Post

Benarkah ada orangtua yang gagal?

Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh. Apa kabar happy parents semua? Semoga selalu happy meski pandemi belum juga mereda. Kali ini Aku mau membahas sedikit mengenai topik yang terngiang-ngiang dikepalaku "Benarkah ada orangtua yang gagal?" . Gagal dalam membesarkan anak, gagal dalam mengelola dan menyalurkan emosinya sehingga meluapkan pada anak, gagal dalam mengasah kemampuan dan bakat anak, gagal dalam membersamai tumbuh kembang anak, atau bahkan gagal dalam mendidik dan mempersiapkan anak-anaknya menjadi generasi terbaik dimasanya. Setiap orangtua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. foto dokpri Aku pikir pemikiran seperti ini tidak akan pernah terlintas dalam pikiranku,karena menurutku tidak ada orangtua yang menginginkan kegagalan dalam hidupnya apalagi untuk anak-anak. Semua orangtua sangat mencintai anak-anaknya, entah anak-anak tahu atau tidak, mereka rela memberikan yang terbaik bahkan rela menghimpit kebutuhan diri sendiri demi memenuhi kebut

Pengalaman memutus candu gadget pada toddler

Pic from google Dewasa ini sangat tidak asing apabila melihat anak-anak (bahkan) usia balita sudah memegang gadget dalam kesehariannya. Bahkan Ada orangtua yang sengaja memberikan gadget sebagai dalih untuk mengalihkan perhatian anak yang melulu ingin ditemani bermain. Pada dasarnya fitrah anak, apalagi diusia balita adalah bermain. Namun terkadang karena keterbatasan kemampuan dan pengetahuan orangtua  untuk mengakomodir keinginan anak inilah yang membuat orangtua menyerahkan kegiatan anak untuk berinteraksi pada gawai. Saya bukan orangtua yang anti sekali untuk memberi gawai pada anak. Tidak juga, namun dibalik sekian banyak dampak negatif dari gadget ada juga beberapa manfaat yang bisa di petik. Misalnya bisa mendapatkan ide bermain anak, memvisualisasikan apa-apa yang terasa sulit di pahamkan dengan kata-kata, video edukasi, lagu reliji dan lain sebagainya.Tetapi diantara daftar manfaat gawai ini, ada setumpuk efek negatif penggunaan gadget pada anak, apalagi balita :( Saya mencoba

Ibu Karir dirumah

Sejak melahirkan anak pertama, Queensha, suamiku sudah mengingatkan untuk memasang target kapan akan berhenti dari pekerjaan, dan fokus mengurus anak. Waktu itu aku mengatakan "nanti ya kalau Queensha sudah mulai sekolah, sekira umur 5 tahunan" Suami membalas "Kalau bisa lebih cepat dari itu, karena anak sangat membutuhkan figur ibunya, Jika waktunya banyak bersama pengasuh ketimbang orangtua terutama ibunya, ikatan bathin ibu dan anak akan berkurang ." Dan, itu memang benar. Aku merasa anakku  cenderung lebih dekat dengan pengasuhnya, misalnya jika pengasuhnya hendak pergi ke warung (karena rumah pengasuhnya didepan rumah kami), maka Queensha akan langsung berlari menghampiri, dan berteriak " ibuu, ikuuutttt" Akupun menuruti keinginannya, walaupun saat itu aku lagi bermain bersamanya.Karena jika dilarang dia akan menangis. Dan, Qodarullah menjelang umur Queensha 2 tahun, aku dinyatakan hamil anak kedua, alhamdulillah masyaAllah. Padahal baru beren

Membiasakan berhijab sejak dini

   Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh  Ukhtifillah  yang dirahmati Allah Subhanahu Wata'Ala dalam rangka menggalakkan campaign   #hijabsejakdini , disini Aku mau berbagi tips mengenai cara membiasakan anak-anak mengenakan hijab dalam kesehariannya.  Seperti kita tahu bahwa menutup aurat hukumnya wajib sebagaimana kesepakatan para ulama berdasarkan firman Allah azza wa jalla: "... Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera–putera mereka, atau putera–putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita....." (QS An-nuur : 31)  Jadi, karena m

Ayo, dukung UMKM disekitarmu bangkit lagi!

Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh  Apa kabar teman-teman semua? Semoga selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wata'Ala amin allahumma amin . Nah kali ini Aku mau membahas tentang cara mendukung bangkitnya dunia usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM disekitar kita. Sebagai bagian dari ikhtiar membantu teman-teman semua pelaku UMKM untuk kembali bangkit dan bersinergi membangun perekonomian Indonesia khususnya keluarga.  Pandemi Covid-19 yang dialami dunial termasuk Indonesia sejak Maret 2020 telah memukul banyak sektor usaha. Berbagai sektor terdampak diantaranya yang paling terpukul adalah sektor usaha transportasi, perdagangan makanan dan minuman, pariwisata, industri pengolahan dan masih banyak lagi. Bukan hanya menimpa para pelaku usaha berskala besar namun juga pada pelaku usaha mikro kecil dan menengah(UMKM). Mengambil dari hasil survei yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan bahwa sebanyak 82,85% perusahaan terdampak oleh pandemi virus coro

Ayo membaca nyaring bersama Lets Read

Menteri pendidikan dan kebudayaan Nadim Makariem pernah mengatakan bahwa di Indonesia saat ini tengah mengalami yang namanya krisis literasi. Pernyataan ini sebenarnya bukan tanpa alasan, hal ini didasari pada rilis hasil studi Programme for International Assessment (PISA) 2018 yang dilakukan oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 3 Desember lalu. PISA adalah hasil program studi internasional dibidang pendidikan per 3 tahunan bagi pelajar berusia 15 tahun. Yang bertujuan untuk mengamati kemampuan membaca, matematika dan sains suatu negara untuk mendorong pendidikan. Dalam hasil rilis hasil studi tersebut didapat bahwa skor kemampuan membaca di Indonesia ditahun 2018 turun menjadi 371 dibanding tahun 2015 diangka 397 poin, dengan skor rata-rata OECD 487 poin. Aku sepakat bahwa literasi tidak hanya tentang kemampuan membaca, tetapi juga tentang kemampuan memahami bacaan, numerasi, sains dan kecakapan dalam memecahkan suatu masalah tertentu. Namun sem

DIY: Cara Membuat Hamper Mudah dan Simple untuk Hantaran Nikah

Dewasa ini tradisi berkirim hadiah seperti sudah menjadi tren baru. Banyak orang mengabadikan momen khusus sebagai ajang untuk berkirim pesan lewat hadiah. Jika dulu berkirim parsel atau hamper hanya dihari besar keagaamaan seperti lebaran atau natal. Sekarang berkirim parsel juga di berbagai momen bersejarah seperti di hari ulang tahun, menyambut kelahiran bayi, wisuda kuliah dan sebagainya. Baca juga :  Manajemen keuangan keluarga anti bocor ala Maminca   Berkirim hadiah ini dulu dikenal dengan sebutan berbagi parsel, namun sekarang lebih banyak dikenal dengan sebutan berbagi hamper. Sebenarnya tidak ada beda antara keduanya, mengambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, jika kita melakukan pencarian untuk kata parsel maka akan berarti bingkisan yang berisi berbagai hadiah, seperti aneka kue, makanan dan minuman dalam kaleng, barang pecah belah, yang ditata apik dalam keranjang dan dikirimkan kepada orang-orang tertentu pada hari raya. Pun begitu ketika kita mencari dengan kata hamper