Skip to main content

Top 5 Pilihan Tempat Liburan Favorit Keluarga Ramah Anak

Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh

Kali ini hari ke-8 dalam #30days #BlogChallengeBPN mengangkat tema Top 5 Tempat Liburan Favorit, berhubung sudah hampir setahun ini puasa liburan jadi tema ini terasa agak 'berat' untuk dibahas. Why? Khawatir setelah menulis, jiwa pengen liburan kembali menggelora. Sudah bersusah payah memendam hasrat untuk berlibur sampai-sampai dibela-belain bikin staycation dirumah hehe. Duh pokoknya selama menulis ini, mom Queen selalu berdoa agar hati ini teguh seteguh karet gelang walau ditarik kuat tetap kembali seperti semula (analogi yang memaksa).

OK fine, berhubung ini adalah challenge jadi tetap harus dijajaki. Mana tahu setelah ini, kakang prabu mengajak untuk staycation kilat (Ngarep dot com). Ini adalah top 5 pilihan tempat liburan favorit keluarga yang ramah anak versi mom Queen dan berani diadu dengan on the spot. Cekidot

Pic by Canva edited byself


1. Pantai

Pic by Canva edited by self


Terbiasa menghirup asap polusi dan bisingnya suara kendaraan membuat kita perlu menghirup udara baik dengan suasana yang menenangkan. Yap selain ke gunung, Pantai adalah pilihan tepat berikutnya. Kalau hendak pergi ke gunung dengan anak-anak balita pasti mikirnya panjang kali lebar. Belum lagi faktor cuaca dan keselamatan yang penting untuk diperhatikan. Maka pantai adalah pilihan tepat nan cermat. Selain murah, banyak spot bermain yang bisa di eksplor anak-anak. Sebagai orangtua kita sepakat bahwa liburan tak sekadar hanya liburan, tentu ada unsur edukasi yang ingin disematkan pada setiap kegiatan. Di pantai banyak edukasi yang bisa dimainkan selain hanya menghabiskan waktu. Misalnya mengasah kreativitas anak dengan membuat istana pasir, sisi ilmu pengetahuan alam yaitu pengenalan biota laut, dari segi agama yaitu pengagungan akan ciptaan Allah SWT, dan masih banyak lagi manfaat liburan ke pantai. Namun yang perlu diperhatikan harap selalu mengawasi anak-anak ketika bermain di dekat bibir pantai. Yuk kepantai biar santai.

Baca juga : 5 Serial TV Favorit Yang Wajib Ditonton 

2. Toko Buku

Pic by Canva edited byself


Ini salah satu tempat liburan penuh edukasi tapi sedikit (tidak) ramah dikantong. Kalau tadi berbicara liburan di pantai bisa dengan budget minimum, tapi tidak berlaku disini. Karena bisa dipastikan sepulang dari tempat ini, moms akan membawa sekresek buku-buku favorit. Makanya saran kalau mau berlibur ke toko buku, meskipun niatnya hanya untuk mencuci mata atau mengupdate buku best seller, lebih baik dilakukan saat lagi ada big sale atau cuci gudang. Bukan apa, khawatir nanti bisa bikin kantong bolong. Semua buku ingin dibawa pulang, apalagi dengan dalih 'untuk anak-anak' atau 'edisi ini belum punya' dan sebagainya. Eits perlu diingat juga, anak-anak yang sudah akrab dengan buku, bisa juga 'kalap' ketika liburan kesini. Bahkan, bisa jadi kantong belanjaan mereka lebih penuh dari pada orangtuanya. Ingat budget ya kalau ke toko buku.

3. Mall

Nah kalau yang ini sih sepertinya akan menjadi tempat favorit liburannya semua orang. Mau ke kota mana pun pasti yang dicari ujung-ujungnya mall kan? Ngaku deh. Meskipun sepintas mall tempat menghabiskan uang, namun banyak juga kok sisi edukasi yang bisa kita ajarkan pada si kecil. Seperti bagaimana caranya mengantri saat membayar dikasir, mengajarkan sisi sosial dan percaya diri dengan cara memesan sendiri menu yang ingin dimakan, atau juga cara mengedukasi bidang matematis yaitu dengan cara menghitung jumlah barang belanjaan yang sudah di beli. Namun lagi-lagi apabila berlibur ke tempat ini jangan lupa budget yang sudah dianggarkan, jangan sampai melebihi ambang batas atau malah merogoh budget yang lain.

