header

8 Aneka Macam Pakaian Adat Masyarakat Bali

Konten [Tampil]

Hi Moms!
Siapa pun pasti setuju, daya tarik Bali tidak hanya dari tempat wisata alamnya saja. Masyarakatnya, makanannya, bahkan hingga budaya dan keseniannya juga sangat menarik. Jadinya tak heran jika kamu pernah ke Bali, kamu akan selalu ingin datang lagi dan lagi. Sebab memang hal yang bisa dieksplor itu sangat banyak.

Kamu yang sedang merencanakan liburan ke Bali, ayo eksplor kesemua hal menarik yang ada di Bali. Untuk keperluan transportasinya selama di sana, lebih enak sewa mobil Bali saja. Selain lebih nyaman juga praktis, karena bisa langsung mengantarkanmu ke tempat yang ingin kamu tuju.

Pakaian adat bali

Pakaian adat Bali merupakan salah satu hal yang bisa kamu eksplor selama di Bali. Jangan salah, ada banyak lho macamnya. Penggunaannya juga berbeda-beda. Apa saja macam-macam pakaian adat Bali itu? Ini dia beberapa di antaranya.

1. Kebaya Bali


Pakaian adat Bali pertama yang harus kamu tahu adalah kebaya Bali. Iya, seperti halnya kebaya di daerah lain, kebaya Bali juga merupakan pakaian yang digunakan wanita.

Kain kebaya Bali banyak menggunakan bahan renda. Penggunaannya, dikenakan bersama dengan korset di bagian bawahnya. Kebaya Bali kebanyakan digunakan oleh wanita yang yang usianya sudah tua. Namun pun begitu banyak juga wanita muda yang mengenakannya. Apalagi karena kini warna kebaya Bali semakin beragam.

Kebaya putih kebanyakan digunakan untuk upacara adat. Ditambahkan juga selendang yang penggunaanya diikatkan di pinggang seperti sabuk. Adapun bagian bawahnya mengenakan kain atau sarung yang sesuai atau disediakan warga adat (banjar).

2. Baju Safari


Para pria di Bali banyaknya menggunakan pakaian berupa kemeja. Entah itu kemeja putih, baju batik, atau pun juga baju songket. Di dalamnya overlay dengan kamben dan juga sebagai Saput.

Pada umumnya, baju yang disebut juga baju safari ini warnanya bernuansa putih atau juga bisa berpola. Penggunaannya ditambah dengan selempang serta hiasan di bagian kepala yang disebut sebagai udeng.

Pria juga mengenakan kemben. Pada pria, kembennya dikenakan di pinggang dengan bagian lipatan ada di depan. Nah wanita justru membungkusnya dengan erat, supaya tidak terlihat lipatan atau pun renda terlihat.

3. Udeng Kepala


Udeng adalah penutup kepala yang digunakan para pria di Bali. Tak hanya sebagai penutup kepala, udeng juga bagian dari pakaian yang digunakan di berbagai acara keagamaan di Bali. Semua pria mengenakannya. Dari anak-anak hingga dewasa. Dari orang kaya, hingga orang menengah ke bawah.

Udeng sendiri terbuat dari kain yang dijahit, yang kemudian dibentuk simpul di bagian depan tengah. Adapun jenisnya ada 2 macam, yakni udeng polos dan juga udeng berwarna. Udeng polos untuk upacara keagamaan, sedangkan udeng berwarna untuk beraktivitas keseharian.

4. Kamen


Kamen merupakan kain bawahan yang juga termasuk ke dalam pakaian adat Bali. Bentuknya menyerupai sarung, tetapi lebih menonjolkan motif dan corak perseginya. Adapun kainnya merupakan jenis kain halus yang tipis.

Para pria Bali menggunakan sebanyak 2 lembar kain. Digunakannya sebagai bawahan dari baju safari. Kain bagian dalam adalah kamen. Nah bagian yang luarnya adalah saput, yang dipakai secara diikat melingkar di pinggang dari kiri ke kanan, supaya kain kamen tidak terlepas. Adapun pada wanita jauh lebih sederhana.

5. Saput


Saput adalah kain atau bawahan pada pakaian adat Bali. Bentuknya berupa kain bercorak unik yang digunakan pada lapisan atas dari kamen. Jadi penggunaanya, kamen lebih dahulu, baru kemudian saput.

Sama halnya dengan kamen, kain Saput juga banyaknya digunakan sebagai pakaian adat dalam berbagai upacara atau ritual keagamaan.

6. Sabuk Prada


Sabuk juga adalah bagian dari pakaian adat Bali. Sabuk banyaknya dipakai oleh para wanita yang penggunaanya bareng dengan kebaya sebagai padanan kamen (kain atau bagian bawahan). Sabuk prada motifnya sangat khas Bali, di mana warnanya cukup terang.

Sabuk prada memiliki arti sebagai pelindung tubuh wanita, khususnya bagian rahim yang diartikan sebagai anugerah besar dari Tuhan. Jadinya sabuk digunakan di bagian perut.

7. Selendang


Selendang juga adalah bagian dari pakaian adat Bali. Selendang ini banyak digunakan sebagai pengganti dari pakaian adat saat dilakukan ritual penyembahan atau pemberian sesajen yang disebut canang.

Selendang ini punya makna khusus. Yakni simbol yang mengikat diri sendiri dari perilaku tidak terpuji yang sekaligus membatasi tubuh bagian atas dan tubuh bagian bawah.

8. Sanggul / Pusung


Bali juga memiliki budaya sanggul. Berbeda dari budaya Jawa, sanggul atau yang disebut juga sebagai pusung itu bervariasi, misalnya saja seperti pusung gonjer serta pusung kepupu.

Pusung gonjer itu adalah sanggul yang digunakan wanita yang belum menikah. Nah pusung kepupu merupakan sanggul yang dipakai wanita yang statusnya janda.

Itu dia beberapa pakaian adat masyarakat Bali. Masih banyak sebenarnya pakaian adat Bali yang bisa kamu eksplor selain yang di atas. Ayo segera datang ke Bali, supaya wawasanmu mengenai pakaian adatnya bisa lebih banyak lagi!

Salam,
Mom Queen
Phai Yunita S Wijaya
Hi Im Yunniew, ibu dengan 3 orang anak yang memiliki hobby menulis dan literasi. Marriage and parenting enthusiast, Womanpreneur dan Consultant franchise Laundry and minimarket, ibu pembelajar, dan tukang review produk temen :)

Related Posts

Post a Comment