4. Kebun Binatang

Berkunjung ke kebun binatang bisa menjadi salah satu alternatif liburan edukatif lainnya. Kecenderungan bahwa berlibur sama dengan menghabiskan uang tidak akan berlaku jika berkunjung ke tempat ini. Selain dapat menjadi sarana edukasi dengan mengenalkan berbagai macam jenis hewan yang ada, berkunjung ke kebun binatang juga bisa membuat anak berpikir kritis. Biasanya saat kita menjelaskan berbagai jenis hewan, anak akan bertanya seputar hewan tersebut, seputar apa dan bagaimana. Yakin deh moms akan terkaget-kaget dengan pertanyaan anak-anak ketika diajak berkunjung ke kebun binatang. Sisi imajinasi anak akan keluar sesuai dengan pertanyaan mereka. So, moms selalu standby smart phone ya untuk cari tahu informasi ketika ada pertanyaan yang di rasa sulit hehe. 

Baca juga : 5 Alasan Kamu Harus Ngeblog 

5. Botanical Garden (Kebun Raya)

Pic by Canva edited by self


Botanical garden menjadi alternatif berikutnya yang menjadi top 5 pilihan tempat liburan favorit keluarga yang ramah anak. Disini moms bisa mengeksplorasi semua spesies flora yang ada, satu jenis tumbuhan saja tidak akan habis dibahas. Apalagi anak-anak yang memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi terhadap sesuatu yang baru. Pengetahuan dan pengalaman ini akan menjadi salah satu bekal mereka untuk mencintai lingkungan dan alam sekitar nantinya. Enaknya lagi berkunjung ke botanical garden ini membuat kita menjadi banyak tahu tentang informasi berbagai tumbuhan yang ada di kebun tersebut. Biasanya satu jenis tumbuhan akan disertai dengan nama dan informasi detail spesiesnya. Wah, bonusnya lagi jika berkunjung ke botanical garden moms akan mendapat banyak spot foto yang tentunya sangat sayang jika dilewatkan. Yuk ajak si kecil ke botanical garden terdekat.


#BPNRamadan2021 

Comments

  1. Pantai adalah tempat wisata yang tida pernah salah :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Thanks so much to all of reader. Please comment if any doubts or suggestions

Popular posts from this blog

Benarkah ada orangtua yang gagal?

Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh. Apa kabar happy parents semua? Semoga selalu happy meski pandemi belum juga mereda. Kali ini Aku mau membahas sedikit mengenai topik yang terngiang-ngiang dikepalaku "Benarkah ada orangtua yang gagal?" . Gagal dalam membesarkan anak, gagal dalam mengelola dan menyalurkan emosinya sehingga meluapkan pada anak, gagal dalam mengasah kemampuan dan bakat anak, gagal dalam membersamai tumbuh kembang anak, atau bahkan gagal dalam mendidik dan mempersiapkan anak-anaknya menjadi generasi terbaik dimasanya. Setiap orangtua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. foto dokpri Aku pikir pemikiran seperti ini tidak akan pernah terlintas dalam pikiranku,karena menurutku tidak ada orangtua yang menginginkan kegagalan dalam hidupnya apalagi untuk anak-anak. Semua orangtua sangat mencintai anak-anaknya, entah anak-anak tahu atau tidak, mereka rela memberikan yang terbaik bahkan rela menghimpit kebutuhan diri sendiri demi memenuhi kebut

Ibu Karir dirumah

Sejak melahirkan anak pertama, Queensha, suamiku sudah mengingatkan untuk memasang target kapan akan berhenti dari pekerjaan, dan fokus mengurus anak. Waktu itu aku mengatakan "nanti ya kalau Queensha sudah mulai sekolah, sekira umur 5 tahunan" Suami membalas "Kalau bisa lebih cepat dari itu, karena anak sangat membutuhkan figur ibunya, Jika waktunya banyak bersama pengasuh ketimbang orangtua terutama ibunya, ikatan bathin ibu dan anak akan berkurang ." Dan, itu memang benar. Aku merasa anakku  cenderung lebih dekat dengan pengasuhnya, misalnya jika pengasuhnya hendak pergi ke warung (karena rumah pengasuhnya didepan rumah kami), maka Queensha akan langsung berlari menghampiri, dan berteriak " ibuu, ikuuutttt" Akupun menuruti keinginannya, walaupun saat itu aku lagi bermain bersamanya.Karena jika dilarang dia akan menangis. Dan, Qodarullah menjelang umur Queensha 2 tahun, aku dinyatakan hamil anak kedua, alhamdulillah masyaAllah. Padahal baru beren

Pengalaman memutus candu gadget pada toddler

Pic from google Dewasa ini sangat tidak asing apabila melihat anak-anak (bahkan) usia balita sudah memegang gadget dalam kesehariannya. Bahkan Ada orangtua yang sengaja memberikan gadget sebagai dalih untuk mengalihkan perhatian anak yang melulu ingin ditemani bermain. Pada dasarnya fitrah anak, apalagi diusia balita adalah bermain. Namun terkadang karena keterbatasan kemampuan dan pengetahuan orangtua  untuk mengakomodir keinginan anak inilah yang membuat orangtua menyerahkan kegiatan anak untuk berinteraksi pada gawai. Saya bukan orangtua yang anti sekali untuk memberi gawai pada anak. Tidak juga, namun dibalik sekian banyak dampak negatif dari gadget ada juga beberapa manfaat yang bisa di petik. Misalnya bisa mendapatkan ide bermain anak, memvisualisasikan apa-apa yang terasa sulit di pahamkan dengan kata-kata, video edukasi, lagu reliji dan lain sebagainya.Tetapi diantara daftar manfaat gawai ini, ada setumpuk efek negatif penggunaan gadget pada anak, apalagi balita :( Saya mencoba

Ayo membaca nyaring bersama Lets Read

Menteri pendidikan dan kebudayaan Nadim Makariem pernah mengatakan bahwa di Indonesia saat ini tengah mengalami yang namanya krisis literasi. Pernyataan ini sebenarnya bukan tanpa alasan, hal ini didasari pada rilis hasil studi Programme for International Assessment (PISA) 2018 yang dilakukan oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 3 Desember lalu. PISA adalah hasil program studi internasional dibidang pendidikan per 3 tahunan bagi pelajar berusia 15 tahun. Yang bertujuan untuk mengamati kemampuan membaca, matematika dan sains suatu negara untuk mendorong pendidikan. Dalam hasil rilis hasil studi tersebut didapat bahwa skor kemampuan membaca di Indonesia ditahun 2018 turun menjadi 371 dibanding tahun 2015 diangka 397 poin, dengan skor rata-rata OECD 487 poin. Aku sepakat bahwa literasi tidak hanya tentang kemampuan membaca, tetapi juga tentang kemampuan memahami bacaan, numerasi, sains dan kecakapan dalam memecahkan suatu masalah tertentu. Namun sem

Membiasakan berhijab sejak dini

   Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh  Ukhtifillah  yang dirahmati Allah Subhanahu Wata'Ala dalam rangka menggalakkan campaign   #hijabsejakdini , disini Aku mau berbagi tips mengenai cara membiasakan anak-anak mengenakan hijab dalam kesehariannya.  Seperti kita tahu bahwa menutup aurat hukumnya wajib sebagaimana kesepakatan para ulama berdasarkan firman Allah azza wa jalla: "... Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera–putera mereka, atau putera–putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita....." (QS An-nuur : 31)  Jadi, karena m

Ayo, dukung UMKM disekitarmu bangkit lagi!

Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh  Apa kabar teman-teman semua? Semoga selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wata'Ala amin allahumma amin . Nah kali ini Aku mau membahas tentang cara mendukung bangkitnya dunia usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM disekitar kita. Sebagai bagian dari ikhtiar membantu teman-teman semua pelaku UMKM untuk kembali bangkit dan bersinergi membangun perekonomian Indonesia khususnya keluarga.  Pandemi Covid-19 yang dialami dunial termasuk Indonesia sejak Maret 2020 telah memukul banyak sektor usaha. Berbagai sektor terdampak diantaranya yang paling terpukul adalah sektor usaha transportasi, perdagangan makanan dan minuman, pariwisata, industri pengolahan dan masih banyak lagi. Bukan hanya menimpa para pelaku usaha berskala besar namun juga pada pelaku usaha mikro kecil dan menengah(UMKM). Mengambil dari hasil survei yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan bahwa sebanyak 82,85% perusahaan terdampak oleh pandemi virus coro

DIY: Cara Membuat Hamper Mudah dan Simple untuk Hantaran Nikah

Dewasa ini tradisi berkirim hadiah seperti sudah menjadi tren baru. Banyak orang mengabadikan momen khusus sebagai ajang untuk berkirim pesan lewat hadiah. Jika dulu berkirim parsel atau hamper hanya dihari besar keagaamaan seperti lebaran atau natal. Sekarang berkirim parsel juga di berbagai momen bersejarah seperti di hari ulang tahun, menyambut kelahiran bayi, wisuda kuliah dan sebagainya. Baca juga :  Manajemen keuangan keluarga anti bocor ala Maminca   Jika dulu tradisi berkirim hadiah ini lebih dikenal dengan sebutan berbagi parsel, namun sekarang lebih banyak dikenal dengan sebutan berbagi hamper. Sebenarnya tidak ada beda antara keduanya, mengambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, jika kita melakukan pencarian untuk kata parsel maka akan berarti bingkisan yang berisi berbagai hadiah, seperti aneka kue, makanan dan minuman dalam kaleng, barang pecah belah, yang ditata apik dalam keranjang dan dikirimkan kepada orang-orang tertentu pada hari raya. Pun begitu ketika kita mencari

Jasa Pengiriman Barang Murah dan Efisien dengan LJR Logistics

Kebutuhan untuk jasa pengangkutan barang dewasa ini menjadi kebutuhan yang tidak bisa dikesampingkan. Semakin berkembangnya dunia usaha baik lokal maupun international menjadikan kebutuhan untuk jasa angkutan barang dengan biaya murah dan cepat menjadi prioritas. Apalagi jika kita berbicara mengenai perpindahan barang dalam jumlah yang besar seperti jasa kirim dengan menggunakan Full Container Load (FLC) ataupun Less Container Load (LLC) . Minimnya informasi yang bisa didapatkan terutama oleh pelaku usaha mikro yang baru berkembang menjadikan hanya sedikit saja yang bisa memanfaatkan jasa kirim ini. Padahal jika dicermati pengiriman dengan menggunakan logistik berbiaya murah bisa menghemat biaya produksi. Penghematan yang besar pada biaya produksi tentu bisa meraup laba yang lebih besar. Tidak bisa dipungkiri jika saat ini dunia bisnis seperti Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sedang dalam perhatian pemerintah. Sebut saja seperti Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM), ditahun 2021

Asal Kata Lebaran dan Tradisi Idul Fitri 2021 di Indonesia, ketika wabah Covid-19 yang masih meningkat

Assalammualaikum warahmatullah wabaarakatuh  Hai  teman-teman blogger bagaimana puasanya? Sudah hampir dipenghujung bulan Ramadan nih, masih semangat mengejar pahala? Insya allah, semoga Allah memudahkan langkah kita semua mencapai keberkahan dibulan Ramadan ini. Dalam rangka ngeblog bareng bersama komunitas blogger Bengkel Diri kali ini mengangkat tema hari Raya Idul Fitri. Pada kesempatan ini saya ingin mengulas tentang Asal Kata Lebaran dan tradisi Idul Fitri 2021 di Indonesia, ketika wabah Covid-19 yang masih meningkat. Alhamdulillah  dalam hitungan beberapa lagi kita akan merayakan hari raya Idul Fitri 1442 H. Segala persiapan tentu sudah mulai semarak dan geliat bau kue sudah mulai semerbak di sekitar perumahan.  Hmm  rasanya sudah tidak sabar menyambut datangnya hari kemenangan. Pusat perbelanjaan pun tak kalah semaraknya dalam menyambut datangnya hari nan fitri ini. Segala jenis kue, makanan ringan, dan aneka minuman kaleng pun sudah ramai menghiasi supermarket.  Melihat seje

Membuat Parcel (Hampers) Low Budget

Membuat Hampers Rumahan Hampers ala Mom Queen  πŸƒπŸŒΈπŸƒπŸŒΈπŸƒπŸŒΈπŸƒπŸŒΈπŸƒπŸŒΈπŸƒπŸŒΈ Alhamdulillah Lebaran sebentar lagiiπŸ’• MasyaAllah tak terasa yaah, kita akan berpisah dengan Ramadhan bulan mulia,dan bersiap menuju hari kemenangan, aamiin. Lebaran atau hari-hari besar lainnya biasa identik dengan saling berkirim pesan, makanan bahkan hadiah sebagai bingkisan kepada kerabat, sanak saudara bahkan orangtua untuk mewakili betapa syukurnya kita bisa di berikan segala kenikmatan oleh Allah Subhanahu Wata'Ala. Terlebih seperti sekarang ini, ketika diri tidak bisa bertemu muka, mengulurkan tangan, memeluk fisik maupun bersimpuh dihadapan orang-orang terkasih, sebagai wujud perwakilan itu biasa disimbolkan dengan mengirimkan 'pesan cinta' lewat transperan atau bingkisan (hampers) atau biasa dikenal dengan parcel. Nah, saat semua terasa sulit untuk dilakukan, apalagi harus bepergian memilih dan membawa hampers yang lumayan besar, dan biaya yang dikeluarkan juga lumayan